KETURUNAN

KETURUNAN

Serial Quran dan Sains

PERENCANAAN KELUARGA (KELUARGA BERENCANA)

Manusia ketika mulai mencari pasangan hidup untuk dinikahi pada dasarnya telah merencanakan sebuah keluarga. Mereka akan mempersiapkan tempat tinggal dan pada gilirannya anggota keluarga baru apabila mereka dikaruniai anak. Kelahiran anak mempunyai konsekuensi dalam banyak hal, mulai dari perawatannya (nurturing), sampai pada pendidikannya kelak. Semua harus dipersiapkan agar mereka menjadi generasi yang berkualitas, sejahtera lahir dan batin, dan menjadi kebanggaan umat Islam. Perencanaan keluarga, dalam bahasa yang dipopulerkan oleh Pemerintah dengan makna lebih khusus, dikenal dengan Keluarga Berencana. Yang dimaksud dengan Keluarga Berencana adalah pengaturan frekuensi kehamilan oleh sepasang suami-istri. Pada umumnya pengaturan kehamilan itu adalah menjarangkan frekuensi kehamilan atau mencegah terjadinya kehamilan dengan harapan orang tua dapat lebih memerhatikan perawatan dan pendidikan anak-anaknya.

Ayat yang Dijadikan Dasar KeIuarga Berencana

Seperti telah diutarakan pada bab-bab terdahulu, hubungan seks suami-istri tidak selalu untuk mendapatkan anak. Hal tersebut tidak dilarang karena sesuai dengan firman Allah, Surah ar-Rūm/30: 21, hubungan seks suami-istri juga untuk ketenteraman dan kasih sayang. Dengan demikian mencegah kehamilan dalam hubungan seks diperkenankan dan ini amat penting dalam program nasional Keluarga Berencana (KB). Program KB untuk menuju keluarga sejahtera dengan mengurangi dan atau menjarangkan anak, mempunyai dasar firman Allah dalam Alquran,

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَّهُ بِوَلَدِهِ ۚ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَن تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدتُّمْ أَن تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّا آتَيْتُم بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ۝

Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena anaknya. Ahli waris pun (berkewajiban) seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anakmu kepada orang lain, maka tidak ada dosa bagimu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Alquran, Surah al-Baqarah/2: 233)

 

Pada ayat ke-9 dari Surah an-Nisā’‎ Allah mengingatkan manusia agar tidak meninggalkan generasi yang lemah di belakang mereka, sebagaimana dapat dibaca dalam ayat berikut ini,

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا۝

Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar. (Alquran, Surah‎ an-Nisā’‎/4: 9)

 

Ayat-ayat di atas menunjukkan bahwa anak-anak yang dilahirkan seharusnya tidak membuat penderitaan orang tuanya. Dan orang tua perlu mempunyai kemampuan untuk menjamin kesejahteraan anak-anak dan kehidupan selanjutnya. Ini tak lain adalah diperlukannya pengaturan kelahiran dalam jumlah anak yang sanggup dipelihara baik dari aspek kesejahteraan maupun pendidikan. Allah juga memberi petunjuk masa menyusui selama dua tahun, selain baik untuk anak juga dapat mengurangi masa subur ibunya.

Kekhawatiran akan kesejahteraan anak masa depan dan kesehatan ibu dapat dijadikan alasan untuk menjarangkan atau menghindari kehamilan dalam hubungan seks yang berakibat pada kelahiran yang terlalu rapat, seperti firman Allah pada ayat berikut.

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۝

Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. (Alquran, Surah al-Baqarah/2: 185)

مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ ۝

Allah tidak ingin menyulitkan kamu. (Alquran, Surah al-Mā’idāh‎/5:6)

 

Pengalaman menunjukkan bahwa bagi seorang ibu yang melahirkan terlalu sering akan berpengaruh besar pada kesehatan dan bahkan juga pada keselamatan jiwa. Terlalu banyak anak bagi keluarga miskin akan amat memberatkan dalam pemeliharaan kesehatan, kesejahteraan dan pendidikan mereka. Oleh karena itu, menjarangkan atau mengatur kelahiran adalah jalan keluar yang terbaik tanpa melanggar perintah Allah.

 

Hadis yang Dijadikan Dasar Keluarga Berencana

Dalam ayat-ayat Alquran di atas, dapat dipahami pentingnya mengatur kelahiran untuk kebaikan ibu dan anak-anaknya, atau yang disebut Keluarga Berencana. Namun ayat-ayat tersebut tidak menyebutkan mengenai caranya karena Alquran bukanlah buku ilmu pengetahuan tentang seks. Tetapi dalam beberapa hal, Hadis Rasulullah di bawah ini menjelaskan teknik yang ada pada saat tersebut.

Kami melakukgn ‘azal di zaman Rasulullah, dan hal itu sampai juga kepada Rasulullah tetapi beliau tidak melarang kami. (Riwayat Muslim dari Jābir)

‘Azal adalah cara menghindari kehamilan yang dilakukan oleh laki-Iaki dengan mengeluarkan air mani di luar vagina ketika terasa akan keluar. Rasulullah (yang waktu itu wahyu masih turun) tidak melarangnya. Ini berarti mencegah kehamilan dengan cara di atas adalah tidak dilarang.

