MTs Negeri 2 Kabupaten Malang ‎“Go Green School , Smart, Religious and Excellent”‎

MTs Negeri 2 Kabupaten Malang ‎“Go Green School , Smart, Religious and Excellent”‎

Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kabupaten Malang atau yang dulunya dikenal dengan Madrasah Tsanawiyah Negeri Turen memiliki cerita tersendiri dalam proses pendiriannya. Sejarah pendirian MtsN 2 Kab Malang diawali dengan pendirian Sekolah Menengah Islam Turen pada tahun 1948 bertempat di desa Sedayu Kecamatan Turen. Para pendiri sekolah ini adalah santri alumni Pondok Modern Gontor yang pada waktu itu juga bertugas sebagai guru di SMPN 2 Malang. Pada tahun 1978, MTs Negeri di seluruh Indonesia diberi kesempatan untuk membuka kelas jauh (Kelas Filial), yang mana apabila Kelas Filial tersebut apik dan mempunyai lahan untuk dibangun gedung, maka statusnya akan dinegerikan. Bapak Supardi yang waktu itu menjabat sebagai kepala sekolah tidak mau membuang kesempatan baik tersebut. Sehingga Sekolah Menengah Islam Turen tersebut didaftarkan ke MTsN Jalan Bandung untuk dijadikan Kelas Jauh (Filial).

Setelah SK Filial turun dari Dirjen Bimbaga Islam Nomor : Kep/E/192/1982 tanggal 26 Juni 1982, Kepala Madrasah dituntut untuk segera mencari tanah guna membangun gedung.  Alhamdulillah pada tahun 1986 dapat membeli tanah untuk pendirian Madrasah Tsanawiyah Negeri Turen. Setelah mendapatkan tanah dengan Akta Jual Beli tertanggal 13 Januari 1986, langsung proses penegeriannya di proses lewat Kantor Departemen Agama Kabupaten Malang tanggal 29 Agustus 1989 ke Kantor Wilayah  Departemen Agama Propinsi Jawa Timur tanggal 30 Agustus 1989. Alhamdulillah SK Penegerian turun dengan no: 137/1991 tertanggal 11 Juli 1991. Akan tetapi sejak diterbitkannya Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: 675 Tahun 2016, tentang perubahan nama Madrasah Aliyah Negeri, Madrasah Tsanawiyah Negeri dan Madrasah Ibtidaiyah di Provinsi Jawa Timur, maka nama MTsN Turen berubah menjadi MTsN 2 Kabupaten Malang.

 

Sebagai salah satu MTs negeri di Kabupaten Malang, MTsN2 Kabupaten Malang memilki memiliki jumlah rombongan belajar sebanyak 9 kelas untuk tiap tingkatan dengan jumlah siswa mencapai 1200. Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar Dra. Maria Ulfah, M.Pd. selaku Kepala Madrasah dibantu oleh 46 guru. Sedangkan untuk mewadahi bakat dan menyiasati kemampuan siswa yang beragam dibukalah kelas layanan khusus. Ada 8 kelas layanan khusus yang ditawarkan, yaitu kelas agama untuk pembelajaran kitab kuning dan ilmu keislaman lainnya, kelas sains untuk siswa-siswi yang memiliki ketertarikan tinggi terhadap ilmu pengetahuan alam, kelas bahasa inggris untuk memenuhi keinginan siswa belajar bahasa inggris baik secara pasif maupun aktif. Untuk siswa-siswi yang ingin menjadi penghafal Al-Qur’an disediakan kelah Tahfidz. Sedangkan untuk siswa yang memiliki bakat istimewa dalam bidang olahraga ditawarkan kelas bakat istimewa. Selain itu, ada juga kelas Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang diperuntukkan bagi siswa yang ingin menjadi peneliti muda yang inovatif dan mandiri. Kelas unggulan diperuntukkan bagi siswa yang memiliki intelegensia tinggi,  dan kelas peserta didik cerdas istimewa adalah kelas akselerasi dimana siswa dapat menempuh jenjang sekolah menengah pertama hanya selama dua tahun.

