SISWA SEKOLAH DASAR DAN ORANG TUA BELAJAR SAINS MELALUI INQUIRY BERSAMA

SISWA SEKOLAH DASAR DAN ORANG TUA BELAJAR SAINS MELALUI INQUIRY BERSAMA

Pembelajaran Sains: Judith A. McGonigal

Menurut National Science Education Standards, “inquiry into authentic questions generated from student experiences is the central strategy for teaching science” (National Science Education Standards, 1996: 31). Kemampuan-kemampuan dasar yang dibutuhkan untuk melakukan inquiry sains di taman kanak-kanak sampai kelas empat sekolah dasar, diidentifikasi National Research Council (2000: 19) sebagai berikut ini:

  • Ajukan pertanyaan tentang benda, organisme, dan kejadian di lingkungan sekitar.
  • Rencanakan dan lakukan penyelidikan sederhana.
  • Gunakan perlengkapan dan alat-alat sederhana untuk mengumpulkan data dan meluaskan pancaindra.
  • Gunakan data untuk menyusun penjelasan yang masuk akal.
  • Sampaikan hasil penyelidikan dan penjelasan.

Ilmu pengajaran melalui inquiry terbukti sangat sulit bagi banyak guru tingkat SD. Untuk menciptakan inquiry sains yang autentik dan efektif, guru dapat meminta dukungan dari orang tua siswa. Saya akan diskusikan di bawah ini beberapa contoh kolaborasi orang tua dan siswa-siswa saya dikelas 1 SD untuk melakukan inquiry sains bersama. Tiap-tiap contoh menampilkan penyelidikan jangka panjang yang akan mengenalkan siswa dengan inquiry sains. Melalui tiap-tiap proyek, kami mengembangkan peranan orang tua dan sumber-sumber daya yang ada di rumah dalam mendukung belajar sains lewat inquiry.

MENGENALKAN INQUIRY BERSAMA DI DALAMKELAS

Inquiry bersama kita yang pertama melibatkan kolaborasi di antara siswa dan sukarelawan orang tua. Selama sebulan pertama tahun ajaran, siswa kelas satu menanam kacang tanah mentah berkulit dan tanpa kulit di sebuah laboratorium tanaman milik kelas. Dengan bantuan seorang sukarelawan yang merupakan orang tua, siswa mengamati tanaman itu berkecambah dan mulai tumbuh lalu mendokumentasikan pengamatan pada sebuah buku sains. Kemudian, anak-anak merancang eksperimen untuk menentukan variabel mana saja yang memengaruhi pertumbuhan tanaman. Dengan bantuan sukarelawan, yaitu para orang tua siswa-siswa tersebut memberikan sedikit bahan tambahan kimiawi dan memberikan perlakuan sinar matahari yang berbeda-beda kepada tanaman-tanaman itu.

Selama para ilmuwan bekerja dengan bahan-bahan, pertanyaan baru mulai bermunculan. Begitu pula halnya yang terjadi di kelas kami ketika bunga-bunga tanaman-tanaman kacang bermekaran, anak-anak kelas satu sekolah dasar itu bertanya-tanya, bunga-bunga itukah yang akan menghasilkan kacang-kacang baru. Salah seorang sukarelawan orang tua memanggil petani setempat untuk memberikan informasi tentang cara menyerbuki bunga-bunga. Pak Petani mengajak anak-anak ke pertaniannya. Bersama enam orang ibu, orang tua murid, anak-anak kelas satu belajar tentang reproduksi tanaman biji-bijian dan memanen kacang tanah mentah dari ladang Pak Tani. Inquiry bersama pertama itu memberikan kerangka mula-mula untuk membuat sebuah model inquiry sains dengan dukungan dari orang tua murid.

