PENIPUAN HAECKEL DALAM TEORI EVOLUSI

PENIPUAN HAECKEL DALAM TEORI EVOLUSI

Ernst Haeckel (1834-1919), adalah seorang peneliti Jerman yang memperkenalkan beberapa istilah dalam bidang biologi yang masih sering dipakai hingga sekarang, seperti phylum, phylogeny, dan ecology. la adalah pendukung fanatik dan penyebar utama teori evolusi Darwin di Eropa. Dia aktif menyebarkan paham ini, tidak saja di universitas, namun juga kepada masyarakat umum dengan menulis buku-buku semipopuler dan ceramah-ceramah di gedung-gedung pertemuan yang disewanya.

Selain bidang biologi, Ernst Haeckel juga memiliki minat lain, yaitu politik. la banyak mengejawantahkan konsep-konsep biologi ke ranah politik, khususnya partai Nazi. la menyatakan bahwa “politics is applied biology.” Istilah ini banyak digunakan dalam propaganda Partai Nazi. Partai ini juga menggunakan pendapat Haeckel untuk melegalkan tindakan rasisme, nasionalisme Jerman, dan sosialisme Darwin.

Sebagai peneliti, karirnya cukup cemerlang. Penemuan-penemuannya dalam bidang yang berkaitan dengan bidang evolusi sangat mengesankan. Sayangnya, dalam usahanya ini, ia banyak melakukan hal yang tidak terpuji. Antara Iain, yang menjadi sangat terkenal, adalah penipuan seri gambar embrio yang dimaksudkan sebagai penguat teori yang dinamainya “Hukum Biogenetika.”

Dalam bukunya, Embryology Fraud, Don Patton mengupas cukup detil tentang perilaku Haeckel yang tidak terpuji dan terkesan menghalalkan segala cara agar teori evolusi yang sedang digarapnya diketahui dan diakui masyarakat. Kecurangan Haeckel dapat diilustrasikan sebagai berikut:

  • Pada 1868, Erns Haeckel mengemukakan teori evolusi. Pada 1874, ia membuat gambar tentang perkembangan embrio dari beberapa jenis binatang dan manusia. Nyatanya banyak di antara gambar-gambar itu disalinnya tanpa ijin. Lebih-lebih, gambar-gambar itu ia modifikasi sedemikian rupa untuk mendukung teori yang sedang dikembangkannya.
  • Gambar-gambar yang disajikan oleh Erns Haeckel tersebut dinyatakan sebagai hasil kecurangan Oleh Prof. His pada 1874. Haeckel pun mengakui kesalahannya. la menyatakan bahwa sebagian kecil dari gambarnya, 6 atau 8 dari sekian ratus gambar, adalah hasil manipulasi untuk mendukung dan mengisi rumpang-rumpang dari teori yang sedang dibuatnya.
  • Walaupun para ahli biologi sudah menyatakan bahwa apa yang dibuat Haeckel adalah hasil kecurangan: suatu aib terbesar bagi seorang peneliti, ternyata gambar tersebut masih saja muncul dalam buku-buku biologi di berbagai sekolah. Misalnya, gambar yang dibuat Haeckel muncul di buku Darwin and after Darwin yang terbit pada 1901. Bahkan, gambar itu terus muncul di banyak buku daras biologi berbahasa Inggris hingga saat ini.
  • Pada 1997, Michel Richardson, ahli embriologi di St. George Hospital Medical School London, menulis tentang penipuan yang dilakukan Haeckel pada majalah Anatomy and Embryology volume 196 (2), halaman 91106. Diperlihatkan olehnya bahwa awal masa embrio dari 39 jenis, di antaranya ikan dan penyu, tidak memiliki kesamaan sama sekali. Richardson kemudian membandingkan embrio dari 50 jenis binatang bertulang belakang dengan apa yang telah digambarkan Haeckel. Tampak bahwa Haeckel tidak menyertakan tonjolan kaki yang dimiliki oleh embrio dari beberapa jenis. Di Sisi lain, ia menambahkan struktur yang sebenarnya tidak ada, seperti ekor. Richardson kemudian menilai Hukum Biogenetik Haeckel sebagai penipuan ilmiah yang sangat memprihatinkan.