Dengan motto “Progress Togetherness” Ibu Kepala Madarsah beserta staf dan dewan guru senantiasa bekerja sama membangun prestasi yang membanggakan bagi MTsN2 Kabupaten Malang. Banyak kerja sama yang digalang demi mewujudkan visi madrasah yaitu “Terwujudnya Sumber Daya Yang Insan Dan Beriman, Bertaqwa, Cerda Dan Unggul” , salah satunya bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional dalam program Madrasah Bebas Narkoba. Selain itu juga sering diberikan pembinaan dari Kapolsek setempat maupun dari Kabintaldam V / Brawijaya Malang. 

Pembinaan dari Kapolsek setempat dan Kabintaldam V Brawijaya

Selain menggalang berbagai kerja sama dengan pihak lain, MTsN 2 Kabupaten Malang juga mengadakan berbagai kegiatan keislaman yang bertujuan untuk membentuk karakter siswanya menjadi seorang muslim kamil. Kegiatan sholat Dhuha berjamaah dilanjutkan dengan hafalan surat-surat pendek dan do’a-do’a sehari-hari di jam 1,2 untuk kelas 8 dan di jam 3-4 untuk kelas 7 diisi dengan Qiroati, sedangkan amtsilati dan Tahfidz untuk kelas layanan khusus. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi rutinitas di pagi hari sebelum memulai kegiatan belajar mengajar. 

Sholat Dhuha bersama sebagai rutinintas pagi siswa MTsN 2 Kabupaten Malang

Guna mendukung kinerja otak kiri siswa MTsN2 Kabupaten Malang mempunyai beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang mana merupakan salah satu alat pengenalan siswa pada hubungan sosial. Di dalamnya terdapat pendidikan pengenalan diri dan pengembangan kemampuan selain pemahaman materi pelajaran. Jenis kegiatan ekstrakurikuler tersebut antara lain Pramuka, Qiroah, Palang Merah Remaja (PMR), Tahfidz, Bela Diri, Musik Kontemporer, Qiroati, Karya Ilmiah Remaja (KIR), Tari dan Olahraga. Pengembangan diri bidang olahraga disesuaikan dengan minat dan abkat siswa, diantara kegiatan ekstrakulikuler olahraga yang disediakan meliputi  bulu tangkis, sepak bola, dan bola voli. 

Kelompok ekstrakurikuler tari MTsN 2 Kabupaten Malang

Banyak prestasi siswa-siswi MTsN 2 Kabupaten Malang yang patut dibanggakan baik di bidang akademik maupun dalam bidang non-akademik. Berbagai kejuaraan olahraga telah dimenangkan, tahun 2009 siswa MTsN 2 Kabupaten Malang telah meraih juara lomba bulu tangkis tingkat nasional, sedangkan pada tahun 2012 gelar juara diraih untuk lomba catur tingkat Kabupaten, dan pada tahun 2018 medali emas berhasil dipersembahkan oleh siswa yang bernama Arinta Anggraeni Mitra dalam kejuaraan bela diri. Dalam Bidang akademik, awal tahun ini siswa MTsN 2 Kabupaten Malang  telah meraih juara III untuk tingkat kabupaten. Dalam ajang Islamic Festifal (IFOS) 2018 yang dilaksanakan di SMA N 1 Kepanjen siswa MTsN 2 berhasil meraih gelar juara I untuk lomba Da’i, juara 3 lomba cerdas cermat, dan juara 3 lomba tahfidz Quran. 

Dan Alhamdulillah pada peringatan hari pendidikan nasional tahun ini siswa yang bernama Kartika Beauty Puspa Indahsari mempersembahkan kado istimewa sebagai peraih nilai UAMBN terbaik ke 4 tingkat Jawa Timur. Banyaknya prestasi yang telah diraih siswa-siswi MTsN 2 Kabupaten Malang semoga tidak menjadikan kami lalai untuk terus mengasah dan memperbaiki diri demi mewujudkan generasi muslim penerus bangsa yang bertaqwa dan berakhlaqul karimah,” tutur ibu Wakil Kepala Madarasah bidang kesiswaan.

