ZAITUN (Olea europea)‎

ZAITUN (Olea europea)‎

Serial Quran dan Sains

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَن يَشَاءُ ۚ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ ۝

Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tjiak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Alquran, Surah an-Nūr/24: 35)

Bagian awal ayat di atas banyak dibahas oleh para ulama dan pakar di bidang keagamaan, dengan hasil kajian yang sangat beragam. Kendatipun, pada umumnya mereka berpendapat bahwa ayat ini adalah gambaran tentang cahaya hidayah Ilahi. Akan tetapi ayat di atas dapat pula dikaitkan dengan struktur atom radioaktif. Betapa tidak, ayat ini mengumpamakan cahaya Allah sebagai sebuah cekungan       (al-misykāt) dengan pelita besar (al-mibāḥ) di dalamnya. Pelita besar ini berada di dalam kaca (az-zujājah); dan kaca ini berkilauan seolah bintang yang bercahaya. Kilauan seperti bintang dari kaca itu dinyalakan oleh minyak dari pohon zaitun. Minyaknya saja hampir-hampir menerangi meski ia tidak tersentuh api. Cahaya itu di atas cahaya; cahaya yang berlapis-lapis.

Susunan cahaya Allah ini tampak seperti struktur sebuah atom radioaktif. Pelita besar (al-mibāḥ) di dalam kaca (az-zujājah) dapat ditafsirkan sebagai inti atom radioaktif (radioactive nuclei), di mana kaca itu merupakan inti atom, sedang pelita di dalamnya adalah energi radioaktif yang disimpannya. Cahaya berkilauan yang menyala karena minyak zaitun itu tampaknya menggambarkan kulit-kulit elektron atau orbital elektronis yang berada di sekitar inti atom. Jadi, cahaya Allah yang meliputi langit dan bumi adalah atom-atom yang tersebar di seluruh jagat raya, yang menyusun benda-benda langit maupun yang menyusun makhluk-makhluk hidup ciptaan-Nya. Wallāhu a‘lam.

Pada bagian selanjutnya dari ayat di atas Allah menyebut zaitun sebagai pohon yang penuh berkah. Zaitun adalah salah satu tumbuhan perdu, yang jenis-jenisnya tersebar di kawasan sekitar Laut Tengah. Pohonnya berumur panjang, dapat mencapai ratusan tahun. Karenanya buah zaitun dapat dipanen dalam masa yang sangat panjang.

Selain ayat di atas, masih ada lima ayat lagi yang menyebutkan zaitun, yaitu al-An‘ām/6: 99 dan 141; an-Naḥl‎/16: 11; al-Mu’minūn‎/23: 20; dan at-Tīn/95: 1-4.

وَهُوَ الَّذِي أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُّخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُّتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِن طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِّنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۗ انظُرُوا إِلَىٰ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكُمْ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ ۝

Dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma, mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah, dan menjadi masak. Sungguh, pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. (Alquran, Surah al-An‘ām/6: 99)

وَهُوَ الَّذِي أَنشَأَ جَنَّاتٍ مَّعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۚ كُلُوا مِن ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ ۖ وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ ۝

Dan Dialah yang menjadikan tanaman-tanaman  yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan. (Alquran, Surah al-An‘ām/6: 141)

يُنبِتُ لَكُم بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُونَ وَالنَّخِيلَ وَالْأَعْنَابَ وَمِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ ۝

Dengan (air hujan) itu Dia menumbuhkan untuk kamu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir. (Alquran, Surah an-Naḥl/16: 11)

وَشَجَرَةً تَخْرُجُ مِن طُورِ سَيْنَاءَ تَنبُتُ بِالدُّهْنِ وَصِبْغٍ لِّلْآكِلِينَ ۝

Dan (Kami tumbuhkan) pohon (zaitun) yang tumbuh dari gunung Sinai, yang menghasilkan minyak, dan bahan pembangkit selera bagi orang-orang yang makan. (Alquran, Surah al-Mu’minūn/23: 20)

وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ ۝ وَطُورِ سِينِينَ ۝ وَهَٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ ۝ لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ ۝

Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, demi zunung Sinai, dan demi negeri (Mekah) yang aman ini. Sungguh, Kami telah menciptakan maanusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (Alquran, Surah at-Tīn/95: 1-4)

 

Pohon Zaitun

Pohon Zaitun

Pohon zaitun (Olea europea) berasal dari suku Oleaceae dan memiliki perawakan yang variatif. Di dalam suku ini terdapat varietas dengan perawakan yang relatif kecil dengan tinggi hanya 8 meter, varietas yang berupa semak, hingga varietas yang menjalar. Jumlah jenis dalam suku Oleaceae ini cukup banyak, antara 500 hingga 600, ditemukan di seluruh belahan dunia kecuali pada daerah dingin. Zaitun tumbuh dengan baik di kawasan Mediterania dan Asia Barat. Meski sebarannya amat luas namun jenisnya tidak dominan dan menguasai suatu wilayah. Individu jenisnya secara alami menyebar dan tidak mengumpul. Zaitun termasuk jenis yang tidak menggugurkan daunnya pada musim dingin.