MENGEMBANGKAN PERANAN ORANG TUA

Untuk proyek kelas kami berikutnya, peranan orang tua dalam inquiry sains bersama diperluas. Selama bulan kedua masa sekolah, saya membuat beberapa terarium di dalam kelas. Saya memesan beberapa ekor kumbang lebah (bees beetles), kecoa Madagaskar (Madagascar hissing roaches), dan seekor kalajengking dari perusahaan pemasok biologi. Beberapa ekor larva kumbang (mealworms) saya beli di toko hewan peliharaan. Proyek itu bertujuan agar siswa mengetahui cara-cara makhluk-makhluk kecil hidup, tumbuh, dan bereproduksi.

Proyek kelas tersebut segera menjadi tantangan manajemen. Siswa butuh waktu dan pengawasan untuk memberi makan serangga, membersihkan kandang, dan mencatat pengamatan. Untuk menyelesaikan masalah itu, saya merekrut lima orang tua siswa untuk menjadi sukarelawan sekali seminggu. Setiap hari, satu orang tua akan tetap tinggal usai jam sekolah bersama sekelompok siswa dan membantu memelihara serangga. Selama itu, siswa juga membuat catatan dalam bentuk kata-kata dan gambar-gambar tentang hal-hal yang mereka lihat dan masalah-masalah yang berhasil diselesaikan. Bersama-sama, para sukarelawan orang tua dan anak-anak membangun pengetahuan tentang serangga dan lingkungannya sambil menangani bahan-bahan dan mengumpulkan bukti tentang dunia fisik.

Kami juga merencanakan perjalanan karyawisata keluarga untuk meluaskan inquiry bersama. Menjawab undangan yang saya kirimkan kepada keluarga siswa kelas satu, delapan belas siswa beserta orang tua mereka menemui saya berkunjung ke Insectarium, sebuah museum di Philadelphia, Pennsylvania. Orang tua dan anak bersama-sama belajar cara mengawinkan kupu-kupu, menonton video tentang siklus hidup serangga, dan mendengarkan kuliah tentang cara menyediakan kebutuhan serangga yang dipelihara di dalam terarium.

Inquiry kedua itu meluaskan model pertama inquiry bersama dengan dukungan orang tua untuk memasukkan keterlibatan orang tua ke dalam kelas dan peningkatan partisipasi orang tua dalam perjalanan karyawisata inquiry bersama.

MENGAWASI KEMUNCULAN CONTOH INQUIRYBERSAMA PILIHAN SENDIRI

Inquiry autentik disemangati oleh hasrat pembelajar untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditimbulkannya sendiri. Saya memutuskan untuk beralih dari inquiry yang diarahkan guru ke inquiry pilihan siswa. Dalam bulan ketiga masa sekolah, siswa diminta membawa ke sekolah benda-benda-yang mereka anggap mungkin akan menarik untuk diamati bagi teman-teman di kelas. Siswa membawa kelomang (hermit crab), daun maple besar yang telah berubah warnanya menjadi merah tua, rumah belangkas (horseshoe crab), dan bola bisbol tua yang telah dibuka untuk memperlihatkan bagian dalamnya yang berlapis-Iapis.

Struktur bagian dalam bola bisbol tua itu bahkan berhasil membangkitkan minat guru. Saya jadi penasaran, apa yang ada di dalam bola-bola lainnya. Saya membawa bola golf usang ke sekolah lalu meminta siswa yang telah membuka bola bisbol agar membawa pulang bola golf itu dan mencari tahu apa isinya. Kami berdua sama-sama terpukau, esok harinya dia datang dengan setumpuk karet gelang yang ditemukannya di dalam bola golf. Siswa itu menjelaskan bahwa ketika dia dan ayahnya memotong bola golf hingga terbuka, bola itu seakan-akan “melejit hidup” begitu karet-karet gelang di dalamnya terurai.

Menyusul cerita penemuan itu dengan semua anggota kelas, siswa mulai membawa bola-bola lain kepada si “pakar bola” di kelas satu untuk dibawa pulang dan dibuka di rumahnya. Seiring waktu, inquiry bola meluas hingga mencakup beberapa tes sebelum bola dibedah: tes melambungkan bola, yang dilakukan dari atas pengering pakaian; tes menggelindingkan bola di atas lantai loteng rumah, serta pengamatan yang teliti dan pencatatan tentang tekstur pembukaan bola.

