PROPOLIS

PROPOLIS

Lebah membuat propolis dari getah tumbuhan yang dibawanya ke sarang. Material ini dibawa ke sarang dan digunakan untuk mencegah masuknya virus dan bakteri ke sarang. Secara fisik bahan ini digunakan lebah untuk menambal celah-celah pada sarang. Propolis adalah antibiotik yang sangat baik bagi manusia; ia dapat digunakan untuk menghilangkan racun dan bahan pencemar dalam tubuh, membantu melepaskan seseorang dari ketergantungan obat, dan meningkatkan kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa asam caffeic dalam propolis efektif mencegah munculnya kanker usus. Propolis juga terbukti mencegah pertumbuhan bakteri, terutama yang menyebabkan pnemonia (penyakit saluran pernapasan) dan infeksi pada bekas Iuka bedah. Antioksidan dalam propolis dapat juga berperan seperti vitamin E yang baik untuk pengobatan penyakit kulit dan penyakit keturunan seperti kanker, diabetas, dan jantung.

Royal jelly adalah cairan kental berwarna putih yang diproduksi dari kelenjar air ludah lebah pekerja. Royal jelly yang disintesis pada saat pengolahan Beepollen di dalam perut lebah pekerja adalah campuran dari bermacam protein dan air, dan dipercaya sebagai obat awet muda.

Royal jelly mengandung banyak vitamin B, terutama B5, yang dapat mengendurkan syaraf yang tegang, mencegah pertumbuhan tumor, serta mencegah aktivitas bakteri karena kandungan antibakteri yang tinggi dan sebagainya. Madu dan produk sampingannya, selain berfungsi sebagai makanan tambahan, juga mendapat tempat khusus dalam pengobatan tradisional di hampir seluruh penjuru dunia. Masyarakat kuno di Mesir, Asiria, China, Yunani, dan Roma menggunakan madu untuk mengobati Iuka dan nyeri Iambung. Bahkan, pada saat Bangsa Israel dibawah bimbingan Musa eksodus dari Mesir melalui padang pasir, janji yang membuat mereka tabah adalah bahwa mereka akan tiba di kawasan yang dialiri susu dan madu. Kegunaan madu sebagai obat telah disebutkan dalam ayat di atas. Hal itu dikuatkan oleh sabda Rasulullah,

Berobatlah dengan dua jenis obat: madu dan Alquran. (Riwayat Ibnu Mājah  dan al-Hākim dari ‘Abdullāh bin Mas‘ūd)

Madu dan produk turunannya sampai saat ini hanya dikenal sebagai suplemen makanan. Tampaknya sudah semestinya kita menjadikannya sebagai sumber vitamin yang dapat dikonsumsi setiap hari sebagai makanan dan sekaligus sebagai obat.

Leave a Reply

Close Menu