PENCIPTAAN SAMUDERA

PENCIPTAAN SAMUDERA

 

PANGEA YANG TERPECAH

Alam yang kita tempati dan saksikan ini sejatinya mengalami proses penciptaan yang sangat panjang. Semua ciptaan Allah, termasuk samudra, mengalami tahapan perubahan dari waktu ke waktu. Tahapan-tahapan dalam kehidupan di alam ini adalah suatu keniscayaan. Allah berfirman,

وَقَدْ خَلَقَكُمْ أَطْوَارًا۝ أَلَمْ تَرَوْا كَيْفَ خَلَقَ اللَّهُ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا۝

Dan sungguh, Dia telah menciptakan kamu dalam seberapa tingkatan (kejadian). Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis? (Alquran, Surah Nūḥ/71: 14-15)

Pembentukan jagat raya termasuk di dalamnya samudra melalui tingkatan atau tahapan yang rumit. Dengan mengamati balik jejak-jejak masa lalu kita dapat merekonstruksi kembali pembentukan samudra. Pada awal pembentukan planet bumi, permukaannya memiliki rupa yang relatif sederhana dibandingkan dengan apa yang kita jumpai saat ini. Permukaan bumi hanya terbagi dua, yaitu daratan dan lautan. Daratan di permukaan bumi merupakan sebuah benua yang sangat besar (superkontinen) yang dinamai Pangea. Pangea berbentuk bulan sabit, menghadap ke timur dengan bagian terluas terletak di sepanjang khatulistiwa berupa rangkaian pegunungan yang membentang pada arah barat-timur. Bagian yang terendam lautan meliputi bagian yang lebih luas, kira-kira dua kali luas daratan. Keseluruhan lautan ini secara umum diberi nama Panthalassa, kecuali pada bagian teluk di sebelah timur Pangea yang diberi nama khusus Tethys atau Paleotethys untuk membedakannya dari laut tethys yang terbentuk pada zaman-zaman berikutnya. Keadaan ini berlangsung hingga zaman Trias, sekitar 250 juta tahun yang lalu.

Sebuah laut baru terbentuk di bagian tengah Pangea berupa celah yang memotong superkontinen dengan arah barat-timur dan juga dinamai Tethys. Proses ini kemudian di susul dengan terpecahnya Pangea menjadi beberapa lempeng yang masing-masing bergerak ke arah yang berlainan dengan kecepatan yang berbeda pula. Masa penyebaran masing-masing lempeng ini dibarengi dengan masa terbentuk dan hilangnya laut-Iaut baru yang terletak di antara lempeng-Iempeng benua. Samudra yang terbentuk setelah terpecahnya Pangea dan terdapat sampai sekarang antara lain adalah Samudra Atlantik dan Samudra Hindia. Bagian laut yang kemudian menghilang adalah Tethys, yang kini meninggalkan jejak keberadaannya berupa rangkaian laut dan danau danau raksasa yang membentang dari Laut Tengah ke arah Laut Hitam, Laut Kaspia, dan Laut Aral. Demikian pula daerah-daerah yang sekarang dikenal sebagai Pakistan dan India. Samudra Hindia dan Indonesia menempati daerah yang dahulunya merupakan wilayah Laut Tethys, sedang Samudra Pasifik adalah bagian yang tetap berupa lautan semenjak Panthalassa.

LAUT MATI DAN LAUT MERAH

Alquran menceritakan peristiwia tenggelamnya Fir‘aun dan pasukannya di laut merah pada surah al-Baqarah/2:50, al-Anfāl/8:54, al-A‘rāf/7:136, Yūnus/10:90, al-Isrā’/17:103, Ṭāhā/20:78, asy-Syu‘arā’/26:63-66, al-‘Ankabūt/29:39-40, az-Zukhruf/43: 55-56, dan ad-Dukhān/44:24. Ayat yang disebut pertama sebagai berikut:

dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu, sehingga kamu dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun, sedang kamu menyaksikan. (Alquran, Surah al-Baqarah/2: 50)

Laut Merah dan Laut Mati merupakan badan air yang terletak di Timur Tengah, sehingga banyak disebut dalam kitab suci karena berdekatan dengan daerah tempat para nabi dan rasul berada. Laut Merah banyak diceritakan secara tiak langsung, baik dalam Alquran maupun kitab-kitab suci terdahulu, misalnya ketika Nabi Musa membelah laut untuk menyelamatkan umatnya dari kejaran Fir’aun. Peristiwa tersebut terjadi di Laut Merah. Sedangkan Laut Mati diyakini sebagai tempat dibenamnnya kota umat Nabi Lut yang ingkar, Sodom dan Gomorah, ke dalam bumi (baca, misalnya Surah Hūd/11: 81-83).

Leave a Reply

Close Menu