INTERAKSI VERBAL DAN NONVERBAL DI RUANG KELAS ‎SAINS

Serial Pembelajaran Sains: Kenneth Tobin

Peran utama pendidik sains ialah menyediakan keagenan peserta melalui pendidikan sains. Pelaksanaan kurikulum sains dengan cara yang membolehkan siswa memiliki kuasa untuk bertindak guna mengejar tujuannya sambil tetap memenuhi syarat-syarat kelulusan dari sekolah, merupakan hal yang penting di sekolah. Gloria Ladson-Billings (1994) dalam deskripsinya tentang pelajaran matematika percontohan mencatat, proses belajar kaum muda Amerika keturunan Afrika dipermudah oleh rasa semua untuk satu dan satu untuk semua. Artinya, sambil berpartisipasi di dalam kelas, semua peserta bukan hanya harus mengawasi proses belajar dirinya sendiri, tetapi juga proses belajar orang lain. Dalam pengertian yang penting, fraseologi semua untuk satu dan satu untuk semua (all for one and one for all) mencakup hakikat hubungan dialektik di antara keagenan dan struktur, artinya di antara kekuasaan yang dimiliki individu dan kolektif untuk bertindak dan sumberdaya yang mereka miliki dan dapat digunakan untuk mendukung tindakan itu.

(more…)

Continue Reading

KONTROVERSI SEPUTAR EVOLUSI

Serial Pembelajaran Sains: John R. Staver

Kontroversi seputar evolusi merupakan debat tentang asal-usul, yaitu asal-usul manusia dan kehidupan, namun dari mana debat itu sendiri berasal? Bukan dari dokumen seperti The Fundamentals yang ditulis umat Kristiani evangelis pada 1900-an awal, bukan publikasi The Origins of Species Charles Darwin pada 1859, juga bukan Amendemen Pertama Konstitusi Amerika Serikat, walaupun dokumen-dokumen tersebut memang memiliki arti penting bagi kontroversi tersebut. Kontroversi itu bermula dari konsep-konsep dasar iman dan nalar serta interaksinya.

IMAN, NALAR, DAN INTERAKSINYA

Iman (faith) didefinisian pada Ibrani 11:1 sebagai berikut, “Now faith is being sure of what we hope for and certain of what we do not see (iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat)” (Holy Bible, 1984). Nalar (reason) adalah kapasitas yang digunakan manusia untuk beralih dari premis ke kesimpulan dengan cara berpikir. Bayangkanlah sebuah kontinum — atau barangkali papan jungkat-jungkit gaya lama — otoritas atau dominansi, dengan iman dari nalar pada ujung-ujungnya yang berlawanan. (more…)

Continue Reading
Close Menu