MEMBANGUN PENDAMPINGAN ORANG DEWASA DIBIDANG SAINS: KOLABORASI PANDU PUTRI DAN MUSEUM SAINS

MEMBANGUN PENDAMPINGAN ORANG DEWASA DIBIDANG SAINS: KOLABORASI PANDU PUTRI DAN MUSEUM SAINS

Aku mengalami peristiwa “Hei aku bisa melakukannya” dan aku ingin orang lain juga mengalami. -Virginia, ketua Pandu Putri dan pelatih National Science Partnership (NSP) 

Dengan kata-kata ini, seorang ketua Pandu Putri yang dulunya segan terhadap sains, mengisahkan kembali pengalamannya dalam sebuah program sains informal untuk anak perempuan. Sebelum keterlibatannya dalam program ini sebagai sukarelawan perempuan dewasa, “Virginia” adalah orang luar terhadap sains, orang luar terhadap kegiatan mengajar, dan bahkan, sampai taraf tertentu, orang luar terhadap Kepanduan Putri. Melalui partisipasinya dalam sebuah komunitas baru yang dibentuk oleh Kemitraan Sains Nasional untuk Dewan Pandu Putri dan Museum Sains (National Science Partnership for Girl Scout Councils and Science ‘Museums, NSP), Virginia mengembangkan identitas baru sebagai seorang advokat untuk sains, anak perempuan, dan Kepanduan Putri.

Virginia sekarang telah menjadi advokat untuk anak perempuan dan sains selama lima belas tahun, membimbing kegiatan sains untuk 2-3 gugus Pandu Putri setiap tahunnya, masing-masing terdiri atas 8-15 anak, dengan penawaran program sains tambahan untuk Pandu Putri tingkat brownies yang lebih kecil. Virginia juga telah memfasilitasi banyak lokakarya untuk para pemimpin lain yang, pada gilirannya, telah memimpin gugus mereka sendiri dalam kegiatan sains. Sungguh potensi tersembunyi yang tersirat dari cerita perempuan ini -bahwa pengalaman informal bisa membukakan pintu menuju pembelajaran sains orang dewasa yang selanjutnya bisa membukakan pintu menuju pengalaman belajar informal bagi anak-anak perempuan!

 

PEMBELAJARAN INFORMAL DAN BERPANGKAl-KOMUNITAS

Tengah terjadi peningkatan minat nasional kepada pembelajaran yang berlangsung sebelum dan sesudah hari sekolah dan di luar kelas. Sering disebut dengan pembelajaran informal atau pilihan-bebas, waktu di-luar-sekolah memiliki ciri mandiri dan bebas dari prasyarat dan penilaian, dan seringkali mencakup interaksi sosial atau kelompok sebagai bagian dari pengalaman. Kesempatan atas pendidikan sains informal sudah tersedia, terutama di museum sains, kebun binatang, dan aquarium; tetapi juga bisa ditemukan dalam kelompok pemuda, klub, dan organisasi berpangkal-masyarakat dengan kegiatan berorientasi-keluarga. Ada beragarn hobi dan minat individu lain yang juga bisa diklasifikasikan sebagai pembelajaran sains informal. Tulisan ini berusaha mengidentifikasi dan berbagi manfaat dan peluang yang timbul dan lingkungan pembelajaran informal dan kolaborasi berpangkal komunitas yang mendukung pembelajaran sains. Terkandung dalam program ini adalah pengenalan bahwa orang dewasa yang berpartisipasi, yang seringkali tidak terdidik atau tidak berpengalaman di bidang sains atau pendidikan, berpotensi untuk menjadi pendukung pencapaian dan penghargaan sains anak-anak. Jika kita ingin memperbaiki pengalaman sains anak-anak, di samping pendidikan sains nasional, kita perlu lebih memahami bagaimana cara mendukung orang-orang dewasa yang memiliki peluang nontradisional untuk memperantarai pembelajaran anak-anak.

