KURMA (PHOENIX DACTYLYFERA)‎

KURMA (PHOENIX DACTYLYFERA)‎

Pohon kurma (Phoenix dactylifera) termasuk dalam suku Arecaceae, yang terdiri dari beratus jenis. Seperti kurma, beberapa kerabatnya di Indonesia juga punya nilai penting dalam kehidupan masyarakat, di antaranya kelapa (Cocos nucifera), aren (Arenga pinata), gewang (Corypha utan), lontar atau siwalan (Borassus flabellifer), nipah (Nypa fruticans), sagu (Metroxylon sago), salak (Salacca zalacca), dan rotan (Calamus rottan)

Pohon kurma menduduki posisi krusial dalam kehidupan masyarakat di Jazirah Arab. Kandungan buah kurma yang terdiri dari gula, lemak, protein, serat  dan beberapa vitamin penting, di samping kandungan mineral yang juga sangat kaya, seperti minyak, kalsium, sulfur, besi, kalium, fosfor, dan mangan, menjadikannya sumber nutrisi utama bagi penduduk kawasan ini. Begitu pentingnya kurma dalam kehidupan penduduk Arab sampai-sampai Alquran menyebut kata an-nakhl sebanyak 20 kali.

Enam ayat berikut berbicara tentang perumpamaan yang menggunakan kata an-nakhl, baik yang berupa peringatan atas perilaku buruk manusia, peringatan atas keraguan mereka akan eksistensi Allah, hingga peringatan atas upaya manusia mempersekutukan Allah.

أَيَوَدُّ أَحَدُكُمْ أَن تَكُونَ لَهُ جَنَّةٌ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ لَهُ فِيهَا مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَأَصَابَهُ الْكِبَرُ وَلَهُ ذُرِّيَّةٌ ضُعَفَاءُ فَأَصَابَهَا إِعْصَارٌ فِيهِ نَارٌ فَاحْتَرَقَتْ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ ۝

Adakah salah seorang di antara kamu yang ingin memiliki kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, di sana dia memiliki segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tuanya sedang dia merniliki keturunan yang masih kecil-kecil. Lalu kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, sehingga terbakar. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkannya. (Alquran, Surah al-Baqarah/2: 266)

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا لِلنَّاسِ فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ مِن كُلِّ مَثَلٍ فَأَبَىٰ أَكْثَرُ النَّاسِ إِلَّا كُفُورًا ۝ وَقَالُوا لَن نُّؤْمِنَ لَكَ حَتَّىٰ تَفْجُرَ لَنَا مِنَ الْأَرْضِ يَنبُوعًا ۝ أَوْ تَكُونَ لَكَ جَنَّةٌ مِّن نَّخِيلٍ وَعِنَبٍ فَتُفَجِّرَ الْأَنْهَارَ خِلَالَهَا تَفْجِيرًا ۝

Dan sungguh, Kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam Alquran ini dengan bermacam-macam perumpamaan, tetapi kebanyakan manusia tidak menyukainya bahkan mengingkari(nya). Dan mereka berkata, “Kami tidak akan percaya kepadamu (Muḥammad) sebelum engkau memancarkan mata air dari bumi untuk kami, atau engkau mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu engkau alirkan di celah-celahnya sungai yang deras alirannya. (Alquran, Surah al-lsrā’/17: 89-91)

وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلًا رَّجُلَيْنِ جَعَلْنَا لِأَحَدِهِمَا جَنَّتَيْنِ مِنْ أَعْنَابٍ وَحَفَفْنَاهُمَا بِنَخْلٍ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمَا زَرْعًا ۝

Dan berikanlah (Muḥammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, dua orang laki-laki, yang seorang (yang kafir) Kami beri dua buah kebun anggur dan Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan di antara keduanya (kebun itu) Kami buatkan ladang. (Alquran, Surah al-Kahf/18: 32)