Setelah bekerja di rumah selama sebulan bersama kedua orang tuanya, si pakar bola menyajikan temuan-temuannya ke hadapan teman-temannya sebaya. Bukti yang dimilikinya, delapan belas bola yang sudah terpotong-potong, ditempelkan pada papan presentasi dan dibawa ke sekolah. Teman-temannya sekelas menyimak, mengajukan pertanyaan, dan menantang si pakar bola sementara dia menjelaskan bagaimana tekstur dan struktur bagian dalam bola memengaruhi gerak bola saat menggelinding, melambung, dan melayang di udara. Saya mendengarkan dan mengawasi munculnya sebuah model setelah menugaskan anak-anak kelas satu sekolah dasar itu melakukan inquiry sains pilihan sendiri di rumah.

Setelah melihat contoh yang dibuatkan oleh si pakar bola, hari itu juga saya minta tiap siswa kelas satu memilih sebuah topik untuk diteliti. Tanpa ragu-ragu, 20 anak enam tahun itu memilih topiknya masing-masing. Banyak pilihan yang diilhami bahan-bahan yang ada di dalam kelas, meliputi bunga-bungaan, ikan, katak, rambut, jam, simetri, krayon, dedaunan, dan kecoa Mada gaskar.

PEMBERITAHUAN KEPADA ORANG TUA TENTANG INQUIRY SAINS BERSAMA DI RUMAH

Atas permintaan saya, ibu si pakar bola menyusun lembar petunjuk bagi keluarga untuk digunakan sebagai pedoman acuan inquiry sains di rumah.

Selain senarai petunjuk buatan orang tua siswa, saya menambahkan salinan dua bab dari Primary Science. . . Taking the Plunge (Harlen, 1985} untuk dibawa pulang. Kedua bab tersebut menyediakan informasi terperinci tentang hakikat inquiry -cara membantu anak melakukan pengamatan, menimbulkan pertanyaan-pertanyaan, dan menjawab pertanyaan. Saya pun mengirimkan ajakan pribadi kepada setiap keluarga agar mendukung inquiry sains yang telah dipilih sendiri oleh anak mereka.

Kepada Yang Terhormat Keluarga Siswa Kelas Satu,

Presentasi kelas berikutnya ialah inquiry sains perorangan. Masing-masing siswa diminta bercerita di depan kelas mengenai pengetahuan yang telah dipelajarinya selama mengerjakan inquiry sains. Presentasi berisi laporan tentang tiga hal berikut ini: Pertanyaan apa yang coba dicari jawabannya oleh siswa? Apa saja yang telah dilakukan siswa dalam upaya pencarian jawaban itu? Apa yang telah dipelajari oleh siswa? Setelah jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan itu dipresentasikan, seluruh anggota kelas diminta mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa yang menjadi pemakalah untuk menggali lebih banyak fakta.

Siswa harus membawa semacam pajangan bahan sebagai alat bantu dalam menunjukan proses inquiry sains yang telah mereka lakukan. Sumber informasi tidak berupa bahan cetak. Kita berharap para ilmuwan belia ini akan belajar dari penanganan bahan. Presentasi harus sudah selesai pada Maret. Barangkali siswa akan membutuhkan dukungan orang dewasa, tetapi harap tidak mengendalikan jalannya penelitian. Biarkan anak dan bahan yang menentukan jalannya inquiry. Orang tua diperbolehkan:

Membantu mencarikan bahan,

Membantu dalam menggunakan alat-alat berbahaya,

Menyediakan khalayak bagi penemuan,

Membantu menjadwalkan waktu untuk mengerjakan inquiry,

Membantu siswa mencari cara mencatat penyelidikan,

Menghubungi saya bila ada pertanyaan atau kekhawatiran apapun.

