VINYET SEJARAH INTERAKTIF: KEGIATAN ILMIAH MARY ANNING, PALEONTOLOG PEREMPUAN PERTAMA

VINYET SEJARAH INTERAKTIF: KEGIATAN ILMIAH MARY ANNING, PALEONTOLOG PEREMPUAN PERTAMA

Serial Pembelajaran Sains: James H. Wandersee dan Renee M. Clary

Ketika diminta untuk menyebutkan nama seorang ilmuwan terkemuka, kebanyakan siswa tidak akan mengidentifikasi perempuan yang sukses. Pada masa lalu, perempuan bahkan tidak diizinkan untuk berperan serta dalam masyarakat ilmiah. Baru pada 1945 perempuan pertama diizinkan masuk ke dalam Royal Society of London yang bergengsi itu. Adalah konsekuensi yang patut disayangkan dari masyarakat abad ke-19 bahwa catatan sains dihasilkan melalui kalangan pria kulit putih yang diterima secara sosial. lni tidak berarti bahwa perempuan dan laki-Iaki kelas-pekerja tidak melakukan investigasi ilmiah mereka sendiri; bahkan, William Smith, pencipta peta geologis pertama lnggris dari kalangan pinggiran, mengeluhkan pada 1816 bahwa teori geologi berada dalam kepemilikan kelas laki-Iaki, sementara praktek aktual geologi dalam kepemilikan kelas lainnya (Woodward, 1907).

Kelas-pekerja perempuan menghadapi dua hambatan: mereka bukan hanya dari kelas sosial yang tidak tepat untuk berteori tentang praktek ilmiah, melainkan juga dari gender yang tidak tepat. Namun, pengetahuan tentang beberapa perempuan ilmiah yang luar biasa dari periode ini tetap bisa kita dapati. Mary Anning dari Lyme Regis, lnggris, pantas menerima pengakuan yang sejatinya terlambat ini.

 

MARY ANNING SEBAGAI PALEONTOLOG ABAD KE-19

Sebagian besar dari kita pernah mendengar tentang Mary Anning, meski kita mungkin belum mengetahui arti penting dirinya. Paul McCartney (1977) menyatakan bahwa Anning adalah subjek dari permainan-kata anak-anak, “She sells seashells on the seashore. ” Kata “seashells” (cangkang kerang) yang terabadikan dalam sajak tersebut sebenarnya adalah spesimen fosil hewan yang sudah punah, bukan cangkang hewan yang baru mati. Meskipun Horace woodward (1907) menyebut Anning sebagai “kolektor paling terkenal pada awal abad kesembilan belas”, rekan sezamannya tidak menganggapnya, lantaran perempuan “tidak berpendidikan”, sebagai seorang paleontolog terkemuka.

Ketika masih gadis kecil, Anning mengumpulkan fosil atau “pernak-pernik”, bersama ayahnya dari beberapa tebing di dekat Lyme Regis, Inggris. Sebagaimana diceritakan oleh kisah klasik Anning, setelah kematian ayahnya, Mary memulai upaya usaha pengumpulan untuk menghasilkan uang bagi rumah tangga ibunya. Penemuan Anning meliputi sisa-sisa ikhtiosaurus (reptil laut berbentuk lumba-Iumba, punah), plesiosaurus (reptil laut berleher panjang, punah), dan pterodaktil (reptil terbang, punah). Fosil yang ia temukan tersebut dijual kepada para wisatawan yang bepergian ke Lyme Regis, di samping para ilmuwan dan museum bergengsi pada masa itu. Simon Winchester (2001) mencatat bahwa daftar pelanggan Anning mencakup hampir semua ahli geologi terkemuka dari periode tersebut.

 

KEHIDUPAN AWAL

Anning lahir dari pasangan Richard dan Mary Anning di Lyme Regis pada 1799, dan merupakan orang ketiga yang diberi nama “Mary Anning”: Mary Anning yang pertama adalah ibunya, sedangkan Mary Anning yang kedua adalah kakak perempuannya yang meninggal dunia dalam kebakaran rumah setahun sebelum Mary lahir (Torrens,1995). Nama yang digunakan berulang-ulang ini bukan satu-satunya aspek unik dari kehidupan awalnya: ketika baru berusia satu tahun, Mary sedang bersama pengasuhnya dan dua anak lainnya ketika hujan memaksa mereka untuk berlindung di bawah sebuah pohon. Petir menyambar pohon tersebut, menewaskan yang lain dan hanya Mary yang selamat. Ia ditarik dari bawah tubuh pengasuhnya yang sudah meninggal, dan disadarkan kembali dengan air hangat. Beberapa tahun kemudian, ketika Roberts (1834) menulis sejarah awal Lyme Regis, ia mempertalikan sambaran petir sebagai sumber kecendekiaan Anning; sementara otak Anning cukup tumpul sebelum kejadian, sesudahnya ia memperlihatkan kecerdasan seumur hidupnya. Mungkin bukan hal aneh apabila masyarakat abad kesembilan belas bersikukuh bahwa faktor supranatural yang menjadi sumber kecerdasan Mary Anning, mengingat perempuan dianggap tidak bisa menjadi intelektual yang setara dengan pria.