Program yang dijelaskan di bawah ini menggambarkan potensi yang ada di dalam banyak program sains yang tersedia yang ditawarkan melalui lingkungan informal dan/atau berpangkal-masyarakat. Saya berbagi pengalaman saya sebagai pemimpin proyek berpangkal-museum di Franklin Institute Science Museum, dan dengan dernikian saya tidak hendak mencoba menyajikan entah itu liputan utuh peluang sains yang ditawarkan melalui Pandu Putri (nasional atau lokal) atau liputan utuh yang ditawarkan melalui museum dan pusat sains lainnya.

 

UNSUR UNIK PANDU PUTRI DAN NSP

The National Science Partnership for Girl Scouts and Science Museums (NSP) adalah sebuah kolaborasi nasional antara Franklin Institute Science Museum dan Girl Scouts of the USA, yang didanai oleh National Science Foundation untuk mengatasi perilaku keseganan terhadap sains di kalangan orang dewasa yang berpengaruh penting pada anak perernpuan -ketua Pandu Putri (Girl Scout). Sejak tahun 1988, NSP telah berkembang dari sebuah upaya rintisan lokal yang kecil menjadi sebuah prakarsa nasional yang didirikan di lebih dari tujuh puluh tempat di seluruh Amerika Serikat. NSP menyediakan kit kegiatan dan pelatihan sains bagi orang dewasa relawan yang secara langsung selaras dengan persyaratan lencana untuk Brownies dan Junior Girl Scouts, dan menggunakan model pelatihan-untuk-pelatih untuk penyebaran di dalam lokasi dewan. NSP melibatkan lebih dari 11.500 ketua dan 130.000 anak perempuan selama periode pendanaan federal dari tahun 1988 sampai 1996 dan masih aktif pada saat ini -lebih dari satu dasawarsa kemudian berbagai tempat di seluruh Amerika Serikat.

Dalam hemat saya, adalah berguna bila kita membayangkan program seperti NSP sebagai komunitas praktek potensial seperti yang disebutkan pada 1991 oleh Jean Lave dan Etienne Wenger. Para penulis ini menyatakan bahwa sebuah komunitas praktek memiliki tiga unsur penting yang berpotensi untuk melibatkan peserta: (1) jaringan orang-orang yang berkomitmen pada (2) satu ranah, tujuan, atau maksud bersama, dan berbagi (3) keterampilan dan praktik tertentu untuk mendukung misi komunitas. NSP, di samping Pandu Putri pada umumnya, merupakan komunitas praktek yang unik, dengan strategi untuk melibatkan dan mendukung orang dewasa, bahkan mereka yang segan-sains, dalam pengajaran dan pembelajaran sains.

 

KOMUNITAS PRAKTEK PANDU PUTRI

Pandu Putri adalah organisasi terbesar di dunia yang dicurahkan untuk membantu semua anak perempuan di manapun dalam membangun karakter dan mendapatkan keterampilan untuk berhasil di dunia nyata. Tujuan atau ranah Kepanduan Putri adalah “untuk menginspirasi anak perempuan dengan cita-cita tertinggi karakter, tindak-tanduk, patriotisme dan pelayanan sehingga mereka bisa menjadi warga yang berbahagia dan terampil” (Girl Scouts of the USA 1998-200SC). Komunitas orang-orang di dalam Pandu Putri mencakup anak perempuan, usia 5-17, dan orang dewasa. Ada lebih dari 300 dewan Pandu Putri lokal di seluruh negeri, yang kesemuanya membentuk hampir 4 juta anggota, di antaranya 2,8 juta anggota anak perempuan dan 986.000 anggota dewasa, kebanyakan relawan (Girl Scouts of the USA 1998-2005a). Orang-orang dewasa yang berpengaruh ini, mungkin bukan guru maupun orang tua, berpotensi untuk memainkan peran penting dalam membantu membentuk pilihan yang diambil oleh seorang anak perempuan tentang pencapaian dan masa depannya.