Dalam hadis yang lain diceritakan bahwa seorang sahabat datang kepada Rasulullah dan berkata,

Seorang pria berkata, “Wahai Rasulullah, aku memiliki budak perempuan dan aku melakukan ‘azal padanya. Aku tidak ingin ia hamil, akan tetapi aku menginginkan apa yang biasa diinginkan oleh laki-laki. Sementara itu, orang Yahudi mengatakan bahwa ‘azal adalah pembunuhan (penguburan hidup-hidup) kecil.” Rasulullah menjawab, “Orang-orang Yahudi itu telah berdusta. Sekiranya Allah menghendaki untuk menciptakan anak dari hubungan itu tentu engkau tidak akan bisa menghindarinya. (Riwayat Aḥmad, Abū Dāwud, dan an-Nasā’i dari Abū Sa‘id al-Khudri)

Hadis di atas menunjukkan bahwa ‘azal yang oleh orang Yahudi dianggap pembunuhan, telah dibantah Nabi, yang berarti ‘azal bukanlah pembunuhan, melainkan pencegahan kehamilan yang tidak terlarang. Di zaman sahabat, ‘azal juga dibenarkan baik oleh ‘Umar bin al-Khattāb maupun oleh ‘Ali bin Abī Tālib. Ini menunjukkan bahwa menghindari kehamilan dibenarkan oleh Islam, meskipun dengan teknik yang berbeda.

 

Teknik Pencegahan Kehamilan

Berbagai teknik yang telah dipraktikkan manusia dalam rangka melakukan penjarangan kehamilan, mulai yang sangat sederhana tanpa alat sampai pada penggunaan alat-alat tertentu yang sengaja diproduksi untuk itu. Tentu dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Beberapa teknik itu antara lain:

 

Teknik ‘Azal (Pemutusan)

Dengan teknik ini sperma ditumpahkan di luar saluran menuju rahim sehingga tidak akan bertemu dengan ovum perempuan. Teknik ‘azal yang dilakukan sejak zaman dahulu sampai sekarang adalah teknik sederhana yang bersifat alami. Tidak memerlukan alat dan bahan, namun tingkat keberhasilan akan amat bergantung pada pengalaman suami-istri dalam berhubungan seks. Kegagalan teknik ‘azal di antaranya adalah:

  1. Ketidakmampuan suami-istri menahan emosi saat terasa ejakulasi akan terjadi. Hal ini karena ejakulasi adalah kenikmatan yang diinginkan baik oleh suami atau istri atau keduanya. Pengalaman suami-istri dalam menjaga emosi menjelang ejakulasi amat menentukan keberhasilan.
  2. Amat mungkin akan terjadi tetesan air mani sebelum ejakulasi atau sesudahnya, di mana setetes mani pun mengandung jutaan sperma, sedang untuk pembuahan hanya diperlukan satu sperma saja.

 

Sarung Khusus (Kondom)

Alat pencegah kehamilan yang sudah dipakai sejak zaman Firaun, Yunani, dan Romawi adalah kondom, suatu alat yang digunakan untuk mencegah pertemuan antara sel telur dan sperma. Pada awalnya kondom dipakai oleh pihak perempuan, sebagai sumpal mulut rahim agar tidak terjadi pertemuan antara sel telur dan sperma. Penggunaan kondom oleh laki-laki baru dimulai pada abad ke-15. Pada awalnya kondom laki-laki hanya merupakan penutup ujung penis. Kemudian bentuk kondom laki-laki berubah seperti bentuk yang sekarang dikenal, yaitu seperti kantong. Bahan kondom pada awalnya adalah bagian usus hewan. Sekarang kondom terbuat dari bahan sintetis seperti lateks. Kondom tidak hanya berguna untuk pencegahan kehamilan, tetapi juga untuk pencegahan penyakit menular melalui hubungan seksual. Teknologi kondom efektif namun dapat menyuburkan hubungan seks di luar nikah, terutama bagi muda-mudi, begitu juga pelacuran.

Kondom perempuan terbuat dari lateks dan pada bagian atas terbuka. Pada bagian bawah dilekatkan karet busah agar kondom itu tidak mudah lepas. Umumnya dinding dalam kondom perempuan juga dilapisi obat spermida untuk melumpuhkan sperma yang masuk.

 

Sistem Kalender

Sistem kalender adalah metode pencegahan kehamilan berdasarkan ilmu pengetahuan tentang sel telur yang dapat dibuahi serta rentang masa hidup sperma yang dapat membuahinya. Pada tahun 1920, seorang dokter Jepang yang bernama Kyasaku Ogino dan seorang dokter Austria yang bernama Herman Knaus, secara terpisah menemukan bahwa seorang perempuan akan mengalami ovulasi atau mengeluarkan sel telur 14 hari sebelum masa menstruasi berikutnya. Hal tersebut dipakai Ogino untuk membantu pasangan yang kurang subur memperoleh anak dengan cara menganjurkan agar persenggamaan sering dilakukan pada hari-hari subur itu, yaitu pada hari ke-15 sampai hari ke-13 sebelum masa menstruasi berikutnya. Pengetahuan tersebut oleh John Mulders, seorang dokter Katolik dari negeri Belanda, untuk mencegah terjadinya kehamilan. Untuk mencegah kehamilan Mulders menganjurkan agar tidak melakukan senggama antara hari ke-20 dan hari ke-10 sebelum menstruasi atau untuk lebih mudah mengingat antara hari ke-10 dan hari ke-20 setelah menstruasi. Hari pertama menstruasi adalah hari pertama terjadinya perdarahan. Cara ini hanya memiliki tingkat kegagalan berkisar 5-10 %.