Baik proses pengerjaan inquiry perorangan maupun memperoleh pemahaman-pemahaman ilmiah yang maju sama-sama menjadi perhatian. Kegiatan itubaru menjadi awal bagi inquiry yang mungkin berlangsung seumur hidup bagi anak Anda. Ada jauh lebih banyak hal yang perlu dipelajari dan ditemukan, sebagaimana pada semua penyelidikan ilmiah. Fakta yang penting ialah tiap-tiap ilmuwan belia akan mengetahui bahwa dia mampu menemukan informasi melalui menangani dan mengamati sesuatu.

Sekali lagi terima kasih atas dukungan Anda. Harap hubungi saya jika membutuhkan bantuan apa pun yang berkaitan dengan inquiry sains. Jangan sampai inquiry sains ini menjadi tekanan bagi Anda. Inquiry sains hanyalah satu kesempatan bagi anak (dan barangkali seluruh keluarga) Anda untuk merasakan pengalaman kegembiraan belajar, kegembiraan mengerjakan sains.

Saya berharap dapat segera menerima respons dan pertanyaan-pertanyaan dari Anda.

-Judith A. McGonigal

MEMBUAT LINGKARAN UMPAN BALIK UNTUK MENGOMUNIKASIKAN PROGRES

Orang tua tidak langsung merespons ajakan untuk terlibat penyelidikan Umiah dengan anak mereka. Tak ada yang menghubungi saya tentang pertanyaan, kekhawatiran, atau pencapaian. Saya putuskan bahwa saya perlu membuat lingkaran umpan balik bagi keluarga dan siswa untuk melaporkan bagaimana mereka melakukan inquiry sains di rumah.

Lembar Jawaban: Minggu 1

Saya membuat lembar jawaban buku catatan sains yang harus diisi oleh masing-masing keluarga sebagai bagian dari tugas pekerjaan rumah mingguan. Ilmuwan siswa didorong mendiktekan jawaban mereka kepada reporter orang dewasa.

Umpan balik yang saya terima menunjukkan bahwa banyak siswa bahkan belum mulai mengerjakan inquiry pilihannya sendiri karena tidak bisa memperoleh bahan-bahan yang dibutuhkan.

Berbagi Sumber Daya: Minggu 2

Untuk menyelesaikan masalah bahan, saya membuat surat yang menyenarai penyelidikan tiap-tiap siswa dan meminta dukungan keluarga terhadap satu sama lain dalam mendapatkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan.

Umpan balik terhadap lembar jawaban itu memberikan informasi bagi saya bahwa siswa-siswa sekelas sudah mulai saling mendukung penyelidikan temannya. Bulu-bulu burung dikumpulkan di nature walk dan diberikan kepada Carolyn, contoh-contoh rambut anggota keluarga disediakan untuk Raymond, dan sebuah balok kayu dari garasi seorang siswa telah diantarkan ke rumah Thomas.

Sebagaimana telah didokumentasikan sebelumnya oleh Fruchter, Galetta, dan White (1992), orang tua adalah sumber daya utama untuk memperbaiki bukan hanya pendidikan anaknya sendiri tetapi juga pendidikan anak-anak lain di sekolah. Ajakan untuk mendukung keluarga-keluarga lain dalam penyelidikan sains menjadikan hal itu tampak nyata bagi siswa, orang tua mereka, dan saya.

Revisi Lembar Jawaban: Minggu 3

Saya ingin sampaikan dengan lebih jelas kepada orang tua dan siswa bahwa inquiry sains sering diawali dengan pertanyaan, dan mencakup mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah. Untuk minggu ketiga inquiry di rumah, saya membuat lembar jawaban buku catatan sains baru yang berfokus kepada pertanyaan, masalah, dan solusi.

Jawaban-jawaban terhadap lembar kerja buku catatan inquiry sains tersebut sangat informatif. Saya menjadi tahu tentang perjalanan keluarga, termasuk kunjungan ke Pabrik Crayola untuk mengamati krayon yang sedang dilihat, kunjungan ke pusat ekologis untuk melihat pembuatan kompos dari dedaunan, dan kunjungan ke kantor seorang arsitek untuk belajar tentang gaya-gaya yang memengaruhi struktur bangunan.