قَالَ آمَنتُمْ لَهُ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّهُ لَكَبِيرُكُمُ الَّذِي عَلَّمَكُمُ السِّحْرَ ۖ فَلَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُم مِّنْ خِلَافٍ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ فِي جُذُوعِ النَّخْلِ وَلَتَعْلَمُنَّ أَيُّنَا أَشَدُّ عَذَابًا وَأَبْقَىٰ ۝

Dia (Fir’aun) berkata, “Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia itu pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Maka sungguh, akan kupotong tangan dan kakimu secara bersilang, dan sungguh, akan aku salib kamu pada pangkal pohon kurma dan sungguh, kamu pasti akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksaannya.” (Alquran, Surah Ṭāhā/20: 71)

سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَىٰ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ ۝

Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terusmenerus; maka kamu melihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk).  (Alquran, Surah al-Ḥāqqah/69: 7)

تَنزِعُ النَّاسَ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ مُّنقَعِرٍ ۝

Yang membuat manusia bergelimpangan, mereka bagaikan pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya. (Alquran, Surah al-Qamar/54: 20)

Sembilan ayat yang lain, banyak di antaranya menyebutkan kata anNakhl bersama-sama dengan jenis buah lainnya, berbicara mengenai rezeki dalam berbagai bentuknya.

وَهُوَ الَّذِي أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُّخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُّتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِن طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِّنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۗ انظُرُوا إِلَىٰ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكُمْ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ۝

Dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan daritumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma, mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah, dan menjadi masak. Sungguh, pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. (Alquran, Surah al-An‘ām/6: 99)

يُنبِتُ لَكُم بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُونَ وَالنَّخِيلَ وَالْأَعْنَابَ وَمِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ ۝

Dengan (air hujan) itu Dia menumbuhkan untuk kamu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir. (Alquran, Surah an-Naḥl/16: 11)

فَأَنشَأْنَا لَكُم بِهِ جَنَّاتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ لَّكُمْ فِيهَا فَوَاكِهُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ ۝

Lalu dengan (air) itu, Kami tumbuhkan untukmu kebun-kebun kurma dan anggur; di sana kamu memperoleh buah-buahan yang banyak dan sebagian dari (buah-buahan) itu kamu makan. (Alquran, Surah al-Mu’minūn/23: 19)

وَزُرُوعٍ وَنَخْلٍ طَلْعُهَا هَضِيمٌ ۝

Dan tanaman-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut. (Alquran, Surah asy-Syu‘arā’/26: 148)

وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّاتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِ ۝

Dan Kami jadikan padanya di bumi itu kebun-kebun  kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air. (Alquran, Surah Yāsīn/36: 34)

وَالنَّخْلَ بَاسِقَاتٍ لَّهَا طَلْعٌ نَّضِيدٌ ۝

Dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun. (Alquran, Surah Qāf/50: 10)

فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ ۝

Di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. (Alquran, Surah ar-Ramān/55: 11)

فِيهِمَا فَاكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ ۝

Di dalam kedua surga itu ada buah-buahan, kurma, dan delima. (Alquran, Surah ar-Raḥmān/55: 68)

فَأَنبَتْنَا فِيهَا حَبًّا ۝ وَعِنَبًا وَقَضْبًا ۝ وَزَيْتُونًا وَنَخْلًا ۝ وَحَدَائِقَ غُلْبًا ۝ وَفَاكِهَةً وَأَبًّا ۝

Lalu di sana Kami tumbuhkan biji-bijian, dan anggur dan sayur-sayuran, dan zaitun dan pohon kurma, dan kebun-kebun (yang) rindang, dan buah-buahan serta rerumputan. (Alquran, Surah ‘Abasa/80: 27-31)

Tiga ayat berikut ini berbicara tentang kurma dalam kaitannya dengan teknologi. Teknologi yang dimaksud adalah fermentasi bahan alami menjadi minuman beralkohol (an-Naḥl/16: 67), dan adanya varietas dalam tanaman berdasarkan unsur yang terkandung di dalam tanah dan diekspresikan dalam bentuk rasa buah yang berbeda (an-Naḥl/16: 141; ar-Ra‘d/13: 4).

