MENGGUNAKAN BILL NYE, THE SCIENCE GUY, DALAM PENELITIAN SAINS

MENGGUNAKAN BILL NYE, THE SCIENCE GUY, DALAM PENELITIAN SAINS

Ketika saya menjadi guru sains tahun-pertama pada 1967, saya bisa memandangi para siswa di kelas dan berpikir, “Adakah di antara mereka yang memahami apa yang saya ajarkan”. Saya berkhayal, “Bukankah akan luar biasa jika setiap siswa memiliki satu tombol ajaib yang bisa mereka pencet yang bisa menayangkan jawaban mereka atas pertanyaan saya?” Saya akan memperoleh tanggapan segera dan tahu kalau mereka paham. Tombol ajaib sekarang menjadi kenyataan di kelas saya, dan pengajaran pun tidak akan seperti dulu lagi. Tombol ajaib itu adalah ACTIVoters yang digunakan bersama ACTIVboards Promethean. Bersama-sama, mereka telah mengubah wajah ruang kelas dan apa yang, terjadi di dalamnya. Berikut adalah beberapa contoh tentang cara saya menggunakanACTIVboard dan ACTIVoters.

Ketika seorang siswa kelas enam memasuki ruangan, ia membaca berjalan yang bergulir di papan interaktif. Bunyinya, “Hari ini kita akan melakukan Laboratorium Api Fantastis” Di sebaliknya, mereka melihat Foto astronomi hari Ini. (Astronomy Picture of The Day). Hari ini di sana termuat foto teropong Hubble tentang galaksi termuda di alam semesta. Siswa hari ini tahu seperti apa rasanya duduk didalam bioskop; kelas saya menjadi semacam bioskop sains yang interaktif dan menantang.

Ketika mendiskusikan penelitian laboratorium, siswa secara berkala memasukkan jawaban atas pertanyaan yang saya ajukan, menggunakan pemilih elektronik mereka yaIlg mereka juluki “kura-kura”. Persentase jawaban yang benar-ditampilkan di papan tulis interaktif, dan guru tahu apakah ide dimaksud telah dikuasai, sebagaimana halnya anak-anak, atau apakah diperlukan ulasan. Jika demikian, tampaknya ia mengandung keunggulan berupa proses belajar bersama yang demokratis “wah payah, kita belum paham. Ayo kita coba lagi” Teknologi juga berlaku sebagai penghemat waktu yang luar biasa bagi saya. Pada hari ujian, pertanyaan muncul di papan. Ada foto-foto medan Hubble dan pertanyaan yang menyertainya. Ada grafik untuk ditafsirkan dan foto spektrum galaksi meredup yang harus dianalisis. Setelah ujian selesai, saya akan meng-Save As, dan nilai ujian tersimpan di komputer.

Pada malam hari, orang tua ber-online untuk memeriksa postingan nilai terakhir. Ada newsletter terlampir yang menjelaskan maksud dari setiap kegiatan yang dinilai dan yang diharapkan dari siswa untuk mencapai nilai itu. Sebagai contoh, ada deskripsi jelas tentang apa cakupan ujian atau apa yang-sudah dilakukan di laboratorium. Beberapa orang tua memutuskan untuk mengirimi saya e-mail untuk mengomentari kemajuan anak mereka atau mungkin untuk merencanakan kegiatan yang akan dibuat. Seorang perempuan muda yang minta ijin tidak hadir untuk ujian datang sebelum sekolah, dan kami memasukkan nomor kode ACTIVote-nya. Kami melakukan ini sehingga nilainya akan tersimpan di komputer di bawah nama-nya. Setelah ia menggunakan pena elektronik untuk memunculkan pertanyaan, ia menggunakan ACTNoter untuk menjawabnya. Ketika ia selesai, ia memencet “Rangkuman”  dan sebuah grafik muncul menampilkan perolehannya disetiap pertanyaan dan total skornya. Saya memencet “Save As”, dan nilainya pun tercatat.

