KELEBIHAN BERAT BADAN PADA ANAK-ANAK DAN PENDIDIKAN SAINS

KELEBIHAN BERAT BADAN PADA ANAK-ANAK DAN PENDIDIKAN SAINS

Kami akan menerangkan mengapa anak-anak dengan kelebihan berat badan harus dibahas dalam pendidikan sains. Kami juga mengusulkan sebuah model yang bisa digunakan oleh para pendidik sains untuk memasukkan isu kelebihan berat badan anak-anak ke dalam sains sekolah berpangkal penelitian di tingkat sekolah menengah.

 

KELEBIHAN BERAT BADAN ANAK-ANAK: SEBUAH WABAH

Keterlibatan kami dalam bidang pendidikan gizi dan sains telah membuat kami sungguh-sungguh menyadari masalah kelebihan berat badan masa anak-anak. Penelitian ini menggugah: data terakhir menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen populasi di Amerika Serikat dianggap berkelebihan berat badan atau berobesitas, dengan jumlah anak-anak yang kelebihan berat badan berlipat dua kali dalam dua dasawarsa terakhir.

Masalah “obesitas anak-anak” telah memunculkan kesadaran nasional, meskipun jumlahnya terus meningkat selama beberapa tahun. Kelebihan berat badan anak-anak menjadi sumber keprihatinan karena ia terkait dengan peningkatan kolesterol dan risiko diabetes tipe II. Ia juga prediktor kuat obesitas di kemudian hari dalam hidup, di mana ia dikaitkan dengan sindrom metabolik, ditandai dengan obesitas abdomen, lemak darah tinggi, tekanan darah tinggi, dan gula darah tinggi. Kelebihan berat badan anak-anak juga membawa konsekuensi sosial karena anak-anak yang kelebihan berat badan sering mengalami penolakan oleh rekan-rekan dan bentuk diskriminasi sosial lainnya, ketidakpuasan dengan tubuh mereka, dan keyakinan diri yang rendah.

 

PENCEGAHAN KELEBIHAN SERAT BADAN ANAK-ANAK

Pencegahan berat badan lebih mudah, lebih murah, dan lebih efektif daripada menyembuhkan obesitas yang telah berkembang. Call to Action Surgaon General pada 2001 (US Departement of Health and Human Services 2001) mencakup seruan spesifik untuk kegiatan pencegahan kelebihan berat badan yang difokuskan pada makan sehat dan kegiatan fisik di sekolah. Namun ada beberapa proyek yang menawarkan model tetang bagaimana sekolah bisa merespon masalah kelebihan berat badan anak-anak. Banyak pertanyaan tetap: bagaimana kita mengajarkan kepada anak-anak tantangan yang terkait dengan kelebihan berat badan anak-anak dengan cara-cara yang memberdayakan, bukannya membebani? Pada tingkat kelas kapankah intervensi seperti itu akan paling efektif? Bagaimana program intervensi semestinya menyeimbangkan antara membantu anak-anak memahami masalah dan membantu mereka menangani masalah? Di manakah seharusnya program berpangkal-dalam kelas pendidikan jasmani atau kesehatan? Dalam rancangan khusus? Atau sebagai bagian dari kurikulum akademis reguler.

 

BAGAIMANA PENDIDIKAN SAINS HARUS MENANGGAPI?

Kami percaya bahwa intervensi sekolah yang berfokus pada kelebihan berat badan anak-anak harus melangkah keluar dari intervensi sebelumnya yang hanya diarahkan pada perilaku terkait-pola makan tertentu seperti mengurangi lemak atau konsumsi buah dan sayur menuju pengajaran kepada anak-anak tentang cara kerja tubuh dan bagaimana tubuh menjadi kelebihan berat badan. Anak-anak juga bisa memperoleh manfaat dari memiliki keahlian menganalisis makanan dan lingkungan kegiatan dan memahami perubahan dramatis yang terjadi dalam jangka waktu singkat. Kami juga percaya bahwa kelebihan berat badan anak-anak harus diatasi melalui segenap kurikulum sekolah. Namun, kami juga berpendapat bahwa kelas sains menawarkan kedudukan khusus karena di kelas sains itulah siswa bisa menyelidiki melalui pendekatan berpangkal-penelitian, bagaimana cara kerja tubuh dan bagaimana kelebihan berat badan berpengaruh terhadap kesejahteraan tubuh.

