ROGER PENROSE

ROGER PENROSE

Ilmuwan Modern

Roger Penrose adalah matematikawan dan matematikawan fisika. Dia berperan sebagai Rekan Emeritus di Universitas Wadham dan sebagai Emeritus Rouse Ball Professor Matematika di Institut Matematika, keduanya di Universitas Oxford. Penrose berbagi Hadiah Yayasan Wolf untuk Fisika pada tahun 1988 dengan Stephen Hawking (# 20 dalam daftar kami) atas kontribusinya terhadap pemahaman kita tentang alam semesta. Dia terkenal karena karyanya dalam relativitas dan kosmologi umum. Penrose telah menulis atau ikut menulis lebih dari 10 buku, termasuk Techniques of Differential Topology in Relativity, Shadows of the Mind: A Search for the Missing Science of Consciousness, The Road to Reality: Panduan Lengkap untuk Hukum Alam Semesta, dan Siklus Waktu: Pandangan Luar Biasa yang Luar Biasa dari Alam Semesta.

Penrose, yang meraih gelar PhD di Cambridge University, melakukan pekerjaan awal yang penting dalam matematika murni mengenai masalah ubin (mengisi pesawat dengan berbagai bentuk, tidak menyisakan celah). Dia juga mempopulerkan segitiga Penrose, tangga Penrose, dan struktur paradoks lainnya yang serupa, yang disebutnya “kemustahilan dalam bentuknya yang paling murni.” Gagasan ini menonjol dalam karya seniman M.C. Escher, yang penggambarannya sebelumnya tentang benda-benda mustahil mengilhami mereka. Penrose juga menemukan teori twistor, yang merupakan cara baru untuk melihat struktur ruangwaktu, membawa kita pada pemahaman yang lebih dalam tentang sifat gravitasi.

Seiring dengan Hadiah Wolf Foundation untuk Fisika, Penrose telah menerima banyak penghargaan lainnya, termasuk Medali De Morgan (untuk sumbangannya yang luas dan asli terhadap fisika matematika) pada tahun 2004, Hadiah Naylor dari London Mathematical Society pada tahun 1991, dan Medali Eddington dari Royal Astronomical Society pada tahun 1975. Penrose telah menyatakan keyakinannya bahwa ada beberapa aspek pemikiran manusia yang tidak dapat ditiru oleh sebuah mesin. Dia berpendapat bahwa karyanya menjelaskan apa yang fisika dan matematika dapat katakan kepada kita tentang bagaimana pikiran bekerja, apa yang tidak dapat mereka lakukan, dan apa yang perlu kita ketahui untuk memahami proses fisik yang mendasari pengalaman sadar kita.

Sumber web: Roger Penrose Home Page

Leave a Reply

Close Menu