PENGGUNAAN INTERNET DALAM PENGAJARAN SAINS SEKOLAH DASAR

PENGGUNAAN INTERNET DALAM PENGAJARAN SAINS SEKOLAH DASAR

Internet Science and Technology Fair (ISTF), yang dikembangkan oleh College of Engineering and Computer Science (CECS), University of Central Florida, adalah sebuah proyek model tentang cara melibatkan siswa dalam studi berpangkal-penyelidikan yang otentik. Kompetisinya, di tingkat SD, mengundang para tim siswa dari kelas tiga sampai lima untuk mengembangkan solusi sains/teknik untuk masalah nyata di dalam komunitas mereka. Apa yang membuat proyek ini unik adalah bahwa kompetisi ISTF sepenuhnya berbasis web. Untuk mengidentifikasi, mengkaji, dan mengatasi masalah dunia-nyata, siswa menggunakan sumber informasi dan jaringan sosial Internet.

Untuk mendorong para guru sekolah dasar dan orang tua agar mengadopsi model inovatif ini, kami akan berbagi dengan Anda cerita kami tentang bagaimana delapan anak kelas lima, dalam klub usai sekolah, mengembangkan sebuah website pemenang-penghargaan untuk kompetisi ISTF.

 

KOMPETISI

Informasi, pendaftaran, persyaratan dan laporan tentang kompetisi tersedia   di website ISTF (http://istf. ucf. edu). Peserta kompetisi dituntut menggunakan Internet untuk mencari data yang membantu mereka mengidentifikasi, memahami dan memecahkan sebuah masalah masyarakat para profesional di bidang industri, pemerintah, dan laboratorium. Penelitian bekerja sukarela untuk melayani sebagai tim, penasihat yang berbagi keahlian mereka bersama tim siswa melalui pendampingan e-mail. Para siswa membuat laman web yang menyajikan penelitian dan usulan solusi mereka sebagai produk akhir yang diserahkan kepada penilai kompetisi.

Pedoman proyek yang sangat terstruktur pada kompetensi STF menetapkan parameter yang mengharuskan tim peserta yang bekerja sebagai pemecah masalah inovatif untuk:

  • Mengulas National Critical Technology Categories (NCTC) untuk mempersempit fokus proyek mereka
  • Memenuhi tenggat waktu,
  • Menyerahkan laporan kemajuan, dan
  • Mematuhi spesifikasi konten dan format untuk presentasi temuan.

 

MEMBENTUK TIM

Pada awalnya, tim berpangkal-sekolah kami di Elizabeth Haddon Elementary School, di Haddonfield, New Jersey, terdiri atas lima anak perempuan, tiga anak laki-laki dan seorang guru kelas tingkat lima. Tidak satupun dari kami yang tahu bagaimana cara membuat sebuah situs web. Kami memperluas tim kami sehingga menyertakan seorang guru pendidikan khusus yang mengurusi laman web sekolah kami. Setelah kami memiliki penasihat teknologi on-site dalam tim kami, kami mulai mengidentifikasi masalah dunia-nyata sebagai fokus penelitian kami untuk kompetisi ISTF.

IDENTlFIKASI MASALAH

Proses identifikasi masalah tidak sepenuhnya berujung-terbuka. Sesuai dengan persyaratan ISTF, kami harus menemukan masalah di dalam komunitas kami yang terkait langsung dengan salah satu dari tujuh Kategori Teknologi Kritis Nasional (National Critical Technology Categories): Energi, Mutu Lingkungan, Informasi dan Komunikasi, Sistem, Kehidupan, Manufaktur, Material, dan Angkutan. Kategori teknologi ini diidentifikasi oleh RAND (1995) sebagai secara langsung terkait dengan kesinambungan pertumbuhan ekonomi dan keamanan nasional Amerika. Setelah masing-masing anggota tim mengunduh dan membaca deskripsi kategori teknologi ini, kami mengidentifikasi tiga masalah di dalam komunitas kami sebagai topik yang mungkin untuk penyelidikan ISTF kami:

  1. Bagaimana menjaga kawasan taman di sekitar danau agar terbebas dari sampah.
  2. Bagaimana mencegah kerusakan semen trotoar yang disebabkan oleh akar-akar pohon.
  3. Bagaimana memecahkan masalah parkir di kawasan perdagangan di pusat kota kami.

