SEKOLAH KITA

MTS Putra Putri Lamongan

STRATEGIS: Lokasi gedung MTs Putra Putri Lamongan 4 lantai berada di pusat kota yang banyak akses dan mudah dijangkau

MTs Putra-Putri Lamongan telah ada sejak 57 tahun, tepatnya sejak tahun 1960 silam. Sebagai salah satu sekolah berbasis agama yang berada dalam binaan Maarif NU, MTs Papi mampu eksis dan bersaing ditengah banyaknya sekolah menengah pertama unggulan berplat merah yang ada di kota Lamongan. Hal ini ditunjukkan dari konsistensinya jumlah siswa yang ada di madrasah ini setiap tahunnya pagu 4 rombongan belajar pada setiap kelas selalu terpenuhi.

Menurut sejarah, madrasah ini sejak berdiri telah mengalami lima kali perubahan nama. Pertama tahun 1960-1963 bernama Madrasah Muallimat NU Lamongan, lalu pada tahun 1963-1971 berubah menjadi Madrasah PGA NU Lamongan. Dalam perjalanannya pada tahun 1971-1973 berubah menjadi PGAA MTs Putra Putri Lamongan. Kemudian pada tahun 1973-1990 pengelolaan manajemen madrasah dibagi dua, satu bernama MTs Maarif Putri Lamongan dan kedua bernama MTs Maarif Putra Lamongan. Pada tahun tersebut secara fisik juga memiliki dua bangunan yang pola pembelajarannya terpisah antara laki-laki dan perempuan. Kemudian sejak tahun 1990-2004 pengelolaannya disatukan menjadi MTs Putra-Putri Lamongan.

Madrasah yang memiliki visi unggul, berprestasi, inovatif dan berakhlakul karimah ini selalu memperoleh akreditasi A. Hal ini pula yang menjadi salah satu indikator bahwa MTs Putra-Putri Lamongan memang madrasah yang unggul dan berkualitas. Walaupun berada di lingkungan perkotaan yang penuh dengan persaingan mutu, MTs papi bisa menjaga kepercayaan masyarakat untuk selalu menjadi pilihan utama. Pada tahun pelajaran 2017/2018 ini, peserta didik madrasah ini berjumlah 252 siswa dengan jumlah pendidik dan tenaga kependidikannya sebanyak 50 orang.

Menurut Nurman, Kepala MTs Papi bahwa madrasahnya menjadi dipercaya untuk menjadi koordinator sub rayon 54. Pada sub rayon ini mengkoordinir 18 jenjang Madrasah Tsanawiyah. Kedelapan belas madrasah tersebut, lanjutnya, berasal dari wilayah Kecamatan Tikung, Sarirejo, Kembangbahu, Sambeng, Turi dan Kalitengah. “kami sangat bangga karena diberikan kepercayaan banyak pihak, termasuk menjadi rujukan beberapa madrasah”, ujarnya.

Sejak berdiri, MTs Putra-Putri Lamongan telah mengalami tujuh kali pergantian kepemimpinan. Pada setiap masa kepemimpinan memiliki ragam kebijakan yang berbeda. Selama dua tahun ini, terhitung sejak tahun 2016, kepala madrasah dipegang oleh Nurman. Kebijakan yang bersangkutan lebih pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) semakin berkualitas. Hal ini yang menyebabkan pihaknya sering mengikutsertakan guru untuk aktif dalam kegiatan pelatihan, workshop dan sejenisnya. Sesekali secara rutin pada setiap semester, pihaknya melakukan supervisi terhadap perkembangan kualitas mengajar gurunya. Hasil supervisi tersebut digunakan sebagai bahan evaluasi akademik dalam rapat bersama dewan guru.

MTs Putra-Putri Lamongan, sambung ayah dari dua anak ini, dikelola secara profesional atas dasar kekeluargaan yang berbasis keislaman. Pola komunikasi yang dibangun oleh pimpinan dengan guru maupun karyawan seperti keluarga. “misalnya saja setiap hari jum’at pagi dilakukan istighotsah yang dilanjutkan dengan makan bersama. Makanan tersebut disediakan secara bergiliran oleh guru satu dengan lainnya. Hal ini membuat suasana kerja menjadi akrab dan harmonis. Pola kekeluargaan seperti ini pula yang coba kami bangun antara pihak sekolah (baca: pimpinan, guru, karyawan) dengan seluruh siswa maupun orangtuanya,” urainya.

