REPTIL DAN AMFIBI

REPTIL DAN AMFIBI

Serial Quran dan Sains

Reptil (seperti ular dan kadal) dan amfibi (seperti katak) termasuk jenis-jenis hewan yang oleh Alquran disebut sebagai dābbah, ad-dawāb, atau man yamsī ‘alā baṭnih, sebutan yang lazim diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “binatang melata” atau “hewan yang berjalan di atas perutnya”. Sebutan ini paling tidak dapat kita jumpai dalam Alquran sebanyak enam kali.

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَمَن فِي الْأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِّنَ النَّاسِ ۖ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ ۗ وَمَن يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِن مُّكْرِمٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ۝

Tidakkah engkau tahu bahwa siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi bersujud kepada Allah, juga matahari, bulan, bintang, gunung-gunung, pohon-pohon, hewan-hewan yang melata dan banyak di antara manusia? Tetapi banyak (manusia) yang pantas mendapatkan azab. Barangsiapa dihinakan Allah, tidak seorang pun yang akan memuliakannya. Sungguh, Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki (Alquran, Surah al-Ḥajj/22: 18)

وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِّن مَّاءٍ ۖ فَمِنْهُم مَّن يَمْشِي عَلَىٰ بَطْنِهِ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِي عَلَىٰ رِجْلَيْنِ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِي عَلَىٰ أَرْبَعٍ ۚ يَخْلُقُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ۝

Dan Allah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu (Alquran, Surah an-Nūr/24: 45) 

وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ۝

Dan demikian (pula) di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Maha Pengampun (Alquran, Surah Fāṭir/35: 28)  

وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَثَّ فِيهِمَا مِن دَابَّةٍ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ جَمْعِهِمْ إِذَا يَشَاءُ قَدِيرٌ۝

Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah penciptaan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Mahakuasa mengumpulkan semuanya apabila Dia kehendaki (Alquran, Surah As-Syūrā/42: 29) 

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ۝

Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh) (Alquran, Surah Hūd/11: 6) 

وَفِي خَلْقِكُمْ وَمَا يَبُثُّ مِن دَابَّةٍ آيَاتٌ لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Dan pada penciptaan dirimu dan pada makhluk bergerak yang bernyawa yang bertebaran (di bumi) terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) untuk kaum yang meyakini (Alquran, Surah al-Jāṡiyah/45: 4)   

 

Ayat-ayat ini berbicara di antaranya tentang salah satu ciptaan-Nya, yakni kelompok reptil dan sedikit amfibi. Reptil adalah satu kelas dari kerajaan binatang yang terdiri atas ular, kadal, penyu, buaya, dan tuatara.

Tuatara (Sphenodon punetatus) adalah jenis reptil langka serupa kadal yang hidup hanya di beberapa pulau kecil di sekitar Selandia Baru. Reptil ini disebut fosil hidup karena sisa dari kelompoknya sudah punah jutaan tahun lalu. Soal mengapa mereka masih bertahan hidup hingga masa kini, tidak ada yang tahu jawabannya. Baru sedikit perikehidupan tuatara yang diketahui.

Sementara itu, ular diperkirakan terdiri dari sekitar 2.500 jenis. Ular hidup menyebar di kawasan yang panas. Jenis ular sangat variatif, dari yang tidak berbahaya bagi manusia hingga yang memiliki bisa mematikan. Warnanya pun beragam, dari yang polos hingga yang berwarna-warni indah. Ukuran ular juga beragam, dari yang hanya berukuran kurang dari 10 cm sampai hingga yang melebihi 17 meter. Persepsi manusia terhadap ular juga bervariasi; sebagian manusia memujanya dan sebagian yang lain begitu membencinya dan menyamakannya dengan iblis.

Dengan begitu banyaknya jenis binatang mengagumkan yang diciptakan Allah, mengapa Dia menciptakan mahluk yang “berjalan di atas perutnya?” Jawabannya tentu saja karena makhluk ini memiliki peran tersendiri dalam rantai makanan, dengan memakan tikus, kadal, dan sejenisnya, dan kemudian berbalik menjadi mangsa bagi binatang lain.