Kunci penting dalam sistem kalender adalah sebagai berikut.

  1. Masa subur sel telur adalah 14 hari sebelum menstruasi. Sel telur hidup hanya 24 jam dan dapat dibuahi hanya 10 jam setelah matang (ovulasi). Hubungan seks di luar masa subur mempunyai kemungkinan kehamilan yang rendah.
  2. Masa hidup sperma dalam vagina adalah kurang lebih 4 hari, Ini berarti hubungan seks sebelum masa subur dapat menghasilkan pembuahan karena saat sel telur dapat dibuahi, oleh sel sperma yang masih hidup. Ini berarti pula hubungan seks setelah masa subur lebih aman dari pada sebelumnya. Sudah dapat dipastikan tingkat keberhasilan teknik pencegahan kehamilan demikian amat bergantung pada pengendalian/nafsu seks suami istri. Selain itu ketidakjelasan waktu subur istri akan menambah kemungkinan kegagalan dalam mencegah kehamilan.

Siklus indung telur (ovarian cycle): tampak pertumbuhan folikel. Pada hari ke-14 folikel pecah dan telur dikeluarkan (ovulasi). Folikel kemudian menjadi korpus luteum dan jika tidak terjadi kehamilan korpus luteum akan berdegenerasi menjadi korpus albikans. Baris kedua menggambarkan suhu tubuh (body temp) selama siklus. Tampak kenaikan suhu tubuh pada saat ovulasi. Baris ketiga menggambarkan kadar hormon hipofisis. Kadar semua hormon hipofisis naik saat ovulasi. Baris keempat menunjukkan kadar hormon ovarium (ovarian hormones). Hormon estrogen naik sampai ovulasi pada saat mana kadar estrogen langsung turun dan kadar hormon progesteron yang dibuat oleh korpus luteum mulai naik. Jika tidak terjadi kehamilan sejalan dengan berubahnya korpus luteum menjadi korpus albikans, maka kadar hormon progesteron juga turun. Siklus lapisan endometrium uterus (uterine cycle) dimulai dengan fase menstruasi yang ditandai dengan pelepasan lapisan endometrium. Setelah menstruasi berhenti lapisan endometrium mulai menebal lagi (follicular phasei) dan menebal terus di fase luteal. Kalau tidak terjadi kehamilan, maka sejalan dengan turunnya hormon progesteron, lapisan endometrium mulai lepas dan terjadi menstruasi.

 

Penggunaan Obat Anti Kesuburan

Obat anti kesuburan baik berupa pil atau tablet maupun suntikan merupakan hormon yang dapat mencegah ovarium (indung telur) mengeluarkan sel telur yang dapat dibuahi oleh sperma. Dengan demikian hubungan seks dapat dilakukan kapan saja. Metode ini mempunyai tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dari pada metoda kalender. Bagi laki-laki metode ini menyenangkan, tetapi bagi istri tertentu penggunaan obat anti hamil dapat berpengaruh kepada kesehatan mereka. Keengganan pihak istri untuk mengonsumsi obat secara diam-diam akan merupakan sumber kegagalan metode ini.

 

Penggunaan Intra Uterine Devices (IUD)

Penggunaan Intra Uterine Devices (IUD) atau spiral merupakan cara fisika yang cukup ampuh. Spiral dengan bentuk dan ukuran tertentu dimasukkan ke dalam rahim. Ada dua teori yang menerangkan cara kerja IUD. Yang pertama mengatakan bahwa adanya benda asing dalam rahim menyebabkan rahim berkontraksi lebih kuat, sehingga sel telur akan dengan cepat masuk ke dalam rongga rahim, sedangkan pembuahan normal terjadi di saluran indung telur (tuba fallopii), sehingga tidak terjadi pembuahan oleh sperma. Teori kedua mengatakan bahwa pembuahan dapat terjadi, namun sel telur yang telah dibuahi tidak dapat tertanam pada dinding rahim, karena kontraksi yang lebih kuat daripada normal, sehingga tidak terjadi kehamilan. Penganut teori ini mengatakan bahwa IUD bekerja sebagai alat yang menyebabkan kegagalan kehamilan. Pertanyaan yang harus dijawab adalah apakah telur yang sudah dibuahi tetapi gagal untuk melekat pada dinding rahim dianggap sebagai kehamilan yang gagal?

 

Cara Lain-lain

Laki-laki juga dapat berpartisipasi dalam keluarga berencana (KB). Penggunaan kondom merupakan salah satu cara, selain tentunya pengendalian diri melalui ‘azal. Sekarang juga sedang dikembangkan obat KB berupa hormon yang dapat membuat seorang laki-laki untuk sementara waktu mandul. Caranya adalah dengan pemberian hormon. Kemandulan baru timbul setelah penggunaan selama 1-2 bulan dan kesuburan akan kembali setelah penghentian pengobatan 1-2 bulan.

