SAINS DAN MENULIS

Serial Pembelajaran Sains: Brian Hand

PENGANTAR

Menulis (writing) bukan wicara yang dituliskan, artinya, menulis adalah tindak yang lain dengan bicara. Fakta bahwa siswa akan diminta mengerjakan tugas menulis dalam setiap ruang kelas sains, menonjolkan arti dan makna menulis dalam belajar sains. Wujud tugas tersebut mungkin sederhana, seperti menyalin catatan dari papan tulis, atau lebih kompleks, seperti membuat catatan laboratorium atau menulis rangkuman babe Dengan penekanan sekarang pada kemelekan sains, banyak debat berlangsung seputar siswa butuh belajar berbahasa (menggunakan bahasa) ataukah berbahasa (menggunakan bahasa) untuk belajar. Kedua pandangan tersebut memberikan penekanan yang sama sekali berbeda terhadap kegiatan yang akan berlangsung di dalam kelas. (more…)

Continue Reading

LINGKUNGAN BELAJAR DI RUANG KELAS SAINS

Serial Pembelajaran Sains: Barry J. Fraser

Banyak sekali waktu yang dihabiskan siswa di sekolah, kira-kira 7.000 jam setamat sekolah dasar, sekitar 15.000 jam setelah lulus sekolah menengah, dan hampir 20.000 jam di institusi pendidikan ketika menyelesaikan suatu program studi di universitas. Oleh karena itu, tentu siswa menaruh minat yang besar terhadap hal-hal yang akan dialami di sekolah dan universitas; reaksi siswa dan persepsinya terhadap pengalaman-pengalaman pendidikannya itu penting. Peristiwa-peristiwa yang berlangsung di dalam kelas itu jelas penting, namun kebanyakan guru dan peneliti sangat mengandalkan dan sesekali hanya mengandalkan penilaian pencapaian akademis semata-mata dan hasil-hasil belajar lainnya. Pentingnya pencapaian memang tidak terbantahkan, tetapi tidak bisa memberikan gambaran yang lengkap tentang pendidikan.

Artikel disiapkan untuk satu pendekatan yang mengkonsep, menilai, dan menyelidiki hal-hal yang terjadi pada siswa selama masa pendidikan, terutama fokus utama tertuju kepada persepsi-persepsi siswa tentang aspek-aspek penting di lingkungan belajar, yaitu ruang kelasnya. Memiliki lingkungan ruang kelas yang positif tentu menjadi salah satu tujuan penting pendidikan. Meskipun demikian, isu yang sama pentingnya, yaitu hasil yang dicapai siswa, tidak boleh diasumsikan lantas diabaikan dalam bab ini. Penelitian ekstensif di masa lampau memberikan bukti konsisten bahwa lingkungan ruang kelas sangat kuat diasosiasikan dengan hasil-hasil yang dicapai siswa sehingga tidak boleh diabaikan oleh pihak-pihak yang ingin meningkatkan keefektifan sekolah dan universitas.

(more…)

Continue Reading

BELAJAR DARI AKTIVITAS LABORATORIUM

Serial Pembelajaran Sains: Wolff-Michael Roth

Terguncang oleh peluncuran Sputnik oleh badan angkasa luar Rusia sepanjang era Perang Dingin, para pendidik sains Amerika mulai memikirkan kembali pengajaran sains. Sampai saat itu, pengajaran sains di sekolah sebagian besar terdiri dari ceramah (lectures). Dalam upaya membantu siswa mempraktikkan sains sehingga mempersiapkan lebih banyak lagi dari mereka untuk menjadi ilrnuwan, insinyur, atau teknisi dalam perlombaan melawan Rusia, para’pendidik sains mulai berfokuspada aktivitas laboratorium. Harapannya, kerja praktik di laboratorium akan menarik lebih banyak siswa untuk mengejar karier di bidang sains; dan mereka berharap pemahaman siswa tentang sains akan meningkat. Namun, pengajaran sains melalui aktivitas laboratorium tidak pernah dikerjakan. Jurnal School Science dan Science Education, yang masing-masing muncul pada 1990 dan 2004, menerbitkan artikel-artikel penting yang mengulas kepustakaan pendidikan sains untuk aktivitas laboratorium. Dari artikel-artikel tersebut terkesan bahwa janji belajar sains melalui aktivitas laboratorium tidak pernah terwujud. Dalam lima belas tahun di antara jarak penerbitan kedua laporan tersebut, sedikit sekali terjadi perubahan. (more…)

Continue Reading
Close Menu