KESEMPURNAAN CIPTAAN ALLAH

KESEMPURNAAN CIPTAAN ALLAH

Allah Mahakuasa. Dia berkuasa atas apa saja dan berkuasa melakukan apa saja. Pernyataan ini diyakini oleh semua umat yang beragama. meski demikian,yang menjadi pertanyaan adalah dimana dapat ditemukan tanda-tanda kekuasaan Allah itu. Dalam Alquran informasi demikian banyak diungkapkan, salah satunya dapat kita temukan dalam firman Allah,

إِنَّ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِّلْمُؤْمِنِينَ۝

Sungguh, pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang mukmin. (Alquran, Surah al-Jāṡiyah/45: 3)

 

Kata ayat merupakan bentuk jamak (plural) dari ayah yang memiliki beragam arti. Di antara maknanya adalah “tanda kekuasaan”, seperti yang disebutkan dalam Surah ar-Rūm/30: 21. Makna lainnya adalah “ayat Alquran”, seperti yang disebutkan dalam Surah al-Baqarah/2: 106. Ada pula yang mengartikannya sebagai “alamat”, seperti yang disebutkan dalam Surah al-Baqarah/2: 248. Selain itu, ada juga yang mengartikan kata ini dengan “kelompok atau kumpulan”. Pada ayat di atas, yang dimaksud dengan ayat adalah “tanda kekuasaan Allah.” Istilah yang digunakan berbentuk jamak, karena tanda kekuasaan Allah itu tidak hanya satu, tetapi sedemikian banyak, sehingga penyebutannya seringkali diawali dengan kata min, yang artinya “sebagian” atau “di antara”. Ketika kata ini disebut dalam bentuk jamak tanpa diawali min, maka itu menunjukkan bahwa tanda-tanda tersebut sangat beragam, seperti yang terdapat di seantero langit dan bumi.

Ayat ini menerangkan bahwa di langit yang sangat luas dan di bumi tempat kediaman manusia terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah. Tanda-tanda itu meliputi beragamnya benda-benda angkasa, bermacamnya makhluk yang ada di bumi, dan juga keunikan manusia baik secara jasmani maupun rohani. Orang yang berpikiran sederhana pun pasti akan menyimpulkan bahwa semua yang ada pasti ada penciptanya. Ketika pikiran tadi ditujukan pada keberadaan alam yang sangat luas dan sangat besar ini, maka keyakinan yang muncul adalah bahwa penciptanya pasti demikian kuasa dan perkasa. Dengan mencipta semua yang ada di langit, di bumi, dan semua yang ada di antara keduanya, maka kekuasaan Sang Pencipta itu pastilah tidak ada bandingannya. Itulah Tuhan yang Mahakuasa dan Mahaperkasa.

Pada akhir ayat di atas Allah menjelaskan bahwa yang meyakini kekuasaan-Nya adalah orang-orang yang benar-benar beriman. Yang demikian ini karena mereka adalah orang yang benar-benar dapat menyimpulkan bahwa pencipta benda benda yang demikian banyak, demikian bermanfaat bagi kehidupan, dan demikian besar, pasti adalah sesuatu yang memiliki kekuasaan absolut. Kesimpulan ini akan membawa mereka menuju ketundukan kepada kebesaran-Nya. Akhir dari keyakinan ini akan bermuara pada kepercayaan bahwa Zat Yang Mahahebat ini saja yang layak menjadi tujuan ibadah.

Tanda-tanda kekuasaan Allah tersebar baik di langit, bumi, maupun di antara keduanya. Di antara tanda kekuasaan-Nya yang berkaitan dengan benda-benda langit adalah yang diinformasikan pada Surah al-An‘ām/6: 96-97, yang mengisyaratkan bahwa Allah saja yang berkuasa menjadikan pagi dan malam. Allah menciptakan malam untuk menyediakan waktu bagi manusia dan makhluk lainnya untuk beristirahat setelah sejak pagi sampai sore tekun berusaha mencari rezeki bagi penopang kehidupan mereka. Dalam Surah al-An‘ām Allah berfirman:

فَالِقُ الْإِصْبَاحِ وَجَعَلَ اللَّيْلَ سَكَنًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْبَانًا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ۝ وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ النُّجُومَ لِتَهْتَدُوا بِهَا فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ۝

Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui. Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Kami telah menjelaskan tanda tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang mengetahui. (Alquran, Surah al-An‘ām/6: 96-97)

 

Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa semua benda langit memiliki manfaat bagi makhluk-Nya. Kedatangan malam setelah pagi dan siang berlalu, misalnya, menyediakan waktu istirahat bagi hampir semua makhluk. Demikian pula eksistensi matahari dan bulan; keduanya bisa menjadi pedoman dalam penghitungan waktu, memicu manusia mengenal perhitungan kalender yang didasarkan pada peredaran matahari (disebut Solar Calendar atau kalender Syamsiyah) dan yang didasarkan pada peredaran bulan (disebut Lunar Calendar atau kalender Qamariyah). Bintang-bintang yang demikian banyak di angkasa juga memiliki manfaat yang tidak sedikit, di antaranya sebagai pedoman penunjuk arah. Dari masa lalu sampai saat ini banyak musafir maupun pelaut yang selalu berpedoman pada tata letak bintang di dalam rasi bintang tertentu bila ingin menentukan arah perjalanan. Demikianlah penegasan Allah terkait manfaat dari benda-benda langit yang merupakan tanda’-tanda kekuasaan Allah, suatu manfaat yang benar-benar dapat diambil oleh manusia dalam kehidupan mereka.

Dikutip dari Tafsir ‘Ilmi

 

Leave a Reply

Close Menu