 

Setelah diskusi panjang, upaya menyeimbangkan identifikasi masalah masyarakat yang signifikan dengan kebutuhan akan tautan NCTC spesifik, tim kami pada akhirnya memutuskan untuk berfokus pada masalah parkir di area perdagangan pusat kota kami. Kami menulis “pernyataan masalah penelitian” berikut ini untuk pendaftaran ISTF kami:

Area perdagangan pusat kota kami terganggu oleh persepsi terbatasnya tempat parkir yang bisa berdampak negatif terhadap keberhasilan usaha dagang kecil. Tempat parkir di jalan di depan toko juga sangat terbatas. Tempat parkir di luar jalan seringkali tersedia, tetapi pembeli dari luar kota ke kota kami dan calon pengguna sistem kereta api cepat, yang menghubungkan kota kami dengan dua wilayah urban besar, sering tidak menyadari ketersediaan ruang parkir.

Sembari mengulas NCTC, kami menemukan solusi teknik yang mugkin untuk masalah parkir kami: penggunaan sensor dan komunikasi elektronik. Dalam pendaftaran kami ke ISTF, kami melaporkan bahwa rencana kami akan menggunakan subkategori Intelligent Transportation Systems (Sistem Angkutan Cerdas) NCTC (RAND 1995), yang menyatakan

Intelligent Transportation Systems (ITS) memanfaatkan komputer canggih, sensor, elektronika, komunikasidan teknologi lainnya untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi seluruh moda angkutan permukaan untuk orang dan barang.

 

MENGUMPULKAN DATA

Setelah tim memilih perparkiran sebagai fokus kami, kami perlu mendokumentasikan adanya masalah. Pedoman ISTF mengharuskan bahwa informasi dihimpun secara elektronik. Para siswa mengusulkan kami untuk mengirimkan e-mail ke departemen kepolisian dan walikota untuk meminta salinan studi terbaru mereka tentang persoalan parkir setempat.

Sebelum tim bisa memulai pengumpulan data ini, kami perlu menyelesaikan pertentangan antara Kebijakan Tentang Penggunaan yang diperbolehkan (Acceptable Use Policy, AUP) sekolah kami dan persyaratan partisipasi dalam kompetisi ISTF. AUP adalah sekumpulan pedoman terencana yang dirancang untuk memastikan keamanan dan kepantasan penggunaan Internet di wilayah sekolah kami. Menurut kebijakan ini, siswa SD tidak diperbolehkan untuk menggunakan server distrik sekolah kami untuk mengirim atau menerima e-mail. Kami menghubungi penyedia teknologi listrik sekolah kami, yang menyarankan agar siswa membuat nama samaran untuk mengirimkan komunikasi melalui akun e-mail guru. Solusi nama samaran mengandung beberapa keuntungan: siswa bisa mengirim dan menerima e-mail, semua komunikasi e-mail bisa terlebih dulu dipratinjau oleh guru dan tim diizinkan untuk membuat arsip online untuk e-mail mereka, yang ditautkan ke website sekolah kami.

Dengan menggunakan nama samaran mereka, siswa menulis bukan hanya kepada walikota dan departemen kepolisian setempat, melainkan juga kepada penasihat teknis online yang diberikan untuk tim kami oleh ISTF. Penasihat kami adalah seorang manajer di Boeing, perusahaan penerbangan di Seatle Washington. Berkomunikasi dengan penasihat ini terutama penting dalam tahap-tahap awal proyek kami. Memiliki penasihat ahli membangun keyakinan diri siswa untuk terus melangkah dalam kompetisi. Penasihat kami mendorong kami untuk mencari informasi tentang Sistem Informasi Geografis (Geographical Information System, GIS) yang mengelola data geografis dan Geographical Positifoning System (GPS) yang bisa kami gunakan untuk melacak orang-orang yang sedang mencari ruang parkir. Ia juga membantu para siswa mempertimbangkan karir di bidang teknologi dengan memberikan salinan riwayat hidup dan membantu tim membuat halaman web yang menjelaskan peran profesional para ilmuwan dan teknisi.

 

BELAJAR MENGGUNAKAN TEKNOLOGI BARU

Proyek ini membawa beberapa jenis teknologi digital keluar dari kotak penyimpanan di sekolah kami dan ke dalam tangan siswa kelas lima. Mengingat proyek menciptakan kebutuhan nyata akan keterampilan spesifik, segenap tim belajar bagaimana cara menggunakan teknologi baru.

Yang menggembirakan tim, walikota menyampaikan sendiri laporan polisi dan studi perparkiran yang telah kami minta. Untuk memanfaatkan data ini, kami harus mencari -dan belajar cara menggunakan – pemindai (scanner) dokumen. Dengan bantuan asisten laboratorium komputer, anggota tim belajar cara memindai peta dan teks tercetak, mengubahnya menjadi informasi elektronik yang bisa diposting di laman web kami. Kemudian, ketika tim ingin agar foto-fotonya menyediakan dokumentasi tambahan tentang masalah parkir, anggota tim mencari dan belajar cara menggunakan kamera digital sekolah.