Seorang siswa datang sebelum kelas dan berkata, “Saya absen kemarin; Saya ketinggalan apa?” Saya menjawab, “Kami melakukan kesimpulan laboratorium, ” kemudian saya pergi ke ACTIVboard dan membuka folder kelas untuk jam yang terlewat tersebut. ACTIVboard menampilkan rangkaian lembar singkap dari semua kegiatan yang terlewat. Saya memencet “Print”, dan dalam waktu beberapa detik diperoleh salinan data, gambar, tabel, grafik, dan kesimpulan dari kegiatan hari sebelumnya.

Kelas teknologi saya benar-benar muncul sebagai hasil dari pertanyaan saya dan apa yang dikatakan kepada saya lima tahun sebelumnya oleh Ken Tobin. Seperti kebiasaannya, ia blak-blakan dan langsung ke intinya. Ketika menyebut kegiatan yang saya lakukan bersama para siswa magangnya, ia berkata, “Pada masa mendatang jika Anda membimbing magang saya, saya ingin mereka dihadapkan pada penggunaan teknologi komputer di dalam kelas. Beberapa tahun kemudian, ketika kami bertemu, saya menceritakan keunggulan kelas teknologi saya lantaran saya ingin ia tahu bahwa saya telah memperhatikan permintaannya sebelumnya. Tetapi komentarnya tidak berkaitan dengan teknologi. Ia mengatakan sesuatu yang lebih mengejutkan: “Saya harap hubungan Anda dengan siswa tetap terjalin. “Saya pun temenung. Kenyataannya adalah bahwa menggunakan teknologi secara cerdas bisa menguatkan jalinan hubungan. Apa yang saya pelajari sejak itu adalah bahwa teknologi tidaklah sama artinya dengan impersonal. Memecahkan masalah siswa sebelum menjadi serius melalui e-mail orang tua, menjawab e-mail siswa yang meminta bantuan, dalam mengerjakan tugas pekerjaan rumah dengan tautan, mengirim e-mail ke siswa untuk mengatakan bahwa mereka boleh datang sebelum sekolah untuk mengerjakan sebuah percobaan, memunculkan website di papan interaktif, menyimpan semua kegiatan sebelumnya di komputer untuk dibahas bersama siswa, memantau siswa menggunakan “kura-kura” mereka untuk berlatih ujian, dan melihat keriangan mereka ketika layar mengumumkan bahwa mereka berhasil menjawab pertanyaan baru dengan benar menambah sentuhan personal dengan siswa. Efisiensinya membebaskan guru untuk menghabiskan waktu-bersama siswa secara personal.

 

BELAJAR MENCINTAI SAlNS

Selama tahun 1970-an, saya mengajar biologi di Bishop Moore High School di Orlando, Florida. Dr. Herbert Hellwege, ketua jurusan kimia di Rollins Winter Park, bertanya apakah ia boleh datang mengikuti kelas saya. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya akan merasa terhormat, dan sesudahnya, kadang-kadang, saya melihatnya ia sedang duduk di barisan belakang saya. Saya tidak pernah menanyakan kepadanya mengapa ia datang. Hari ia menghentikan saya di tempat parkir dan berkata, “Tidakkah Anda sedikit penasaran mengapa saya datang ke kelas Anda?” Dia mengatakan kepada saya bahwa banyak sekali siswa dari SMA kami yang berkuliah jurusan kimianya, dan ketika ia bertanya mengapa, mereka mengatakan padanya bahwa mereka menyukai kelas biologi sewaktu mereka SMA bersama Tn. Truby dan bagi mereka sains menjadi menyenangkan. Profesor itu mengatakan ia ingin melihat semua yang diomongkan itu. Kemudian ia berkata, “Anda telah membuat mereka mencintai sains”. Ia melanjutkan, “Seperti yang mungkin Anda ketahui, Yayasan Busch baru-baru ini telah memberikan kepada fakultas kami uang untuk pendirian bangunan sains baru. Kami memiliki fasilitas yang fantastis lengkap dengan segala sesuatu yang terbaru. Namun, jika siswa tidak menyukai sains, saya tidak akan pernah melihat mereka di kelas saya. Tolong teruskan apa yang sekarang Anda lakukan. Saya memiliki staf dan fasilitas yang bisa mengajari mereka segala yang perlu mereka ketahui tentang sains, Andalah yang membuat mereka menyukainya.

