PENGEMBANGAN IPTEK DI BIDANG PERTANIAN

PENGEMBANGAN IPTEK DI BIDANG PERTANIAN

Sudah sejak kemunculannya Islam memberi perhatian yang sangat besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Baik Alquran maupun hadis sama-sama menunjukkan pernyataan itu. Salah satu hadis yang berbicara mengenai pengembangan iptek dalam bidang pertanian adalah yang diriwayatkan dari Anas bin Mālik,

Tatkala Rasulullah berpapasan dengan beberapa orang yang sedang mengawinkan bunga kurma, beliau bersabda, “Mengapa tidak kalian biarkan saja bunga-bunga itu (kawin dengan sendirinya); mungkin itu lebih baik. ” Lalu (mereka menuruti sabda Rasulullah itu) sehingga pohon-pohon kurma itu gagal panen. Ketika untuk kali kedua Rasulullah berpapasan dengan mereka, beliau bertanya, “Bagaimana kondisi pohon kurma kalian?” Mereka menjawab, “Bukankah engkau telah menasihati kami untuk melakukan ini dan itu (sehingga hasil-nya seperti ini)?” Maka Rasulullah bersabda, “Kalian lebih tahu tentang urusan dunia kalian.” (Riwayat Muslim dari Anas bin Mālik danĀ‘isyah)

 

Hadis ini menyiratkan adanya keahlian-keahlian di bidang masing-masing yang harus dihormati. Dengan demikian, mempelajari suatu ilmu, dalam hal ini pertanian, dan mengembangkannya adalah hal yang dianjurkan. Semua hal yang berkatian dengannya diserahkan sepenuhnya kepada orang yang mempelajari pertanian ataupun orang-orang terjun di bidang ini, dan tidak ada campur tangan agama di dalamnya. Agama baru akan “campur tangan” dalam bidang pertanian bila sudah masuk ke ranah hukum, misalnya halal-haram, besaran zakat, dan semisalnya. Uraian ini menunjukkan bahwa Islam memberi kuasa untuk melakukan pengembangan ilmu dan teknologi pertanian kepada umat manusia, karena ilmu dan teknologi pertanian adalah urusan duniawi. Adalah bijak dan tepat apabila suatu perkara diserahkan kepada ahlinya.

 

Perbedaan Rasa Buah

Beberapa ayat Alquran memberi motivasi dan petunjuk kepada manusia untuk mempelajari dan mengungkap detail-detail tentang tata cara bertani. Salah satunya ayat berikut yang berbicara mengenai penyebab timbulnya variasi rasa pada buah.

وَفِي الْأَرْضِ قِطَعٌ مُّتَجَاوِرَاتٌ وَجَنَّاتٌ مِّنْ أَعْنَابٍ وَزَرْعٌ وَنَخِيلٌ صِنْوَانٌ وَغَيْرُ صِنْوَانٍ يُسْقَىٰ بِمَاءٍ وَاحِدٍ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَىٰ بَعْضٍ فِي الْأُكُلِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ۝

Dan di bumi terdapat bagian-bagian yang berdampingan, kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, pohon kurma yang bercabang, dan yang tidak bercabang; disirami dengan air yang sama, tetapi Kami lebihkan tanaman yang satu dari yang lainnya dalam hal rasanya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti. (Alquran, Surah ar-Ra‘d/13: 4)

وَهُوَ الَّذِي أَنشَأَ جَنَّاتٍ مَّعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۚ كُلُوا مِن ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ ۖ وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ۝

Dan Dialah yang menjadikan tanaman-tanaman  yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan. (Alquran, Surah al-An‘ām/6: 141)

Dikutip dari Tafsir ‘Ilmi

 

Leave a Reply

Close Menu