 

MENJADI CAKAP DENGAN MEMAHAMI BIOLOGI, LINGKUNGAN, DAN PERILAKU PRIBADI KITA

Dalam kegiatan kami, kami telah berusul untuk keluar dari sekadar mengajari anak-anak perilaku mana yang harus dijalankan dan strategi untuk menjalankannya, menuju ke cara berpikir tentang makanan dan perilaku mereka yang membantu mereka merasa cakap dalam menjelajahi lingkungan kegiatan dan makanan zaman sekarang. Kami percaya bahwa setiap program pencegahan kelebihan berat badan anak-anak harus berfokus pada pembelajaran tentang biologi, lingkungan, dan perilaku pribadi yang mempengaruhi kelebihan berat bdan.

 

Biologi

Manusia sepertinya memang terlahir dengan kesukaan kepada gula dan garam, mungkin juga lemak, dan keengganan terhadap rasa pahit dan asam. Namun, manusia juga terlahir dengan kemampuan untuk mempelajari kecenderungan terhadap makanan. Anak-anak bisa belajar menyukai makanan jika mereka memiliki interaksi positif dengannya. Karena makanan yang berlemak tinggi, bergula tinggi dan bergaram tinggi mudah tersedia dan seringkali tersaji dalam konteks sosial yang positif, misalnya dalam acara istimewa, anak-anak kecil pun menjadi menyukai makanan ini lantaran kesukaan bawaan mereka kepada makanan ini dan konteks sosial yang positif. Dalam hal jumlah asupan, anak-anak yang sangat kecil peka sekali terhadap perbedaan kepadatan kalori di antara makanan dan menyesuaikan asupan mereka dengannya, melalui proses pengaturan-diri. Namun, ada bukti bahwa rasa kenyang, atau rasa puas, juga mengalami pengkondisian seiring anak tumbuh membesar.

 

Lingkungan

Lantas, seperti apakah makanan dan lingkungan kegiatan fisik di mana anak-anak masa kini harus mengambil pilihan, dan apa dampaknya? Ada banyak statistik yang menunjukkan kepada kita betapa besarnya lingkungan sosial dan ekonomi telah membentuk cara kita makan. Misalnya, dalam dua puluh lima tahun terakhir, jumlah jajanan yang dimakan di luar rumah telah berlipat dua dan sebagian besar jajanan ini memiliki kepadatan gizi yang rendah dan minuman berkalori tinggi dan gula tambahan. Selain itu, rata-rata anak melihat 10.000 iklan makanan per tahunnya, dan industri makanan menghabiskan $10 milyar setiap tahun untuk mempengaruhi perilaku makan anak-anak. Terakhir, anak-anak jauh semakin tidak aktif: orang-orang muda yang berusia 2-18 menghabiskan rata-rata lebih dari empat jam sehari menonton televisi dan videotape, bermain video game, atau, menggunakan komputer. Berjalan kaki dan bersepeda oleh anak-anak berusia 5-15 tahun merosot 40 persen antara tahun 1977 dan 1995, untuk sebagian dikarenakan oleh kurangnya trotoar dan semakin banyaknya penggunaan mobil. Jelas anak harus membuat pilihan dalam lingkungan tempat makanan ada di mana-mana, lezat, murah, dan gencar diiklankan dan mudahnya tidak berkegiatan.

 

Perilaku Pribadi

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa bagi anak-anak, sebagaimana bagi orang dewasa, pilihan selera mendominasi pengambilan keputusan makanan dan bahwa keluarga dan kekuatan sosial juga penting, menguatkan hasrat bawaan kepada gula, lemak, dan garam dan lingkungan makanan berinteraksi mempengaruhi perilaku pemilihan makanan. Sementara ada banyak dampak, kami rasa penting untuk menyoroti tiga perilaku di sini. Pertama, terdapat peningkatan asupan gula dan lemak, karena peningkatan konsumsi soda dan makanan cepat saji. Kedua, terdapat peningkatan dalam banyaknya anak-anak makan terutama lantaran meningkatnya ukuran porsi di restoran (misalnya, porsi super besar). Ketiga, terdapat peningkatan gaya hidup tidak giat.

 

Menjadi Siswa Sekolah Dasar/Menengah yang Cakap

Dari situ jelas bahwa program apapun yang berfokus pada kelebihan berat badan masa kanak-kanak harus mengajarkan kepada anak-anak tentang biologi mereka dan mengapa mereka memiliki kecenderungan bawaan terhadap jenis-makanan tertentu, serta kemampuan mereka untuk belajar makan dengan cara tertentu dan bagaimana kemampuan itu dipengaruhi oleh konteks sosial. Kami juga percaya bahwa seiring siswa mempelajari sistem biologi mereka yang kompleks, lingkungan, dan perilaku mereka, mereka harus juga belajar untuk secara cakap (kompeten) dalam melayari sistem itu dan bahwa masa terbaik untuk melakukan ini adalah di sekolah dasar/menengah (usia 12-14), ketika siswa mulai membuat lebih banyak pilihan makanan untuk diri mereka.