Saya teringat percakapan tersebut baru-baru ini ketika selama rapat sains sekolah, kami diminta memastikan, agar mengajarkan semua pedoman kurikulum sehingga siswa kami akan berprestasi bagus menurut ujian sains standar-negara. Kami lebih lanjut diberitahu bahwa sebagian dari motivasi kami bisa berupa prestise yang diperoleh jika sekolah berperingkat A, dan bonus $1.000 untuk setiap guru. Dalam hati saya bertanya-tanya sejauh mana hubungan hal ini dengan semangat pendidikan sains dan apa hubungannya pengajaran sains sehingga siswa akan menyukainya dan meneruskan di tingkat yang lebih tinggi. Jawaban saya: “Tidak banyak”.

Mencintai sains berdampak jauh melampaui ruang kelas kami. Selama tiga tahun pada 1990-an, Dr. Eni Foo dari University of Pennsylvania telah mengantarkan sekitar 50 sampai 100 guru dari Timur Jauh yang berpartisipasi dalam the Benjamin Franklin Institute ke Orlando agar mereka bisa mengunjungi kelas saya di Rock Lake Middle School. Saya menyukai keberadaan mereka di kelas saya. “Selama pembahasan bersama, mereka terusik oleh kenyataan bahwa meskipun para siswa mereka memimpin dunia dalam nilai ujian sains dan matematika, mereka tidak menghasilkan ilmuwan. Mereka ingin melihat bagaimana cara kami melakukannya. Bagi saya jawabannya adalah bahwa siswa-siswa kami, murid-murid saya, belajar mencintai sains.

Aturan dasar yang saya gunakan dalam memutuskan bagaimana cara saya akan mengajarkan sesuatu sederhana saja: apakah itu akan menyenangkan? Setelah itu saya mencari penyelidikan laboratorium yang paling menarik untuk mengajarkan sesuatu itu. Seringkali kegiatan itu akan dimulai dengan apa yang pada awalnya, tampak tidak lebih dari sebuah “umpan pemikat”. Umpan pemikat itu dirancang untuk menjadi sedemikian menarik sehingga mereka akan beringsut mempelajari apapun yang terkait dengannya. Berikut adalah contohnya: Mungkin Anda menginginkan agar siswa Anda mengalami apa yang dilakukan oleh Edwin Hubble ketika ia menemukan galaksi yang tengah meredup. Kebanyakan kelas enam tidak memiliki peralatan untuk memotret spektrum galaksi yang tengah meredup. Tapi Anda bisa melakukan tes api garam logam di kebanyakan kelas, yang mengarah ke tes api melalui spektroskop, yang kemudian mengarah ke sumber online untuk melihat penampakan spektrum ketika galaksi bergerak mendekati atau menjauhi kita, dan akhirnya mengarah ke kegiatan Hubble dan peredupan merah. Seiring berjalannya kegiatan, ketika siswa ingin tahu dari manakah datangnya warna atau mengapa muncul warna yang berlainan, mereka bisa belajar membuat atom, menempatkan elektron pada orbit yang tepat. Kemudian mereka bisa belajar tentang elektron yang bergerak-gerak. Ini mengarah ke lampu neon, aurora, dan nebula emisi.

Ini menjadi pemikat. Tentu saja Anda bisa melakukannya dengan cara lama: meminta mereka menggambar titik-titik di balon dan menggelembungkannya seperti yang dilakukan oleh Sir Arthur Eddington: “Lihat -alam semesta berkembang memuai”. Tapi ini tidak terlalu menarik. Memang, saya mengakui bahwa murid-murid saya benar-benar menggambar titik-titik di balon, meniupnya dan menonton titik-titik itu bergerak berjauhan. Kami mendiskusikan apa yang dilambangkan oleh bagian dalam dan bagian luar balon. Ini tetap merupakan aktivitas yang bagus.

