SUSUNAN BIOKIMIA SEMESTA

SUSUNAN BIOKIMIA SEMESTA

Bukti terjadinya evolusi di alam semesta dan kemampuan teori menjelaskan keanekaragaman (dan kemiripan) biologis di sekitar kita adalah fakta bahwa seluruh organisme memiliki susunan biokimianya sendiri-sendiri berdasarkan penyandian genetis yang sama pada DNA (atau RNA pada virus) dan dengan ribosom yang kemudian diubah wujud menjadi protein. Potongan DNA yang sama mewakili asam amino tertentu pada bakteria, sel manusia, sel tanaman, atau sel binatang. Pada 2001, Penghargaan Nobel dalam Kedokteran diberikan kepada para saintis yang berhasil mengungkap bahwa gen yang terlibat dalam sistem pengendalian sel ragi adalah sel yang sama dengan sel yang bermutasi pada kanker manusia.

Dengan penemuan ini, para ahli biologi kimia kemudian membandingkan dan mengaitkan berbagai spesies satu sama lain. Ketika sel-sel dari dua organisme dibandingkan tanpa terlebih dahulu diketahui apakah sel-sel tersebut berasal dari spesies-spesies yang sama atau tidak, akan bisa ditentukan tingkat hubungan antara sel-sel tersebut: Bila kode genetis terbukti memiliki susunan yang sama, berarti kedua organisme berasal dari spesies-spesies yang sama. Akan tetapi, jika temyata komposisinya berbeda, tingkat perbedaan keduanya akan menunjukkan seberapa dekat dua organisme tersebut satu dan yang lain. Dari sinilah kita bisa mengetahui bahwa urutan DNA manusia hanya berbeda 1,2 persen dari DNA simpanse, 1,6 persen dari DNA orang utan, dan 6,6 persen dari DNA babun. Selain itu, dengan mengetahui tingkat kejadian mutasi tertentu, bisa ditentukan kapan kiranya divergensi di antara para kerabat tersebut.

Leave a Reply

Close Menu