MTS. NURUL ULUM : SISWA BERKARAKTER ISLAM ‎

MTS. NURUL ULUM : SISWA BERKARAKTER ISLAM ‎

MTs. Nurul Ulum yang merupakan salah satu sekolah berbasis agama islam di kabupaten Lamongan, berlokasi tepatnya berada di dusun Genceng, desa Takeranklanting, kecamatan Tikung. Sekolah yang berada dibawah naungan LP. Ma’arif NU ini berdiri diatas tanah wakaf seluas 2231 m2 dengan luas bangunan 791 m2. Saat ini sekolah yang telah terakreditasi A tersebut di pimpin oleh Drs. Akh. Farkhan, MM.Pd. sebagai kepala sekolah dengan guru tetap yayasan sejumlah 20 orang, guru tidak tetap 7 orang, guru PNS yang diperbantukan 2 orang, serta karyawan TU sejumlah 2 orang.

Latar Belakang Siswa

Pada tahun ajaran 2016/2017, siswa di sekolah ini berjumlah 182 siswa dengan jumlah rombongan belajar sebanyak 6 kelas. Sebagian besar siswa – siswi sekolah tersebut berasal dari desa sekitar sekolah diantaranya mayoritas berasal dari dari desa Takeranklanting, Wonokromo, Boto Putih, Kelorarum, Soko, sementara itu sedikit sekali siswa yang berasal dari luar kecamatan Tikung seperti kecamatan Kembangbahu yang memutuskan untuk menempuh pendidikan di sekolah tersebut. Untuk latar belakang ekonomi keluarga siswa sendiri, mayoritas pekerjaan orang tua wali siswa merupakan petani, pedagang dan aparat desa setempat.

DISIPLIN Siswa siswi MTs Nurul Ulum melakukan upacara bendera setiap hari senin di ‎lapangan sekolah

Kegiatan Sekolah

Sebagai sekolah yang berlandaskan agama islam, MTs. Nurul Ulum selalu berusaha untuk menyisipkan nilai – nilai agama islam di setiap kegiatan pembelajaran maupun kegiatan ekstra sekolah bahkan beberapa kegiatan ekstra kurikuler ditekankan untuk meningkatkan kemampuan siswa – siswi dalam bidang keagamaan. Seperti kegiatan rutin yang dilakukan oleh guru beserta peserta didik untuk melaksanakan sholat dhuha pada pukul 06.30 WIB setiap hari sebelum memulai proses pembelajaran dilanjutkan dengan membaca surat Al – Waqiah dan tahlil khusus pada hari jumat serta terdapat kegiatan banjari, khitobah, MTQ, baca tulis dan kajian kitab kuning. 

AGAMIS : Kajian kitab kuning serta MTQ sebagai salah kegiatan ekstra kurikuler keagamaan

Selain terdapat beberapa kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat keagamaan, sekolah ini juga memiliki kegiatan ekstra kurikuler yang menunjang kemampuan akademik siswa diantaranya bahasa inggris, pramuka, dan futsal.

PRAMUKA : Salah satu kegiatan ekstra kurikuler pengembangan diri

Sarana dan prasarana

 

Demi menunjang tercapainya tujuan pembelajaran, MTs. Nurul Ulum didukung dengan sarana prasarana yang sangat memadai. Salah satunya yakni laboratorium, sekolah ini dilengkapi dengan adanya dua laboratorium yakni laboratorium IPA dan laboratorium komputer.  Untuk laboratorium komputer, sekolah ini memiliki 20 buah komputer yang bisa diakses siswa sebagai upaya peningkatan kemampuan siswa dibidang IT selain itu komputer – komputer ini juga dapat dioperasikan secara intensif saat UNAS berlangsung. Untuk laboratorium IPA yang dimiliki oleh sekolah ini, laboratorium tersebut dapat dikategorikan sebagai laboratorium IPA yang sangat baik karena laboratorium tersebut memiliki alat – alat praktikum yang sangat lengkap. Hal ini tidak terlepas dari dana hibah yang diberikan oleh Kementerian Agama pada sekolah tersebut senilai 100jt pada tahun 2011.

Laboratorium sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar

Sama halnya seperti sekolah – sekolah lainnya pada umumnya, selain laboratorium yang berkategori sangat baik, sekolah ini juga memiliki sarana dan prasarana lain sebagai penunjang akademis siswa seperti perpustakaan. Perpustakaan yang dimiliki sekolah ini memiliki ruangan yang cukup besar dengan buku – buku referensi yang banyak. Di perpustakaan tersebut siswa dapat dengan bebas mencari sumber- sumber informasi yang diinginkan.

PERPUSTAKAAN :  Sumber berbagai informasi

Tenaga Pendidik

 

Setidaknya terdapat dua guru sains sebagai tenaga pendidik di sekolah ini, yakni Bu Khusnul Chotimah., S.Si dan Bapak Habibur Rohman. S.Pd. Kedua guru tersebut telah memenuhi salah satu indikator keprofesionalan seorang guru yakni dengan memiliki riwayat pendidikan yang linier dengan mata pelajaran yang diampu sekarang. Bu Khusnul sebagai guru mitra yang akan bergabung dalam penelitian ini merupaka lulusan S1 Fisika dari Universitas Negeri Surabaya. Beliau mengajar mata pelajaran sains di kelas 7. Dalam 1 minggu beliau akan mengajar mata pelajaran tersebut selama 5 JP (Jam Pelajaran) dengan setiap 1 JP (Jam Pelajaran) berdurasi 40 menit. Berdasarkan keterangan beliau metode pembelajaran yang sering dilakukan adalah metode ceramah, diskusi, serta penugasan. Mengenai masalah sains yang terintegrasi dengan nilai – nilai agama islam, beliau mengakui bahwa selama ini beliau jarang sekali untuk mengintegrasikan secara langsung materi – materi pembelajaran sains dengan nilai – nilai agama islam. Hal ini disebabkan banyak faktor diantaranya tidak semua materi sains dapat diintegrasikan dengan nilai – nilai keislaman secara langsung serta keterbatasan pemahaman guru sains terhadap materi keagamaan yang akan diintegrasikan. 

BELAJAR Membaca merupakan salah satu cara untuk menggali informasi ‎

Sebagai salah satu sekolah yang berkembang di Kabupaten Lamongan, MTs. Nurul Ulum, sekolah yang berbasis agama islam senantiasa mengembangkan potensi untuk meningkatkan kualitas peserta didiknya. Salah satu upaya yang dilaksanakan yakni dengan selalu berinovasi dalam pengembangan metode belajar dan salah satu inovasi yang sangat ingin dilaksanakan di sekolah tersebut adalah dengan mengintegrasikan nilai – nilai agama islam disetiap materi pelajaran yang diberikan khususnya pada mata pelajaran sains.

Tinggalkan Balasan

Close Menu