Ada empat cara unik ular bergerak, yaitu: (1) mengelokkan badan, biasa disebut cara “serpentine”; (2) menekankan tubuh ke tanah dan bergerak maju dengan menggunakan kinerja otot yang diciptakan khusus untuk menunjang gerakan ini; (3) cara “caterpillar”, yaitu menggerakkan kulit dengan bantuan otot yang mengarah maju-mundur -cara ini lazim digunakan oleh ular-ular berukuran besar; dan (4) menggunakan sisik perut yang lebar untuk “memegang” bagian tanah yang tidak rata dan maju lurus ke depan. Kemampuan unik lain yang diberikan kepada ular adalah caranya makan. Dengan fleksibilitas sendi rahang bawahnya ular mampu menelan mangsa berukuran jauh lebih besar daripada ukuran kepalanya. Ular perlu waktu yang relatif lama untuk mencerna mangsanya dengan sempurna. Ular sanca, misalnya, bisa saja hanya makan satu kali dalam satu tahun.

Kelompok lain yang memiliki jenis hampir sama banyak dengan ular adalah kadal. Kelompok ini terdiri dari sekitar 2.500 jenis. seperti halnya ular, kelompok kadal memiliki variasi bentuk dan warna yang sangat banyak. Salah satu dari jenis kadal adalah bunglon. Hewan ini dapat merubah warna kulitnya sesuai keperluan. la juga dapat menggerakkan kedua matanya secara terpisah; satu mata untuk mengincar mangsa, dan yang lain untuk mengawasi datangnya pemangsa. Kadal secara umum berjalan dengan empat kaki, namun beberapa jenis di antaranya memiliki bentuk tubuh mirip ular, tidak berkaki. Beberapa jenis kadal dapat berlari cepat di atas air menggunakan kedua kaki belakangnya sebagai penopang laju. Beberapa jenis lainnya bahkan dapat melayang dengan bantuan “sayap” berupa kulit yang melebar di antara kaki depan dan belakangnya. Jenis kadal yang memiliki ukuran tubuh paling besar adalah komodo. Hewan ini dapat mencapai ukuran panjang sampai 8 meter (10 feet) dan berat 350 kilogram. Komodo adalah hewan yang berbahaya, dan karenanya Pulau Komodo di NTT merupakan pulau yang tidak aman untuk ditinggali. Tidak saja kehadiran komodo yang membuat pulau ini berbahaya, tetapi juga adanya beberapa jenis ular, kalajengking, dan laba-Iaba beracun dalam jumlah banyak.

Sedikit lebih kecil daripada ukuran komodo adalah “gila monster”, satu-satunya kadal beracun dari kawasan gurun Amerika Utara. Hewan ini hidup dari memakan telur burung dan tikus. Karena kawasan itu tidak menyediakan makanan yang berlimpah, Tuhan memberinya kemampuan menyimpan lemak pada ekornya. Adapun kadal terkecil adalah tokek yang berasal dari Pulau Virgin. Variasi bentuk dan warna yang tinggi pada kelompok ular dan kadal tidak hadir begitu saja tanpa arti. Ini semua merupakan bukti betapa Allah Mahakuasa. Allah berfirman,

وَمَا ذَرَأَ لَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَذَّكَّرُونَ۝

Dan (Dia juga mengendalikan) apa yang Dia ciptakan untukmu di bumi ini dengan berbagai jenis dan macam warnanya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengambiJ pelajaran (Alquran, Surah an-Naḥl‎/16: 13)

Hewan yang sangat berbeda bentuknya, namun masih masuk dalam kelompok reptil, adalah kura-kura atau penyu dan labi-labi. Ada 250 jenis kura-kura yang hidup di bumi, mulai dari yang hidup di daratan (hutan sampai padang pasir) hingga yang hidup di perairan (laut, sungai, danau). Hewan ini dilengkapi tempat    berlindung berupa cangkang. Pada beberapa jenis berat cangkang bahkan dapat mencapai sekitar sepertiga berat badannya. Cangkang berfungsi melindungi kura-kura dari bahaya. Begitu kura-kura memasukkan kepala dan kakinya ke dalam cangkang, akan sulit bagi pemangsa untuk mengganggunya. Bentuk kaki kura-kura bervariasi, bergantung pada tempat hidupnya. Kura-kura Galapagos memiliki kaki yang kuat untuk berjalan, sedangkan penyu laut memiliki kaki yang berubah menjadi sirip untuk berenang.