وَمِن ثَمَرَاتِ النَّخِيلِ وَالْأَعْنَابِ تَتَّخِذُونَ مِنْهُ سَكَرًا وَرِزْقًا حَسَنًا ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ ۝

Dan dari buah kurma dan anggur, kamu membuat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti. (Alquran, Surah an-Naḥl/16: 67)

وَهُوَ الَّذِي أَنشَأَ جَنَّاتٍ مَّعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۚ كُلُوا مِن ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ ۖ وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ ۝

Dan Dialah yang menjadikan tanaman-tanaman  yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan. (Alquran, Surah al-An‘ām/6: 141)

وَفِي الْأَرْضِ قِطَعٌ مُّتَجَاوِرَاتٌ وَجَنَّاتٌ مِّنْ أَعْنَابٍ وَزَرْعٌ وَنَخِيلٌ صِنْوَانٌ وَغَيْرُ صِنْوَانٍ يُسْقَىٰ بِمَاءٍ وَاحِدٍ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَىٰ بَعْضٍ فِي الْأُكُلِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ ۝

Dan di bumi terdapat bagian-bagian yang berdampingan, kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, pohon kurma yang bercabang, dan yang tidak bercabang; disirami dengan air yang sama, tetapi Kami lebihkan tanaman yang satu dari yang Iainnya dalam hal rasanya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti. (Alquran, Surah ar-Ra‘d/13: 4)

Dua ayat yang terakhir ini menyebutkan kata an-Nakhl dalam kaitannya dengan kisah Maryam ketika melahirkan Nabi Isa.

فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَىٰ جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَٰذَا وَكُنتُ نَسْيًا مَّنسِيًّا ۝

Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata, ”Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan.” (Alquran, Surah Maryam/19: 23)

وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا ۝

Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. (Alquran, Surah Maryam/19: 25)

Berikut adalah penjelasan tentang kandungan Surah al-An‘ām/6: 141 dan ar-Ra‘d/13: 4. Perbedaan rasa pada berbagai bagian tanaman, termasuk buah, disebabkan oleh perbedaan kandungan kimiawi di dalamnya. Zat atau molekul kimiawi ini dalam bahasa biokimia dikenal dengan sebutan metabolit. Kuantitas metabolit inilah yang membedakan rasa tiap jenis buah. Bukan tidak mungkin kandungan kimia tanah yang berbeda juga mempengaruhi perbedaan kuantitas metabolit ini, walaupun pada jenis buah yang sama. Buah kurma dari varietas yang sama dan ditanam di tempat yang berbeda mungkin saja menghasilkan rasa yang berbeda-beda; demikian pula buah anggur.

Tidak hanya itu, Surah ar-Ra‘d/13: 4 juga mengisyaratkan bahwa biji akan tumbuh dengan caranya sendiri yang itu berbeda dari kawan-kawannya yang berbeda jenis, meski disiram dengan air yang sama. Biji dari jenis apa pun memiliki bagian yang dinamai embrio. Dalam embrio ini terdapat kandungan genetika, atau yang biasa disebut DNA—Desoxyribo Nucleic Acid, alias asam desoksiribo nukleat. Dengan demikian, dalam embrio tiap jenis tanaman terdapat DNA khas tanaman tersebut yang berbeda dari tanaman lain. DNA inilah yang berperan membentuk macam metabolit dan kuantitasnya. Dengan demikian, rasa buah kurma dan rasa buah anggur pastilah berbeda walaupun disiram dengan air yang sama.