 

PENEMUAN FOSIL DAN KETENARAN

Ketika Mary Anning baru berusia sepuluh tahun, kematian dini ayahnya sangat mempengaruhi ketahanan keluarga. Mary, kakaknya, dan ibunya melanjutkan usaha pencarian fosil sebagai sumber pendapatan, dengan Mary sebagai kolektor fosil utama. Namun pada awalnya mereka jarang berhasil memperoleh fosil, dan keluarga tersebut sering membutuhkan bantuan gereja.

Kebanyakan fosil yang ditemukan oleh Mary Anning adalah amonit dan belemnit (gurita punah yang mirip dengan cumi-cumi dan nautilus berongga pada zaman sekarang), dan jenis hewan bercangkang lainnya. Namun, fosil punahnya itulah yang menguatkan reputasi Mary Anning di kalangan para ilmuwan. Meskipun penemuan spesimen ikhtiosaurus yang pertama pada 1811 sering dikaitkan dengan Anning, mungkin saudaranya, Joseph, yang pertama kali menemukan kerangka tersebut. Betapapun begitu, Mary, yang ingin menemukan sisa kerangka tersebut, dengan rajin menyusuri tebing selama satu tahun sebelum akhirnya ia berhasil. Lokasi kerangka -yang tinggi di atas tebing- membuat Mary muda terpaksa menggunakan pendapatan dari fosilnya untuk menyewa orang-orang setempat untuk menggalinya dari tebing (Goodhue, 2004). Satu dasawarsa kemudian, Anning memperoleh penemuan fosil reptil besarnya yang kedua: plesiosaurus, reptil laut berleher panjang yang benar-benar baru bagi kalangan ilmiah. Torrens (1995) menuturkan bahwa, di mata rekan-rekan ilmiahnya, penemuan ini adalah yang terbesar.

Penemuan fosil pentingnya yang ketiga merupakan spesimen reptil terbang yang pertama di Inggris, yang dikenal sebagai pterosaurus. Anning menemukan beberapa fosil reptil yang secara ilmiah terawetkan; kesabaran dan ketekunannya dalam membebaskan hewan yang terpendam terlihat dalam detail halus fosil-fosil itu. Dewasa ini banyak fosil Mary Anning bisa dilihat di Hall of Marine Reptiles, Natural History Museum of London.

 

VINYET SEJARAH INTERAKTIF

Mengingat kontribusi oleh para perempuan dalam sains selama ini banyak yang diabaikan, kami yakin bahwa pengenalan Mary Anning sebagai model peran perempuan menjadi pelengkap yang sesuai untuk kelas sains dewasa ini. Perjuangan Anning sebagai perempuan kelas-pekerja dalam komunitas ilmiah yang didominasi laki-Iaki menggambarkan perlunya perspektif inklusif atas watak sains. Kami berpendapat bahwa sangatlah penting bagi siswa untuk memahami bukan hanya apa yang diketahui oleh para ilmuwan, melainkan juga bagaimana sains bekerja. Dulu sains tidak selalu terbuka kepada ide-ide dan kontribusi kaum perempuan, minoritas, dan kelas pekerja seperti sekarang ini.

Vinyet Sejarah Interaktif (Interactive Historical Vignette, IHV) dibuat oleh Wandersee pada 1989 untuk memfasilitasi pengenalan sains di ruang kelas. Karena guru harus bekerja sesuai kurikulum perbaikan sains yang sudah dikemas, IHV dirancang untuk memakan waktu kelas yang minimal, memanfaatkan minat siswa kepada cerita dan drama, dan melibatkan audiens dalam memperkirakan bagaimana cerita akan berakhir. Skripnya ditulis agar bersifat dokudramatik dan melukiskan percakapan yang mungkin pernah terjadi, berdasarkan sejarah peristiwa ilmiah nyata. Idealnya, dimasukkannya IHV di kelas sains sebaiknya tidak berlangsung sporadis atau berupa perlakuan terhadap sifat sains dalam sekali-kesempatan. IHV harus disertakan secara mingguan, dalam rentang waktu 10-15 menit, dengan masing-masing vinyet berfokus pada seorang tokoh yang berbeda di dalam sejarah sains.

