SAWI

SAWI

Khardal (Brassica nigra) alias sawi berasal dari suku Brassicaceae. Kata ini disebutkan sebanyak dua kali dalam Alquran. Dua-duanya berbicara tentang biji khardal, yang dikaitkan dengan perhatian dan balasan Allah atas sekecil apa pun perbuatan manusia. Allah berfirman,

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا ۖ وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَاسِبِينَ۝

Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan. (Alquran, Surah al-Anbiyā’/21: 47)

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُن فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ۝

(Lukman berkata), “Wahai anakku! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Mahahalus, Mahateliti.” (Alquran, Surah Luqmān/31: 16)

 

Kelompok sawi marga Brassica merupakan kelompok yang sangat penting di bidang pertanian daripada marga sayuran lainnya. Kerabat liarnya, atau yang “lepas dari kawasan pertanian dan menjadi liar kembali, terdiri atas 30 jenis dan hybrid. Kebanyakan dari marga Brassica adalah tanaman semusim, namun ada di antaranya yang berupa semak. Jenisnya dapat ditemukan di alam liar Eropa Barat, Mediterania, dan daratan Asia beriklim sedang. Selain jenis-jenis yang memang dibudidayakan, ada banyak jenis lainnya yang dianggap sebagai hama, terutama di Amerika dan Australia.

Seluruh bagian dari kelompok tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai makanan: akar, daun (kubis), bunga (bunga kol, brokoli), dan biji (minyak sawi). Kandungan nutrisinya cukup baik, misalnya vitamin C dengan kadar tinggi, serat juga yang tinggi, dan nutrisi lain yang dapat berperan sebagai antikanker (3,3′-diindolylmethane, sulforaphane, dan selenium). Hanya saja, komponen antikanker ini akan menurun signifikan bila sayur dimasak matang; tidak jika sekadar direbus atau digoreng sebentar. Kandungan sulforaphane akan maksimum apabila sayuran direbus sekitar 3-4 menit. 3,3′-diindolylmethane juga diketahui dapat menjadi modulator yang baik dan merancang sistem imun, terutama dalam perannya sebagai antivirus, antibakteria, dan antikanker.

Sayuran Brassica kaya akan indole-3-carbinol, unsur kimia yang dapat membantu memperbaiki DNA dalam sel dan tampaknya dapat mencegah tumbuhnya kanker. Kandungan karotinoidnya juga tinggi, dengan konsentrasi tertinggi pada brokoli.

Kata “sawi” di Indonesia umumnya mengacu pada sawi hijau (Brassica rapa) yang juga dikenal dengan nama caisim, caisin, atau sawi baso (Var parachinensis). Ada pula sawi putih (Brassica rapa pekinensis, disebut juga petsai) yang biasa diolah menjadi sup atau asinan. Jenis lain yang kadang disebut sebagai sawi hijau adalah sesawi sayur (untuk membedakannya dengan caisim). Kailan (Brassica oleracea alboglabra) adalah sejenis sayuran daun lain yang agak berbeda dari sawi pada umumnya karena memiliki daun yang lebih tebal dan karenanya lebih cocok menjadi bahan campuran mi goreng. Sawi sendok (pakcoy atau bok Choy) adalah jenis sayuran daun kerabat sawi yang mulai dikenal pula dalam dunia boga Indonesia.

Dikutip dari Tafsir ‘Ilmi

Leave a Reply

Close Menu