Buah kurma dikenal sebagai makanan yang mudah dicerna. Sekitar 30 menit setelah makan kurma, badan yang lelah akan memperoleh kembali kekuatannya. Banyak orang mengasosiasikan rasa lemas dan lelah dengan perut yang kosong. Hal ini tidak bisa dibilang benar karena sebetulnya kurangnya kandungan gula di dalam darah adalah yang menyebabkan seseorang merasa lemas dan lapar itu. Dengan mengkonsumsi buah kurma yang cepat diserap, pasokan gula dalam darah akan naik dengan cepat. Rasa kenyang usai makan buah kurma mencegah seseorang makan banyak. Pada orang yang yang berpuasa, setelah sepanjang hari perut tidak diisi makanan, masuknya makanan dalam jumlah berlebih malah dapat mengganggu fungsi alat pencernaan. Itulah mengapa Rasulullah menganjurkan kita untuk berbuka dengan kurma, atau paling tidak dengan air putih.

Maryam, ibu Nabi Isa, banyak mengonsumsi kurma menjelang dan sesudah melahirkan Isa. Hal itu Allah abadikan dalam firman-Nya,

فَحَمَلَتْهُ فَانتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا ۝ فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَىٰ جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَٰذَا وَكُنتُ نَسْيًا مَّنسِيًّا ۝ فَنَادَاهَا مِن تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا ۝ وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا ۝

Maka dia (Maryam) mengandung, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata, “Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan.” Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. (Alquran, Surah Maryam/19: 22-25)

Benarlah bila ayat di atas berbicara mengenai peran kurma dalam menolong persalinan Maryam. Nyatanya Alquran memang jauh-jauh hari sudah mengindikasikan hal yang benar dan dibuktikan oleh ilmu pengetahuan. Penelitian membuktikan bahwa kurma mengandung unsur yang memperkuat otot-otot rahim pada bulan-bulan terakhir kehamilan. Kondisi ini sangat membantu proses kontraksi rahim saat melahirkan serta mencegah pendarahan hebat pasca-melahirkan. Para ahli diet bahkan menyarankan ibu-ibu menyusui untuk banyak mengkonsumsi buah kurma, begitu juga anak-anak ‎ hiperaktif. Dengan demikian, terbukti bahwa buah kurma sangat baik bagi ibu-ibu, sebelum maupun sesudah melahirkan. Demikian pula anak-anak akan memperoleh khasiat buah ini dalam proses pertumbuhan mereka.

Pohon kurma mempunyai banyak varietas, dari yang berbatang pendek sekitar dua meter saja hingga yang berbatang tinggi mencapai 30 meter. Surah Qāf‎/50: 10 di atas tampaknya khusus membicarakan pohon kurma yang berbatang tinggi. Tentu ada maksud tertentu yang hendak Allah sampaikan melalui contoh semacam itu.

Pohon kurma terkenal dengan karakternya yang kokoh, ketinggiannya yang mencolok dibanding tanaman di sekitarnya, ketahanannya melawan empasan badai pasir, dan kemampuan adaptasinya yang sempurna terhadap suhu ekstrem padang pasir. Pohon kurma termasuk jenis yang berumur panjang. Jumlah buah yang dihasilkannya relatif lebih banyak ketimbang tanaman buah lain di sekitar daerah hidupnya. Seperti pohonnya, buah kurma juga memiliki banyak variasi bentuk, warna, rasa, dan ukuran.

Kurma masuk dalam keluarga Palmaceae yang memiliki sekitar 200 marga dari sekitar 40 jenis, baik yang berbentuk pohon, semak, maupun tumbuhan merambat. Jenis-jenisnya banyak ditemukan di kawasan tropis, dan beberapa di antaranya ditemukan di kawasan dengan empat musim. Jenis kurma, yang bernama latin Phoenix dactylifera, ditemukan tumbuh di padang pasir dengan suhu udara mencapai lebih dari 50°C, dan suhu tanah mencapai 90°C. Hujan juga sangat jarang turun di kawasan tumbuhnya yang ekstrem ini. Kemampuan adaptasi pohon kurma terhadap kondisi tersebut sangat sempurna sehingga ia mampu menghasilkan buah yang sangat bermanfaat tidak hanya bagi masyarakat gurun. Benarlah bila kurma merupakan anugrah agung Allah kepada manusia.

