ABU HASAN AL-ASY’ARI

Ilmuwan Muslim

Abu Hasan Al-Asy’ari merupakan keturunan dari Abu Musa Al-Asy’ari. Beliau lahir di tahun 873 M dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di Baghdad. Sewaktu kecil, beliau berguru pada seorang Mu’tazilah terkenal bernama Al-Jubbai. Abu Hasan Al-Asy’ari mempelajari dan mendalami ajaran Mu’tazilah sampai berusiah 40 tahun dan banyak menulis buku mengenai ajaran ini. Pada tahun 912 beliau memutuskan untuk keluar dari ajaran Mu’tazilah dan mendirikan aliran baru yang dikenal dengan ajaran Asy’ariah.

Ajaran Asy’ariah yang berkembang sampai saat ini adalah sifat wajib Allah. Yaitu ada 13 (wujud, qidam, baqa, mukhalafatul lilhawadis, qiyamuhu binafsihi, wahdaniyat, qudrat, iradat, ilmu, hayat. sama’, bashar dan kalam), dan 7 sifat maknawiyah (qadiran, muridan, ‘aliman, hayyan, sami’an, basiran, mutakalliman), sehingga menjadi 20 sifat wajib bagi Allah. Metode pengenalan sifat-sifat Allah banyak diajarkan di pesantren-pesantren yang berdasarkan Ahlussunnah Wal Jama’ah dan Nahdhatul Ulama (NU) khususnya. Beliau juga menuliskan banyak buku yang kurang lebih berjumlah 90 buku dari berbagai bidang ilmu. Berikut adalah nama buku yang terkenal: (more…)

Continue Reading

PANDANGAN ISLAM TENTANG HEWAN

Serial Quran dan Sains

Alquran memberi manusia kekuatan untuk memperlakukan hewan dengan baik, untuk tidak menyakiti dan merendahkannya. Hewan, bersama dengan semua ciptaan Allah, dipercaya menyembah Allah, walaupun tidak dengan cara seperti yang manusia lakukan. Allah berfirman,

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالطَّيْرُ صَافَّاتٍ ۖ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُ وَتَسْبِيحَهُ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ۝

Tidakkah engkau (Muḥammad) tahu bahwa kepada Allah-lah bertasbih apa yang di langit dan di bumi, dan juga burung yang mengembangkan sayapnya masing-masing sungguh telah mengetahui (cara) berdoa dan bertasbih. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan (Alquran, Surah an-Nūr/24:  41)

(more…)

Continue Reading
ISLAM DAN SAINS MASA KINI
The essence of the technology that Affectiva pioneers is the ability of computers to recognize human emotions based on the "activation" of muscles in the face.

ISLAM DAN SAINS MASA KINI

 

Sebelum memperoleh pencerahan sekalipun, seseorang akan mengetahui bahwa segala sesuatu bisa membuktikan keberadaan Tuhan. Namun, naluri fitriah ini akan hilang ketika ia mulai berbaur dengan masyarakat yang korup, karena urusan duniawi telah mencegahnya untuk mengarungi samudra wawasan yang luas.

– AI-Ghazālī  –

Kita telah membangun sebuah peradaban yang di dalamnya elemenelemen terpenting sangat bergantung pada sains dan teknologi. Kita juga telah menyusun segalanya, hingga hampir tidak ada orang yang bisa memahami hakikat sains dan teknologi. Inilah jalan menuju bencana. Kita mungkin bisa hidup dengan itu semua untuk sementara waktu, tetapi cepat atau lambat campuran ketidaktahuan dan kekuasaan yang mudah terbakar ini akan meledak di wajah kita.

– Carl Sagan –

(more…)

Continue Reading

METAFISIKA DAN MATEMATIKA DALAM BUDAYA ISLAM ‎KLASIK: IBN SINA DAN PARA PENERUSNYA

Wacana: Roshdi Rashed

Selama tujuh abad, riset matematis yang maju telah dilakukan di pusat-pusat urban Islam. Kita boleh saja meragukan apakah filosof menemukan tema-tema bagi perenungan dalam karyanya dan apakah mereka mencari model-model matematika guna mengelanorasi sistemnya, atau sebaliknya, apakah mereka bersandar pada apa yang disebut para sejarawan sebagai filsafah, yakni doktrin wujud dan jiwa yang tak acuh terhadap cabang lain pengetahuan, dan bebas dari setiap batasan kecuali agama (singkatnya, warisan dari zaman kuno dengan nama Islam). Pertanyaan semacam itu mungkin menarik baik bagi sejarahwan filsafat maupun sejarahwan sains. Bagaimana kita dapat membayangkan bahwa, ditengah kemajuan disiplin dan matematis yang tak ada preseden sebelumnya aljabar, geometri aljabar, analisis Diophatean, teori pararel, dan metode proyeksi para filosof tetap tidak acuh? Lebih sulit lagi untuk diyakini bahwa mereka gagal bereaksi ketika, di hadapan mata mereka sendiri, masalah-masalah epistemologi merek baru diangkat oleh matheis baru. Di antara semua ini adalah masalah penerapan matematika: tidak pernah sebelumnya disiplin matematika diterapkan satu sama lain; tidak pernah ada kebutuhan yang dipersepsi untuk menerapkan matematika pada fisika, karena nilai demonstratif fisika; terakhir, tidak pernah terjadi pada siapa pun untuk menemukan disiplin yang mampu mengungkapkan hasilnya melalui geimetri posisional dan geometri metrik; dengan kata lain, topologi avant la lettre.