Zaitun diyakini berasal dari Phoenicia, bagian utara Jazirah Arab, dan mulai dikenal 2.000 tahun SM. Setelah manfaat buahnya dikenal, terutama yang berupa minyak, penanaman zaitun dengan cepat menyebar ke Eropa dan Afrika. Minyak zaitun digunakan untuk berbagai keperluan seperti kosmetik, pengobatan, bahkan campuran makanan karena memiliki kandungan nutrisi yang tinggi.

Alkisah, ketika Allah menurunkan hujan yang menyebabkan banjir besar, dan Nabi Nuh terapung-apung di bahteranya, terbanglah seekor merpati mendekati bahtera itu dengan membawa ranting zaitun untuk memberitahu Nuh akan adanya daratan. Wallāhu alam. Sampai saat ini peristiwa merpati yang membawa ranting dan daun zaitun menjadi simbol keselamatan dan perdamaian.

 

Buah dan Minyak Zaitun untuk Kesehatan

Sebagai bahan campuran makanan, buah zaitun mengandung beberapa unsur yang diperlukan manusia, seperti protein yang cukup tinggi, zat garam, besi, fosfor, serta vitamin A dan B. Zaitun juga dipercaya mampu menghaluskan kulit dan karenanya dimanfaatkan dalam industri sabun. Minyak zaitun juga memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki minyak hewani atau nabati lainnya. Minyak zaitun diketahui mampu menyehatkan jantung dan pembuluh darah. Dalam bidang kesehatan minyak zaitun memiliki peran penting, sebagaimana uraian di bawah ini.

  • Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah

Kebanyakan kandungan asam lemak dalam buah dan minyak zaitun tidak mengandung kolesterol. Dengan demikian minyak ini tidak menaikkan kolesterol dalam darah dan tubuh konsumen. Penelitian menunjukkan bahwa minyak ini justru berperan mengontrol kandungan kolesterol. Minyak ini juga mengandung asam linoleic (omega-6) yang diperlukan tubuh manusia. WHO bahkan menganjurkan masyarakat mengkonsumsi paling tidak 30% omega-6 untuk mencegah pengerasan urat darah dan diabetes. Minyak zaitun juga dianjurkan untuk dikonsumsi secara teratur, dua sendok teh per hari, untuk menurunkan kolestrol jahat (LDL). Minyak zaitun juga mengandung omega-3 yang bersama dengan omega-6 dapat mencegah penyakit jantung dan menguatkan sistem pertahanan tubuh. Temuan-temuan ini memperlihatkan peran penting minyak dan buah zaitun dalam ranah kesehatan. Jauh sebelum fakta ilmiah ini terungkap, Allah telah menjadikan zaitun sebagai salah satu tanda kebesaran-Nya dalam Surah an-Naḥl/16: 11.

Minyak zaitun baik diberikan kepada pasien penyakit jantung dan urat nadi karena ia, di samping mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah, dapat juga meningkatkan kandungan kolesterol bermanfaat (HDL). Sifat baik lain dari minyak zaitun adalah kemampuannya mendorong terjadinya perbandingan yang tepat dari kandungan omega-6 dan omega-7 di dalam tubuh. Proporsi perbandingan tertentu yang stabil dari kedua zat ini sangat penting untuk kesehatan. Perbandingan yang tepat dapat mendorong tubuh untuk mencegah pengembangan banyak penyakit, terutama yang berkaitan dengan jantung, sistem pertahanan tubuh, dan kanker.

  • Mencegah kanker

Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang teratur mengkonsumsi lemak tak jenuh (monounsaturated fat) yang cukup, seperti dikandung minyak zaitun, berisiko lebih rendah untuk terjangkit kanker payudara. Ditemukan juga bahwa kandungan b-sitosterol dalam minyak zaitun dan minyak sayur lainnya sangat besar peranannya dalam mencegah pembentukan kanker prostrat pada pria. Para peneliti menemukan bahwa b-sitosterol memperkuat komunikasi pada sistem sel yang memerintahkan pemecahan sel kanker sejak dini sebelum sampai pada level tak terkontrol. Penelitian lain menemukan bahwa minyak zaitun bereaksi dengan asam lambung untuk mencegah kanker usus sejak dini. Minyak ini juga meningkatkan produksi enzim diamine oxidase yang mencegah pertumbuhan sel abnormal dan sel kanker.

  • Mencegah artritis

Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang mengkonsumsi minyak zaitun dan sayuran rebus dalam jumlah cukup mempunyai ketahanan terhadap penyakit rematik artritis yang menyerang persendian.