Keterampilan dan praktek bersama Pandu Putri berpatokan pada Girl Scout Promise and Law dan pencapaian empat program berikut: untuk mengembangkan anak perempuan mencapai potensi penuh mereka; membantu mereka untuk berhubungan dengan orang lain dengan meningkatnya pernahaman, keterampilan, dan penghormatan; untuk mengernbangkan nilai-nilai pemandu tindakan mereka dan memberikan dasar pengambilan keputusan yang matang; dan untuk memberikan sumbangan bagi kemajuan masyarakat rnelalui kecakapan, keterampilan kepemimpinan, dan kerjasama dengan orang lain (Girl Scouts of the USA 1998-2005). Anak perempuan mendapatkan lencana atau emblem yang dikembangkan menurut tujuan yang tertayang di atas setelah memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk masing-masingnya. Sains hanyalah satu segi dari program Pandu Putri.

 

KOMUNITAS PRAKTEK KEMITRAAN SAlNS NASIONAL

NSP dimulai pada suatu masa ketika berkembang keprihatinan nasional tentang anak perempuan yang tertinggal di bidang matematika dan sains, dan sejarah panjang kurangnya keterwakilan perempuan yang menempuh kursus sains dan karir sains. Data Pandu Putri nasional di samping yang lokal menunjuklcan bahwa hanya 2-5 persen dari semua lencana yang diperoleh oleh anak perempuan berada di bidang sains. Ketika diminta untuk menyebutkan satu hal yang akan membantu mereka melakukan kegiatan gugus mereka dengan lebih baik, tiga jawaban terbanyak para ketua adalah pelatihan, cara untuk meningkatkan basis pengetahuan mereka, dan lebih banyak ide untuk kegiatan. NSP memenuhi kebutuhan ini dengan menawarkan sumber orang dewasa dan kesempatan pelatihan yang mendukung perampungan persyaratan lencana Brownies dan Junior Girl Scout (yang pertama di kelas enam) di bidang sains. Namun, keberhasilan program bergantung kepada apakah para perempuan relawan dewasa yang bertugas sebagai Ketua Pandu Putri, dan para orang dewasa yang berpotensi berpengaruh dalam kehidupan anak, menumbuhkan minat sains mereka sendiri dan dengan begitu mampu melibatkan perempuan dalam kegiatan sains praktis. Ranah Komunitas praktik NSP mencakup komitmen kepada misi Kepanduan Putri, tetapi menujukan komitmen lebih lanjut untuk mendukung pengalaman dan prestasi anak perempuan dan orang dewasa di bidang sains. Komunitas orang-orang di NSP berlapis, dengan sejumlah kelompok yang beroperasi pada tingkat nasional, regional dan lokal. Secara nasional, Pandu Putri Amerika Serikat bekerja sama dengan Institut Franklin untuk menawarkan NSP ke seluruh penjuru negeri. Di Philadelphia, misalnya, ada kelompok inti orang dewasa dari sejumlah dewan Pandu Putri di kawasan yang bekerja sama dalam perencanaan dan pembentukan penawaran program dan berbagi sumber daya dan praktek.

Penyebaran praktek dan sumber daya NSP terkandung dalam struktur program Pandu Putri yang ada. Ada tujuh kit sains praktis yang penuh dengan kegiatan, penjelasan, dan bahan yang secara khusus dikaitkan dengan persyaratan lencana Pandu Putri; pemimpin loka karya yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan sains dan kepercayaan-diri pemimpin pasukan; dan kemitraan antara lembaga kuat-sains dan dewan Pandu Putri. Para pemimpin memperoleh kit NSP dengan berpartisipasi dalam lokakaryadua-jam di mana mereka terlibat dalam kegiatan sains praktis yang mewakili beberapa kegiatan yang paling menarik dan paling sulit yang disertakan dalam sebuah kit. Mereka kemudian kembali ke pasukan mereka dan terlibat dalam eksplorasi sains bersama anak-anak perempuan selama 5-7 kali pertemuan pasukan. Berikut daftar kegiatan ini, NSP memiliki sejumlah lambang (logo, lencana), kosakata, dan tema, termasuk “Sains itu menyenangkan, ” “Tidak masalah kalau kita tidak tahu”, “’Anak perempuan bisa menguasai sains”, dan “Pemimpin adalah pengaruh penting”. Semua itu menjadi landasan bersama yang menopang peserta berbagi praktek dan menjadi anggota dalam komunitas praktek NSP.

