MTs Negeri 9 Bantul

MTs Negeri 9 Bantul

Sekolah ini mempunyai sejarah yang cukup panjang, seiring transformasi perubahan nama sebanyak empat kali. Awalnya sekolah ini bernama Sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA) Latihan Fakultas Tarbiyah yang berdiri pada tanggal 5 Syawal 1388 H (Oktober 1969). Pendiriannya dipelopori oleh Prof. Dr. Muchtar Yahya, Drs. Surojo, M.A., Drs. Busyairi Madjidi, Drs. Abdul Rahman dan Drs. Sadjad Aryanto yang merupakan tokoh pendidikan di lingkungan IAIN Sunan Kalijaga (sekarang UIN).

Sejak tahun ajaran 1983/1984 sekolah ini mengalami perubahan nama menjadi Madrasah Tsanawiyah Laboratorium Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga (MTs LFT IAIN Sunan Kalijaga) berdasarkan SK Menteri RI No. 23 Tahun 1983. Kemudian berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 48 Tahun 2009, tanggal 6 Maret 2009 berubah lagi menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri dengan nama MTs Negeri Lab UIN Yogyakarta.

Berdasar Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 68 Tahun 2017 tertanggal 27 Januari 2017. Per 1 Februari 2017, MTs Negeri Lab UIN Yogyakarta berganti nama menjadi MTs Negeri 9 Bantul atau sering disebut dengan ‘Masemba’ yang beralamat di Jl. Wonocatur 446B Tegalmulyo, Banguntapan, Banguntapan, Bantul D.I Yogyakarta.

Sebagai sekolah yang berada di bawah lingkungan Kementerian Agama, MTs N 9 mempunyai visi “Terwujudnya pribadi muslim yang unggul dalam prestasi, kompetitif, mandiri dan berwawasan lingkungan”. Beberap misi yang diturunkan dari visi tersebut antara lain: 1) Membudayakan kehidupan yang islami bagi seluruh warga madrasah, 2) Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada warga madrasah, 3) Melaksanakan pembelajaran dan pembimbingan secara efektif sesuai dengan potensi siswa, 4). Menciptakan lingkungan madrasah yang bersih, sehat, asri dan nyaman, 4) Menumbuhkan semangat kompetitif untuk mengukir prestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik, 5) Menumbuhkan sikap kemandirian untuk menghadapi tantangan kehidupan di masyarakat, dan 6) Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan warga madrasah dan stakeholder terkait.

Untuk mewujudkan visi dan misi di atas, setidaknya telah tersedia tenaga pengajar sebanyak 24 orang dan 15 orang pegawai tata usaha (Maret 2018). Dengan luas tanah sekitar 6000 m2, berdiri bangunan seluas kurang lebih 1200 m2. Beberapa fasilitas penunjang seperti lab komputer, lab IPA, ruang perpustakaan, ruang ketrampilan dan masjid.

Jumlah siswa yang mencapai 356 anak terbagi menjadi 12 rombel dengan 4 kelas paralel di masing-masing tingkatan. Beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia antara lain: sanggar sastra, tahfidz, hadroh, PMR, drumband, karate, qiroah, membatik, tonti dan pramuka.

Beberapa prestasi yang berhasil ditorehkan antara lain: juara ketiga lomba daur ulang sampah oleh BLH (Balai Lingkungan Hidup) atas nama Nabilah Samtanda dan Isna Kusuma Astuti, juara kedua kaligrafi putri di ajang Aksioma Bantul atas nama Arfiana Rusyda, juara ketiga bulu tangkis putra atas nama Meditia Anharu di ajang aksioma.

Di ajang POR Pelajar Kabupaten Bantul, siswa Masemba pun ikut ambil bagian. Tiga piala berhasil diboyong: juara pertama taekwondo putri kelas 44 kg atas nama Aulia Anggraeni, juara kedua taekwondo putra kelas 45 kg atas nama Kumara Arsyi Arrafi, juara ketiga taekwondo putra kelas 51 kg atas nama Dimas Aryo. Selain itu mereka juga menjuarai beladiri Tarung Derajat tingkat propinsi (juara 1) atas nama Muntoha Sururi. Kemudian dua siswa juga berhasil meraih juara II pencak silat EXSCO SMADABA CUP #2  kelas B putra kategori tanding SMP se-DIY Jateng atas nama Muhammad Husen Mubarok dan juara III lomba baca puisi Festival Pelajar Muslim Yogyakarta (FPMY) #2 atas nama Fiona Neendy Jenisa.

Tinggalkan Balasan

Close Menu