MUHAMMAD MARMADUKE PICKTHALL

MUHAMMAD MARMADUKE PICKTHALL

Serial Ilmuwan Muslim

Muhammad Marmaduke Pickthall adalah seorang intelektual Muslim Barat yang terkenal dengan karya terjemahan Al-Qurannya yang puitis dan akurat dalam bahasa Inggris. Sebelumnya beliau merupakan pemeluk agama Kristen Anglikan yang kemudian berpindah agama dan memeluk agama Islam. Sosoknya juga dikenal sebagai seorang novelis, jurnalis, kepala sekolah serta pemimpin politik dan agama.

Muhammad Marmaduke Pickthall terlahir dengan nama William Pickthall pada 7 April 1875. Beliau berasal dari keluarga kelas menengah di Suffolk, Inggris. Ayahnya Charles Grayson Pickthall adalah seorang Pendeta Anglikan. Oleh karena itu William tumbuh dan dibesarkan di tengah keluarga penganut Kristen Anglikan yang taat.

Ketika usianya menginjak lima tahun, sang ayah meninggal, keluarganya memutuskan untuk pindah ke kota London. Kemudian Ibunya menyekolahkannya di sebuah sekolah swasta elite khusus bagi murid laki-laki di Harrow. Satu-satunya teman yang bisa menjadi penghiburnya saat menimba ilmu adalah Winston Churchill. Di sini William mulai menunjukkan ketertarikannya terhadap ilmu bahasa. Setelah tamat dari Harrow, beliau mempelajari sejumlah bahasa, di antaranya Gaelik (bahasa orang Skotlandia) dan Welsh (bahasa orang Wales). Kemahirannya dalam penguasaan kedua bahasa ini, membuat salah seorang gurunya di Harrow mendaftarkan William untuk mengikuti ujian seleksi penerimaan pegawai di Departemen Luar Negeri, namun gagal dalam ujian. Kemudian William menghabiskan waktunya untuk mempelajari bahasa Arab dengan harapan suatu saat ia bisa memperoleh pekerjaan sebagai seorang konsuler di Palestina.

Di usianya yang belum genap 18 tahun, William memutuskan untuk berlayar ke Port Said, sebuah kota pelabuhan yang berada di kawasan timur laut Mesir. Perjalanannya ini menjadi awal mula petualangannya ke negara-negara muslim di kawasan Timur Tengah dan Turki. Keahliannya dalam berbahasa Arab telah memikat penguasa Ottoman (Turki Usmaniyah). Atas undangan dari pihak Kesultanan Ottoman, William yang kala itu belum menjadi seorang Muslim, mendapat tawaran untuk belajar mengenai kebudayaan Timur.

Pada tahun 1917 William memutuskan untuk memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Muhammad Marmaduke Pickthall. Setelah memeluk Islam, William banyak berkecimpung dalam berbagai kegiatan yang terkait dengan syiar Islam. Tahun 1919, beliau aktif di Biro Informasi Islam yang berkedudukan di London serta beberapa usaha penerbitan media Islam lainnya seperti Muslim Outlook. Usai merampungkan novelnya berjudul Early Hours tahun 1920, beliau mendapat penugasan di India sebagai editor di surat kabar Bombay Chronicle. Kemudian di tahun 1927 William pindah ke penerbitan jurnal tiga bulanan Islamic Culture selaku editor yang berkantor di Hyderabad.

Sejak masuk Islam, William mempunyai obsesi menerjemahkan kitab suci Al-Quran ke dalam bahasa Inggris. Beliau merasa adalah tanggungjawab semua umat Muslim untuk memahami Al-Quran dengan sebenar-benarnya, akan tetapi obsesinya ini baru terealisasi pada tahun 1928. Hasil kerja kerasnya ini kemudian ia terbitkan pada tahun 1930 dan diberi judul ‘The Meaning of the Glorious Koran’. Ribuan umat Muslim pun segera mendapat manfaat dari karya Muhammad Marmaduke Pickthall yang lantas dianggap oleh banyak kalangan sebagai karya monumental. Tak hanya itu, umat Muslim pun kemudian menyadari bahwa The Meaning of Glorious Koran diselesaikan di kota Nizamate, Hyderabad, sebuah kawasan yang di Selatan India yang didominasi umat Islam.

Buku The Meaning of the Glorious Koran, pertama kali diterbitkan pada tahun 1930

Seperti ilmuwan Muslim lainnya, beliau tidak menerjemahkan kata Allah SWT dalam Al-Quran. Dalam kata pengantarnya beliau menuliskan bahwa Quran tidak bisa diterjemahkan, jadi terjemahannya tetap berdampingan dengan teks asli Alquran dalam bahasa Arab. Selain itu dalam karyanya ini beliau juga menuliskan mengenai keutamaan Al-Quran dibandingkan dengan kitab-kitab lainnya.

Karya Muhammad Marmaduke Pickthall ini menjadi karya pertama penulisan makna Al-Quran dalam bahasa Inggris oleh orang Inggris asli. Selain itu, tulisan beliau juga menjadi salah satu dari dua karya terjemahan Al-Quran dalam bahasa Inggris yang sangat populer.

Pada awal 1935 Muhammad Marmaduke Pickthall kembali ke Inggris. Setahun kemudian beliau pindah ke St. Ives dan meninggal di kota kecil itu pada tanggal 19 Mei 1936. Beliau dimakamkan di pemakaman Muslim di Brookwood, Surrey (dekat Woking, Inggris) empat hari kemudian. Oleh kaum Muslim Inggris, Pickthall dijuluki sebagai “pejuang agama” dan “pelayan Islam sejati”.

Leave a Reply

Close Menu