UJIAN SAINS BERKONSEKUENSI PENTING

Serial Pembelajaran Sains: William J. Boone dan Lisa A Donnelly

Sebuah ujian sains tengah diselenggarakan bagi siswa-siswa sekolah dasar di suatu negara bagian. Persiapannya sering makan waktu berminggu-minggu. Guru membawakan makanan dan minuman agar semua siswa sudah kenyang sebelum ujian dimulai. Begitu hasil ujian dibagikan, para kepala sekolah segera memeriksa bagaimana prestasi sekolah mereka. Siswa-siswa yang diajar guru manakah yang memperoleh nilai tinggi? Kelas manakah yang tidak berhasil mencapai nilai tinggi? Apakah prestasi sekolah sudah membaik bila dibandingkan dengan hasil ujian yang lalu? Banyak orang memeriksa hasil ujian yang dipublikasikan di surat kabar-surat kabar setempat. Orang-orang yang berniat menjual rumah melihat dahulu hasil ujian sekolah-sekolah yang ada di lingkungan dekat rumah mereka. Para orang tua memeriksa grafik dan angka yang merangkum hasil ujian sekolah anak mereka. Peristiwa-peristiwa di atas terjadi setiap tahun saat penyelenggaraan ujian sains berkonsekuensi tinggi (high-stakes science testing) dan publikasi hasilnya. Akan tetapi, bagaimana sebaiknya kita memahami ujian-ujian tersebut? Kami menawarkan sebuah pengantar tentang ujian sains dengan konsekuensi tinggi, yaitu dengan mengupas beberapa hal mengenai ujian tersebut. Kami berikan tinjauan tentang isu ujian sains berkonsekuensi tinggi yang mudah dipahami sehingga dapat menjadi pedoman bagi Anda, apa pun minat dan kebutuhan Anda. Masa yang pendek untuk ujian khusus dan inisiatif mungkin berubah seiring berlalunya setiap tahun, tetapi topik ujian sains berkonsekuensi tinggi pasti masih menjadi topik yang relevan untuk beberapa tahun ke depan. Dengan berubahnya ekonomi dunia, mungkin sekali ujian sains berkonsekuensi tinggi akan terus ada, sebab pekerjaan di bidang teknologi dan sains selalu didambakan dan para pengambil kebijakan berupaya mengoptimalkan pembelajaran sains bagi siswa. (more…)

Continue Reading

KEMELEKAN ILMIAH

Serial Pembelajaran Sains: WoIff-Michael Roth

Konsep kemelekan ilmiah (scientific literacy) memegang peranan utama dalam upaya pembaruan pendidikan sains. Umumnya, para pendidik setuju bahwa kemelekan ilmiah harus menjadi hasil utama pendidikan di sekolah. Namun, dengan sejarahnya yang hampir mencapai limapuluh tahun, istilah kemelekan ilmiah belum memperoleh definisi yang pasti atau sudah disepakati. Paul de Hart Hurd, salah seorang bapak pendiri disiplin ilmu pendidikan sains, menetapkan bahwa interpretasi yang valid terhadap kemelekan ilmiah harus konsisten dengan gambaran sains yang berlaku umum dan perubahan-perubahan revolusioner yang sedang berlangsung di masyarakat kita (Hurd, 1998). Bagi banyak pendidik sains, hal ini berarti adjektiva scientific-ilmiah merujuk kepada sains yang dikerjakan para ilmuwan. Sebenarnya tidak harus selalu demikian. Ada sejumlah pendidik yang mengusulkan agar sains sekolah (school science) dapat berorientasi sendiri kepada sains yang digunakan dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari di komunitas yang kita tinggali. Hal itu masuk akal bila kita ingat bahwa dalam sejarahnya, bentuk-bentuk aktivitas elite dan lanjutan-sains atau sains profesional selalu dimulai dari padanannya dalam kehidupan sehati-hari. (more…)

Continue Reading
Close Menu