Cara lain adalah melalui vasektomi atau pengikatan saluran sperma (vas deferens). Pengikatan saluran sperma dengan operasi kecil dapat mencegah keluarnya sperma dalam ejakulasi. Pengikatan tersebut dapat dibuka kembali jika diinginkan.

Dari uraian di atas jelas bahwa teknik-teknik pencegahan kehamilan adalah usaha manusia untuk menikmati hubungan seks tanpa risiko kehamilan dan penyakit. Namun, setinggi apa pun tingkat keberhasilan teknik yang dipakai, tetap saja ada kemungkinan gagal. Selain itu, perlu diyakini bahwa apabila Allah menghendaki maka apa pun usaha pencegahan yang dilakukan, kehamilan tetap akan terjadi. Itulah amanah Allah yang harus diterima dengan ikhlas dan syukur.

 

Keluarga Berencana bagi Umat Islam

Program nasional Keluarga Berencana (KB) adalah amat penting bagi suksesnya pembangunan. Di zaman Orde Baru, program tersebut amat intensif dengan segala strategi baik dari cara komunikasi maupun motivasi dengan memberikan hadiah maupun penghargaan bagi anggota KB lestari. Diyakini bahwa betapa pun sukses perbaikan ekonomi, tetapi apabila jumlah penduduk tidak dikendalikan, maka pembangunan akan sia-sia. Akan tetapi sayangnya, di zaman reformasi pasca Orde Baru, program KB tersebut nyaris tidak terdengar bunyinya. Dalam satu dekade pembiaran program tersebut, telah ada tanda-tanda akan adanya peledakan penduduk. Banyaknya ibu-ibu muda dimana-mana membawa atau menggendong bayi atau sedang hamil serta peningkatan jumlah penduduk di banyak provinsi, menunjukkan tanda-tanda ‎/fenomena peledakan penduduk. Jumlah penduduk Indonesia sekarang yang lebih dari 230 juta serta tingginya angka pengangguran, meningkatnya angkatan kerja serta ketatnya persaingan pendidikan adalah juga pertanda akan sulitnya meningkatkan  kesejahteraan dan pendidikan bila pertambahan penduduk tidak terkendali.

Mengingat sebagian besar penduduk Indonesia adalah umat Islam (lebih dari 80%) maka merasuknya jiwa KB kedalam umat Islam akan amat berpengaruh pada suksesnya program KB. Atau program KB ini seharusnya mendapat dukungan penuh umat karena keberhasilannya akan berdampak pula pada kesejahteraan umat. Namun pada hakikatnya ada pula resistensi dari umat Islam sendiri dengan berbagai alasan. Sebagian umat Islam menolak program KB dengan berbagai alasan, di antaranya adalah:

  1. Anak adalah karunia dan rezeki Allah, maka tidak seharusnya menolak pemberian Allah.
  2. Keyakinan bahwa Allah adalah pemberi anak dan Dia pula yang akan menjamin rezekinya. Hal ini didasarkan pada firman Allah dalam Surah Hūd/11: 6 dan al-‘Ankabūt/29:

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Laut Mahfuz). (Alquran, Surah Hūd/11: 6)

وَكَأَيِّن مِّن دَابَّةٍ لَّا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (Alquran, Surah al‘Ankabūt/29: 60)

 

  1. Adanya larangan membunuh anakanak karena takut miskin. Seperti pada Surah al-Isrā’/17: 31 dan al-An‘ām/6: 151

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا

Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar. (Alquran, Surah al-Isrā’/17: 31)

قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۖ وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُم مِّنْ إِمْلَاقٍ ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ ۖ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ۖ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Dan janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka. (Alquran, Surah al-Anām/6: 151).

 

Dalam suatu hadis juga disebutkan,

Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah, “Dosa apakah yang paling besar di hadapan Allah?” Beliau menjawab, “Apabila engkau menyekutukan Allah, padahal Dia-lah Yang menciptakanmu.” Lelaki itu bertanya lagi, “Lalu dosa apa lagi?” Beliau menjawab, “Apabila engkau membunuh anakmu sendiri karena khawatir ia makan bersamamu”. (Riwayat Muslim dari ‘Abdullāh bin Mas‘ūd‎)

 

  1. Pengaruh sikap Jabariyah dalam menghadapi takdir. Aliran Jabariah berkeyakinan apa yang dilakukan manusia adalah kehendak Allah, manusia tak punya pilihan. Demikian pula pernikahan, hubungan seks dan kelahiran anak. Aliran Jabariah beranggapan tak ada ruang bagi manusia untuk ikut campur dalam tindakan manusia itu sendiri. Hidup dan mati, kaya dan miskin, bahagia dan menderita, semuanya adalah telah tercetak sebagai takdir Allah.

 

Dengan dasar-dasar pemikiran di atas, jelas konsep KB tidak mudah masuk dalam masyarakat Islam. Apalagi banyak pemimpin-pemimpin mereka yang mempunyai anak banyak, diantaranya dari beberapa istri. Mereka menjadi panutan umat.

