MENTIMUN
manfaat mentimun untuk kulit wajah

MENTIMUN

Mentimun (Cucumis melo) dari suku Cucurbitaceae, dikenal dengan nama Qiṡā’ dalam Bahasa Arab. Kata ini disebutkan hanya sebanyak satu kali dalam Alquran, bersama-sama dengan bawang merah, bawang putih, dan kacang Adas, yakni dalam Surah al-Baqarah/2: 61 yang telah disebutkan sebelumnya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari ‘Abdullāh bin Ja‘far‎, ia berkata,

Aku pernah menyaksikan Rasulullah memakan mentimun bersama dengan buah kurma. (Riwayat al-Bukhāri  dan Muslim dari ‘Abdullāh  bin Ja‘far)

Mentimun adalah tanaman merayap atau setengah merambat, berdaun lebar dan menaungi buahnya. Buahnya berbentuk silinder, dengan panjang hingga 60 cm dan diameter mencapai 10 cm. Buah ini, yang mengandung 90% air, biasa dimakan saat masih muda dan belum matang. Dilihat dari semua bagian tumbuhan ini, dari bunga hingga biji, mentimun bisa dikategorikan buah, bukan sayur. Namun, seperti tomat, buah mentimun biasa dimasak dan disajikan sebagai sayuran.

Variasi mentimun cukup beragam, dari yang berbentuk silinder hingga yang bulat, dari yang berukuran kecil hingga yang besar. Demikian juga warnanya; dari yang berwarna kehijauan, putih, hingga yang berwarna kuning seperti lazim ditemukan di India, tempat asal tumbuhan ini.

Mentimun berasal dari India, di mana variasi genetika yang luas dari tanaman ini ditemukan di anak benua tersebut. Mentimun sudah dibudidayakan setidaknya 3.000 tahun lalu di kawasan Asia Barat. Ada kemungkinan tumbuhan ini dikenalkan ke Eropa oleh pasukan Romawi. Catatan menunjukkan bahwa budidaya mentimun di Perancis telah dilakukan pada abad ke-9. Catatan lain menyatakan bahwa Inggris mulai membudidayakannya pada abad ke-14, dan Amerika Utara sejak pertengahan abad ke-16. Persebaran ke arah timur India terjadi belakangan, dan akhirnya mencapai China.

Mentimun yang ditanam di Inggris dapat mencapai ukuran panjang 0,6 meter. Mentimun di kawasan ini tidak berbiji, berkembang biak dengan cara parthenogenesis, tidak memerlukan serangga sebagai penyerbuk, dan biasa ditanam dalam rumah kaca. Sedangkan mentimun yang berasal dari Asia Timur memiliki ukuran lebih mungil, langsing, dan berwarna kehijauan. Mentimun Libanon mempunyai bentuk menyerupai mentimun Asia Timur, namun dengan biji yang jauh lebih sedikit. Dan masih banyak lagi variasinya dari berbagai belahan dunia.

Mentimun adalah tanaman semusim; setelah berbunga dan berbuah tanaman akan mati. Perbungaannya berumah satu (monoecious) dengan tipe bunga jantan dan bunga hermaprodit (banci). Bunga pertama (pada usia tanaman 4-5 minggu) adalah bunga jantan, sedangkan bunga selanjutnya bersifat banci. Satu tanaman bisa menghasilkan hingga 20 buah. Buah dapat mencapai ukuran maksimalnya jika jumlah buah dalam satu tanaman dikurangi. Buah mentimun berwarna hijau saat masih muda, dengan larik-larik kekuningan. Semakin tua, warna luar buah ini menjadi hijau pucat sampai putih.

Masyarakat Asia Barat telah lama mengkonsumsi timun, termasuk bangsa kuno Ur dan Thrace yang hidup di kawasan ini. Hal ini terbukti dengan kebiasaan masyarakat modern Turki dan Bulgaria, yang itu termasuk kawasan Asia Barat, menggunakan mentimun dalam menu makan mereka. Dari buku sejarah Bangsa Romawi diketahui bahwa Raja Tiberius sangat menyukai mentimun. Tiap hari buah ini selalu tersedia di meja makannya, baik pada musim panas maupun dingin. Tampaknya masyarakat Romawi kala itu telah mampu mengembangbiakkan mentimun persis seperti apa yang masyarakat Inggris lakukan saat ini, yakni menggunakan teknik rumah kaca dan memilih varietas parthenogenesis yang tidak memerlukan bantuan serangga sebagai penyerbuk.  Tercatat bahwa tanaman mentimun ditempatkan dalam kereta terbuka yang dapat dipindah-pindah sesuai arah datangnya sinar matahari.