(more…)

Continue Reading

PARADIGMA ISLAM TENTANG HUBUNGAN SAINS-AGAMA

Wacana: Ahmad Dallal

Kajian-kajian modern mengenai sejarah sains menunjukkan bahwa penelitian saintifik di dunia Islam terus berlanjut hingga abad ke-16 m. Namun, buku-buku sejarah tentang peradaban Islam terus menerus mengulangi dan memperluas teori dominan yang mengatakan bahwa konsolidasi pandangan dunia Islam sejak abad ke-11 telah menyebabkan stagnasi sains-sains rasional. Teori ini bahkan mengasumsikan adanya kontradiksi esensial antara sains dan Islam, dan merupakan bagian dari pandangan lazim dalam historiografi pasca-pencerahan yang menetang sains dan agama pada umumnya dalam peradaban-peradaban pasca-Abad pertengahan.

Berdasarkan berbagai penuturan yang didasarkan pada teori ini, kegiatan-kegiatan saintifik di masyarakat-masyarakat Muslim secara konsisten ditentang, konon oleh pemuka Islam. Pada kenyataannya, kegiatan-kegiatan saintifik tersebut tetap berlanjut di lingkungan kebudayaan Islam, meskipun di pandang oleh teori ini sebagai hasil yang tidak disengaja. Sekalipun demikian, di samping sifat kontra-intuitifnya yang tampak jelas, teori ini tak bisa menjelaskan banyaknya bukti yang mengukuhkan terjadinya kebangkitan, bukannya kemunduran, sains di Dunia Islam setelah abad ke-11. Bukti lebih jauh menunjukkan bahwa kegiatan saintifik terintergrasi dengan kehidupan intelektual masyarakat Muslim dan bukan bersifat marginal dari arus utama. (more…)

Continue Reading

PENCIPTAAN DALAM PANDANGAN ISLAM DAN KOSMOLOGI ‎MODERN

Wacana: Mehdi Golshani

Masalah penciptaan selamanya telah menjadi salah satu masalah utama kepedulian manusia. Namun, sebelum abad ke-20, masalah ini umumnya dibahas oleh para teolog dan filosof. Beru selama perempat pertama abad ke-20-lah kosmologi saintifik dikembangkan dan masalah penciptaan juga menjadi kepedulian kalangan ilmuwan.

Dalam makalah ini, kita akan membahas penciptaan dari sudut pandang Al-Quran dan para teolog, filosof serta  serta sufi Muslim. Setelah itu, kita akan membahas masalah ini dari sudut pandang kosmologi modern dengan menggambarkan berbagai aliran pemikiran yang ada didalamnya. Dalam pembahasan ini, kita tidak akan berpanjang lebar sebab sudah ada beberapa tinjauan yang amat bagus mengenai hal ini. Akhirnya, kita akan melakukan kaji banding antara pandangan-pandangan para teolog, filosof, dan sufi Muslim dan aliran-aliran pemikiran yang dominan dalam kosmologi modern. Setelah itu, kita akan menarik beberapa kesimpulan dari kajian ini dan membahas situasi dan memberikan rambu-rambu yang mesti diperhatikan dalam kajian-kajian masa depan. (more…)

Continue Reading

MOMEN-MOMEN PENYUSUNAN KEMBALI WARISAN YUNANI DALAM ISLAM: EKSPLORASI MASALAH SAINS DAN TEISME

Wacana: Nomanul Haq

Filsafat Islam adalah filsafat yunani, tetapi bukan filsafat Yunani yang dikaji karena alasan-alasan ilmiah, atau demi terpenuhinya hasrat ilmiah. Ia pada dasarnya dimaksudkan untuk mengabdi pada kebutuhan agama baru Islam: ia merupakan upaya menciptakan teologi alam (natural theology) khas Muslim, dan para tokoh terbesar dari filsafat Islam teistik ini melangkah begitu jauh sehingga melihat bahwa satu-penafsiran yang valid atas Islam adalah cara penafsiran para filosof.

Kisah tentang apa yang disebut sains Arab atau Islam, sebagian besarnya, meskipun bukan seluruhnya, adalah kisah perjalanan Hellenisme Islam. Memang, ada bukti kuat bahwa banyak arus selain Yunani yang mengalir ke dalam waduk budaya Islam pada masa kegemilangannya: namun juga benar bahwa kerangka metafisis dan kosmologis sains Islam secara umum lahir dari proses apropisasi Islam yang unik terhadap warisan Yunani yang diterimanya sebuah warisan di mana Neoplatonisme dianggap sangat penting. Di tangan para ilmuwan Islam, yang sebagian besar adalah filosof dalam pengertian sebenarnya, warisan ini mengalami transformasi fundamental sehingga melampaui bentuk aslinya. (more…)

Continue Reading

ANALISA TERHADAP TREN DAN PRAKTIK PENDIDIKAN SAINS DEWASA INI

Serial Pembelajaran Sains: Kenneth Tobin

Bangsa kita menghadapi risiko. Keunggulan kita dalam perdagangan, industri, sains, dan inovasi teknologi yang dahulu tak tertandingi, kini diambil alih para pesaing di seluruh dunia. Hal yang satu generasi lampau tidak terbayangkan mulai menjadi kenyataan, pihak-pihak lain mulai menyaingi dan mengalahkan pencapaian kita di bidang pendidikan (National Commission on Excellence in Education [1983, paragraf pembuka]).

Bagaimanapun, pembandingan di dunia internasional telah mendorong kebijakan dalam pendidikan sains, setidaknya, sejak peluncuran satelit-satelit Sputnik pada 1950-an, dan barangkali jauh sebelum itu. Mungkin kaitan-kaitan di antara penguasaan-penguasaan di bidang sains, teknologi, dan militer itulah yang mendorong timbulnya pembandingan dan barangkali semua kekhawatiran sesungguhnya hanya dilandasi oleh satu tujuan: untuk mempertahankan keadaan kompetitif dengan semua bangsa di dunia.

(more…)

Continue Reading
Close Menu