Dalam setiap IHV satu segi dari sifat sains -misalnya, skeptisisme, penghargaan kepada kekuatan teori, haus akan pengetahuan, atau kesediaan untuk mengubah pendapat sendiri -menjadi pusat pelajaran. Alur cerita dari setiap vinyet didasarkan atas kejadian penting yang diambil dari sejarah sains, dan berfokus pada pilihan intelektual atau behavioral dalam kehidupan seorang ilmuwan (saintis). Untuk keterangan lengkap tentang pembuatan IHV dan dua puluh atribut penting pemikiran ilmiah, lihat Wandersee dan Roach (1998).

IHV bisa diimplementasikan dengan berbagai cara di kelas sains. Guru bisa mengenakan pakaian zaman bersangkutan dan menggunakan alat peraga ilmiah, atau hanya membuat topeng besar tokoh IHV. Karakter ini biasanya dibuat menggunakan fotokopi besar (2 x 2) dari kepala dan bahu para ilmuwan dalam vinyet, dengan dibuat celah mata, hidung, dan mulut yang tersamar pada gambarnya. Banyak warung fotokopi yang bisa membuatnya dengan cepat di mesin fotokopi dengan menggunakan fungsi zoom atau pembesaran. Setelah guru mempertunjukkan secara teratur serangkaian IHV dalam bulan pertama pengajaran, siswa kemudian bisa diberi tugas untuk membuat vinyet mereka sendiri; dan, setelah guru menyetujui isinya, mereka bisa mempertunjukkannya di depan kelas. Kami juga mendapati bahwa para siswa terbantu ketika kami memutar videotape singkat berisi contoh pertunjukan yang dilakukan oleh para siswa terdahulu.

 

IKHTIOSAURUS MARY: SKRIP VINYET SEJARAH INTERAKTIF

IHV berikut ini bertempat di pantai dekat Lyme Regis, sebuah masyarakat kecil yang terletak jauh di bagian barat daya Inggris. Bisakah Anda menemukan Lyme Regis di peta Inggris? Pantai Lyme Regis adalah pantai berbatu dengan banyak tebing curam. Sementara banyak orang dewasa ini yang ingin tinggal di pantai dengan pemandangan laut, pantai Lyme Regis bukanlah lokasi yang ideal untuk membangun rumah. Selama badai, bagian-bagian tebingnya kerap runtuh ke pantai di bawahnya.

Sebagai pembuka cerita, seorang anak perempuan berusia-10 tahun dan kakak laki-Iakinya sedang mencari sesuatu di sepanjang pantai. Gadis itu adalah Mary Anning. Pernahkah Anda mendengar namanya sebelumnya? Kalaupun Anda belum pemah mendengar nama Mary Anning, Anda mungkin pernah mendengar sesuatu tentang dirinya. Ingatkah Anda permainan kata “She sells seashells on the seashore?” Itu adalah tentang Mary Anning! Akan tetapi, Mary Anning dan saudara laki-Iakinya, Joseph, tidak mengumpulkan kerang. Yang mereka kumpulkan adalah fosil, sisa-sisa hewan purba sudah tidak lagi ada. Mary dan Joseph belajar cara mencari fosil dari ayah mereka. Ini adalah kegiatan yang menyenangkan bagi mereka, dan juga sebuah kebutuhan: setelah kematian ayah mereka dua tahun yang lalu, keluarga sering tidak memiliki uang yang cukup untuk makan, dan penjualan fosil-fosil kepada wisatawan membantu mereka bertahan hidup. Tahunnya 1811.

 

Joseph: Mary, cepat! Sini! Aku belum pernah melihat kerangka sebesar ini sebelumnya! Dan,

lihat! Matanya besar sekali!

Mary: Joseph, menurutmu itu fosil jenis apa?

Joseph: Aku tidak tahu, tapi itu penemuan terbaik kita, meskipun itu cuma tengkorak. Kalau saja

kita bisa menemukan sisanya!

Mary: Aku akan mencarinya setiap hari, Joseph. Aku tahu aku akan menemukannya! Ayah bilang

kita tidak boleh menyerah. Jika kita terus mencari, kita akan menemukan apa yang kita cari.

Stop: Mintalah siswa untuk memperkirakan bagaimana akhir ceritanya. Apakah ini adalah

penemuan yang penting bagi Mary dan Joseph Anning? Bagi sains? Dalam perkiraan Anda hewan apakah itu?

 

Satu tahun kemudian:

Mary (terengah-engah): Joseph . . . Joseph! Aku menemukannya!

