NASIR AD-DIN TUSI

NASIR AD-DIN TUSI

Serial Ilmuwan Muslim

Muhammad bin Muhammad ibn al-Hasan al-Tusi atau lebih dikenal dengan nama Nasir al-Din Tusi lahir pada tanggal 18 Februari 1201 di Tus, timur laut Iran. Nasir Al-Din Tusi adalah seorang yang mempunyai pengetahuan yang luas dalam bidang arsitek, filsuf, dokter, ilmuwan, dan teolog. Beliau juga seorang pemuda Syiah yang berasal dari Persia. Nasir al-Din Tusi sering dianggap sebagai pencipta trigonometri dalam ilmu matematika. Cendekiawan Muslim Ibn Khaldun (1332-1406 M) menganggap Tusi sebagai cendekiawan Persia terakhir.

Nasir Al-Din Tusi lahir di dalam keluarga Syiah dan kehilangan ayahnya di usia muda. Demi memenuhi keinginan ayahnya, Nasir muda mulai belajar dan mencari pengetahuan dengan sangat serius dan rela melakukan perjalanan jauh untuk menghadiri ceramah para ilmuwan terkenal. Kemudian Nasir muda pindah ke Nishapur untuk belajar filsafat di bawah bimbingan Farid al-Din Damad dan matematika di bawah asuhan Muhammad Hasib. Di Nishapur beliau bertemu Attar, seorang ahli sufi yang kemudian dibunuh oleh orang Mongol. Selain itu beliau juga menghadiri ceramah Quthb al -Din al-Misri.

Di Mosul, Nasir Al-Din Tusi belajar matematika dan astronomi dengan Kamal al-Din Yunus (wafat 639/1242). Kemudian mulai berkorespondensi dengan Sadr al-Din al-Qunawi, menantu laki-laki Ibn Arabi. Nampaknya mistisisme yang disebarkan oleh ahli sufi pada masanya, tidak memikat pikirannya dan begitu ada kesempatan, beliau menyusun filosofis sufinya dalam bentuk sebuah buklet kecil yang berjudul Awsaf al-Ashraf atau “The Attributes of the Illutrious”.

Pada saat tentara Genghis Khan menyerbu tanah airnya, Nasir Al-Din Tusi sedang dipekerjakan oleh negara Nizari Ismaili dan memberikan banyak kontribusi yang sangat penting dalam bidang sains.  Pada saat itu beliau berpindah dari satu kubu ke yang lain dan ditangkap setelah pasukan Mongol menginvasi Istana Alamut.

Nasir Al-Din Tusi memiliki sekitar 150 karya, 25 di antaranya berbahasa Persia dan sisanya berbahasa Arab, dan ada satu risalah dalam bahasa Persia, Arab dan Turki. Berikut beberapa karyanya:

  • Kitāb al-Shakl al-qattā sebuah buku mengenai segiempat yang lengkap dan lima jilid mengenai trigonometri.
  • Al-Tadhkirah fi’ilm al-hay’ahsebuah tulisan ilmiah mengenai ilmu astronomi. Banyak komentar ditulis mengenai karya ini yaitu Sharh al-Tadhkirah (sebuah komentar untuk al-Tadhkirah) – komentar-komentarnya ditulis oleh Abd al-Ali ibn Muhammad ibn al-Husayn al-Birjandi dan  Nazzam Nishapuri.
  • Akhlaq-i Nasiri– sebuah karya mengenai etika.
  • al-Risalah al-Asturlabiyah– sebuah risalah mengenai astrolobe.
  • Zij-i Ilkhani(Ilkhanic Tables) – sebuah risalah pokok astronomi, selesai pada tahun 1272.
  • Sharh al-Isharat(Sebuah komentar pada Isharat Avicenna)
  • Awsaf al-Ashrafsebuah karya pendek mistis-etis  dalam bahasa Persia
  • Tajrīd al-Iʿtiqād(Akidah Penjumlahan) – Sebuah komentar tentang doktrin Syiah.
  • Talkhis al-Muhassal(ikhtisar dari ringkasan-ringkasan).

 

Nasir Al-Din Tusi meninggal pada tanggal 26 Juni 1274 di Baghdad.

Leave a Reply

Close Menu