Pada musim dingin tanaman ini diletakkan di bawah naungan dan dimasukkan ke dalam kamar yang dibuat dengan batu kaca. Dilaporkan pula bahwa mereka sudah mampu membudidayakan mentimun dalam “rumah kaca” berdinding kain minyak yang dikenal dengan nama specularia. Di samping sebagai makanan, mereka juga memanfaatkan mentimun untuk penawar sengatan kalajengking, mata rabun, bahkan menakuti tikus kecil. Mentimun juga mereka kaitkaitkan dengan kehadiran bayi. Wanita Romawi yang ingin hamil melingkarkan buah mentimun di sekeliling pinggangnya. Begitupun, para dukun bayi terbiasa membuang mentimun begitu persalinan yang ditanganinya usai.

Charlemagne, seorang pemimpin Perancis abad IX, dilaporkan menanam mentimun di kebunnya. Mentimun mulai dikenalkan ke Inggris pada abad 14, kemudian hilang dan tidak pernah diteruskan lagi penanamannya hingga diperkenalkan kembali sekitar 250 tahun lalu. Christopher Columbus, pengelana dari Spanyol, memperkenalkan mentimun ke Haiti pada 1494. Dari situ, penyebarannya meluas ke seluruh Amerika Utara. Pada 1535, seorang eksplorer Perancis menemukan mentimun yang membuatnya kagum di kota yang saat ini disebut Montreal, Kanada. Buku-buku Abad Pertengahan tentang tanaman pertanian yang diterbitkan di Amerika Serikat banyak membicarakan mentimun dengan segala perniknya.

Dari beberapa penelitian ditemukan bahwa buah mentimun mengandung cukup banyak vitamin B1, B2, B3, B5, B6, asam folik, vitamin C, dan beberapa mineral semisal kalsium, besi, magnesium, fosfor, potassium dan Zinc. Mentimun dapat pula digunakan sebagai obat, suatu hal yang sudah tercantum dalam Kitab aṭ-Ṭibb an-Nabawi (Pengobatan Rasulullah) karya aż-Żahabi dan Ibnu Qayyim al-Jauziyah. Tercatat bahwa mentimun dapat menyembuhkan sariawan bila dikonsumsi rutin tiap hari. Buahnya dapat pula digunakan untuk menyegarkan dan membersihkan kulit wajah, memperlancar air seni, dan menurunkan tekanan darah. Irisan mentimun dapat pula digunakan untuk mengobati mata lelah dengan menempelkannya pada kelopak mata setiap 3 menit selama 20 menit. Untuk mengobati jerawat, irisan mentimun ditempelkan di atas jerawat. Sedangkan untuk mengobati demam, parutan buah mentimun ditempelkan di perut penderita.

Berikut adalah beberapa catatan praktis tentang kegunaan mentimun untuk keperluan sehari-hari.

  • Mengobati tubuh yang Ielah; buah ini mengandung banyak vitamin B dan karbohidrat yang dapat mempercepat pemulihan tubuh;
  • Mengusir serangga dan keong yang mengganggu tanaman hias, dengan menruh potongan buah mentimun pada tempat yang terbuat dari kaleng. Unsur kimia pada buah mentimun akan bereaksi dengan aluminium yang kemudian menghasilkan bau (yang tidak dapat dicium manusia) yang mengusir hama tanaman;
  • Menghilangkan atau menyamarkan untuk sementara perubahan warna kulit akibat lipatan atau kerutan, dengan menggosokkannya di areal yang bermasalah selama beberapa menit;
  • Mengganti dan menyeimbangkan nutrien esensial tubuh dengan cepat, akibat kandungan gula yang cukup, vitamin B, dan elektrolit dalam buah mentimun;
  • Membantu menghilangkan bau mulut sesudah makan, yakni dengan meletakkan sepotong mentimun di rongga atas mulut (menekannya dengan lidah) selama 30 detik;
  • Mengilapkan sepatu dalam keadaan darurat, dan membuat kulit sepatu kedap air;
  • Memberi aroma menyegarkan, dengan mencium uap air panas yang diberi irisan mentimun;
  • Menghilangkan noda pada permukaan alat dapur berbahan stainless steel;
  • Menghapus coretan tinta, crayon, maupun marker, dengan mengoleskan permukaan Iuar buah mentimun pada area yang terkena coretan.

Dikutip dari Tafsir ‘Ilmi

Leave a Reply

Close Menu