Hubungan antara manusia dengan kura-kura sudah berlangsung agak lama. Pada banyak masyarakat kura-kura digunakan sebagai simbol kekuatan, keteguhan hati, dan kebijaksanaan. Manusia pada umumnya menyukai kura-kura, namun hal ini membuat malah mendorong sebagian orang menangkapinya untuk berbagai keperluan, dan merusak habitatnya sehingga membuatnya terancam punah. Manusia seharusnya mengapresiasi apa pun ciptaan Allah dengan selalu mengingat firman-Nya,

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ۝

Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh) (Alquran, Surah Hūd/11: 6)  

Dari semua hewan reptil, buaya adalah yang paling ditakuti manusia. Ada 22 jenis buaya yang dikenal sampai saat ini. Buaya diperkirakan sudah ada di bumi sejak 200 juta tahun lalu. Buaya, sebagaimana kura-kura, sudah ada pada masa dinosaurus. Meski tampak kuno dan primitif, sebenarnya buaya dan kura-kura adalah jenis termaju di antara semua reptil. Dalam hal sistem peredaran darah, buaya lebih dekat kepada burung daripada kadal.

Buaya membuat sarang dan dikenal sangat perhatian kepada anak-anaknya. Bila pada hewan yang lain jenis kelamin calon anak ditentukan oleh kromosom, maka tidak demikian dengan buaya. Jenis kelamin mereka tidak ditentukan ketika masih dalam bentuk telur. Suhu saat setengah waktu pengeramanlah yang menentukannya. Pada jenis American alligator, bila suhu sarang tinggi maka telur akan menetas menjadi anak jantan, dan menjadi anak betina bila suhu sarang rendah. Berbeda dari jenis ini, jenis crocodile akan menghasilkan anak betina bila suhu sarang tinggi atau rendah, dan menetaskan anak jantan bila suhunya sedang.

Kodok dan katak adalah hewan amfibi yang paling dikenal. Kelompok ini biasa dianggap menjijikan tanpa alasan yang jelas. Katak bertubuh pendek, gempal atau kurus, dengan punggung agak bungkuk. Katak umumnya berkulit halus, lembap, dengan kaki belakang panjang, sedangkan kodok atau bangkong berkulit kasar berbintil, kering, dan kaki belakang seringkali pendek saja, membuatnya kurang pandai melompat jauh. Katak dan kodok bermula dari telur yang diletakkan di air, di sarang dari busa, di lumut pohon yang basah, atau di tempat basah lainnya, termasuk di punggung katak jantan. Telur menetas menjadi berudu atau kecebong yang masih bernafas dengan insang selama hidup di dalam air. Seiring waktu akan tumbuh kaki belakang pada berudu yang kemudian disusul munculnya kaki depan, dan pada akhirnya bernafas dengan paru-paru.

Kodok dan katak menyebar luas, terutama di daerah tropis. Jumlah jenis hewan ini makin berkurang apabila lokasinya makin dingin, seperti di atas gunung atau di daerah dengan empat musim. Itu karena binatang ini termasuk hewan berdarah dingin dan membutuhkan panas matahari di lingkungan hidupnya. Hewan ini dapat ditemui hidup mulai dari hutan, padang pasir, sungai, rawa, sawah, hingga Iingkungan permukiman. la memangsa berbagai jenis serangga, dan dimangsa oleh ular, kadal, burung, linsang, bahkan oleh manusia. la membela diri secara fisik dengan  melompat, dan beberapa di antaranya dengan melumuri tubuhnya dengan lendir pekat yang lengket atau lendir beracun.

Katak menjadi salah satu mukjizat Nabi Musa saat di Mesir. Setelah Allah membekali Musa dengan banyak mukjizat, seperti topan, serangan belalang dalam jumlah yang sangat  banyak yang merusak pertanian, kutu yang mengganggu kehidupan masyarakat Mesir, dan mengubah air minum mereka menjadi darah, Allah melengkapinya dengan munculnya katak dalam jumlah sangat besar. Katak tiba-tiba berlompatan begitu saja di makanan penduduk Mesir, memenuhi rumah dan area mereka beraktivitas. Allah menjelaskan hal ini dalam firman-Nya,

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُّفَصَّلَاتٍ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُّجْرِمِينَ۝

Maka Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa. (Alquran, Surah al-A‘rāf/7: 133)

Dari kelompok hewan amfibi dan reptil, hanya katak dan ularlah yang disebut dalam Alquran.

 

Dikutip dari Tafsir ‘Ilmi

Leave a Reply

Close Menu