Batang pohon kurma berbentuk bulat dan berdiameter antara 40 hingga 90 cm, dengan tinggi sebagaimana telah disebutkan sebelumnya. Batangnya, seperti pohon kelapa, tidak bercabang.

Batang daun langsung tumbuh di bagian puncak pohon. Batang dilapisi oleh material mirip serabut yang melindunginya dari serangga perusak, kondisi iklim yang ekstrem (kondisi sangat dingin, sangat panas, badai pasir, dan sejenisnya); mengurangi penguapan berlebih  dan membantu menguatkan batang untuk dapat tetap tegak hingga puluhan meter tingginya.

Pertumbuhan terpusat di bagian puncak pohon, di mana batang baru, daun baru, dan bunga dihasilkan. Dengan demikian, kerusakan pada wilayah ini berarti kematian pohon secara keseluruhan. Daun kurma berukuran panjang antara tiga sampai sembilan meter, dan setiap tahun pohon kurma menghasilkan 10 sampai 12 daun baru.

Bunga kurma muncul dari ketiak daun. Batang bunga memiliki banyak cabang di mana bunga, baik yang jantan maupun yang betina, menempel langsung ke cabang itu tanpa tangkai bunga dalam jumlah puluhan ribu. Bunga jantan dan bunga betina tumbuh pada pohon yang berbeda. Lazimnya, satu pohon kurma jantan ditanam dan dipersiapkan untuk membuahi 4850 pohon betina.

Buah Kurma

Bunga pohon kurma jantan berwarna putih kekuningan, sedangkan bunga pohon kurma betina berwarna kuning dan berukuran lebih kecil. Buah akan terbentuk pada cabang-cabang bunga betina yang telah dibuahi secara manual melalui bantuan manusia, sedangkan cabang bunga jantan akan gugur.

Permukaan daun kurma dilapisi substansi semacam kulit untuk mencegah penguapan air berlebih. Penguapan juga direduksi dengan bentuk sebagian daun yang serupa duri. Bunga kurma dikelilingi pelindung kedap air agar kandungan air pada untaian bunga dan cabang tempat bunga muncul tidak terlalu banyak menguap.

Sudah kita diketahui bahwa air adalah elemen utama bagi kehidupan. Pada banyak makhluk hidup kandungan air adalah yang terbanyak dibanding komponen Iainnya. Bahkan beberapa di antara mereka memiliki kandungan air hingga 95% dari total berat tubuhnya. Hal ini disebabkan keadaan fisik dan kimia air yang dapat berperan aktif dalam mendukung kehidupan, seperti kemampuannya untuk melarutkan banyak benda padat dan gas, serta kemampuannya untuk bercampur dengan cairan Iain. Hal yang demikian ini menjadikan air dapat berperan sebagai media untuk beroperasinya proses-proses biologi dan mengatur suhu tubuh (dengan menguapkan air ke luar tubuh). Tumbuhan pada umumnya, khususnya yang hidup di kawasan gurun, memerlukan air yang banyak yang diperolehnya dari lingkungan melalui akar.

Tanah menahan air dengan dua cara: (1) dengan menaruhnya pada sela-sela molekul tanah dalam bentuk saluran kapiler, dan (2) menaruhnya sebagai lapisan tipis di luar partikel tanah (terutama partikel renik seperti tanah liat atau partikel organik busuk yang memiliki kapasitas untuk retensi air). Air mencapai tanah melalui hujan atau muncul ke permukaan dari air tanah. Karena hujan jarang turun di kawasan gurun maka keperluan air diperoleh kurma dari air tanah yang melimpah di beberapa bagian gurun sebagai hasil hujan yang turun beribu tahun lalu, saat kawasan itu belum berubah menjadi gurun. Pohon kurma mempunyai kemampuan  untuk memanfaatkan air tanah tersebut dengan sangat efisien. Pangkal akarnya yang berserabut melindungi akar dari gangguan binatang, iklim dan suhu tinggi, erosi, serta memperkecil penguapan air dari akar.