 

MENGGUNAKAN BILL NYE DI KELAS SAlNS

Sementara banyak pengetahuan yang dihasilkan dari investigasi yang menarik, ada sumber yang Iuar biasa untuk menyajikan pengetahuan kepada siswa. Setiap Jumat setelah saya membagikan kudapan ringan dan siswa telah memperoleh minuman mereka dari kulkas, kami mematikan lampu. Saya memencet tombol “Play” di VCR, papan tulis interaktif kami beruball menjadi layar film, dan ruangan kami berubah menjadi sebuah teater film. Dalam hitungan detik, anak-anak berseru, “Bill Nye the Science Guy”. Hanya sesendok gula bisa membuat obat tawar. Pada hari Jumat tertentu, mereka bisa menonton “Reaksi Kimia”,  “Cahaya” atau “pengukuran”. Pada Jumat yang sekarang, mereka menonton “Atom”. Ketika lampu kembali menyala, mereka teringat dengan balon yang telah mereka gantungkan di langit-langit. Sebagai persiapan untuk hari ini, mereka telah membuat atom-atom. Untuk memahami persebaran elektron di dalam orbit atom, mereka menggunakan balon dengan beragam ukuran, bentuk, dan warna. Ada sebuah balon merah kecil yang digelembungkan di dalam balon putih besar, orbit 1s dan 2s. Ada tiga balon puntir yang digelembungkan dan dipelintir dalam bentuk 3-D agar terlihat seperti orbital 2p. Mereka menggunakan papan tulis interaktif untuk membuat atom dan mengetahui distribusi elektron setidaknya sepuluh elemen pertama pada tabel periodik. Mereka ingat Bill berkata beberapa menit sebelumnya, “Tabel Periodik, jangan pernah meninggalkan rumah tanpanya”.

Ada banyak hal untuk dibahas. Setelah saya mengepel minumanyang tumpah dan menyapu remah-remah, kami meneruskan kegiatan. Seberapa jauh Bill lari dari nukleus yang dilambangkan oleh seekor anjing mainan getar menuju ke elektron terdekat? (Jawaban: 500 meter. Sebagian besar atom adalah ruang kosong. Mengapa sesuatu yang kosong bisa terasa begitu keras, seperti meja yang sekarang menjadi tumpuan siku mereka? Mereka ingat bagaimana Bill berusaha menempelkan selembar kertas di sebuah kipas angin yang sedang hidup.

Bill Nye mengemas presentasinya dengan humor. Salah satu tokoh adalah Richie, yang dikenal oleh siswa sebagai seorang anak yang memakan bagian tengah Roti Ajaib tetapi tidak pernah memakan pinggirnya. Ayah Richie telah bereksperimen dengan resep browniesnya yang terkenal dengan tidak menyisakan “O”. la pun memperoleh hidrokarbon (H + C) bukannya karbohidrat (H + C + O). Kue browniesnya pun menjadi berbau bensin. Bill menjelaskan kimia organik sambil lari menghindari kue pia sapi dan seekor sapi yang marah di padang rumput.

Sebagian humornya mengena sekali, seperti Atomic Saloon, sebuah parodi dari film tahun 1982, Atomic Cafe. Beberapa koboi kumal dan kasar sedang bermain poker dengan kartu-kartu unsur kimia di dalam Atomic Saloon. “Siapa yang bisa mengalahkan C6H12O6?” tanya seseorang. “ya, C10H14O7‘” yang lain menyombong dengan logat kental Texas. Mereka saling melotot dan berteriak serempak “Minyak spearmint” dan keributan pun terjadi ketika ternyata salah seorang koboi menyembunyikan kartu hidrogen di balik lengan bajunya.