Untuk dapat memasyarakatkan program KB ke dalam kehidupan umat, maka perlu ada perubahan paradigma yang bervisi ilmu pengetahuan namun tetap berpegang pada syariah Islam. Beberapa hal penting yang perlu dimasyarakatkan adalah:

  1. Bahwa pengaturan kelahiran dengan mencegah terjadinya kehamilan dalam hubungan seks, tidakIah berdosa dan tidak bertentangan dengan AIquran dan hadis.
  2. Bahwa menghindari kehamilan bukanlah suatu pembunuhan karena belum terbentuk janin atau bayi.
  3. Tanggungjawab orangtua terhadap anak tidak hanya memberi makan, tetapi juga menjamin kesehatan, pendidikan, dan mempersiapkan kehidupan masa depan yang lebih baik sebagai sumber daya manusia modal bagi umat dan bangsa.
  4. Memotivasi umat untuk selalu berusaha yang lebih baik sebagai kewajiban manusia dan boleh menerima nasib atau takdir Allah seteIah usaha maksimal.
  5. Keluarga Berencana pada hakikatnya bertujuan untuk kesejahteraan keluarga, tidak hanya untuk orang tua, tetapi juga bagi anak-anak serta keluarga dan masyarakat.

 

KEMANDULAN DAN BAYI TABUNG

Infertilitas atau keadaan sepasang suami istri tidak memperoleh keturunan adalah suatu kejadian yang sering dijumpai. Pada umumnya pasangan suami istri mendambakan adanya keturunan yang akan melanjutkan generasinya. Anak adalah anugerah Allah sehingga pada umumnya didambakan, bahkan menjadi doa sehari-hari agar anak keturunan menjadi buah hati yang menyenangkan. Hal ini misalnya dapat kita baca dalam firman Allah,

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (Alquran, Surah al-Furqān /25: 74)

 

Masalahnya adalah adanya pasangan suami istri yang salah satu atau kedua-duanya tidak dapat memperoleh keturunan secara alamiah (mandul). Diperkirakan 10% pasangan suami istri tidak akan memperoleh keturunan dengan cara alami. Pembuatan bayi tabung atau lebih tepat disebut pembuahan dalam tabung merupakan cara yang paling banyak digunakan untuk memperoleh keturunan. Di Swedia 1 dari 50 kelahiran adalah bayi tabung, di Australia 1 dari 60 kelahiran adalah bayi tabung, dan di Amerika Serikat 1 dari 80 kelahiran adalah bayi tabung.

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai di sekitar kita suami atau istri yang mandul sehingga tidak dimungkinkan punya anak. Sejatinya, Alquran telah mengisahkan adanya orang-orang mandul, meskipun lebih pada kisah keajaiban orang-orang mandul (sekaligus sudah menopause) iłu kemudian bisa memiliki keturunan.

فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً ۖ قَالُوا لَا تَخَفْ ۖ وَبَشَّرُوهُ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ ۝ فَأَقْبَلَتِ امْرَأَتُهُ فِي صَرَّةٍ فَصَكَّتْ وَجْهَهَا وَقَالَتْ عَجُوزٌ عَقِيمٌ۝ قَالُوا كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ ۖ إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيمُ۝

Maka dia (Ibrahim) merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata, Janganlah kamu takut,” dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak). Kemudian istrinya datang memekik (tercengang) lalu menepuk wajahnya sendiri seraya berkata, (Aku ini) seorang perempuan tua yang mandul.” Mereka berkata, Demikianlah Tuhanmu berfirman. Sungguh, Dialah Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui.” (Alquran, Surah aż-Żāriyāt/51: 2830)

وَامْرَأَتُهُ قَائِمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنَاهَا بِإِسْحَاقَ وَمِن وَرَاءِ إِسْحَاقَ يَعْقُوبَ۝ قَالَتْ يَا وَيْلَتَىٰ أَأَلِدُ وَأَنَا عَجُوزٌ وَهَٰذَا بَعْلِي شَيْخًا ۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ عَجِيبٌ۝

Dan istrinya berdiri lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishak dan setelah Ishak (akan lahir) Yakub. Dia (istrinya) berkata, “Sungguh ajaib, mungkinkah aku akan melahirkan anak padahal aku sudah tua, dan suamiku ini sudah sangat tua? lni benar-benar sesuatu yang ajaib”. (Alquran, Surah Hūd/11: 71-72)

قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَقَدْ بَلَغَنِيَ الْكِبَرُ وَامْرَأَتِي عَاقِرٌ ۖ قَالَ كَذَٰلِكَ اللَّهُ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ۝

Dia (Zakaria) berkata, Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku sudah sangat tua dan istriku pun mandul?” Dia (Allah) berfirman, Demikianlah, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” (Alquran, Surah Āli ‘Imrān/3: 40)

 

Tidak dikaruniainya anak bagi pasangan suami istri adalah kehendak Allah juga. Takdir tersebut disebabkan oleh kemandulan suami atau istri atau kedua-duanya. Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Zakaria, menunjukkan bahwa Allah dengan kekuasaan-Nya dapat membatalkan kemandulan dan memberikan anak.

Ayat-ayat di atas menunjukkan bahwa Allah dapat memberikan anak kepada orang mandul yang berdoa dengan sungguh-sungguh. Atau kemandulan hakikatnya tidak selalu permanen. Kini di zaman ilmu pengetahuan dan teknologi modern ini, kemandulan pasangan suami istri dapat dipelajari sebab-sebabnya, sehingga pengobatan dapat dilakukan.

 

Kemandulan Dilihat dari limu Pengetahuan.