Air dialirkan ke dalam jaringan pohon oleh akar akibat terjadinya perbedaan tekanan di tanah dengan saluran-saluran yang ada di pohon. Kondisi ini dikenal dengan sebutan “tekanan akar”. Dengan demikian air tanah dengan semua mineral dan nutrisi larut di dalamnya disalurkan dari akar melalui beberapa bagian sel (endodermis, pericycle, dan sejenisnya) sampai ke cortex di bagian tengah batang pohon. Semuanya disalurkan berdasarkan perbedaan tekanan air di tiap bagian sel.

Air, selain mampu melarutkan mineral dan nutrisi, mampu pula untuk “memanjat” saluran. Makin kecil saluran yang dilewatinya maka makin tinggi pula kecepatan “memanjat”-nya. Hal ini disebabkan tekanan pada permukaan air yang cukup tinggi, yang hanya kalah tinggi dibanding air raksa. Kemampuan macam ini disebut daya kapiler. Dengan cara ini air dari tanah disalurkan ke akar dan ke semua bagian tumbuhan dalam kualitas yang sama, tidak berubah sama sekali.

Naiknya air hingga ke semua bagian tumbuhan juga didukung oleh proses transpirasi atau penguapan air melalui “lubang” yang disebut stomata pada bagian daun. Dengan penguapan ini, massa air akan ditarik ke atas. Jumlah stomata pada satu jenis pohon berbeda dari jenis lainnya, sesuai lingkungan di mana jenis itu tumbuh. Air yang sudah diproses di daun kemudian disebarkan ke semua bagian tumbuhan yang memerlukannya melalui kulit pohon (phloem), termasuk akar. Air yang mengandung nutrisi digunakan oleh semua bagian tumbuhan untuk keperluan hidupnya.

Dengan demikian, air ditarik ke bagian atas pohon menggunakan kekuatan yang ditimbulkan aktivitas tekanan akar, yakni tekanan kapiler dari saluran-saluran tumbuhan dan gaya tarik yang disebabkan penguapan. Tekanan yang berkekuatan puluhan atmosfer ini melawan gaya tarik bumi (gravitasi) dan mengalirkan air dari tanah (yang belum diproses) ke akar, dan sampai ke daun yang terletak puluhan meter di atasnya. Semua ini berlangsung di saluran-saluran pada bagian xylem, di bagian kayu keras di tengah batang, cabang, dan ranting pohon. Pada waktu yang sama, nutrisi organik (cairan yang sudah diproses oleh daun melalui proses fotosintesis) akan disalurkan melalui saluran-saluran yang ada di bagian kulit batang, cabang, ranting pohon (bagian phloem) ke semua bagian tumbuhan yang memerlukannya. Pada fase tersebut penyaluran tersebut memanfaatkan gaya gravitasi bumi.

Berikut ini beberapa catatan mengenai kegunaan dan khasiat kurma bagi kesehatan dan kesegaran tubuh.

  • Kurma kering diketahui dapat melancarkan pencernaan dan air seni karena mengandung cukup banyak serat;
  • Serat dalam kurma, baik dalam buah basah maupun kering, diketahui sangat baik bagi ibu yang hendak melahirkan maupun yang sedang menyusui. Serat kurma terbukti dapat menguatkan rahim dan membuat kontraksinya teratur. Kurma basah juga dipercaya mencegah pendarahan pascamelahirkan dan mempercepat proses pengembalian rahim ke posisi semula. Di dalam kurma terdapat hormon menyerupai oxytocine yang dihasilkan oleh tubuh manusia, yang membantu proses kelahiran dan saat menyusui;
  • Buah kurma kaya akan unsur kalsium dan besi yang diperlukan dalam proses pembentukan air susu dan perkembangan bayi;
  • Kurma dapat mempengaruhi ketenangan seseorang akibat pengaruh positifnya terhadap kelenjar gondok. Karenanya, anak-anak dan manula dianjurkan mengonsumsi kurma pada pagi hari supaya kondisi kejiwaannya lebih stabil.

Dikutip dari Tafsir ‘Ilmi

Tinggalkan Balasan

Close Menu