 

DAMPAK NSP

Pada 1996, evaluasi atas peserta dewasa NSP, yang dilakukan oleh Education Resources Group, menunjukkan bahwa selama pengembangan proyek ini, ada peningkatan kepercayaan-diri ketua dalam memfasilitasi kegiatan sains anak perempuan dan memupuk antusiasme, sikap positif, dan minat awet anak perempuan terhadap sains. Pada 2003 dan 2005, penelitian saya yang berfokus pada ketua yang telah berpartisipasi selama lebih dari sepuluh tahun bukan hanya menegaskan hasil ini melainkan juga mendokumentasikan cara-cara di mana partisipasi telah menguatkan dan,bagi sebagian ketua yang segan-sains, mengubah kehidupan mereka (McCreedy 2003, 2005). Meskipun tidak pasti, wawancara dengan para peserta NSP usia-sekolah menengah atas mengilaskan adanya dampak jangka panjang pada anak perempuan berupa minat yang berkelanjutan kepada sains dan keterlibatan dalam kegiatan sains yang terkait Pandu Putri. Pada 2000, NSP diakui oleh DepartemenPendidikan sebagai program yang efektif dalam mendorong kesetaraan gender di bidang sains.

Unsur-unsur komunitas praktek juga menyediakan kerangka yang berguna untuk memahami dampak NSP. Misi atau ranah NSP -komitmen untuk mendukung pembelajaran sains anak perempuan dan dewasa -telah menggugah semua peserta, baik itu museum, dewan, ketua, atau anak perempuan: Saya melihat manfaat dari partisipasi kami dalam program ini setiap kali saya memimpin sesi dengan salah satu kit sains.

Saya melihat para pemimpin yang pada awalnya khawatir dengan sains atau materi, berakhir dengan bersemangat dan lebih percaya-diri untuk menawarkan program sains kepada pasukan mereka. (anggota staf Science Museum) NSP memberikan batu loncatan bagi dewan kami untuk menawarkan kegiatan terkait-sains untuk para anak perempuan dan orang dewasa. (anggota staf dewan Pandu Putri).

Ketika saya berkata kepada anak-anak perempuan bahwa kita akan berjuang mendapatkan Lencana Perolehan Sains, reaksi mereka adalah “ayo”. Setelah pekan pertama, mereka tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Hal itu mengubah seluruh bayangan mereka tentang sains dan ini jelas adalah sesuatu yang sudah tentu harus kita perjuangkan. (pemimpin Pandu Putri Junior)

Kegiatan sains NSP, lokakarya, dan materi sangat penting untuk pengembangan penyampaian praktek dan keterampilan bersama.

Saya dulunya akan langsung saja ke (lencana) tanpa pelatihan. Saya dulunya tidak akan melakukan penelitian untuk bisa memberikan jenis program ini kepada anak-anak perempuan. Sekarang saya merasa bahwa penting sekali mereka diperkenalkan kepada sains dengan cara-cara menyenangkan seperti halnya Anda telah memperkenalkan sains kepada kami. (pemimpin Pandu Putri)

Kami semua belajar dan bersuka ria. Rasi bintang menjadi sesuatu yang terus kami bicarakan dan cari-cari. Anak-anak perempuan masih mengatakan kepada saya seperti apa bentuk bulan dan diskusi tentang kehidupan [kita] di ruang angkasa membuat saya kagum. (pemimpin Pandu Putri Junior)

Peserta berpendapat bahwa beragam aspek yang berlainan dari komunitas orang-orang terasa mengasyikkan. Bagi sebagian, menjadi sebagian di antara para pemimpin lain yang sama-sama menjadi anggota komunitas Pandu Putri adalah hal yang mendukung, sementara yang lain asyik dengan partisipasi orang-orang dengan minat khusus di bidang sains atauisu gender dan untuk siapa keanggotaan Pandu Putri hanyalah hal sekunder. Dalam segi yang manapun, peserta berbagi persahabatan dengan orang lain yang merasa bersemangat tentang NSP. Menyenangkan sekali bersama orang-orang yang sama-sama memiliki minat, bersemangat [tentang sains]. NSP memberikan kita kesempatan untuk menjadi pendidik bagi anak perempuan dalam suasana yang santai. Ia menyingkirkan hambatan.