Bill selalu menyajikan percobaan yang bisa dikerjakan oleh siswa di rumah untuk bersenang-senang, untuk menambah nilai tambahan, atau keduanya. Di dalam episode ini ada pengepakan molekul dengan air dan alcohol. Ketika mereka menonton “panas”, Bill mengatakan kepada mereka bagaimana cara membuat es krim hot fudge. Setelah itu banyak siswa yang ingin membuat es krim di rumah. Kami membuat gambar tentang cara membuatnya di ACTIVboard, dan setelah, memencet “Print”, saya langsung memperoleh salinan untuk dibagikan kepada mereka.

Minggu pertama sekolah, siswa saya disodori skeptisisme Bill yang sehat. Mereka mendengar, “Klaim yang luar biasa memerlukan pembuktian yang juga luar biasa, ” ketika menonton “Science vs Hoax”. Para ilmuwan mencoba memahami dunia dengan mencari bukti-bukti yang luar biasa. Misalnya, “Dunia itu bulat” diperkenalkan sebagai klaim yang luar biasa. Pembuktian yang luar biasa berlangsung seperti ini: Bayangan yang tertimpa di bulan oleh Bumi selalu bundar, dan model kapal sains Bill menghilang di bawah cakrawala dengan ujung tiang paling akhir.

Jika Anda bisa mengujinya, itu adalah sains. Siswa ditanya, “Apakah fato merupakan bukti yang luar biasa?” ketika kepada mereka dipertunjukkan foto monster Loch Ness. Bill memimpin diskusi sementara di latar belakang, foto palsu tampak seperti menjadi hidup ketika seorang penyelam dengan topeng monster Loch Ness di kepalanya diserang oleh juru kamera yang keliru mengira bahwa ia adalah monster sungguhan. Anak-anak melihat bahwa kendati penyelam-monster itu mungkin, ia adalah bohongan -bukan sains.

Sains nyata Bill Nye dan sekadar dosis humor yang mendalam merupakan pengajaran yang hebat. Bill merupakan orang satu-ton di dalam episode “Science vs Hoax”. Saya telah mempertunjukkan episode ini selama bertahun-tahun, dan setiap tahun saya menunggu dia bertumpu di meja kayu balsa atau duduk di kursi balsa. Barang-barang itu bergoyang setiap kali ia melangkah. Saya tertawa setiap kali melihatnya. Bukti yang luar biasa? Menurut pendapat saya tidak. Anak-anak belajar bahwa Anda harus mampu menimbang dia pada berbagai skala; Anda harus mengulang tes Anda.

Dalam episode yang sama, James Randy, seorang pesulap terkenal di dunia, mendemonstrasikan kemampuan ilusinya dalam membengkokkan sendok di sela jari-jarinya ketika ia bertanya kepada para siswa “Jika saya bisa melakukan ini dengan mudah, apa pendapat Anda tentang orang yang mengaku bahwa mereka melakukannya dengan kekuatan psikis?”

Kemudian dalam episode tersebut siswa ditanya tentang cara memesan Hoaxster 2000 Kit mereka, lengkap dengan kaki Bigfoot palsu, piring terbang, topeng alien, dan surat pernyataan yang menyatakan bahwa mereka telah diculik oleh alien. Bill mengambil tema alien dan bertanya, “Apakah menurut Anda piring terbang itu ada? Klaim yang luar biasa memerlukan pembuktian yang luar biasa”. Ia menjelaskan bahwa Clark Reflector telah menjelajahi miliaran galaksi selama 100 tahun. Apakah mereka menemukan satu saja bukti adanya piring terbang? Tidak ada-titik!