Kamera digital juga menciptakan sebuah dilema baru, yang membutuhkan solusi kreatif untuk dua kelompok persyaratan yang saling bertentangan. Parameter konten ISTF menentukan agar informasi tentang anggota tim dipajang di situs web. Tim kani ingin memajang foto-foto diri mereka. Namun, AUP distrik sekolah kami tidak mengizinkan wajah-wajah siswa untuk ditampilkan pada laman web yang dibuat sebagai proyek distrik sekolah. Meskipun penasihat teknis sekolah kami menyarankan agar wajah dalam foto-foto dikaburkan, para siswa memutuskan untuk mengutak-atik foto digital dan menutupi setiap wajah dengan masker hewan. Solusi ini bukan hanya mengajarkan kepada siswa bagaimana cara meningkatkan foto digital melainkan juga mengajarkan kepada siswa betapa mudahnya mengutak-atik foto sebelum menampilkannya di web. Siswa menyadari betapa pentingnya melihat gambar di web dengan pandangan kritis. Dengan demikian, siswa memperoleh keterampilan teknis dan sekaligus pemahaman teknologi.

 

MENELUSURI SOLUSI DI INTERNET

Setelah tim mengidentifikasi dan mendokumentasikan masalah parkir, pedoman ISTP mengharuskan siswa untuk secara elektronik mencari setidaknya dua komunitas dengan masalah yang sama, dan melaporkan bagaimana para komunitas tersebut telah memecahkan masalah pada mereka. Tugas ini mengharuskan para anggota tim untuk belajar cara menggunakan operator Boolean, yang merupakan sebentuk logika yang digunakan oleh kebanyakan mesin pencari Intemet. Sebagai contoh, siswa mencari New Jersey dan masalah parkir. Tim menemukan banyak solusi yang berlainan untuk masalah parkir New Jersey, termasuk pembentukan ruang parkir tambahan (Red Bank), penggunaan izin parkir di area sibuk (New Brunswick), dan desain dan instalasi perangkat robot untuk memarkir mobil di fasilitas parkir bertingkat (Hoboken). Siswa menemukan beraneka artikel berita online, di samping situs web pemerintah dan komersial, yang menerangkan solusi ini secara lebih rinci. Ketika siswa membandingkan beragam laporan, mereka mulai menyadari bahwa informasi di Internet harus dievaluasi secara lihai.

 

 

MENGUSULKAN SOLUSl

Setelah membaca berbagai solusi yang digunakan di komunitas lain di New Jersey, tim kami melakukan curah gagasan beragam solusi teknologi untuk masalah parkir kami. Akhirnya, kami bersama-sama menulis “pernyataan pemecahan proyek”.

 Dengan menggunakan sub-kategori Sistem Angkutan Cerdas dalam Teknologi Kritis Nasional, kami akan mengeksplorasi pengembangan dan penggunaan sensor untuk berkomunikasi dengan para pengendara melalui papan pengumuman terkomputerisasi, ponsel, dan sistem navigasi terkomputerisasi tentang ruang parkir yang tersedia di kawasan dagang kota kami. Kami yakin perkembangan teknologi ini bisa digunakan di banyak lokasi lainnya, termasuk memecahkan masalah parkir kami di dua stadion olahraga profesional baru di dekat Philadelphia.

 

MENGGUNAKAN E-MAIL UNTUK BERKOMUNIKASI DAN BElAJAR DARI PEMBIMBING AKADEMIK

Setelah kami menemukan solusi yang mungkin, kami menjalani beberapa sesi klub mempertimbangkan cara untuk mengkomunikasikan rincian solusi ganda kami pada laman web. Kami mengembangkan tim kami agar menyertakan mentor tambahan berikut:

  1. Seorang insinyur penelitian di Stanford University.
  2. Seorang manajer penelitian dan pengembangan di Rodel Incorporated
  3. Seorang asisten profesor keuangan perusahaan di College of Staten Island
  4. Seorang peneliti medis di University of Pennsylvania.

Pada akhir setiap sesi, kami mengkomunikasikan ide-ide kami kepada Penasihat teknis dan akademik. Selama dua bulan penyusunan laporan laman web kami, para penasihat ini memberikan saran tentang isi dan presentasi. Umpan balik mereka mencakup koreksi ejaan dan suntingan, di samping informasi dan klarifikasi sains dan teknik. Penasihat kami juga menyarankan tambahan ahli yang bisa kami hubungi, untuk mendapatkan informasi spesifik informasi papan pajang terkomputerisasi, sensor gerak, sistem navigasi, dan ponsel. Tim kami secara konsisten diingatkan oleh para penasihat kami tentang pentingnya presisi dan akurasi dalam presentasi temuan. Dengan pendampingan elektronik ini, tim kami mengalami kekuatan jaringan dengan para ahli untuk menemukan sumber daya dan solusi terbaik untuk masalah.

