MICRO TEACHING : Pengembangan Modul Sains untuk Siswa Tingkat SMP

MICRO TEACHING : Pengembangan Modul Sains untuk Siswa Tingkat SMP

Latar Belakang

Menindalanjuti kegiatan yang diselenggarakan minggu sebelumnya, yaitu “Workshop Pengembangan Modul Sains untuk Siswa Tingkat SMP” , di sini kita akan membahas mengenai Micro Teaching sebagaimana direncanakan minggu lalu. Kegiatan ini sangat penting diadakan karena setiap tema yang akan diberikan kepada para siswa sangat perlu untuk diujicoba. Tentu saja agar tidak ada kejutan-kejutan yang muncul tidak terantisipasi ketika materi diberikan kepada para siswa.

Micro Teaching

Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 14 April 2018 bertempat di SMP Muhammadiyah 3, Yogyakarta.  Dengan dihadiri oleh para undangan, yaitu kelima guru tim penyusun modul ditambah seorang designer program yang turut diundang yang perannya adalah memoles atau menyesuaikan materi dan tampilan modul tema per tema, kegiatan ini cukup mendebarkan.  Bagaimana tidak, di sini, masing-masing guru harus memberikan satu tema yang menjadi tanggung jawabnya untuk disusun kepada kelas, dalam hal ini, para guru lain, designer program, peneliti utama yaitu Dr. Askuri, dan program manager yang hadir di ruang kelas dan berperan sebagai siswa-siswi SMP.  Meskipun dalam kegiatan penyusunan modul satu guru bisa mengampu beberapa tema, namun pada hari ini, mereka hanya akan memberikan pelajaran satu tema saja di kelas.

Giliran pertama jatuh pada pak Arief Ichwantoro, guru SMP N 1 Yogyakarta. Pak Arief memberikan materi mengenai “kingdom monera” dengan menggunakan kentang rebus sebagai bahan percobaan.

Guru-guru yang lain bergiliran mendapatkan kesempatan untuk mencoba mengajarkan materi pembelajaran sains yang digarapnya, satu tema saja setiap guru.

Percobaan Pengkristalan dari sublimasi
Percobaan Chromatography
Percobaan Fotosintesis

 

Begitu satu guru selesai memberikan materi, diikuti dengan diskusi mengenai jalannya proses belajar mengajar. Saran-saran, masukan-masukan serta mempertanyakan kembali apa yang telah dilakukan dan potensi apa yang bisa dilakukan atau yang perlu dihindari bermunculan.

Kegiatan ditutup dengan pembicaraan mengenai kemungkinan tanggal diadakannya workshop besar untuk semua guru dari seluruh sekolah dari tiga lokasi yang terlibat dalam program penelitian ini. (Any Marsiyanti)

 

Tinggalkan Balasan

Close Menu