Joseph: Menemukan apa?

Mary: Sisa-sisa naga laut! Aku menemukan sisa-sisa naga laut di sana, tinggi di tebing! Ada banyak

tulang di punggungnya, dan ukurannya besar sekali! Tidak heran matanya begitu besar! Sudah kubilang aku akan menemukannya jika aku terus mencarinya setiap hari. Memang tempatnya tidak seperti yang kita duga, tapi aku menemukannya! (Ia menari kegirangan)

Joseph: Tapi, Mary, bagaimana kita akan menggalinya dari bebatuan jika letaknya tinggi di atas

tebing?

Mary: Aku juga memikirkan hal itu, Joseph, ketika aku berlari-Iari pulang untuk memberitahu

kamu! Kita akan menggunakan sebagian uang hasil penjualan fosil untuk membayar para pekerja menggalinya untuk kita! Kita tentu akan bisa menjualnya kepada tuan tanah atau ilmuwan lain dan mendapatkan banyak uang!

Joseph:Ide yang sangat bagus, adik! Ibu akan sangat gembira!

Stop :Apa karakteristik ilmuwan yang ditunjukkan oleh Mary Anning? (Di antara contohnya

adalah ketekunan, observasi yang teliti, dan kemauan untuk berubah pendapat terkait tempat kemungkinan beradanya sisa fosil) Apakah menurut Anda fosil itu benar-benar seekor “naga laut”? Apakah menurut Anda binatang seperti ini masih ada pada masa sekarang? Mengapa ia memiliki mata yang sangat besar seperti itu? Apakah Anda akan mencari selama satu tahun untuk menemukan sisa fosil? Dalam anggapan Anda mengapa Mary sangat senang ketika ia menemukannya?

 

Meskipun Mary Anning baru berusia sepuluh tahun ketika kerangka itu ditemukan, ia terus mencari fosil sepanjang tiga mil dari tebing dekat Lyme Regis selama sisa hidupnya. Ia menemukan banyak fosil penting hewan yang sudah punah, dan ia menjadi terkenal atas sejumlah penemuan dan pengetahuannya tentang fosil. Beberapa peneliti yakin bahwa Mary Anning adalah paleontolog perempuan pertama di dunia.

 

SUMBER TAMBAHAN ANNING

Dalam upaya untuk merayakan pencapaian Mary Anning dan untuk mempromosikan pengakuan atas kontribusi geologinya, satu hari khusus disisihkan pada setiap bulan Maret oleh Lyme Regis Museum dan tim Jurassic Coast World Heritage sebagai “Mary Anning Day”. Kebangkitan kembali minat terhadap kehidupan Mary Anning dalam beberapa tahun terakhir ini juga telah memunculkan beberapa buku yang ditulis orang mengenai kehidupan dan kegiatannya. Untuk para pembaca muda, karya Don Brown (1999), Rare Treasure: Mary Anning and Her Remarkable Discoveries memungkinkan anak-anak untuk menengok sekilas kehidupan seorang ilmuwan cemerlang dari abad kesembilan belas. Buku Brown juga menerima Giverny Award 2002, yang diberikan setiap tahun untuk buku sains bergambar anak-anak terbaik (lihat www.15degreelab.com). Tambahan terbaru ke dalam bibliografi Mary Anning adalah karya Goodhue (2004), Fossil Hunter: The Life and Times of Mary Anning (1799-1847), yang bisa diperoleh dari www.amazon.co.uk. IHV Mary Anning lainnya bisa ditemukan dalam American Biology Teacher (Clary and Wandersee 2006).

Seringkali siswa kita diberi penyampaian sains “polos”, dan tidak mendapatkan tinjauan sekilas ke dalam kehidupan para pria dan perempuan yang membantu mempengaruhi perkembangan ilmu tersebut. Kami yakin bahwa penyertaan sejarah sains, di samping karakteristik pemikiran ilmiah, melalui Vinyet Sejarah Interaktif bisa memberikan kesempatan untuk secara aktif melibatkan para siswa dan menerangi konteks sosial, sejarah, dan politik di mana sains berkembang.

 

CATATAN

  1. Horace Woodward menyusun riwayat awal Geological Society of London, dan juga kehidupan beberapa geolog terkemuka awal. Teks-teks Woodward, yang dicetak pada awal tahun 1900-an, merupakan referensi tak ternilai ketika kita meneliti interaksi antara geolog terpandang pada masanya dan para individu dengan siapa mereka berinteraksi, seperti kolektor fosil terkemuka, Mary Anning.

Tinggalkan Balasan

Close Menu