ULAR

Serial Quran dan Sains

Ular cukup banyak disebut dalam Alquran. Kebanyakan ayat-ayat tersebut berkaitan dengan kisah mukjizat yang dianugerahkan Allah kepada Nabi Musa. Dalam dua ayat di bawah ini digambarkan apa yang terjadi saat pertemuan antara Nabi Musa dan Fir‘aun.

وَقَالَ مُوسَىٰ يَا فِرْعَوْنُ إِنِّي رَسُولٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ۝ حَقِيقٌ عَلَىٰ أَن لَّا أَقُولَ عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ قَدْ جِئْتُكُم بِبَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ فَأَرْسِلْ مَعِيَ بَنِي إِسْرَائِيلَ۝ قَالَ إِن كُنتَ جِئْتَ بِآيَةٍ فَأْتِ بِهَا إِن كُنتَ مِنَ الصَّادِقِينَ۝ فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُّبِينٌ۝

Dan Musa berkata, “Wahai Fir‘aun! Sungguh, aku adalah seorang utusan dari Tuhan seluruh alam, aku wajib mengatakan yang sebenarnya tentang Allah. Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersamaku.” Dia (Fir‘aun) menjawab, “Jika benar engkau membawa sesuatu bukti, maka tunjukkanlah, kalau kamu termasuk orang-orang yang benar.” Lalu (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang sebenarnya (Alquran, Surah al-A‘rāf/7: 104-107) (more…)

Continue Reading

HUBUNGAN HEWAN DAN MANUSIA

Serial Quran dan Sains

Hubungan antara manusia dan hewan telah berjalan sangat lama. Demikian erat hubungan itu hingga terjadi pemujaan terhadap hewan dalam ritual keagamaan. Hal ini terjadi terutama pada masyarakat pramodern.

Pemujaan terhadap hewan oleh masyarakat maupun kepercayaan tertentu dimulai oleh beberapa kemungkinan. Penulis kuno, Diodorus, menjelaskan bahwa pemujaan terhadap hewan dimulai dari mitos dimana saat itu dewa-dewa sedang terancam oleh para raksasa. Untuk melindungi dirinya, para dewa lalu menyamar menjadi hewan. Masyarakat, secara alami, kemudian memuja hewan jelmaan para dewa itu. Pemujaan terus berlanjut meski para dewa sudah tidak lagi menyembunyikan diri dalam rupa hewan. Teori yang lebih modern mengatakan bahwa pemujaan hewan dimulai dari keingintahuan masyarakat secara alami terhadap perikehidupan hewan tertentu. Pengamatan yang mendalam dan intens menimbulkan kekaguman tersendiri terhadap hewan tertentu; kekaguman yang berlanjut pada pemujaan. Ada pendapat lain yang menyatakan bahwa pemujaan bermula dari pemilihan nama keluarga. Pengambilan nama keluarga dari hewan tertentu berubah menjadi kekaguman terhadap hewan tersebut, dan dari situlah muncul pemujaan. (more…)

Continue Reading

HUBUNGAN SEKSUAL

Serial Quran dan Sains

Salah satu fungsi pernikahan adalah melestarikan spesies manusia melalui reproduksi. Reproduksi terjadi secara alamiah dengan cara hubungan seksual (sexual intercourse) antara suami dan istri yang sah. Aktivitas hubungan seksual (hubungan badan, sanggama, sexual intercourse) telah dikenal oleh manusia sejak zaman purba karena ia menjadi salah satu kebutuhan biologis manusia. la merupakan naluri sebagian besar makhluk hidup yang muncul setelah mencapai tingkat kematangan seksualnya (sexual maturation). Pada manusia muncul setelah hormon-hormon seksualnya berfungsi sejalan dengan perkembangan kedewasaannya (al-bulūg). (more…)

Continue Reading

PARADIGMA ISLAM TENTANG HUBUNGAN SAINS-AGAMA

Wacana: Ahmad Dallal

Kajian-kajian modern mengenai sejarah sains menunjukkan bahwa penelitian saintifik di dunia Islam terus berlanjut hingga abad ke-16 m. Namun, buku-buku sejarah tentang peradaban Islam terus menerus mengulangi dan memperluas teori dominan yang mengatakan bahwa konsolidasi pandangan dunia Islam sejak abad ke-11 telah menyebabkan stagnasi sains-sains rasional. Teori ini bahkan mengasumsikan adanya kontradiksi esensial antara sains dan Islam, dan merupakan bagian dari pandangan lazim dalam historiografi pasca-pencerahan yang menetang sains dan agama pada umumnya dalam peradaban-peradaban pasca-Abad pertengahan.

Berdasarkan berbagai penuturan yang didasarkan pada teori ini, kegiatan-kegiatan saintifik di masyarakat-masyarakat Muslim secara konsisten ditentang, konon oleh pemuka Islam. Pada kenyataannya, kegiatan-kegiatan saintifik tersebut tetap berlanjut di lingkungan kebudayaan Islam, meskipun di pandang oleh teori ini sebagai hasil yang tidak disengaja. Sekalipun demikian, di samping sifat kontra-intuitifnya yang tampak jelas, teori ini tak bisa menjelaskan banyaknya bukti yang mengukuhkan terjadinya kebangkitan, bukannya kemunduran, sains di Dunia Islam setelah abad ke-11. Bukti lebih jauh menunjukkan bahwa kegiatan saintifik terintergrasi dengan kehidupan intelektual masyarakat Muslim dan bukan bersifat marginal dari arus utama. (more…)

Continue Reading
Close Menu