ALAN GUTH

Ilmuwan Modern

Alan Guth adalah ahli fisika dan kosmologis teoritis, yang saat ini menjabat sebagai Profesor Fisika Victor Weisskopf di Institut Teknologi Massachusetts. Guth adalah pencetus kosmologi inflasi, teori alam semesta yang menjawab teka-teki yang diajukan oleh Big Bang mengapa alam semesta tampak datar, homogen, dan isotropik, ketika seseorang mengharapkan (atas dasar fisika Big Bang ) alam semesta yang sangat melengkung, heterogen, dan anisotropis. Teorinya, jika benar, akan menjelaskan asal mula struktur berskala besar kosmos.

Langkah pertama Guth untuk mengembangkan teorinya tentang inflasi terjadi di Cornell pada tahun 1978, saat dia menghadiri kuliah oleh Robert Dicke tentang masalah kerataan alam semesta. Dicke menjelaskan bagaimana masalah kerataan menunjukkan bahwa ada sesuatu yang signifikan yang hilang dari teori Big Bang saat itu. (more…)

Continue Reading

PENCIPTAAN DALAM PANDANGAN ISLAM DAN KOSMOLOGI ‎MODERN

Wacana: Mehdi Golshani

Masalah penciptaan selamanya telah menjadi salah satu masalah utama kepedulian manusia. Namun, sebelum abad ke-20, masalah ini umumnya dibahas oleh para teolog dan filosof. Beru selama perempat pertama abad ke-20-lah kosmologi saintifik dikembangkan dan masalah penciptaan juga menjadi kepedulian kalangan ilmuwan.

Dalam makalah ini, kita akan membahas penciptaan dari sudut pandang Al-Quran dan para teolog, filosof serta  serta sufi Muslim. Setelah itu, kita akan membahas masalah ini dari sudut pandang kosmologi modern dengan menggambarkan berbagai aliran pemikiran yang ada didalamnya. Dalam pembahasan ini, kita tidak akan berpanjang lebar sebab sudah ada beberapa tinjauan yang amat bagus mengenai hal ini. Akhirnya, kita akan melakukan kaji banding antara pandangan-pandangan para teolog, filosof, dan sufi Muslim dan aliran-aliran pemikiran yang dominan dalam kosmologi modern. Setelah itu, kita akan menarik beberapa kesimpulan dari kajian ini dan membahas situasi dan memberikan rambu-rambu yang mesti diperhatikan dalam kajian-kajian masa depan. (more…)

Continue Reading

PERJUMPAAN SAINS DENGAN YURISPRUDENSI: ‎PELBAGAI PANDANGAN TENTANG TUBUH DALAM ETIKA ‎ISLAM MODERN

Wacana: Ebrahim Moosa

Dalam masa klasik dan post-klasik, disiplin yuris-prudensi Islam relatif selaras dengan diskursus ilmiah zamanya. Dalam pertimbangan hukum mereka, para ahli hukum (fuqaha) yang tidak menentang “sains yang asing” (‘ilm al-awail) menunjukkan dengan cukup fasih bahwa mereka tidak asing dengan disiplin-disiplin ilmiah masa itu, seperti astronomi, anatomi, alkimia, fisika, matematika, dan geometri. Para praktisi, yaitu ahli-ahli tentang yurisprudensi (ushul al-fiqh), dan ahli tentang hukum positif (fiqh), menerima pandangan yang diterima di bidang sains sebagai sebuah realitas dan mereka jarang melihat adanya ketidakcocokan antara kedua hal itu. Jika terjadi ketegangan, hal ini biasanya dipecahkan dengan cara yang kreatif dan bersahabat.

Sebagai contoh, sebagian besar ahli hukum di masa klasik berpegang teguh pada pendirian bahwa dalam menentukan kalender kamariah (lunar calendar), upaya melihat bulan sabit dengan mata telanjang lebih disukai agar sesuai dengan laporan yang diberikan nabi. (more…)

Continue Reading
Close Menu