Selain itu, madrasah juga secara rutin memfasilitasi orangtua untuk bisa saling mendukung aktivitas belajar anaknya masing-masing. Menurut pria yang juga berprofesi sebagai dosen tersebut, keberhasilan belajar anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Namun orangtua juga memiliki peran yang besar dalam membentuk pola belajar anak. “pola komunikasi kekeluargaan ini cukup efektif dalam mengelola dan melaksanakan aktivitas akademik. Sehingga banyak orangtua yang mempercayakan putra-putri mereka kepada kami,” terangnya.

VISIONER: M. Nurman, M.Pd. Kepala MTs Putra Putri Lamongan tahun 2016 hingga sekarang

 

PARENTING: Dr. Abd. Ghofur memberikan motivasi kepada siswa dan orangtuanya yang secara rutin dilakukan untuk saling mendukung dalam perkembangan belajar anak

 

PROBLEM SOLVING: Diskusi dijadikan sebagai salah satu strategi pembelajaran oleh guru dalam membelajarkan sains

 

PRAKTIKUM: Guru memfasilitasi siswa dalam melakukan proses sains

 

Sebagai sekolah yang berbasis Islam, sambungnya, banyak aktivitas keagamaan yang yang dimasukkan dalam kurikulum. Diantaranya, siswa dan guru hadir jam 6 pagi untuk bersama-sama membaca Al-qur’an. Setelah 40 menit baru siswa masuk kelas untuk persiapan mengikuti pelajaran. Adapula ekstra pembelajaran kitab kuning, pembacaan dziba’, sholat jum’at berjamaah dan lainnya. “kami ingin siswa disini selain berprestasi dalam ilmu umum juga tak ketinggalan dalam bidang agama,” pintanya.

Selain beragam aktivitas keagamaan tersebut, siswa-siswi di madrasah ini juga diberikan ragam kegiatan e kstra kulikuler. Diantaranya pramuka, drumband, banjari, karate, pembinaan qori’, drill bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan bimbingan mata pelajaran UN. Selain itu juga, peserta didik di MTs Papi juga diberikan pembinaan baca tulis Al-Qur’an bekerjasama dengan UMMI Foundation.

Sarana dan prasarana pembelajaran yang ada di madrasah ini juga tergolong memadai. Seluruh ruang kelas telah terpasang LCD proyektor untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Selain itu dilengkapi dengan ruang perpustakaan, UKS, laboratorium komputer, dan laboratorium sains. “di area madrasah juga diberikan jaringan wifi untuk bisa digunakan mengakses internet dalam menunjang aktivitas pembelajara. kami juga terus berupaya meningkatkan kualitas, salah satunya bekerjasama dengan USAID Prioritas dalam hal pembelajaran dan manajemen kepemimpinan,” ujarnya.

Walaupun telah memiliki laboratorium sains, namun fasilitas tersebut belum sepenuhnya digunakan secara maksimal. Aktivitas pembelajaran sains lebih banyak dilakukan di dalam kelas. Menurut Novi Artika, guru sains MTs Papi, bahwa peralatan di laboratorium sains cukup lengkap, namun rungannya kurung cukup luas untuk digunakan dalam praktikum siswa dalam satu kelas. “pembelajaran sains di laboratorium dilakukan hanya pada waktu-waktu tertentu saja, dan tidak terjadwal secara rutin. Tergantung juga tema yang sedang dipelajari, apakah memang harus menggunakan laboratorium atau cukup di kelas,” terang guru alumni jurusan Fisika Universitas Brawijaya tersebut.

Walaupun jarang menggunakan laboratorium, beberapa kali guru membuat media sederhana untuk kebutuhan praktikum. Misalnya penggunaan barang-barang bekas sebagai media pembelajaran. “Pembuatan media pembelajaran sederhana disiapkan oleh siswa atas petunjuk guru. Misalnya, materi tentang zat kimia pada kain untuk mengetahui adanya kandungan bahan kimia atau tidak. Praktiknya, siswa bisa membawa sendiri kain perca, kemudian kita identifikasi bersama di kelas, mana yang serat alami, dan mana yang serat buatan. Identifikasi tersebut bisa dilakukan dengan pembakaran dengan pengawasan guru”, jelas perempuan berjilbab tersebut.

Sebagai sekolah berlatarbelakang Islam, sambungnya, pihaknya juga melakukan pengintegrasian nilai-nilai Islam dalam pembelajaran sains. Misalnya materi berkaitan dengan tata surya, itu sudah termaktub dalam Alqur’an surat ali imron ayat 190-191, itu menjelaskan terkait Allah menciptakan siang dan malam, langit dan bumi dengan segala isinya.