Setiap episode Bill Nye menanamkan semangat sains ke dalam diri siswa. Tentu saja pertunjukannya menjadi usang sementara lembaga pengetahuan ilmiah berkembang dan berganti dengan pengetahuan baru. Dia memulai “Angkasa Luar” dengan pertanyaan “Berapa panjangnya pita untuk mengukur alam semesta?” Bill mengatakan, “Sepuluh miliar tahun cahaya. ” Bagi siswa yang baru saja menonton Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP) pada Astronomy Picture of the Day, ini berarti 3, 7 miliar tahun cahaya. Ini bagus untuk mereka lihat; bagaimanapun, siswa perlu melihat bahwa ketika kumpulan pengetahuan ilmiah kita tumbuh menua, kebenaran ilmiah pun buyar. Dan karenanya kami meminta siswa untuk mempertanyakan segala sesuatu. Contoh lain dari hal ini ada pada karya Dr. Timothy Ferris “Penciptaan Alam Semesta” yang ditonton oleh murid-murid saya pada permulaan unit kami. Ini adalah pengantar hebat tentang jagat raya yang dibuat oleh profesor terkenal UCLA, Dr. Timothy Ferris. Ia menunjukkan sebuah kerucut waktu dan membawa para penonton kembali 5 milyar tahun ke masa ketika galaksi tidak bisa ditemukan. Salah satu siswa saya, yang telah memeriksa Astronomy Picture of the Day pada hari ulang tahunnya, sebagai bagian dari tugas memperoleh gambar sebuah galaksi berusia 13 milyar tahun. Ini tidak akan menghentikan kesukaan saya kepada pengenalan jagat raya Ferris, juga tidak akan menghentikan saya mempertunjukkan “angkasa Luar” Bill Nye, karena pita pengukurnya terlalu pendek 3, 7 miliar tahun cahaya.

Mungkin Anda ingin mencicipi contoh Bill Nye sebelum menggunakannya. Saya mengajak Anda untuk mempertanyakan kepada saya mengingat kami juga mengajak siswa kami untuk mempertanyakan segala sesuatu. Untuk itu munculkan Bill Nye pada penampilan terbaiknya di dalam “Komet”. Dengarkan HalfPint berkata, “Hei Ayah, ia mendarat di padang rumput kita, bisakah kita menyimpannya?” dalam “Little Meteorite on the Prairie”. Tontonlah Meteor ketika ia berkata, “Wah Wally, kalau aku menamakannya meteorit anak-anak akan mengolok saya dan menyebut saya bloon” dalam “Leave It to Meteor”. Siaplah berguncang dengan kehebohan mainan terbaru, “Tickle Me Meteorite”. Cari tahu apa yang terjadi jika Anda menarik hidungnya. Terakhir, pelajari laboratorium lingkaran bulat telur dalam “Alfred Hitchcock, Make That, Bill Nye Presents. ” Tayangannya sungguh hebat.

 

KOMUNIKASI

Keterampilan komunikasi terpenting yang telah saya pelajari, saya peroleh dari Fred Rogers. Tidak seperti pembawa acara televisi lain, yang mengira bahwa mereka harus mengisi setiap keheningan dengan berbicara, Fred Rogers mendengarkan. Ketika saya sedang mengajar SMA selama tahun 1960-an dan 1970-an, saya sekilas menyebut perlunya menonton Mister Rogers’ Neighborhood. Saya tergerak ketika ia memiliki tamu, tamu itulah yang lebih banyak berbicara dan Fred menjadikan tamu tersebut menjadi pusat perhatian. Ia mengajukan pertanyaan tulus yang ingin ia ketahui jawabannya, dan kemudian dengan seksama mendengarkannya. Jelas bahwa mendengarkan akan mengarah ke pertanyaan tulus lainnya. Bahkan ketika ia berbicara kepada para pendengarnya di TV, ia akan mengajukan pertanyaan dan membuat mereka tahu bahwa mereka adalah bagian dari apa yang sedang berlangsung.

Rachael Remin, di dalam bukunya My Grandfather’s Blessings, menjelaskan bagaimana Dalai Lama memiliki sifat yang sama. la bercerita tentang temannya yang sedang berdiri di sebuah ruangan yang penuh dengan pejabat penting. Dalai Lama masuk melalui pintu belakang. la segera mulai bercakap-cakap dengannya. Para pejabat di bagian depan ruangan seperti menjadi tidak ada, dan ia merasa bahwa hanya dirinya yang ada. Inilah jenis komunikasi yang perlu kita pupuk sebagai guru.