Seperti diuraikan di atas, tidak dikaruniainya pasangan suami istri akan anak disebabkan oleh kemandulan suami atau istri atau keduanya. Kemandulan suami dapat disebabkan oleh:

  • Jumlah sperma persatuan volume yang rendah. Seperti diketahui ejakulasi laki-laki sebanyak 3-5 cc mengandung jutaan sperma yang akan menuju ovum. Hanya satu di antara jutaan sperma tersebut yang dapat membuahi ovum (sel telur). Semakin rendah kadar sperma semakin kecil kemungkinan terjadi proses pembuahan. Jumlah sperma persatuan volume amat bergantung pada kesuburan seseorang. Dengan kemajuan teknologi peralatan mikroskop atau spektroskopi, jumlah sperma dalam air mani dapat diketahui. Dari data tersebut dokter dapat menentukan obat atau vitamin dan makanan suplemen yang harus dikonsumsi untuk meningkatkan jumlah sperma.
  • Kecepatan bergerak sel sperma yang lambat. Baik sperma maupun ovum mempunyai kurun waktu kehidupan. Ovum dapat dibuahi 12 jam setelah ovulasi dan akan mati dalam waktu 24 jam. Sedang sperma hanya bisa bertahan hidup sampai 4 hari. Jadi sel sperma harus dapat mencapai ovum saat ovum siap untuk dibuahi. Gerakan sperma yang lambat akan menyebabkan ia mati sebelum sampai pada ovum. Teknologi spektroskopi atau “Phaton correlation spectroscopy” atau PCS adalah spektroskopi yang didasarkan pada teknologi radar, dapat menentukan kecepatan gerak sperma. Dari data ini pula, maka dokter dapat memberikan terapi agar sperma lebih cepat bergerak. Apabila kedua karakter sperma tersebut di atas dapat diperbaiki dengan tepat, maka bila tidak ada kelainan dari pihak istri, hubungan seks dapat menghasilkan anak dengan izin Allah subḥānahū wa ta‘ālā.

 

Kemandulan istri disebabkan banyak faktor, di antaranya adalah:

  • Kesuburan dalam menghasilkan ovum atau sel telur. Wanita tertentu atau sudah tua (menopause) tidak menghasilkan sel telur dan ini tentu tidak akan menghasilkan keturunan meskipun sperma suami cukup baik kualitasnya. Pemeriksaan dokter akan dapat memastikan hal tersebut dan pengobatan dapat dilakukan untuk penyuburan.
  • Adanya massa dalam rahim seperti tumor atau kanker yang dapat menghalangi perjalanan sperma menuju sel telur. Pemeriksaan dokter dengan peralatan seperti USG dapat mengetahui keadaan tersebut sehingga operasi dapat dilakukan.
  • Kondisi keasaman dan kebasaan dalam vagina. Seperti dijelaskan sebelumnya, kondisi keasaman vagina amat mempengaruhi masa hidup sperma. Kondisi vagina amat ditentukan oleh karakter wanita dan makanan yang dikonsumsinya.
  • Sel telur yang lemah menempel pada rahim. Sel telur yang telah dibuahi akan menempel pada rahim untuk melanjutkan proses pembentukan bayi. Wanita dengan kondisi demikian memiliki kecenderungan mengalami keguguran. Keguguran dapat pula terjadi akibat gerakan fisik ibu hamil yang terlalu aktif atau ekstrem. Ibu yang demikian ini biasanya disarankan selalu berada di tempat tidur hingga melahirkan.

 

Teknologi Mengatasi Kemandulan

Ayat-ayat Alquran yang menceritakan kisah Nabi Ibrahim dan Zakaria dikaruniai anak dimasa tua yang sebenarnya adalah masa mandul, menunjukkan bahwa usaha mengatasi kemandulan tidaklah berarti menentang takdir Allah. Bila Allah memberikan anak pada pasangan mandul dengan kehendak-Nya dengan hanya berfirman “kun fayakūn”, maka adalah wajar bagi manusia berusaha lewat ilmu pengetahuan yang sebenarnya juga diberikan oleh-Nya. Bila usaha-usaha yang diberikan di atas masih juga belum berhasil, maka terdapat beberapa cara penting dalam zaman modern, yakni:

  1. Bayi Tabung

Teknologi bayi tabung dilakukan dengan mengambil sel telur istri dan dibuahi dengan sel sperma suami dalam tabung (di luar tubuh ibu). Setelah proses pembuahan terjadi dan cukup stabil, maka sel telur tadi dikembalikan lagi atau ditanam kembali pada rahim istri dan janin akan tumbuh dan berkembang sampai lahir. Teknologi tabung banyak memberikan keberhasilan dan kebahagiaan suami-istri. Mengingat sel telur dan sel sperma adalah milik suami-istri yang sah dan janin tumbuh dalam rahim istri, maka secara ilmu agama (fikih) tidak ada masalah dalam hal keturunan atau waris.

 

  1. Transfer Embrio

Bagi wanita yang subur, tetapi mengalami masalah dalam rahimnya, maka telah dikembangkan teknologi transfer embrio (embryo transfer). Rahim istri yang tidak dapat ditempeli oleh sel telur yang telah dibuahi digantikan fungsinya oleh wanita lain sampai melahirkan. Berbeda dengan bayi tabung, teknologi transfer ini jelas mengandung masalah keturunan yang lebih kompleks. Dapat terjadi ibu sebagai induk semang akan mengklaim anak yang dilahirkan adalah anaknya meskipun bukan dari sel telurnya.