Siswa dan orang tua melaporkan masalah yang berhasil mereka selesaikan, termasuk penggunaan sarung tangan untuk melindungi tangan ketika sedang menyelidiki kaktus, pengembangan sistem label untuk kristal, dan pemindahan bibit-bibit bunga yang ditanam didalam pot-pot ke mesin pencuci piring untuk menyediakan panas dan kelembapan tambahan.

Tiap keluarga mengikuti alurnya masing-masing untuk memahami inquiry sains. Sebagaimana diterangkan oleh Wells (1994), penggunaan lembar jawaban buku catatan memungkinkan saya merespons dengan pedoman khusus keluarga yang sesuai dengan tahap perkembangan mendesak yang dialami bersama tiap-tiap keluarga.

MENYEDIAKAN ALAT-ALAT PENDUKUNG INQUIRYBERSAMA DI RUMAH

Untuk mendukung keluarga dan melanjutkan arahan wacana sains di rumah siswa, saya mengirimkan alat-alat untuk membantu memfasilitasi penyelidikan. Beberapa siswa yang mendapati mikroskop mainan mereka tidak efektif, diajak meminjam mikroskop bermutu tinggi yang saya beli di pasar murah. Saya pinjamkan katalog biologi kepada keluarga yang ingin memiliki ulat-ulat bulu hornworm sebagai objek pengamatan bagi putranya. Si pakar katak meminjam terarium ketika berudu-berudunya membutuhkan habitat yang lebih besar. Timbangan digital dipinjamkan kepada si pakar krayon, yang sedang berusaha mengetahui apakah massa sebatang krayon berubah setelah dilumerkan dan dikeraskan kembali. Berbagi sumber-sumber daya sains yang saya miliki bersama keluarga-keluarga siswa semakin mengaburkan batas-batas di antara rumah dan sekolah serta memperbanyak kesempatan bagi orang tua dan anak untuk mengembangkan wacana sains di rumah.

ORANG TUA YANG TERLIBAT WACANA SAINS

Begitu keluarga mulai terlibat inquiry sains di rumah, wacana sains menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pertemuan pramuka dan malam film di sekolah, saya mendengar para ayah saling mengobrol tentang inquiry sains anak mereka:

Kami hidup bersama jamur-jamur di rumah! Thomas lebih tertarik kepada jamur-jamur di balok kayu daripada lingkaran tahunnya.

Percaya tidak, ketika kumbang lebah pertama muncul dari kepompong, istri saya langsung menghubungi saya lewat penyeranta di kantor?

Begitu pula, terdengar oleh saya para ibu yang sedang menunggu anak mereka di luar sekolah mengobrolkan sains:

Ternyata titik leleh Styrofoam lebih rendah daripada titik leleh krayon.

Putra saya berhasil mengembangkan resep rock candy-permen berbentuk kristal-yang lebih enak rasanya daripada resep di crystal kit yang saya beli di toko.

Bersama-sama, orang dewasa dan anak-anak belajar dengan menangani bahan-bahan dan saling berinteraksi dirumah. Tidak hanya siswa-siswa kelas satu, tetapi orang tua juga mulai menghubungkan wacana sains itu dengan wacana utama mereka sendiri.

MENGOMUNIKASIKAN KABAR SAINS KEPADA SUATU KHALAYAK

Setelah keluarga-keluarga siswa melakukan inquiry sains dirumah selama empat minggu, saya menjadwalkan satu kali kunjungan rumah untuk tiap-tiap siswa. Mula-mula, kunjungan rumah saya jadwalkan sebagai cara untuk menjaga tanggung jawab keluarga dalam mendukung anak mereka. Saya ingin menyampaikan kepada keluarga siswa bahwa saya sangat menilai tinggi inquiry yang dipilih oleh siswa sendiri dan saya yakin, banyak siswa yang akan teridentifikasi mengalami kesulitan dalam mengerjakan penyelidikan sains mereka. Alih-alih, ternyata saya mendapati tugas inquiry tersebut telah berhasil menciptakan waktu dan tempat bagi tiap-tiap keluarga untuk bersama-sama menjelajahi sains. Kunjungan rumah yang saya lakukan menjadi kesempatan untuk merayakan penemuan keluarga, dan menantang tiap keluarga untuk mengembangkan penyelidikannya.

