Penciptaan makhluk dari air

Penciptaan makhluk dari air

Banyak ayat Alquran mengindikasikan peranan air dalam penciptaan makhluk, antara Iain:

 أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ۝

Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya, dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air. Maka mengapa mereka tidak beriman? (Alquran, Surah al-Anbiyā’/21: 30)

 وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِّن مَّاءٍ ۖ فَمِنْهُم مَّن يَمْشِي عَلَىٰ بَطْنِهِ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِي عَلَىٰ رِجْلَيْنِ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِي عَلَىٰ أَرْبَعٍ ۚ يَخْلُقُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ۝

Dan Allah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang Iain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (Alquran, Surah an-Nūr/24: 45)

 وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا ۗ وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا۝

Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (mempunyai) keturunan dan muṣāharah, dan Tuhanmu adalah Mahakuasa. (Alquran, Surah al-Furqān/25: 54)

 

Bila diamati, ayat-ayat yang berkaitan dengan penciptaan manusia dan makhluk hidup Iainnya memperlihatkan adanya mukjizat yang salah satunya adalah penciptaan makhluk hidup dari air. Manusia baru memahami informasi yang diberikan Alquran ini beratus tahun kemudian, saat mikroskop dan serangkaian alat canggih Iain yang membantu proses penelitian ditemukan.

Air adalah segalanya. Sebagai contoh, protoplasma yang itu merupakan materi fluida yang mengisi bagian dalam sel, adalah substansi dasar dari semua makhluk untuk dapat hidup. Sebanyak dari protoplasma adalah air, dan berfungsinya protoplasma itu sebagai penunjang kehidupan sangat tergantung pada adanya air.

Air adalah komponen utama agar makhluk dapat melanjutkan kehidupannya. Sebanyak 50-90% berat makhluk hidup disumbangkan oleh air. Semua makhluk hidup memerlukan air untuk dapat bertahan hidup. Seorang peneliti bernama Jan Baptista van Helmont pada tahun 1640an menemukan bahwa kandungan air di dalam tanah adalah elemen terpenting bagi kehidupan tumbuhan. Berikutnya ditemukan juga bahwa kehidupan binatang juga sangat bergantung pada ketersediaan air. Pada kasus binatang yang hidup di daerah kering, mereka mengembangkan sebuah mekanisme yang dapat melindungi proses metabolismenya dari kehilangan air atau dehidrasi. Proses metabolismenya bekerja sedemikian rupa sehingga mereka memperoleh keuntungan maksimum dari penggunaan air. Apabila air hilang dari tubuh binatang, apapun alasannya, kematian akan datang dalam jangka beberapa hari saja.

Peran air yang sangat besar juga tercermin dari komposisi material di bumi. Saat ini, sekitar 72% permukaan bumi masih ditutupi air. Permukaan air laut di bumi ini memang tidak sama tinggi. Diperkirakan, apabila permukaan laut di seluruh dunia ini sama tinggi maka seluruh daratan akan berada di bawah laut. Dari sebuah simulasi terlihat, apabila permukaan laut diratakan maka rata-rata daratan akan berada sekitar 7.000 sampai 10.000 kaki di bawah laut.  Dominasi laut di bumi ini diilustrasikan dalam ayat berikut:

 وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَلَئِن قُلْتَ إِنَّكُم مَّبْعُوثُونَ مِن بَعْدِ الْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ۝

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan ‘Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya. Jika engkau berkata (kepada penduduk Mekah), “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan setelah mati, ” niscaya orang kafir itu akan berkata, “Ini hanyalah sihir yang nyata. ” (Alquran, Surah Hūd/11: 7)

 

Bahwa kehidupan dimulai dari dan di dalam air merupakan temuan dalam bidang biologi. Kenyataan yang memperlihatkan bahwa protoplasma, dasar dari terjadinya kehidupan, adalah cair atau setengah cair, dalam keadaan bergerak dan tidak stabil, adalah bukti lain yang datang dari pengamatan perkembangan di bidang embriologi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada tingkat tertentu masa perkembangan janin, makhluk yang hidup di daratan pun memiliki organ serupa insang. Hal ini mengindikasikan bahwa kawasan yang berada di bawah air merupakan habitat orisinal mereka.