 

MENUMBUHKAN DAN MEMPERTAHANKAN KOMUNITAS NSP

Bagaimana program sains informal mengolah dan mempertahankan anggota dewasa, seperti Virginia, yang keterlibatan dan komitmennya tumbuh dan mempengaruhi perkembangan komunitas? Virginia, salah satu pemimpin NSP awal, telah berkembang selama lebih dari lima belas tahun sampai memegang peran lanjut sebagai fasilitator Iokakarya kit untuk pemimpin lain, koordinator dewan NSP, dan pembimbing upaya pendidikan Iuar ruang dewannya. Dengan pernahaman dirinya yang baru sebagai pelajar dan guru sains, sekarang ia mampu memandang dirinya sebagai bagian penting dari masa depan komunitas. Ia juga telah mengembangkan keanggotaan dalam komunitas yang sejalan, yang memainkan peran dalam mempertahankan keanggotaannya dalam komunitas praktek NSP.

 

Keanggotaan Majemuk

Kita semua adalah anggota. dari berbagai komunitas. Namun, sebagian komunitas bertitik temu dengan cara tertentu yang tampaknya mendukung dampak yang lain. Identitas Virginia sebagai seorang praktisi sains adalah hasil dari keanggotaan majemuk dalam Kepanduan Putri dan NSP. Pandu Putri menyediakan komunitas praktek kritis yang memupuk keterlibatan Virginia dengan pembelajaran sains dan advokasi (pendampingan) bagi anak perempuan di bidang sains. Keterlibatan sebagai seorang ibu yang mendukung dengan pasukan anak putrinya yang pertama kali terpapar pada komunitas Pandu Putri yang, melalui NSP, berujung pada perolehan keahlian dan sumberdaya sains, meningkatkan komitmen kepada pendidikan sains sebagai seorang fasilitator NSP, dan meningkatkan pendampingan untuk Kepanduan Putri.

Saya akan melakukan pelatihan bersama para pemimpin dan saya telah mendapati bahwa para pemimpin juga berada dalam situasi saya -mereka belum pernah menggeluti sains di sekolah dan mereka adalah ibu rumah tangga atau sekretaris atau sesuatu yang secara tradisi sangat feminin. Dan ada juga perempuan pemimpin Pandu Putri yang menjadi teknisi dan ahli biokimia untuk Exxon dan keduanya mendapat banyak hal dari lokakarya Iantaran Anda. Anda sudah berjuang menempuh pembelajaran sekolah untuk menjadi ahli biokimia bersaing dengan para pria Anda masih tidak tahu bagaimana caranya mengajarkan sains kepada anak perempuan, praktik menyenangkan pada tingkat yang sangat sederhana dan beberapa dari mereka kemudian berkata “Anda tahu biasanya saya melakukan semua ini dengan cara-cara lebih rumit yang malah akan menghilangkan minat para anak perempuan. Ini keren. Dan lagi-lagi saya. mendengar perkataan “ini keren” dan saya bilang memang iya, berharga sekali bagi saya melakukan ini, berangkat dan sampai ke pelatihan, pada masa ketika saya memiliki tiga anak di rumah dan seorang suami yang bepergian.

Sebagai seorang “orang-Iama” di NSP, Virginia mampu menawarkan legitimasi kepada orang lain manakala mereka menjadi terlibat. Ia mengundang masuk para pendatang baru dengan menceritakan latar belakang “bukan sains” dirinya dan dengan mendorong para calon anggota NSP untuk menjadi advokat bagi para anak perempuan dan sains dan kolaborator dalam organisasi Pandu putri.