Sebagai madrasah yang telah lama mengabdi dalam mencerdaskan anak bangsa, banyak prestasi yang diraih oleh madrasah ini, baik dalam skala lokal, regional, hingga nasional. Diantaranya, peraih nilai UN diatas rata-rata 8,5, juara lomba pengelolaan perpustakaan, juara Aksioma tahun 2017, juara karate putri. “prestasi dibidang sains masih belum banyak, terakhir kami masuk kategori baik dalam lomba karya ilmiah remaja (KIR),” pungkas kepala MTs Papi.

MTS Maslakul Huda Lamongan

NASIONALIS: Siswa-siswi MTs Maslakul Huda melakukan upacara bendera setiap hari sabtu di halaman sekolah setempat

 

MTs Maslakul Huda merupakan salah satu sekolah menengah pertama berbasis Islam yang berlokasi di Pantai Utara (Pantura) Paciran Kabupaten Lamongan. Sekolah yang familiar dengan sebutan MTs Masda itu merupakan satuan pendidikan yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Maslakul Huda. Sekolah yang berdiri sejak tahun 1984 tersebut oleh KH. Nur Salim dan tokoh-tokoh masyarakat Nahdlatul Ulama’ setempat. Berdirinya madrasah ini lantaran banyaknya lulusan Madrasah Ibtidaiyah Maslakul Huda yang tidak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Di awal berdirinya, siswa madrasah ini berjumlah 25 siswa saja, namun seiring perkembangan waktu terus mengalami peningkatan, pada tahun pelajaran 2016/2017 ini siswanya berjumlah 256 siswa. Selain itu, seiring perkembangan waktu pula, madrasah ini terus mengalami peningkatan mutu. Hal ini dibuktikan dari tercapainya status akreditasi terdaftar pada tahun 1984. Lalu pada tahun 1997 beralih status menjadi diakui, pada tahun 2002 berstatus Disamakan dan sejak tahun 2007 hingga kini berstatus terakriditasi A.

Mayoritas siswa yang belajar di madrasah ini berasal dari desa setempat, selebihnya berasal dari kecamatan sekitar, ada pula dari luar kabupaten dan propinsi. “Madrasah ini merupakan bentuk jariyah dari masyarakat NU sekitar, sehingga bagaimanapun masyarakat berkewajiban ikut serta mengembangkannya. Salah satunya dengan mempercayakan putra-putri mereka untuk belajar di madrasah ini,” ungkap Ahmad Sholihan, Kepala MTs Maslakul Huda.

Sebagai sekolah yang berada di kompleks pesantren, MTs Masda memberikan porsi yang lebih untuk pelajaran agama dibanding dengan pelajaran umum. Hal ini ditunjukkan dari adanya budaya tahsin setiap harinya sebelum pelajaran di mulai. “sejak awal berdiri, madrasah ini ingin mendidik anak agar berkarakter Islami. Salah satu strateginya dengan memberikan program belajar membaca Al-qur’an selama 40 menit sebelum pelajaran di mulai. Setiap kelas dibagi menjadi kategori sesuai dengan kemampuan membaca Al-qur’an siswa tersebut,” ungkap pria yang menjabat kepala sekolah sejak tahun 2009 tersebut.

Madrasah yang telah berdiri lebih dari dua dasawarsa tersebut memiliki sarana dan prasarana yang cukup representatif. Bahkan bangunan berlantai tiga MTs Masda berada di lokasi yang tergolong unik, yakni berada di sebelah bibir laut. Sehingga, pemandangan laut lepas bisa dilihat secara langsung dari madrasah ini. “fasilitas pembelajaran juga tergolong cukup lengkap, walaupun belum seluruh kelas di lengkapi dengan LCD proyektor, namun penggunaan peralatan ini lumayan familiar. Bahkan untuk memaksimalkan peran ICT dalam aktivitas pembelajaran, kami memiliki ruang multimedia. Selain fasilitas tersebut, untuk memaksimalkan proses pembelajaran kami lengkapi dengan perpustakaan, laboratorium komputer dan laboratorium sains”, urai Ainul Hadziq, Waka sarpras MTs Masda.

TAHSIN: Tradisi belajar membaca Al-Qur’an dilakukan setiap pagi sebelum jam pelajaran di mulai

 

Walaupun memiliki laboratorium sains, namun karena kurangnya peralatan praktikum, aktivitas pembelajaran lebih sering dilakukan di kelas. Menurut Khazib selaku koordinator Laboratorium mengungkapkan bahwa sebenarnya ruang laboratorium sains sangat luas. Namun, peralatan, alat peraga dan sejenisnya masih tergolong terbatas dan butuh pembaharuan. Penggunaan laboratorium tersebut juga dilakukan bergantian dengan siswa MA Maslakul Huda, sehingga harus dilakukan penjadwalan. “kami terus berupaya untuk bisa menjadikan laboratorium sains bisa berfungsi dengan lebih baik lagi,” ungkap pria yang juga sebagai guru sains tersebut.

