MAKANAN DAN MINUMAN SEBAGAI KEBUTUHAN

Serial Quran dan Sains

Makanan dan minuman merupakan kebutuhan pokok manusia setiap hari untuk memenuhi kebutuhan tubuh, baik untuk pertumbuhan maupun untuk energi. Untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan, makanan terutama diperlukan oleh ibu hamil, anak-anak, dan remaja. Adapun energi sangat diperlukan untuk bekerja, berkarya, juga beribadah. Dengan demikian, makan dan minum diperlukan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga spiritual. Perlu disyukuri bahwa Allah telah menyediakan begitu banyak ragam makanan di bumi ini. Lebih dari itu, Allah telah menciptakan sistem pencernaan makanan dan metabolisme makanan dalam tubuh yangamat canggih. Sistem itu berjalan secara otomatis dan terus-menerus tanpa campur tangan manusia.

Begitu pentingnya makanan bagi manusia sampai-sampai Allah banyak berfirman tentang makanan-termasuk minuman-di dalam Alquran. Hal yang demikian ini menunjukkan bahwa Islam mengatur agar manusia mengonsumsi makanan yang baik, yakni yang menyehatkan dan tidak menimbulkan penyakit. Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadakamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya. (Alquran, Surah al-Baqarah/2: 172)   

 

Dalam Alquran kriteria baik (ṭayyib) yang disebut dalam ayat di atas dilengkapi dengan kriteria halal seperti dijelaskan pada Surah al-Baqarah/2: 168,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ۝

Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-Iangkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu. (Alquran, Surah al-Baqarah/2: 168)

   

Dua ayat ini menunjukkan bahwa manusia harus memilih makanan yang halal dan ṭayyib (baik). Dalam Alquran, makanan disebut sebanyak 48 kali, dilafalkan dengan ṭa‘ām. Lafal ini dapat diartikan sebagai makanan dan minuman yang dapat dicicipi dan dirasakan. Makanan umumnya berbentuk padat, dan minuman berbentuk cair. Makanan yang halal adalah makanan yang diizinkan untuk dikonsumsi menurut aturan hukum Islam, sebab pada hakikatnya semua makanan adalah haIal kecuali yang dilarang, baik oleh Alquran maupun hadis. Adapun kriteria baik (ṭayyib) terkait dengan kebutuhan fisik manusia, seperti kebutuhan energi dan kesehatan. Makanan yang baik adalah makanan yang memberikan cukup energi (kalori) dan mampu menjaga kesehatan dan pertumbuhan serta tidak menimbulkan penyakit, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Selain itu, Allah melalui Surah al-Baqarah/2: 168 di atas mengimbau manusia untuk tidak mengikuti langkah-Iangkah setan. Imbauan Ini menunjukkan bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsi memengaruhi aspek spiritual. Artinya, makanan yang dikonsumsi seseorang turut andil dalam membentuk sifat atau moralnya. Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang haram akan menjauhkan seseorang dari Tuhan, malas beribadah, dan semakin mendekati jalan maksiat. Sebaliknya, orang yang selalu memilih makanan yang halal dan bergizi akan mendapatkan tidak saja kesehatan tubuh, tetapi juga ketenteraman jiwa. Dalam Surah al-Baqarah/2: 172 Allah menyandingkan perintah kepada manusia untuk makan makanan yang baik dengan perintah bersyukur. Ini mengisyaratkan bahwa makanan yang baik memengaruhi pembentukan karakter jiwa manusia yang baik pula.

Dari ayat-ayat Alquran di atas, ditambah dengan pandangan dari aspek ilmu pengetahuan, dapat disimpulkan bahwa makanan dan minuman mempunyai manfaat dan pengaruh penting bagi manusia, di antaranya:

  1. Sumber energi. Makanan akan dicerna dalam usus dan dibakar oleh oksigen yang diserap oleh paru-paru menghasilkan panas (energi) untuk gerak dan kegiatan.
  2. Makanan amat penting bagi anak-anak dan bayi atau janin dalam kandungan yang masih dalam proses pertumbuhan. Bagi orang dewasa, makanan penting untuk mengganti sel-sel yang mati atau rusak.
  3. Makanan yang baik dapat menjaga kesehatan dan membantu proses penyembuhan penyakit. Sebaliknya, makanan yang buruk akan mengakibatkan gangguan kesehatan, bahkan menimbulkan penyakit.
  4. Kesehatan jiwa. Artinya, makanan yang halal dan sehat akan menjadikan jiwa tenang dan mudah bersyukur. Adapun makanan yang haram, baik zat maupun cara perolehannya, akan berakibat buruk bagi jiwa maupun kehidupan spiritual seseorang.
  5. Baik buruknya makanan dapat pula berpengaruh pada keturunan. Ini karena makanan berpengaruh pada kualitas sperma dan sel telur orang tua. Makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil juga amat berpengaruh bagi perkembangan dan kesehatan janin yang dikandungnya (Prof. Sir Peter Gluckman, dalam Konferensi “Earty Nutrition Forum”, Auckland 2011). Dinyatakan pula bahwa status gizi ibu hamil adalah penentu dasar kesehatan keturunan (Dr. dr. Saptawati Bardosono, Republika, 22 Mei 2011). Selain itu, makanan dapat pula berpengaruh pada kejiwaan keturunan. Dalam pendidikan pranatal, diajarkan bahwa tali pusar tidak hanya mengalirkan dari ibu kepada janinnya sari makanan, tapi juga mengalirkan kehidupan metafisik.

 

Dari uraian di atas, jelaslah betapa besar manfaat dan pengaruh makanan bagi manusia. Makanan tidak hanya penting bagi diri pengonsumsinya untuk kehidupan dunia dan akhiratnya, tetapi juga merembet kepada keturunan. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk memahami tidak hanya hukum halal dan haram makanan, tetapi lebih dari itu memahami kriteria makanan yang baik, yang ṭayyib. Buku di hadapan para pembaca ini akan membahas terlebih dulu pengetahuan tentang komposisi dan nilai gizi dari berbagai sumber makanan yang ternyata melingkupi ilmu pengetahuan yang luas. Yang perlu dipahami tidak hanya pentingnya nilai gizi, tetapi juga bahaya makanan berlebihan, sebagaimana firman Allah berikut.

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ۝

Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-Iebihan. (Alquran, Surah al-A‘rāf/7: 31) 

 

Kecukupan dan kelengkapan gizi makanan saja belumlah cukup. Hal ini disebabkan peran makanan dalam mencukupi kebutuhan tubuh tergantung pula pada metabolisme. Metabolisme makanan dalam tubuh dimulai dari mulut sampai usus besar, serta proses pembakaran gizi makanan oleh oksigen yang diserap paru-paru. Mekanisme yang mengagumkan ini juga perlu diketahui agar gangguan sistem metabolisme dapat dicegah sehingga input makanan menjadi efisien dalam memenuhi kebutuhan tubuh.

 

Dikutip dari Tafsir al-‘Ilmi

Leave a Reply

Close Menu