 

Evolusi Komunitas

Tepat sebagaimana halnya individu belajar dan berkembang sebagai buah dari partisipasinya dalam masyarakat (komunitas), begitu juga, masyarakat berkembang sebagai akibat dari partisipasi dan pengaruh dirinya. Sebagai contoh, Virginia terbiasa dan terus menggunakan program sains NSP bersama pasukan brownies dan Pandu Putri Juniornya, seperti rancangan awalnya. Namun, dalam mengadaptasi kit untuk digunakan sebagai penggalang dana pasukan untuk pasukan Cadette dan Senior Girl Scout-nya, ia menyesuaikan struktur program sehingga remaja perempuan yang lebih besar sekarang mengambil bagian aktif dalam menyediakan kegiatan sains untuk anak perempuan yang lebih kecil. Ini merupakan variasi dari struktur aslinya yang berfokus hanya kepada ketua, tapi ia mengembangkan komunitas pembelajar hingga mencakup perempuan muda yang tengah bergerak menuju masa dewasa. Dan dari situ, melalui keterlibatan dan komitmen Virginia kepada Pandu Putri dan NSP, anak-anak perempuan yang dulunya adalah Brownies Girl Scouts pada satu dasawarsa yang lalu sekarang menjadi anggota komunitas praktek NSP, sebagaimana ditunjukkan oleh partisipasi mereka dalam lokakarya pelatihan NSP dan kepemimpinan mereka atas anak-anak perempuan yang lebih kecil di bidang sains.

 

Memperluas Batas

NSP secara struktural didefinisikan oleh titik temunya yang amat spesifik dan bertarget dengan komunitas praktek Pandu Putri, termasuk lingkungannya yang serba-anak perempuan dan kurikulum terkait-lencana. Namun, program ini tidaklah eksklusif dengan harapan bahwa orang dewasa yang berpartisipasi -sering kali di luar bidang mereka -akan berbagi antusiasme dan menumbuhkan minat kepada sains. Dengan mencoba memahami partisipasi aktif dalam NSP, saya mulai mengerti cara-cara bagaimana lingkungan informal, yang sering dianggap marjinal dari pandangan dan praktek pendidikan dominan, bisa menawarkan kepada pihak luar pintu masuk menuju pengajaran dan pembelajaran sains. Bagi mereka yang tidak memiliki latar belakang atau secara historis takut kepada sains, program informal seperti NSP bisa menjadi kesempatan kedua, sebuah cara baru untuk memahami sains tanpa terjegal oleh masa lalu. Partisipasi menyediakan kesempatan untuk mengembangkan hubungan dengan sains, dan identitas baru sebagai seseorang yang menikrnati sains, terlibat dalam kegiatan sains, dan membukakan pintu menuju pembelajaran sains. Setelah mengalami transformasi, orang-orang ini bisa menjadi (1) kontributor penopang untuk evolusi komunitas yang memberi mereka identitas baru, dan (2) advokat kuat untuk transformasi orang lain.

Ada banyak orang dewasa dalam kehidupan anak-anak, dan kebanyakan tidak terlatih sebagai ilmuwan atau pendidik. Pemimpin kelompok pemuda, penyedia layanan seusai-sekolah, pekerja perawatan anak, konselor kamp, dan orangtua -semuanya merupakan sumber yang belum digali, “perantara penting” antara anak dan sains. Jika kita ingin semua anak untuk mencapai potensi mereka, semua aspek pengalaman pendidikan anak perlu dipertimbangkan dan diintegrasikan. Ini menuntut kita memiliki pernahaman yang lebih baik atas cara-cara di mana orang dewasa dari banyak lingkungan menjadi terlibat dan pada akhimya mengembangkan identitas yang memungkinkan mereka untuk menguak pintu menuju pembelajaran sains, di dalam dan di luar sekolah. Melalui NSP sudah jelas bahwa orang dewasa yang mempertahankan keterlibatan dalam komunitas praktek informal yang berpusat pada pembelajaran sains bisa membuka pintu menuju keterlibatan anak-anak dalam komunitas sains yang lebih besar. Bayangkan potensinya!

-Dale McCreedy-

 

Leave a Reply

Close Menu