  • Membantu pertumbuhan tulang

Kandungan vitamin E, A, D, dan K dalam minyak zaitun sangat penting terutama untuk membantu pertumbuhan tulang, dengan “menangkap” kalsium, pada anak-anak dan orang dewasa. Bagi orang tua, minyak ini juga baik dikonsumsi karena sangat mudah dicerna. Di samping itu, kandungan mineral yang cukup pada minyak ini dapat mendorong efisiensi vitamin yang dikonsumsi dengan lebih baik. Untuk orang tua, anjuran mengonsumsi minyak zaitun juga dimaksudkan untuk mencegah hilangnya kalsium dari tulang dengan merangsang mineralisasi pada tulang. Tulang adalah gudang mineral bagi makhluk hidup. Apabila tubuh kekurangan mineral maka tubuh akan mengambilnya dari tulang. Akibatnya, lama-kelamaan tulang menjadi keropos dan lunak.

  • Memperlambat proses penuaan

Kandungan vitamin dalam minyak zaitun merangsang proses perbaikan sel dan pembentukan sel baru. Karenanya minyak zaitun banyak dipakai dalam usaha penyembuhan lansia yang sakit. Proses ini ternyata juga berguna dalam melindungi kulit dan memberinya nutrisi. Pemrosesan makanan dalam tubuh menghasilkan unsur bernama oksidan, suatu unsur yang ternyata berperan besar dalam perusakan sel. Untuk mencegahnya diperlukan asupan unsur antioksidan yang cukup ke dalam tubuh. Dan minyak zaitun memiliki unsur yang diperlukan itu. Dengan antioksidan yang cukup, proses perusakan sel dapat dicegah, sel dapat terus tumbuh, dan proses penuaan organ dan otot dapat diperlambat. Proses penuaan dan perusakan sel juga dilakukan oleh unsur-unsur radikal bebas. Unsur-unsur ini dapat ditekan dengan kandungan vitamin E dalam jumlah banyak yang terdapat dalam minyak zaitun.

  • Membantu pertumbuhan anak

Kandungan asam linoleic (omega-6) menjadikan minyak zaitun sangat baik dikonsumsi oleh bayi dan anak-anak dalam masa pertumbuhan. Kurangnya kadar asam linoleic pada bayi akan mengganggu pertumbuhannya dan memicu timbulnya banyak penyakit kulit. Kandungan antioksidan pada minyak ini juga membantu proses pembentukan sel dan pencegahan kerusakan sel pada bayi dan anak-anak ‎ dalam masa pertumbuhan. Unsur ini tepatnya akan membantu dalam pembentukan pembentukan sel membran.

Minyak zaitun juga mengandung komponen lemak tak jenuh (polyunsaturated) yang seimbang, sama dengan apa yang terkandung dalam susu ibu. Komponen ini sangat penting dalam proses metabolisme tubuh, dan sayangnya ia tidak diproduksi di dalam tubuh itu sendiri. Dengan demikian, asupan unsur ini dari luar menjadi sangat penting bagi bayi yang baru lahir.

Minyak ini juga direkomendasikan para ahli untuk diberikan kepada bayi, sebelum atau sesudah dilahirkan, untuk mengoptimalkan perkembangan otak dan sistem syarafnya. Penambahan minyak zaitun pada susu formula menjadikan nutrisi di dalamnya cukup memadai untuk diberikan kepada bayi karena minyak ini memiliki kandungan nutrisi yang mirip ASI.

  • Menurunkan tekanan darah tinggi

Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa minyak zaitun dapat membantu menurunkan dan menstabilkan tekanan darah. Hal itu menginspirasi produsen-produsen obat penurun tekanan darah untuk mencampurkan bahan yang berasal dari daun pohon zaitun ke dalam komposisi produknya.

  • Memperbaiki fungsi organ dalam

Minyak zaitun dikenal dapat melindungi lambung dari penyakit tukak lambung dengan cara mengurangi asam lambung dan mengembalikannya ke kadar normal. Minyak ini juga dipercaya mampu mencegah batu ginjal dengan cara memperlancar air seni. Kandungan klorida yang cukup pada minyak zaitun juga membantu fungsi hati sehingga usaha tubuh untuk menetralkan bahan-bahan beracun dari dalam tubuh berjalan lancar. Lebih dari itu sesungguhnya minyak zaitun juga membantu memelihara urat darah arteri di bagian otak.

Dalam banyak buku terlihat betapa perhatian para ahli terhadap manfaat minyak zaitun dalam bidang kesehatan cukup intens. Pola makan yang baik dan mengonsumsi banyak minyak zaitun sangat dianjurkan. Sebetulnya peran dan keuntungan mengkonsumsi minyak zaitun telah banyak dinyatakan Allah dalam Alquran; pernyataan-pernyataan yang terungkap kebenarannya berkat temuan-temuan ilmiah dalam bidang kesehatan dewasa ini. Karenanya patutlah kita menyimak kembali firman Allah berikut.

هُوَ الَّذِي أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً ۖ لَّكُم مِّنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ ۝ يُنبِتُ لَكُم بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُونَ وَالنَّخِيلَ وَالْأَعْنَابَ وَمِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ ۝

Dialah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan, padanya kamu menggembalakan ternakmu. Dengan (air hujan) itu Dia menumbuhkan untuk kamu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir. (Alquran, Surah an-Naḥl/16: 10-11)

Dikutip dari Tafsir ‘Ilmi

Tinggalkan Balasan

Close Menu