 

MENEMUI PENASIHAT UNTUK MENGANALISIS EFEKTIVITAS SOLUSI

Pada Februari 2004, ketika tenggat waktu kompetisi hampir menjelang, penasihat kami dari Rodel setuju untuk datang dan bekerja mendampingi kami tentang komputer. Penasihat ini mengajarkan kepada kita bagaimana cara menelusuri aplikasi paten di Internet. Kami heran mendapati bahwa ide-ide yang mirip dengan solusi usulan kami telah disampaikan sebagai aplikasi paten, sebaru satu bulan sebelum pencarian paten Internet kami. Penasihat ini juga membantu kami mengembangkan bagan analisis sebab-akibat untuk pengambilan keputusan. Dengan menggunakan perangkat ini, kami mampu mendemonstrasikan mengapa solusi kami lebih efektif dibandingkan bahkan aplikasi paten terbaru. Langkah kami berikutnya, jika waktu mengizinkan, adalah mengembangkan analisis biaya-manfaat. Dua penasihat mengingatkan bahwa kami perlu mempertimbangkan bukan hanya efektivitas solusi kami, melainkan juga biaya.

 

BELAJAR MEMBANGUN LAMAN WEB

Pembangunan situs web kami merupakan proses berkelanjutan. Selagi kami mengumpulkan dan mensintesiskan informasi, kami menerbitkan temuan kami di website kami. Kami menggunakan alat pembuat situs Verizon, sebuah aplikasi yang menawarkan beberapa laman web template, masing-masing disertai pilihan untuk mengubahsuaikan dengan menambahkan foto, teks dan grafik. Alat ini sangat mudah untuk dipelajari penggunaannya oleh siswa sekolah dasar. Tidak diperlukan pengetahuan tentang pemrograman atau Hypertext Markup Language (HTML).

Anggota tim kami bekerja secara individual dan berpasangan untuk mengembangkan setiap laman web. Kami memilih ternplate yang paling tepat untuk konten, dan kemudian mengubahsuaikan template untuk mencerminkan preferensi personal. Kami merekatkan teks, mengunggah foto dan mengembangkan grafik dan grafik organiser sendiri untuk mempresentasikan temuan kami. Kami menyertakan hyperlink ke sumber lain di internet.  Laman baru disusun untuk setiap komponen yang diharuskan oleh ISTF kami menautkan laman dan menata website agar navigasinya sederhana.

 

MENGGUNAKAN SMARTBOARD UNTUK BERBAGl LAMAN WEB KAMI

Setelah laman web kami dirancang dan diserahkan ke ISTF, tim kami memutuskan untuk berbagi solusi kami untuk masalah parkir kepada para pemangku kepentingan di kota kami. Untuk mempersiapkan presentasi ini, kami belajar cara menggunakan papan SMART, sebuah papan tulis interaktif yang bisa menampilkan laman web. Kami menetapkan waktu untuk mempresentasikan penelitian kami pada pertemuan Dewan Pendidikan, tempat kami mengundang para anggota departemen kepolisian dan dewan kota.

 

KESIMPULAN

Partisipasi dalam kompetisi Internet Science and Technology Fair memberikan kepada tim kami alasan otentik untuk:

  1. Mencari sumber informasi spesifik di Internet;
  2. Menggunakan Internet untuk berkomunikasi dengan para penasihat di seluruh penjuru bangsa
  3. Terlibat dalam proses pemecahan-masalah yang digunakan oleh para ilmuwan dan insinyur;
  4. Memperluas pengetahuan tentang cara menggunakan alat-alat teknologi, termasuk kamera digital, pemindai, pembuat laman web dan SMART board;
  5. Memahami kebutuhan untuk mengevaluasi secara kritis sumber dan informasi yang terdapat di internet;
  6. Mengeksplorasi cara-cara sains dan teknik berantarmuka; dan
  7. Terlibat dalam wacana ilmiah bersama para rekan, guru, dan penasihat.

Internet Science and Technology Fair memodelkan untuk guru salah satu cara bahwa internet bisa digunakan di kelas sekolah dasar. Proyek semacam ini bisa memadukan sains, teknologi, teknik, dan penelitian didalam kurikulum itu, sarnbil menyediakan beragam kesempatan untuk melibatkan siswa dalam berpikir kritis, pemecahan masalah secara kolaboratif, berjaringan dengan dan penelitian mandiri berujung-terbuka. ISTF (yang berganti nama menjad Innovations Science and Technology Fair pada 2005) memberikan kepada para guru SD seperangkat tugas terstruktur yang mendorong siswa untuk menggunakan Internet guna mengembangkan solusi sains teknik yang inovatif untuk masalah dunia-nyata.

-Judith A. McConigai dan Kity Roussos-

Leave a Reply

Close Menu