PENCIPTAAN DALAM PANDANGAN ISLAM DAN KOSMOLOGI ‎MODERN

Wacana: Mehdi Golshani

Masalah penciptaan selamanya telah menjadi salah satu masalah utama kepedulian manusia. Namun, sebelum abad ke-20, masalah ini umumnya dibahas oleh para teolog dan filosof. Beru selama perempat pertama abad ke-20-lah kosmologi saintifik dikembangkan dan masalah penciptaan juga menjadi kepedulian kalangan ilmuwan.

Dalam makalah ini, kita akan membahas penciptaan dari sudut pandang Al-Quran dan para teolog, filosof serta  serta sufi Muslim. Setelah itu, kita akan membahas masalah ini dari sudut pandang kosmologi modern dengan menggambarkan berbagai aliran pemikiran yang ada didalamnya. Dalam pembahasan ini, kita tidak akan berpanjang lebar sebab sudah ada beberapa tinjauan yang amat bagus mengenai hal ini. Akhirnya, kita akan melakukan kaji banding antara pandangan-pandangan para teolog, filosof, dan sufi Muslim dan aliran-aliran pemikiran yang dominan dalam kosmologi modern. Setelah itu, kita akan menarik beberapa kesimpulan dari kajian ini dan membahas situasi dan memberikan rambu-rambu yang mesti diperhatikan dalam kajian-kajian masa depan. (more…)

Continue Reading

PERSPEKTIF KRISTEN TENTANG AGAMA DAN SAINS DAN SIGNIFIKASINYA BAGI PEMIKIRAN MUSLIM MODERN

Wacana: Mustansir Mir

Banyak Muslim percaya bahwa konflik historis antara agama dan sains adalah antara agama tertentu (Kristen) dan sains, dan bahwa sementara kristen pernah memiliki hubungan buruk dengan sains, Islam tidak memiliki kekhawatiran terhadap perbenturan semacam itu. Kesimpulan yang dapat ditarik tentang Islam membutuhkan komentar. Pandangan ilmiah modern, yang lahir dari pandangan dunia sekuler dan materialistik dan pada gilirannya memperkuat pandangan dunia tersebut, merupakan sebuah tantangan bagi semua filsafat kehidupan yang menjadikan wujud tertinggi, seperti Tuhan agama-agama teistik, sebagai acuan dasarnya dalam kehidupan, pemikiran dan perilaku. Islam merupakan salah satu agama semcam itu. Dengan demikian, ia menjadi target dari apa yang disebut sebagai kritik saintifik atau malah saintifik yang asumsi fundamentalnya adalahbahwa alam fisik, yang pada prinsipnya tunduk pada pengamatan dan kuantifikasi, merupakan ne plu ultra penyelidikan dan perhatian manusia. Islam berbeda dengan asumsi ini.

(more…)

Continue Reading
Close Menu