Madrasah Tsanawiyah Khairuddin ‎Malang

Madrasah Tsanawiyah Khairuddin ‎Malang

Madrasah Tsanawiyah Khairuddin adalah salah satu Madrasah yang  tertua di Kabupaten Malang. Lima puluh tahun silam madrasah yang memiliki logo burung hantu ini didirikan oleh Yayasan Pendidikan Khairuddin. Nama Khairuddin dinisbatkan kepada salah seorang waqifnya yaitu H. Khairuddin yang pada awalnya mempunyai komitmen untuk memiliki wadah sebagai tempat yang dapat menampung para santri dan santriwati atau generasi muda Islam yang pada waktu itu tidak mempunyai kesadaran untuk melanjutkan studinya ke sekolah yang bersifat formal, akan tetapi pada umumnya menuntut ilmu hanya terbatas pada pondok-pondok pesantren.

Sejarah pendirian madrasah ini dimulai sejak sebelum kemerdekaan bangsa ini. Sebelum didirikan Madrasah Tsanawiyah Khairuddin pada tahun 1968, madrasah yang dikenal pada waktu itu adalah Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah yang didirikan pada tahun 1933. Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah adalah sekolah dasar yang bernafaskan islam yang didalamnya banyak diajarkan ajaran Ahlus Sunnah Waljamaah atau yang dikenal dengan ASWAJA. Madrasah tersebut masih memakai metode tradisional dalam sistem pengajarannya, yaitu model belajar mengajarnya diselenggarakan di surau-surau atau di mushola-mushola yang terletak di wilayah Kecamatan Gondanglegi, tepatnya di desa Gondanglegi Wetan. Setelah H. Khairuddin wafat, sekitar tahun 1960, perjuangan beliau diteruskan oleh putri  tunggalnya yang bernama Hj. Siti Fatimah dengan suaminya yaitu H. Rifa’i dan dibantu oleh anggota keluarga terdekat bersama masyarakat setempat.

Akhirnya atas inisiatif dari kepala Madrasah Ibtidaiyah yaitu bapak Nizar Muslich pada bulan Januari 1968 didirikanlah Madrasah Tsanawiyah yang pertama di wilayah Gondanglegi Wetan dengan tujuan intinya adalah untuk menampung lulusan Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah dan santri yang kurang mampu dalam melanjutkan studinya. Pada awal pendiriannya, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan pada sore hari, dikarenakan madrasah ini belum memiliki gedung sendiri sehingga untuk proses pembelajaran masih menumpang di gedung Madrasah Ibtidaiyah. Selama hampir tiga tahun menumpang, akhirnya pada tahun 1971 Madrasah Tsanawiyah Khairuddin mampu membangun gedung sendiri, yang sampai saat ini berdiri. Seiring dengan perkembangan zaman madrasah ini juga mengalami perkembangan, akan tetapi kebutuhan akan pendidikan juga semakin tinggi. Sehingga setelah didirikannya Madrasah Aliyah Khairuddin sebagai alternatif solusi untuk para alumni Madrasah Tsanawiyah Khairuddin yang ingin melanjutkan menuntut ilmu, Madrasah Tsanawiyah Khairuddin harus rela berbagi gedung dengan madrasah aliyah. Sampai saat ini dua madrasah yang berada di bawah yayasan yang sama tersebut menjalankan proses kegiatan belajar mengajarnya di dalam satu atap.

Terlihat kompak, siswa MTs Khairuddin dan MA Khairuddin melaksanakan upacara bendera ‎

Karena Madrasah tsanawiyah dan Aliyah Khairuddin merupakan madrasah satu atap, banyak kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama, salah satunya adalah kegiatan upacara bendera. Kegiatan upacara bendera dilaksanakan setiap dua minggu sekali berseling dengan kegiatan pembacaan Surat Yassin dan Istigosah. Upacara bendera dilaksanakan setiap hari senin minggu ke-2 dan ke-4 di halaman madrasah dengan petugas bergantian antara siswa madrasah tsanawiyah dengan siswa aliyah. 

Setelah setengah abad berjalan, Madrasah tsanawiyah Khairuddin tetap berbenah diri baik dari segi sarana prasarana maupun dari segi sistem pendidikannya. Di bawah kepemimpinan ibu Hj. Istifadah, BA. Yang telah memimpin madrasah ini lebih dari 20 tahun dengan dibantu tim dewan guru sejumlah 30 orang yang senantiasa bekerja keras untuk menjaga mutu dan kualitas pendidikan di madrasah ini. Terbukti dengan dicapainya nilai akreditasi A lebih dari dua periode.  Selain itu, konsistensi Yayasan Pendidikan Khairuddin dalam menjaga kualitas dan usahanya mengemban amanah masyarakat juga tercermin dari jumlah siswa yang diterima dari tahun ke tahun. Selama tiga tahun terakhir setiap kelas membuka tiga rombongan belajar dengan rata-rata jumlah siswa sebanyak 33 siswa per kelas.  