Kunjungan rumah biasanya dimulai dengan siswa mengantar saya ke tempat inquiry sains dilangsungkan di dalam rumah. Kristal ditumbuhkan pada bagian atas pemanas ruangan di ruang makan Daniel. Struktur jerami mengisi setiap sudut di ruang keluarga Denise. Tanaman-tanaman kaktus tumbuh subur di peranda belakang rumah Dorothy yang panas. Kepompong ulat hornworm bermetamorfosis di dalam leman pakaian di kamar tidur Neal, dan tes kekuatan rambut dilakukan Raymond di atas meja dapurnya. Katak-katak berenang-renang di bak mandi Steven, dan daun-daun milik Stanley dikumpulkan dan dipajang di atas meja ruang makan.

Dengan bukti penelitian di hadapan mereka, orang tua dan anak menceritakan kepada saya kegiatan yang telah mereka lakukan dan hal-hal yang mereka pelajari. Saya membawa clipboard dan kamera untuk mendokumentasikan kunjungan. Sementara anggota-anggota keluarga berbagi cerita dan memberikan penjelasan, saya mencatat dengan hati-hati dan mengambil foto-foto. Catatan itu kemudian digunakan untuk menjadi pedoman ilmuwan-ilmuwan di kelas satu saat melakukan presentasi di kelas jika perhatian mereka teralihkan akibat tantangan berbicara kepada khalayak dalam jumlah besar untuk waktu yang cukup lama.

Setiap kali melakukan kunjungan rumah, saya sering memparafrasakan kembali ucapan anak agar lebih jelas bagi si anak, orang tua, dan saya sendiri bagaimana siswa memahami fenomenon yang tengah dipelajaran. Bila sesuai, saya kenalkan dengan kosakata sains baru yang cocok dengan pengamatan-pengamatan yang dilaporkan anak.

Kunjungan rumah diakhiri dengan saran-saran yang diarahkan guru untuk rnelakukan’setidaknya satu aktivitas tambahan untuk dicoba keluarga sebelum presentasi lisan di kelas. Si pakar simetri ditunjukkan cara menggunakan cermin untuk menguji simetri. Si pakar pensil didorong agar mengunjungi sebuah toko penyedia alat-alat kesenian untuk melihat bagaimana pensil-pensil diberi label dengan angka-angka. Si pakar daun ditantang mereplikasi hasil-hasil percobaannya memaksa pucuk-pucuk daun membuka di dalam ruangan. Si pakar batu diberi geode untuk dibuka

BERBAGI PENGETAHUAN DENGAN TEMAN SEBAYA

Mulai Februari, tiap siswa memilih satu hari untuk bercerita tentang inquiry; sainsnya dengan seisi kelas. Dengan bantuan seorang anggota keluarga, anak menyiapkan presentasi yang biasanya mencakup sebuah whiteboard, artefak, dan alat-alat yang digunakan untuk melakukan penelitian. Setiap pagi, siswa-siswa kelas satu memasuki ruang kelas dan penuh semangat mendekat meja pajangan presentasi untuk memeriksa artefak-artefak baru. Semua merasakan harapan yang sama bahwa setiap han kami akan membangun pemahaman sains baru dengan berinteraksi bersama, teman-teman sekelas dan bahan baru.