Sesekali, untuk memahami proses sains, siswa diajak melakukan observasi di luar kelas. Hal ini dilakukan oleh guru agar siswa bisa belajar berbasis pengalaman dan tidak hanya monoton di kelas. Misalnya observasi di pantai sekitar sekolah untuk melakukan klasifikasi jenis limbah yang ada di laut dan menjelaskan bagaimana kondisi air laut tersebut. Secara umum siswa sangat antusias mengikuti aktivitas pembelajaran yang dilakukan di luar kelas tersebut. Hasil observasi tersebut kemudian dipresentasikan dan didiskusikan bersama di depan kelas.

PROSES SAINS: Salah satu praktikum dampak limbah rumah tanggal terhadap keberlangsungan ekosistem laut menggunakan media sederhana di Laboratorium Sains

 

TEKUN: Siswa memanfaatkan perpustakaan untuk menambah referensi belajar

 

Secara khusus tidak ada penentuan standar maupun kebijakan dari kepala sekolah dalam penggunaan startegi pembelajaran sains. Aktivitas pembelajaran diberlakukan sama dengan pelajaran umum lainnya. Kepala sekolah hanya berpesan kepada guru untuk selalu melakukan update pembelajaran sains mengikuti perkembangan zaman. “saya secara rutin melakukan supervisi di kelas, dan hasilnya sebagai bahan evaluasi saat rapat dengan seluruh dewan guru,” ujar kepala sekolah.

Pihak sekolah juga aktif memberikan arahan kepada guru untuk terus meningkatkan kompetensinya. Baik dengan aktif mengikuti pelatihan, terlibat dalam forum MGMP, maupun sharing pengetahuan dengan sesama guru. Menurut kepala sekolah hal tersebut akan sangat membantu guru untuk mengingkatkan kualitas mengajar mereka.

Untuk menyeragamkan pemahaman guru dan siswa, pihak sekolah memberikan fasilitas buku yang menjadi rujukan. Buku paket tersebut mengacu pada Kurikulum 2013 dan menjadi rujukan guru dalam mengajar sains, baik di dalam maupun di luar kelas. Guru juga masih menggunakan lembar kerja siswa untuk mengukur sejauh mana tingkat pemahaman siswa dalam mengikuti pembelajaran sains. “untuk menambah referensi dan menambah pemahaman siswa, saya juga sering menyuruh siswa untuk mengakses internet. Kebetulan di madrasah ini juga ada jaringan wifi yang bisa dimanfaatkan oleh guru maupun siswa,” ungkap Zuliyatin, guru sains MTs Masda.

Metode pembelajaran, lanjut Zuliyatin, yang sering digunakan dalam pembelajaran sains adalah ceramah, diskusi, demontrasi dan penugasan. sebagai sekolah yang berbasis pesantren, pihaknya juga sesekali menyisipkan nilai-nilai Islam yang sesuai dengan materi sains. Misalnya saja saat materi kelestarian alam yang ditandai dengan terjadinya bencana tanah longsor, banjir dan lainnya. Hal tersebut di sebabkan hutan gundul yang pohonnya banyak ditebang dan dibakar oleh orang yang tidak bertanggung jawab. “saya mengaitkan beragam bencana yang terjadi tersebut karena juga ulah tangan jahil manusia, seperti yang tersebut dalam Surah Ar Ruum 41. Sebagaimana artinya bahwa telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar),” terang guru berjilbab tersebut.

Walaupun demikian, sambung Zuliyatin, tidak semua materi sains dapat disisipkan nilai Islam olehnya. Hal ini tergantung tingkat pemahaman guru terhadap materi-materi agama yang secara spesifik berkaitan dengan materi sains tersebut.

Banyak prestasi yang telah dicapai oleh MTs Maslakul Huda, baik dalam skala lokal maupun regional. Diantaranya juara I lomba lari, juara I lomba drum band, juara I lomba basket, juara I bidang pendidikan agama Islam, dan banyak lagi yang lainnya. Namun, dari sekian banyak prestasi tersebut, masih belum ada yang berprestasi di bidang sains. Sementara ini mereka masih aktif berpartisipasi dalam kompetisi sains dan matematika, namun masih belum masuk kategori juara. “kami akan terus berusaha agar juga bisa berprestasi di bidang sains,” pungkas kepala sekolah mengakhiri pembicaraan.

Integrasi Science

Gadjah Mada Graduate School Building, III-IV Floor 
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, Indonesia 55281
Telephone/Fax : +62-274-562570
Email: icrs[at]ugm.ac.id, icrs_yogya[at]yahoo.com
Close Menu