Sekali Iagi dapat ditegaskan bahwa ketiga ayat di atas mengindikasikan kaitan erat antara kehadiran air dan kehidupan. Seberapa dekat kaitan antara air dan kehidupan dapat dilihat dari beberapa sudut pandang, seperti uraian berikut:

  1. Air ditengarai sangat dekat dengan makhluk hidup karena, khususnya untuk kebanyakan hewan, perkembangbiakannya selalu berkaitan dengan cairan yang berupa air mani. Diindikasikan bahwa keanekaragaman binatang datang dari air tertentu (air mani yang di dalamnya terdapat sperma) dan menghasilkan keturunan yang sesuai dengan ciri masing-masing binatang yang dicontohkan dalam ayat-ayat tersebut.
  2. Penafsiran kedua terhadap air sebagai asal muasal kehidupan, diduga karena air merupakan unsur terpenting bagi makhluk untuk dapat bertahan hidup. Pada kenyataannya, sebagian besar bagian tubuh makhluk hidup terdiri atas air. Pada manusia misalnya, 70% bagian berat tubuhnya adalah air. Kekuatan manusia akan berkurang drastis apabila 20% saja dari ketersediaan air di dalam tubuhnya hilang. Apabila manusia tidak memperoleh air dalam waktu 3-10 hari, maka ia akan mati. Sebaliknya, manusia masih dapat bertahan hidup selama 60 hari tanpa makan. Air merupakan bahan pokok dalam pembentukan darah, cairan limpa, kencing, air mata, cairan susu, dan semua organ Iain yang ada di dalam tubuh manusia.
  3. Bahwa semua kehidupan dimulai dari air. Air dalam hal ini lebih tepat bila diartikan sebagai laut. Asumsi ini dapat terwakili oleh kehidupan di sekitar ventilasi magma dasar laut yang disebut hidrotermal.
  4. Dari uraian ini, peran air dalam kehidupan sangat jelas, baik untuk memulai adanya makhluk hidup di bumi (berasal dari kedalaman laut), pada proses reproduksi (khusus untuk beberapa jenis binatang -air mani), hingga kelangsungan hidupnya (air diperlukan untuk pembentukan organ dan menjalankan fungsi organ).
  5. Di luar protoplasma, yang menjadi dasar terjadinya kehidupan adalah bahwa sebagian besar bagian tubuh makhluk hidup masih mengandung air. Indikasi ini menyatakan bahwa walaupun hidup di daratan, semua makhluk hidup masih berhubungan dengan tempat dimulainya kehidupan, yaitu lautan. Pada binatang bertulang belakang (mamalia, aves, dan semilsanya), kaitannya dengan laut terlihat pada beberapa tahap perkembangan embrio. Beberapa organ yang serupa dengan yang dimiliki oleh ikan dimiliki pula oleh mereka pada tahap ini.
  6. Uraian di atas tampaknya menyetujui praktik dalam teori evolusi Darwin. Akan tetapi, perlu diberikan catatan di sini bahwa Alquran tidak memberikan ruang khusus untuk mendukung teori evolusi yang demikian itu. Agar tidak terjadi pencampuradukan antara ajaran Alquran dan teori evolusi, catatan 4 tentang teori evolusi akan sangat membantu menjernihkan pandangan dan membedakan antara ilmu evolusi dan teori seseorang yang menggunakan teori evolusi secara kurang utuh.
  7. Meski ayat-ayat di atas memberi indikasi meyakinkan bahwa Allah menciptakan semua makhluk hidup dari air, masih banyak ayat Iain yang juga menekankan kekuasaan-Nya terhadap semua yang ada di alam semesta. Dua ayat di bawah ini merupakan demonstrasi Tuhan tentang kekuasaan-Nya.

 قَالَتْ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ ۖ قَالَ كَذَٰلِكِ اللَّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ۝

Dia (Maryam) berkata, “Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku akan mempunyai anak, padahal tidak ada seorang laki-laki pun yang menyentuhku?” Dia (Allah) berfirman, “Demikianlah Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu. (Alquran, Surah Āli ‘Imrān/3: 47)

 وَمِنْ آيَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الْأَرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ ۚ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۚ إِنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ۝

Dan sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya, engkau melihat bumi itu kering dan tandus, tetapi apabila Kami turunkan hujan di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya (Allah) yang menghidupkannya pasti dapat menghidupkan yang mati: sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (Alquran, Surah FuṣṣiIat/41: 39)

Tinggalkan Balasan

Close Menu