Selama tiga puIuh tahun saya telah terlibat dalam pengajaran penelitian di mana apa yang dipelajari di dalam kelas bermula dari penyelidikan laboratorium terbuka. lni berarti mengatakan bahwa apa yang dipelajari oleh siswa sebagai hasil dari penelitian tidak ditentukan sebelumnya. Mungkin masa yang terpenting di dalam pengajaran penelitian adalah ketika siswa menuturkan apa yang telah mereka amati. Sangat penting agar mereka merasa apa yang telah mereka lihat itu penting. Tidak ada pengamatan yang tidak penting. Saya harus selalu awas, seringkali mengulangi apa yang telah dikatakan untuk memastikan saya mengerti apa yang dikatakan siswa. Saya harus mengajukan pertanyaan cerdas untuk menegaskan apa yang saya dengar. Dalam salah satu kunjungan mereka, para guru dari Timur Jauh menyatakan keterkejutan mereka bahwa saya menghabiskan begitu banyak waktu untuk mendengarkan murid-murid saya dan menggunakan apa yang telah mereka katakan sebagai dasar bagi pelajaran saya. Mereka terbiasa dengan penyampaian pengetahuan. Mereka juga terkejut bahwa murid-murid saya sama sekali tidak merasakan kekhawatiran dan memiliki kebebasan untuk menentang saya atau apa yang dikatakan di kelas. lni sangat aneh bagi mereka. Saya menunjukkan bahwa penelitian terbuka seperti itu sangat penting di dalam sains. Dalam pengajaran penelitian, siswa melakukan apa yang dilakukan oleh para ilmuwan mereka menentang segalanya.

PENEGASAN GURU: SEBUAH KESIMPULAN

Bagaimana. cara kita tahu jika apa yang kita ajarkan itu valid? Apakah kita periu menerima validasi? Saya tidak menggunakan buku pelajaran, jadi saya tidak yakin kalau para ahli menegaskan (mengkonfirmasi) bahwa apa telah saya putuskan untuk ajar adalah tepat. Bahkan jika saya mempunyai konfirmasi ahli tersebut, saya teringat akan Richard Feynman yang menjumpai pengalaman tidak menyenangkan ketika bertugas dalam komite buku pelajaran sains. Ia menceritakan bagaimana ia mendapati kualitasnya sangat-sangat rendah sehingga ia mengundurkan diri dari komite. Saya juga menyadari upaya Negara Bagian Florida untuk merumuskan kurikulum sains dan kegagalan upayanya dalam Standar Keunggulan Negara Bagian dan Standar Keunggulan Negara Bagian Yang Diperbaiki. Terus terang saja, yang seorang yang lumayan skeptis terhadap para “ahli”.

Penegasan? Kejadian pada Dr. Helwiege di Rollins College terus teringat oleh saya. Dalam pengertian tertentu, ia mengatakan kepada saya bahwa wahana lebih penting dari pada pesannya. Belajar mencintai sains itu lebih penting pada tingkat menengah daripada menelan fakta ilmiah. Pesan yang sama ini disampaikan ketika para guru Timur Jauh berkata bahwa para siswa mereka menjuarai hal hasil ujian sains dunia tetapi tidak cukup mencintai sains untuk menjadi ilmuwan. ltulah sebabnya para ahli dari Timur Jauh datang melihat cara saya mengajar.

Sepuluh tahun yang lalu untuk pertama kalinya saya bertemu dengan Ken Tobin. Saya ingat ia memasuki ruangan saya sebelum sekolah hari pertama tersebut, mendapati saya tengah bekerja bersama beberapa siswa. Kami tengah melakukan kegiatan spektroskopi dengan kumparan Tesla dan beberapa bola kaca tiup besar yang berisi berbagai gas lembaru. Saya ingat, saya mendengar ia mematikan komputer laptopnya dan melihatnya berjoget di bagian belakang ruangan sambil berkata, “Saya sudah menunggu sepanjang hidup saya melihat ini”. “Ini” adalah sifat pertukaran yang berlangsung di antara murid-murid dan saya dan energi yang terbentuk dari pertukaran tersebut. Belakangan hari saya tahu bahwa apa yang ia lihat pada hari itu dicantumkan dalam sebuah artikel yang ia publikasikan.