 

Komitmen yang kuat dalam dunia pendidikan tercermin dalam visi Madrasah Tsanawiyah Khairuddin yaitu terbentuknya generasi muslim yang cerdas, berakhlak mulia, kuat aqidahnya serta berwawasan luas & menguasai informasi dan teknologi. Untuk mewujudkan hal tersebut, madrasah ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang menunjang pemebelajaran diantaranya ruang kelas yang memadai, laboratorium komputer, laboratorium IPA, ruang UKS, ruang perpustakaan yang nyaman dan Musholla sebagai sentra kegiatan ibadah. Bagi siswa yang ingin lebih mendalami ilmu diniyah juga disediakan Pondok Pesantren Putra dan Putri yang jaraknya tidak jauh dari madrasah. 

Laboratorium IPA sebagai salah satu penunjang kegiatan pembelajaran Sains di MTs Khairuddin

Untuk mewadahi bakat dan kreativitas siswa berbagai jenis program pengembangan diri dikembangkan. Kelompok sholawat Al-Banjari sengaja dibentuk untuk mewadahi bakat siswa dalam hal seni tarik suara yang dituangkan dalam lantunan sholawat Nabi. Bagi siswa yang gemar bermain alat musik dibentuklah grup perkusi yang diberi nama Drum Band El-Faraby. Bagi siswa yang ingin belajar bahasa inggris aktif secara intensif dibukalah program English –Gold, sedangkan untuk siswa yang tertarik mendalami bidang kesehatan disediakan program Palang Merah Remaja. 

Pemberian cinderamata kepada native speaker E-Gold
Diklat Palang Merah Remaja sebagai bentuk pembinaan kepalangmerahaan

Kepramukaan adalah program pengembangan diri yang diwajibkan untuk seluruh siswa. Prestasi siswa-siswa Madrasah Tsanawiyah Kahiruddin dalam bidang kepramukaan tidak dapat dipandang sebelah mata, terbukti dengan diraihnya gelar Juara Umum dalam lomba Kepramukaan Aji Saka Se- Malang Raya pada tahun 2017. Bukan hanya prestani Non-akademik saja yang sering diraih oleh siswa-siswi madrasah ini. Dalam bidang akademik, siswa–siswi Madrasah Tsanawiyah Khairuddin juga menunjukkan eksistensinya. Bukti nyata prestasi tersebut diantaranya adalah dengan diraihnya gelar Juara Olimpiade Matemamatika dan Bahasa Inggris se-Malang Raya tahun 2015  dan Juara I English Olympiade EMO Maskha di tahun 2016 se-Kab Malang.

 

Bukan hanya program pengembangan diri dalam bidang kretivitas dan bakat saja yang diperhatikan secara penuh oleh pihak sekolah, namun keagamaan juga diprogramkan secara terstruktur dan istiqomah. Setiap pagi, sebelum pembelajaran dimulai siswa-siswi dan dewan guru rutin menjalankan sholat Dhuha secara bersama-sama. Dilanjutnya dengan mengaji / membaca Al-Qur’an selama 15 menit. Selanjutnya ketika telah masuk waktu Dhuhur, pembelajaran dihentikan dan dilaksanakan sholat Dhuhur berjamaah. Kegiatan Tahfidz Qur’an juga disediakan untuk siswa-siswi  yang ingin menjadi penghafal Al-Qur’n. Program keunggulan lain yang diberikan kepada siswa-siswi MTs Khairuddin, melalui program ini siswa diberikan materi dasar-dasar tata busana. Tujuan dari program ini adalah untuk melatih siswa menjadi pribadi yang mandiri dan belajar berwirausaha.

Program ketrampilan menjahit menjadi salah satu kurikulum intra sekolah

Dengan motto “Lebih baik Madrasah, Madrasah Lebih Baik” MTs Khairuddin senantiasa melakukan evaluasi dan perbaikan diri untuk menyediakan pelayanan prima bagi siswa-siswi yang ingin menuntut ilmu. Berbekal ikhlas beramal dan tekad yang kuat untuk mendidik generasi muslim yang memiliki kemantapan aqidah, penguasaan ilmu , keluhuran budi, kedewasaan sikap dan penguasaan teknologi MTs Khairuddin selalu membuka diri untuk menerima segala saran dan masukan untuk pengembangan program sekolah. (Mufidatur Rosyidah)

Tinggalkan Balasan

Close Menu