Bagi pasangan suami-istri yang salah satu atau dua-duanya mandul, namun sangat ingin memiliki anak secara biologis, maka berkat perkembangan teknologi kedokteran keinginan itu dapat diwujudkan melalui teknik bayi tabung. Para ulama sepakat apabila bayi tabung itu berasal dari benih suami dan istri yang sah maka dapat dibolehkan. Namun, apabila berasal dari bank sperma atau sperma dari orang lain (bukan suami-istri yang sah secara syari) maka ulama sepakat tentang keharamannya, karena akan mengacaukan nasab yang dampaknya sangat luas, dan sangat potensial bermasalah di kemudian hari.

 

PENGARUH MAKANAN TERHADAP KETURUNAN

Penentu Keturunan

Hubungan seks suami-istri yang bertujuan untuk mempunyai keturunan yang baik haruslah memperhatikan masalah gizi. Gizi yang baik tidak hanya diperlukan bagi bayi yang telah lahir, tetapi juga amat penting pada saat bayi dalam pertumbuhan (janin). Bahkan juga bagi sumber bibit yakni suami dan istri. Hal ini disebabkan karena kondisi kesehatan dan kecerdasan manusia ternyata telah terbentuk sebelum kelahiran. Allah berfirman dalam Surah Āli Imrān/3: 6 sebagai berikut.

هُوَ الَّذِي يُصَوِّرُكُمْ فِي الْأَرْحَامِ كَيْفَ يَشَاءُ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Dialah yang membentuk kamu dalam rahim menurut yang Dia kehendaki. Tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. (Alquran, Surah Āli Imrān/3: 6)

Ayat tersebut menunjukkan pentingnya usaha fisik selain doa untuk keturunan yang baik. Dari aspek ilmu pengetahuan, kondisi kesehatan, bentuk tubuh, kecerdasan dan sikap seseorang ditentukan oleh beberapa faktor awal (dini), di antaranya:

  • Kualitas sperma dan sel telur orang tua

Sperma dan sel telur ini adalah pembawa gen keturunan atau yang disebut DNA. Sebagaimana diuraikan sebelumnya, sperma dan sel telur yang kurang gizi baik karena asupan gizi makanan yang kurang atau akibat banyak minum alkohol dapat mengakibatkan keturunan buruk, berpenyakit, cacat atau gangguan mental.

  • Makanan ibu saat hamil

Dalam konferensi pers Early Life Nutrition Forum (University of Auckland, Mei 2011), Prof. Sir Peter Gluckman menyebut bahwa faktor kedua setelah kualitas sperma dan sel telur adalah gizi makanan ibu ketika mengandung (Republika, 22 Mei 2011). Dikatakan bahwa makanan yang dikonsumsi ibu saat hamil adalah peletak dasar kesehatan keturunan. Dijelaskannya, faktor tersebut berdasarkan penelitian bahwa status gizi ibu hamil dapat mempengaruhi DNA pada janin, yang selanjutnya dapat mempengaruhi kesehatan pada usia muda. Hasil penelitian di atas sesuai apa yang dikemukakan oleh Dr. dr. Saptawati Bardosono (Republika 22 Maret 2011), bahwa seIain kualitas sperma dan ovum yang bergizi, juga janin memerlukan gizi yang lengkap untuk tubuh optimal. Pada 20 minggu pertama kehamilan, seorang ibu memerlukan makanan yang kaya akan zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral selain protein. Kelengkapan zat gizi tersebut diperIukan karena pada masa itu adalah saat pembentukan sel dalam jumlah yang banyak zat gizi tersebut terkait program metabolit seperti glukosa, lipid, protein, hormon dan lain-Iain. Selanjutnya pada 20 minggu berikutnya, janin memerlukan kalori yang cukup banyak dalam bentuk karbohidrat, lemak dan protein. Zat gizi tersebut diperlukan untuk membangun sel dan jaringan tubuh yang sudah terbentuk untuk tumbuh menjadi besar. Sayang sekali, kondisi gizi yang kritis di atas tidak dipahami oleh banyak ibu hamil. Menurut dr. Noroyono Wibowo, Sp.OG (Republika 22 Mei 2011), 40% ibu hamil mengalami anemia sebagai akibat kekurangan (defisiensi) zat besi. Kondisi ibu yang anemia berisiko melahirkan bayi yang tidak cukup beratnya dan kecerdasan anak akan merosot 20%, juga dapat mengalami gangguan perilaku. Oleh karena itu untuk memperbaiki generasi penerus masa depan, diperlukan perencanaan keturunan bagi masyarakat. Pola makan yang kurang baik terutama bagi keluarga dengan pendidikan dan pendapatan rendah atau tidak tercukupi kebutuhan pangannya berisiko berketurunan yang tidak berkualitas. Dengan demikian hubungan seks suami-istri yang mengharapkan keturunan harus diprogramkan dengan baik. Untuk itu diperlukan ilmu dan kecukupan ekonomi. Ilmu yang diperlukan terutama terkait dengan mekanisme pertumbuhan janin yang amat memerlukan pasokan makanan yang cukup dan bergizi. Dan untuk itu diperlukan kecukupan ekonomi. Selain itu diperlukan pengetahuan agama tentang pengaruh makanan terhadap pembentukan jiwa atau moral anak. Disinilah bahayanya kawin dini para remaja. Tidak ada masalah dalam hubungan seks. Tetapi pasangan muda yang belum mapan ekonominya apalagi minim ilmu pengetahuan dan agama, cenderung berketurunan kurang berkualitas.