Pukul 11. 00, ilmuwan muda yang tampil akan bercerita tentang kabar sains. yang dimilikinya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari teman-teman sekelas dan gurunya. Usai presentasi, yang berlangsung sedikitnya, -duapuluh menit, masing-masing anggota khalayak diwajibkan mengisi laporan butuh catatan sains yang menjawab tiga pertanyaan berikut ini:

  1. Apa yang dilakukan sang ilmuwan untukmempelalari bahan?
  2. Apa yang kamu pelajari dari sang ilmuwan?
  3. Apa pertanyaan yang ingin kamu tanyakan sekarang yang mungkin bisa diteliti tentang topik ini?

Jawaban-jawaban yang sudah ditulis, digunakan untuk mendorong mendengarkan aktif, dibacakan kepada penyaji sains secara perorangan lalu dihimpun menjadi satu buklet, yang diberikan kepada penyaji untuk dibawa pulang dan diceritakan kepada anggota keluarganya.

MELUASKAN KHALAYAK

Orang tua, yang merasa bangga dan terkejut bercampur gembira saat membaca lembar-lembar umpan balik, mulai menyatakan penyesalan karena tidak hadir dalam presentasi anak mereka. Setelah diskusi kelas yang panjang, siswa-siswa kelas satu memutuskan setiap teman sekelas harus diberikesempatan menjadwalkan presentasi sekali lagi bagi orang tua dan seluruh kelas. Banyak siswa kelas satu memilih pilihan itu dan diberi kesempatan kedua untuk mempertunjukkan kepakaran mereka dalam bidang sains.

Dengan semakin seringnya presentasi diselenggarakan, siswa mulai mencari tahu hubungan, di antara inquiry dan inquiry. Siklus hidup dan tanduk yang digunakan untuk pertahanan larva tembakau dibandingkan dengan siklus hidup dan tonjolan di bagian abdomen larva kumbang. Angka-angka yang digunakan untuk mengidentifikasi keempukan pensil grafit dianggap mirip dengan angka-angka pada skala kekerasan pakar bebatuap Moh. Robert mulai melihat simetri pada bahan-bahan yang dipajang pada tiap-tiap presentasi.

BERPARTISIPASI DALAM FORUM INQUIRY SAINS

Pada hari terakhir masa bersekolah di bulan Maret, kami mengadakan Forum Inquiry Sains di ruang kelas kami untuk merayakan pengetahuan yang kami capai di bidang sains. Setiap anak memajang papan presentasi dan artefaknya, ditambah buku karangan siswa sendiri tentafig inquiry tersebut. Sore hari, siswa mengajak keluarganya berkeliling Forum Inquiry Sains dan menjelaskan inquiry sains yang dipertontonkan masing-masing pajangan. Orang tua dapat menyaksikan sendiri hasil-hasil inquiry sains setiap keluarga lainnya, dan dapat menghargai betapa luar biasanya sumber daya yang dapat dimanfaatkan saat semua keluarga memperkaya peluang-peluang belajar yang tersedia di dalam kelas.

Keluasan dan kedalaman muatan sains yang dibagi bersama-sama sore itu kembali membuktikan betapa orang tua dan siswa dapat berperan bersama-sama dengan baik dirumah dan di sekolah sebagai sesama pernbelajar sains melalui inquiry. Orang tua dan guru yang bekerja sama akan mampu menemukan cara bagi siswa-siswa kelas satu untuk memenuhi belajar sains menurut National Science Education Standards melalui inquiry (National Research Council, 1996).

EFEK BERLANJUT DARI INQUIRY SAINS BERSAMA YANG DIPILIH SENDIRI

Setahun kemudian, saya menerima surat elektronik dari ibu salah seorang siswa:

Kami sekeluarga masih mencari-cari simetri dalam kehidupan sehari-hari dan sering menggunakan “tes cermin” untuk menguatkan temuan kami. Robert masih sering berkomentar tentang hal-hal lain yang dipelajarinya dari proyek sains anak-anak lain, misalnya, kristal dan rambut. Robert berhasil menemukan hubungan di antara apa yang dia lihat dan apa yang dia kerjakan. Kami sekeluarga menjadi sangat awas dan sadar sains, dan menikmatinya!

Leave a Reply

Close Menu