PIERRE TEILHARD DE CHARDIN

PIERRE TEILHARD DE CHARDIN

Peirre Teilhard de Chardin (1881-1955), seorang ahli paleontologi dan filsuf Jesuit Prancis, barangkali adalah sosok evolusionis teistik paling tersohor dan mengagumkan selama satu abad terakhir. Ia mula-mula lebih dikenal karena gagasan Omega Pomt dan Noosphere-nya, tetapi lama-kelamaan namanya sering disinggung dalam konteks evolusi. Bahkan, saat ia menulis bukunya yang terkenal, The Human Phenomenon, kisah-kisah agung tentang penciptaan yang juga berkaitan dengan manusia, pandangannya tentang evolusi dan penafsiran harfiahnya terhadap Al-Kitab telah menyinggung para pemegang otomas Gereja, sehingga buku tersebut baru bisa terbit beberapa lama setelah sempat dilarang. (Sejak saat itu, nama baiknya direhabilitasi, sebab ia juga memiliki andil besar dalam proses diterimanya teori evolusi oleh pihak gereja baru-baru ini).

Teilhard menghabiskan sebagian besar usianya sebagai seorang ahh paleontologi, baik di laboratorium (di Museum national d’Histhoire Naturelle, Paris, yang terkenal) tempat ia mempelajari mamalia, maupun di lapangan, tempat ia melakukan ekskavasi di gua-gua prasejarah yang penuh lukisan di sebelah barat laut Spanyol untuk beberapa saat. Setelah itu, ia sempat tinggal bertahun-tahun di Cina dan turut serta dalam berbagai penemuan, di antaranya adalah Manusia Peking yang tersohor.

Teilhard merupakan seorang teleologis sejati. Ia meyakini “ortogenesis”, yaitu gagasan bahwa evolusi berlangsung dengan cara naik ke atas, berarah, dan bertujuan. Bahkan, menurutnya, evolusi biologis tidak hanya berbatas pada alam di muka bumi, tetapi juga pada fenomena kosmis yang membentang, dari bumi, tata surya, dan luar angksa hingga puncaknya di Omega Point. Pada puncak inilah, kompleksitas dan kesadaran mencapai derajat tertinggi sehingga keseluruhan alam semesta sadar akan dirinya dan menjadi transenden.

 

Leave a Reply

Close Menu