MADU

MADU

Banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh dari dunia tumbuhan. Beberapa di antaranya sangat bermanfaat setelah diproses lebih lanjut oleh binatang. Madu adalah salah satunya. Madu diperoleh dari aktivitas lebah madu. Jenis lebah sangat banyak. Satu di antaranya yang paling dikenal dan sangat bermanfaat bagi kesejahteraan manusia adalah lebah madu. Demikian bermanfaatnya sampai-sampai Alah mengabadikan lebah dan madu yang dihasilkannya dalam firman-Nya berikut.

          وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ۝ ثُمَّ كُلِي مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۚ يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِّلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ۝

Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, “Buatlah sarang di gunung-gunung di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia, kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir. (Alquran, Surah an-Naḥl/16 : 68-69)

 

Ada sekitar 20.000 jenis lebah yang hidup di bumi, salah satunya lebah madu. Dari gambar prasejarah di dinding gua dari 8.000-15.000 tahun lalu diperoleh gambaran bagaimana manusia kala itu memanen madu dari sarang lebah. Budidaya lebah madu diperkirakan telah dilakukan di Mesir pada 2.400 tahun Sebelum Masehi. Dari Mesir, budidaya madu lebah menyebar ke kawasan Laut Tengah dan Eropa dengan cepat.

Aristoteles adalah orang pertama yang serius meneliti perilaku lebah madu, meski banyak teorinya yang kemudian terbukti tidak tepat. Misalnya, ia menyimpulkan bahwa larva lebah madu dihasilkan oleh bunga zaitun. la juga menyimpulkan bahwa madu dipanen langsung dari bunga, dan bahwa kelompok lebah dipimpin oleh seekor lebah jantan. Sekitar 18 abad kemudian teori lebah jantan sebagai pemimpin kelompok lebah berhasil dipatahkan.

Dalam sarang lebah madu terdapat tiga tipe lebah, yaitu ratu atau lebah betina, lebah pekerja, dan lebah jantan. Lebah pekerja dalam satu sarang berjumlah antara 40.000-80.000 ekor; semuanya berjenis kelamin betina. Tugas lebah pekerja didistribusikan untuk berbagai bidang secara sangat rinci dan sempurna. Bagaimana masing-masing individu mengetahui tugas dan fungsinya dalam kelompok secara tepat, sampai saat ini belum ada teori yang mampu menjawabnya. Lebah pekerja berganti-ganti tugas, sejalan dengan umurnya. Separuh dari masa dewasanya, yaitu tiga minggu pertama, mereka bekerja sepenuhnya bagaikan pelayan sarang. Hal ini karena hanya lebah pekerja yang berusia demikianlah yang mempunyai kelenjar penghasil cairan yang disebut royal jelly, pakan larva lebah. Lebah pekerja yang bertugas sebagai pelayan sarang sangat jeli memelihara telur. Merekalah yang secara instingtif menentukan perlu-tidaknya ratu baru. Ratu yang baru mereka “ciptakan” dengan memberikan royal jelly kepada satu larva lebah dalam kadar yang lebih banyak  daripada larva lainnya. Selain royal jelly, pada umur ini pula lebah madu pekerja memiliki kelenjar penghasil filin (beeswax), bahan dasar sarang.

Pada hari-hari pertama mereka bekerja membersihkan sarang, memastikan sarang bersih dari kotoran dan debu. Kemudian mereka akan naik pangkat menjadi pemberi makan larva atau anakan lebah dan ratu. Usai mengerjakan dua tugas ini mereka beralih menjadi lebah penjaga dan bertugas melakukan eksplorasi di sekitar sarang, sebelum akhirnya diberi tugas mengumpulkan nektar dan benangsari sebagai makanan. Tugas ini mereka lakukan dari subuh sampai senja hingga akhir hayatnya, yakni pada minggu keenam.

Lebah adalah satu-satunya yang dapat menghasilkan madu. Beberapa percobaan untuk membuat madu sintetis mengalami kegagalan. Pada saat lebah pekerja memperoleh nektar bunga dan menelannya ke dalam perutnya, proses penyerapan nektar dimulai dan satu jenis enzim pun ditambahkan. Saat lebah kembali ke sarang, lebah pengepul akan memuntahkan campuran nektar tersebut kepada lebah penerima. Lebah penerima akan mengunyah dan berkali-kali membuka mulutnya agar campuran nektar tersebut terkena udara. Proses ini dapat berlangsung hingga 20 menit. Setelah itu, bahan dimuntahkan ke lubang sarang dan dibiarkan mengental menjadi madu.

Data-data statistik berikut akan membuat kita menghargai kerja makhluk kecil ini dan produk yang dihasilkannya. Berdasarkan perhitungan, lebah madu harus mengumpulkan nektar dari sedikitnya dua juta bunga untuk menghasilkan satu pon madu. Untuk jumlah madu yang sama, total jarak yang harus ditempuh Oleh sekian banyak lebah pekerja pengumpul nektar tidak kurang dari 55.000 mil. Itu berarti bahwa sepanjang hidupnya seekor lebah pekerja menghasilkan 1/12 sendok teh madu saja.

Madu dikenal sebagai bahan alami yang sangat aman digunakan sebagai suplemen. Unsur-unsur yang dikandungnya dipercaya dapat menyehatkan para penikmatnya. Madu murni yang tidak tercemar adalah material yang sehat, mudah dicerna, dan makanan alami yang penuh energi. la mengandung karbohidrat, protein, lemak, enzim, dan beberapa vitamin. Satu sendok teh madu dapat memberikan 60 kalori dan mengandung 11 gram karbohidrat, 1 miligram kalsium, 0,2 miligram besi, 0,1 miligram vitamin B, dan 1 miligram vitamin C. Penelitian yang dilakukan beberapa tahun terakhir ini makin membuktikan apa yang berabad-abad lalu telah diindikasikan oleh Alquran mengenai madu.

Berikut ini fakta-fakta ilmiah tentang madu.

  • Madu memiliki kandungan antijamur dan antibakteri. Madu yang tidak diencerkan dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen, seperti Staphylococcus aureas, dan jamur, seperti Candida albicans, yang hidup di usus. Pada keenceran 30—50%, madu diketahui lebih manjur daripada antibiotik konvensional dalam upaya menyembuhkan infeksi saluran kencing. Pun demikian, belum diketahui dengan jelas bagaimana cara kerja madu sebagai antibakteri. Mungkin efek madu yang lebih bersifat asam menghalangi proses osmosis dari bakteri.
  • Madu berpotensi sebagai Pada konsentrasi 40% madu mempunyai efek mematikan bagi banyak bakteri penyebab diare dan desentri, seperti Salmonella, Shigella, E. Coli, dan Vibrio Cholera. Madu juga meningkatkan daya tahan tubuh dengan cepat, misalnya mempercepat proses penyembuhan pada anak kecil dan bayi yang terserang diare.
  • Madu berpotensi sebagai obat luka dan luka bakar. Madu mempunyai kemampuan untuk menyerap air dari daerah sekitar luka bakar, dan mempercepat kesembuhan. Madu juga digunakan untuk menghilangkan bau tidak sedap dari luka yang diakibatkan lepra.
  • Madu berpotensi sebagai obat batuk. Madu berfungsi sebagai pengencer dahak di tenggorokan dan meningkatkan fungsi dinding saluran pernapasan.
  • Selain madu yang merupakan produk primer,material-material ikutannya juga mempunyai kandungan nutrisi dan vitamin yang tidak kalah tinggi. Di antaranya:

 

Leave a Reply

Close Menu