LINGKUNGAN BELAJAR DI RUANG KELAS SAINS

Serial Pembelajaran Sains: Barry J. Fraser

Banyak sekali waktu yang dihabiskan siswa di sekolah, kira-kira 7.000 jam setamat sekolah dasar, sekitar 15.000 jam setelah lulus sekolah menengah, dan hampir 20.000 jam di institusi pendidikan ketika menyelesaikan suatu program studi di universitas. Oleh karena itu, tentu siswa menaruh minat yang besar terhadap hal-hal yang akan dialami di sekolah dan universitas; reaksi siswa dan persepsinya terhadap pengalaman-pengalaman pendidikannya itu penting. Peristiwa-peristiwa yang berlangsung di dalam kelas itu jelas penting, namun kebanyakan guru dan peneliti sangat mengandalkan dan sesekali hanya mengandalkan penilaian pencapaian akademis semata-mata dan hasil-hasil belajar lainnya. Pentingnya pencapaian memang tidak terbantahkan, tetapi tidak bisa memberikan gambaran yang lengkap tentang pendidikan.

Artikel disiapkan untuk satu pendekatan yang mengkonsep, menilai, dan menyelidiki hal-hal yang terjadi pada siswa selama masa pendidikan, terutama fokus utama tertuju kepada persepsi-persepsi siswa tentang aspek-aspek penting di lingkungan belajar, yaitu ruang kelasnya. Memiliki lingkungan ruang kelas yang positif tentu menjadi salah satu tujuan penting pendidikan. Meskipun demikian, isu yang sama pentingnya, yaitu hasil yang dicapai siswa, tidak boleh diasumsikan lantas diabaikan dalam bab ini. Penelitian ekstensif di masa lampau memberikan bukti konsisten bahwa lingkungan ruang kelas sangat kuat diasosiasikan dengan hasil-hasil yang dicapai siswa sehingga tidak boleh diabaikan oleh pihak-pihak yang ingin meningkatkan keefektifan sekolah dan universitas.

(more…)

Continue Reading
Close Menu