Beberapa tahun yang lalu saya menjalin kontak dengan beberapa ahli astrofisika dan astronomi terkemuka, Dr. Nat Carlton di Harvard University dan Dr. Craig Foltz di Smithsonian Multiple Array di Tucson, Arizona. Mereka sepakat untuk menjawab pertanyaan siswa tentang semesta yang tidak bisa saya jawab. Ternyata kemudian berbagai pertanyaan itu muncul setiap hari. Selama bertahun-tahun, mereka menjawab pertanyaan melalui e-mail. Murid-murid saya bertanya dan bertanya dan belajar. Kami tahu berbagai hal jauh sebelum hal itu tercantum di dalam buku pelajaran atau, dalam hal lain, sebelum mereka ditayangkan di televisi. Nat terpukau oleh murid-murid saya dan mengatakan kepada saya ia ingin bertemu anak-anak yang bisa mengajukan berbagai pertanyaan besar seperti itu. Anak-anak kelas enam belum cukup tahu untuk menahan diri dari bertanya-tanya; saya sendiri berpikir, Jikalau saja saya terpikir untuk menanyakan itu”. Pada salah satu perjalanannya ke Florida, tempat ia membuat perahu catamaran untuk berlayar keliling dunia, Nat tinggal bersama saya dan mengunjungi kelas saya. Sungguh hari yang luar biasa. Mereka membanjirinya dengan pertanyaan, bukan hanya pertanyaan tentang alam semesta, melainkan juga pertanyaan tentang bagaimana caranya ia menjadi seorang fisikawan dan hal-hal apa yang suka ia kerjakan.

Selama klub makan siang kami, selepas film The Breakfast Club, ketika siswa yang tidak ingin makan di kantin menonton video sains di kelas saya, kami menonton program Bill Nye “100 Penemuan Ilmiah Terbesar”. Setelah menonton episode tentang astronomi, saya bertanya, “Apa yang Anda perhatikan dari tontonan barusan tadi?” Hampir seketika, mereka menjawab bahwa mereka telah memperhatikan segala sesuatu yang telah mereka lihat. Saya mengambil langkah lebih jauh dan bertanya, “Apa lagi yang tersisa darinya?” Ini membutuhkan waktu lebih lama bagi mereka untuk menjawab, dan kemudian beberapa berkata, “Orang gila”. Itu adalah persis apa yang saya bayangkan. Bill telah menyebutkan penemuan ledakan sinar gamma dari supernova dan arti pentingnya, tetapi lupa mewawancarai Bohdan Pazynski, orang yang menggagasnya dan yang hipotesisnya telah diejek orang. Para siswa saya telah melihatnya pada episode NOVA yang berjudul “Bintang Kematian”. Tidak hanya mereka mengetahui materinya, melainkan mereka juga mengetahui apa yang terlewat: orang yang cukup “gila” untuk mengajukan pertanyaan yang sepertinya juga gila!

Tahun lalu saya diperhatikan oleh tim dari kantor county, sebagai bagian dari upaya untuk memilih guru Seminole County tahun ini. Saya ingat komentar yang mereka sampaikan kepada kepala sekolah ketika ia diberitahu bahwa saya telah dipilih sebagai 2005 Middle School Teacher of the Year. Mereka mengatakan kepadanya bahwa ketika mereka membaca daftar riwayat hidup saya dan mendapati bahwa saya berusia enam puluh tahun, mereka mengira bakal menjumpai dinosaurus di kelas saya. Sebaliknya, mereka menemukan ‘seorang guru yang bersemangat-tepatnya, jatuh cinta -kepada pelajarannya dan penuh pertanyaan. Menyimak pengamatan dan muncul lebih lebih banyak lagi pertanyaan. Saya sangat membanggakan kelas saya -tepatnya melakukan apa yang mereka lakukan setiap hari pada tahun itu- dan mencintainya.

-James Truby-

Leave a Reply

Close Menu