Senyum bahagia siswa-siswi MTsN 2 Kabupaten Malang sebagai wujud rasa syukur atas ‎prestasi yang telah diraih

Sebagai salah satu bentuk partisipasi aktif terhadap kelestarian lingkungan, MTsN 2 Kabupaten Malang juga mencanangkan diri sebagai madrasah adiwiyata. “Go Green” menjadi salah satu prinsip yang selalu digaungkan kepada seluruh warga madrasah. Program adiwiyata sendiri adalah salah satu program Kementrian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dalam program ini diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat serta menghindari dampak lingkungan yang negatif.  Untuk mewujudkan hal tersebut program pemisahan sampah berdasarkan jenisnya, program kantin sehat bebas plastik, dan pemanfaatan lahan sekecil apapun untuk bercocok tanam juga digalakkan. Lingkungan sekolah yang memiliki tanah terbuka yang masih luas telah dimaksimalkan penggunaannya, diantaranya untuk pembangunan media Aquaponik, Greenhouse dan area bercocok tanam sayuran maupun tanaman palawija. Dengan demikian selain berfungsi untuk penghijauan juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran berbasis realia bagi seluruh siswa pada umunya dan bagi siswa kelas layanan khusus Karya Ilmiah Remaja untuk belajar menjadi peneliti di lapangan. 

Media aquaponik dan Greenhouse sebagai media pembelajaran berbasis realia untuk mata pelajaran IPA Terpadu

Pemanfaatan lorong untuk berkebun sebagai bentuk partisipasi aktif warga MTsN 2 ‎Kabupaten Malang dalam menjaga kelestarian lingkungan

Era globalisasi dengan segala implikasinya menjadi salah satu pemicu cepatnya perubahan yang terjadi pada berbagai aspek kehidupan masyarakat dan bila tidak ada upaya sungguh-sungguh untuk mengantisipasinya maka hal tersebut akan menjadi masalah yang sangat serius. Dalam hal ini dunia pendidikan mempunyai tanggung jawab yang besar, terutama dalam menyiapkan sumber daya yang tangguh sehingga mampu hidup selaras di dalam perubahan itu sendiri. Salah satu upaya yang dilakukan MTsN 2 Kabupaten Malang adalah dengan membangun ma’had AL-HIKMAH. Awalnya pembangunan ma’had ditujukan untuk membina siswa putri saja. Akan tetapi sejak tahun 2017 juga telah diresmikan ma’had putra. Pembangunan ma’had bertujuan untuk memberikan perhatian dan pembinaan lebih terutama pada siswa-siswi berkebutuhan khusus. 

“Siswa-siswa memiliki latar belakang keluarga yang beragam. Selain itu jarak yang terlalu jauh dari rumah sering menjadi alasan keterlambatan siswa. Oleh karena itu kami menyiapkan ma’had ini agar anak-anak yang jaraknya jauh dari rumah tetap bias mengikuti proses pemebelajaran dengan lebih tenang dan disiplin. Dengan tinggal di ma’had anak-anak memiliki pengasuh yang siap mendampingi selama dua puluh empat jam. Berbeda dengan tinggal di kost yang mana anak cenderung terabaikan” tutur ibu Lilik Maslichah selaku Wakil Kepala Madrasah bidang kesiswaan. 

Lingkungan yang asri dan jauh dari keramaian di Ma’had AL-HIKMAH

Siapa bilang kehidupan demokrasi hanya terjadi di pemilihan dan percaturan politik saja. Di MTsN 2 Kabupaten Malang pun tata cara berdemokrasi juga mulai diperkenalkan dalam wujud nyata melalui pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM). Uniknya kegiatan pemilihan OSIM di madrasah ini dikemas layaknya panggung Pilkada langsung. Layaknya sebuah kontestasi pemilihan kepala daerah, siswa MTsN 2 Kabupaten Malang di Turen ini diberikan memilih calon Ketua OSIM lewat sejumlah tahapan. Siswa diminta untuk melakukan pencoblosan di kotak suara yang disediakan di halaman madrasah. Siswa memberikan hak suaranya secara bergantian sesuai urutan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sebelum pemilihan dilaksanakan apel terlebih dahulu. Dalam sambutannya kepala madrasah menyampaikan  semua warga madrasah harus mengikuti proses pemilihan sampai selesai. Pasalnya kegiatan itu adalah salah satu bentuk latihan untuk memilih pemimpin yang bias diandalkan. 

Pemilihan Ketua OSIM MTsN 2 Kabupaten Malang 2017

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Leave a Reply

Close Menu