 

Penciptaan Manusia yang Mengagumkan

Hubungan seks atau sanggama (coitus) merupakan sarana pembuahan sel telur oleh sperma Iaki-laki. Sel telur (ovum) yang telah matang dengan gerakan khusus menuju ke dalam ampula. Sel telur disini menunggu sel sperma yang dilepaskan oleh laki-laki di saat hubungan seks di atas. Kira-kira 3-5 cc cairan sperma yang dapat berisi 300-500 juta sperma, semua berenang menuju ampula di mana sel telur menunggu. Diperlukan waktu kurang lebih satu jam perjalanan menuju ampula, tetapi hanya beberapa sperma yang dapat mencapai ovum. Sebagian besar mati akibat kondisi asam di vagina. Dari beberapa sel sperma yang bertahan hanya satu sperma saja yang  ‘diterima’ masuk ke dalam sel telur. Sel telur dapat dibuahi 12 jam setelah ovulasi (matang) dan akan mati dalam waktu 24 jam. Sedang sperma dapat hidup sampai 4 (empat) hari.

Masuknya sel sperma ke dalam ovum merupakan awal dari proses kehidupan, penciptaan manusia yang mengagumkan. Sperma yang menembus sel telur, kemudian menempel pada permukaan sel telur, membungkus diri dengan lapisan luar yang tidak dapat ditembus lagi oleh sperma yang Iain. Sel telur dan sperma mulai membelah. Informasi dan karakteristik dari sel di atas (disebut zigot) adalah penentu apakah bayi akan lahir laki-laki atau perempuan. Manusia dapat mempelajari kromosom zigot untuk memilih bayi Iaki-laki atau perempuan, tetapi tidak ada jaminanan 100% dan tetap Allah adalah penentu-Nya.

Tiga hari setelah pembuahan mulailah zigot mengalami pembelahan menjadi dua, kemudian menjadi empat, menjadi delapan dan seterusnya. Dalam proses pembelahan, zigot digiring menuju rahim oleh gerakan getar bulu silia dan kontraksi otot. Hasil pembentukan yang disebut blastula, tergiring menuju rahim yang kondisinya tepat, yakni mengandung glikogen. Blastula kemudian menembus lapisan rahim dan tertanam pada rahim. Dari sinilah kemudian sel-sel blastula berkembang cepat. Program ‘biochip” ciptaan Allah telah membagi tugas pada sel-sel untuk membentuk organ-organ tubuh manusia. Kelompok sel mengatur diri sendiri atas perintah Allah menjadi kepala, tubuh, tangan, kaki, paru-paru, jantung dan sebagainya. Terciptalah embrio manusia yang kemudian menjadi janin.

Dengan alat ultrasonografi (USG) proses kehamilan dapat diikuti untuk mengetahui kapan waktu pembentukan organnya.

Proses pembentukan bayi setelah terjadinya hubungan seks antara laki-Iaki dan perempuan adalah mutlak kekuasaan Allah. Namun dari data ilmu pengetahuan di atas, dapat disimpulkan bahwa proses pembentukan manusia secara bertahap jelas memerlukan energi dan materi untuk pertumbuhan. Itulah makanan kita yang harus mencukupi kebutuhan tahap-tahap reproduksi. Kekurangan gizi makanan dapat menyebabkan pertumbuhan janin yang tidak sempurna baik dari aspek fisik maupun intelektual. Pemahaman ilmu akan sistem reproduksi demikian amat perlu dipahami oleh pasangan-pasangan produktif agar dapat mempunyai keturunan yang berkualitas sehingga bermanfaat bagi keluarga, masyarakat dan negara.

Terkait kecerdasan anak, hal itu amat ditentukan oleh pertumbuhan otak, selain faktor keturunan. Semakin besar jumlah sel otak umumnya akan semakin cerdas seorang anak. Sedang pertumbuhan otak pada manusia mulai terbentuk pada hari ke-16. Hari ke-24 s.d. ke 36 juga penting karena mulai terbentuknya jantung, mata dan telinga. Di sinilah pentingnya menjaga gizi ibu hamil, terutama pada awal-awal kehamilan seperti di atas. Sayangnya, banyak ibu hamil justru terkena penyakit anemia alias kekurangan darah. Bahkan pada awal kehamilan ibu cenderung muntah-muntah atau tidak nafsu makan. Kondisi ini harus dapat diatasi dengan menambah makanan tambahan, vitamin dan mineral. Namun apabila kondisi gizi di masa hamil tak terjaga dengan baik, masih ada waktu memperbaikinya yakni 3 (tiga) tahun setelah Iahir.

Jadi bagi pertumbuhan otak, otak masih terus dapat berkembang hingga umur 3 (tiga) tahun. Setelah itu masa pertumbuhan jumlah sel otak mulai berhenti, artinya proses otak perbaikan sudah susah diperbaiki.

 

Dikutip dari Tafsir ‘Ilmi

Leave a Reply

Close Menu