Perbandingan embrio beberapa jenis binatang dan manusia, antara yang dibuat Haeckel dan hasil pemotretan Richardson. Banyak komentar yang dikemukakan para peneliti, baik yang hidup saat ini maupun masa lalu, di antaranya:

  • Michael Richardson pada 11 Agustus 1997 dalam artikelnya di Koran The Times London, menjelaskan bagaimana Haeckel memotret embrio manusia, merekayasanya sedemikian rupa, dan menyatakan bahwa potret yang sama itu adalah embrio pada tahap yang sama dari salamander dan babi: perilaku yang sangat tidak terpuji sebagai ilmuwan. Hal ini, lanjutnya, dikomentari oleh para peneliti sebagai penyesatan dan ketidakakuratan. Inilah bahasa ilmiah paling sopan yang biasa dipakai peneliti untuk menyalahkan teori peneliti lian. la juga menulis kembali hal-hal yang pernah dinyatakannya dalam majalah Science pada tahun yang sama dengan judul “Haeckel’s Embryos: Fraud Rediscovery.”
  • Rutimeyer, peneliti lain dari Jerman yang semasa dengan Haeckel, juga mengkritik tulisan Haeckel pada 1868. la adalah orang pertama yang mengetahui perilaku tidak terpuji Haeckel. la menemukan bahwa pada halaman yang sama dari satu buku yang ditulisnya, Haeckel menggunakan gambar yang sudah direkayasa untuk menyatakan bahwa embrio manusia dan embrio anjing adalah sama. Haeckel mengambil gambar embrio anjing yang berumur 4 bulan dari buku orang Iain, merekayasanya sehingga mirip dengan gambar embrio manusia yang dibuat Haeckel. Rutimeyer juga menemukan bahwa Haeckel telah menggunakan cetakan yang sama untuk menggambar embrio salamander, anjing, dan ayam.
  • Rager, penulis Human Embryology and the Law of Biogenesis, menyatakan bahwa Haeckel sangat tidak tahu malu dalam memilih alat, dalam hal ini gambar yang direkayasa, untuk mempertahankan pendapatnya. Dari pengamatannya terlihat bahwa Haeckel banyak menggunakan gambar yang sama untuk keterangan yang berbeda di banyak publikasinya. Beberapa gambar juga diketahui telah dimodifikasi Haeckel dari bentuk aslinya agar sesuai dengan teori yang sedang digarapnya.
  • Seorang ahli biologi, W. R. Thomson menyatakan bahwa suatu teori yang kemudian menjadi hukum untuk ilmu pengetahuan alam hanya dapat diakui apabila diperoleh dari data yang benar. Apa yang dikemukakan Haeckel tentu saja tidak dapat dimasukkan dalam kategori ini. la meletakkan gambar-gambar embrio dari berbagai binatang, dari bentuk yang sederhana hingga bentuk yang kompleks dan mendekati bentuk manusia. Bahkan, apabila diperkirakan olehnya bahwa harus ada bentuk perantara maka ia akan memasukan gambar dari bentuk khayalan dan selanjutnya menamai tahap-tahap embrio tersebut sesuai dengan tahapan-tahapan inti; sesuatu yang disebutnya Evolutionary Series.
  • Stephen Jay Gould, penulis Ontogonyand Phylogeny (1977), menyatakan bahwa seorang peneliti Jerman menuduh Haeckel melakukan kecurangan yang mengejutkan karena telah mengunakan gambar yang sama berulang kali untuk memperlihatkan kesamaan tahap awal embrio dari beberapa binatang bertulang belakang dalam bukunya. Peneliti Jerman tersebut juga menyatakan keheranannya, bagaimana selama lebih dari 50 tahun setelah penulisannya, konsep Haeckel masih diajarkan di sekolah-sekolah di Amerika Serikat.

 

Banyak peneliti merasa tidak nyaman karena banyak buku daras yang terbit setelah dekade 1960-an masih memasukkan Hukum Biogenetika Haeckel, termasuk gambar-gambar yang ia buat untuk mendukung konsepnya itu. Pihak gereja juga merasakan hal yang sama. Karena itu, banyak pihak merasa tergugah untuk meluruskan konsep tersebut.

Dari paparan ini tampak jelas bagaimana konsep evolusi Darwin masih memiliki beribu kelemahan. Nyatanya, Tuhan merancang bagaimana kelemahan tersebut bukan ditutup dengan ilmu pengetahuan, namun dengan ketidakjujuran. Ini semua merupakan suatu contoh yang harus disimak dan diambil hikmahnya. Bagaimanapun licinnya ikhtiar yang dilakukan Haeckel untuk membuktikan teori evolusi Darwin, tetap saja kebenaran akan terungkap.

Leave a Reply

Close Menu