Kendati anak-anak kecil terutama membuat pilihan makanan mereka berdasarkan kesukaan mereka, pada usia sekolah dasar/menengah, proses kognitif-motivasi juga berpengaruh penting pada pilihan makanan. Anak muda menjadi lebih mampu menghubungkan sebab dan akibat dan memahami konsekuensi tindakan mereka. Dengan demikian, mereka bisa membuat pilihan makanan berdasarkan persepsi mereka tentang soal kesehatan dan berat badan di samping citarasa dan kelezatan. Dalam hal kesempatan, pada masa remaja anak-anak menerima uang $6 miliar per tahun dari pengasuhnya dan menghabiskan separuhnya untuk kudapan. Jadi, para remaja sekolah menengah memiliki kemampuan dan kesempatan untuk melatih kendali pribadi dan penguasaan area pilihan makanan dan aktivitas fisik.

Namun, perilaku termotivasi bukan hanya terlaksana melalui anggapan bahwa perilaku akan membawa hasil yang diinginkan, melainkan juga oleh perasaan yang kuat akan kemampuan untuk mengerahkan kendali pribadi terhadap lingkungan. Anak-anak memiliki pilihan dan periu belajar mengambil kendali untuk menciptakan sendiri lingkungan makanan dan kegiatan personal yang kondusif bagi kesehatan dan pengaturan ukuran-tubuh. Oleh karena itu, kami percaya segala penting memberikan para pemuda kesempatan untuk memperoleh rasa penguasaan dan kendali pribadi melalui pemhaman atas sistem biologi yang kompleks; lingkungan, dan perilaku mereka dan dengan belajar cara mengambil tindakan berdasarkan pemahaman mereka. Kami menyebut ini sebagai kendali pribadi, penguasaan atas perilaku mereka sendiri, dan kemampuan untuk menciptakan kecakapan lingkungan makanan dan kegiatan personal. Kami percaya sangatlah penting untuk membantu remaja agar mampu dengan cara menganalisis, memahami, dan mengambil tindakan di dalam sistem makanan dan lingkungan tanpa kegiatan saat ini untuk memperoleh keterampilan dan motivasi untuk menjadi apa yang kita sebut dengan pelayar dan pencipta yang cakap atas makanan personal dan dunia kegiatan mereka. Dengan begitu, pemuda akan mampu bukan hanya untuk membuat pilihan di dalam sistem, melainkan juga untuk”mengalahkan” sistem, katakanlah begitu; untuk menentukan jalan sendiri; dan untuk mendapatkan kepuasan pribadi dalam meraih kendali pribadi dan menciptakan lingkungan pribadi yang sehat dan mengurangi risiko kelebihan berat badan.

 

KESIMPULAN: PENDEKATAN PENDIDIKAN SAINS

Ringkasnya, kami percaya bahwa untuk mencegah kelebihan berat badan anak-anak, sebuah pendekatan gabungan harus diambil. Anak-anak harus memiliki kesempatan untuk menelisik dan mengembangkan pemahaman konseptual tentang hubungan kompleks antara biologi, lingkungan dan perilaku pribadi mereka. Mereka juga membutuhkan kesempatan berpenopang cukup untuk mengembangkan keterampilan ilmiah yang mereka perlukan untuk “mengalahkan sistem” atau untuk menjadi pemakan dan pegiat yang cakap.

Pendekatan kami sendiri selama ini adalah dengan menggabungkan kedua segi ini dalam kurikulum 24 pelajaran berpangkal-penelitian yang disebut Choice, Control and Change. Dalam kurikulum ini, penyelidikan konten menyediakan kesempatan bagi siswa untuk memahami biologi, lingkungan, dan perilaku pribadi mereka; kegiatan kelas menyediakan kesempatan bagi siswa untuk menjajaki pengalaman dan pendapat mereka, dan untuk merenungkannya melalui penilaian-diri tentang pola makan dan aktivitas dan tentang pembelajaran konsekuensi; dan penggunaan pendekatan berpangkal-penelitian kami menyediakan bagi siswa kesempatan dan keterampilan untlik belajar membuat pilihan dan mengambil kendali.

Apapun pendekatan kita, satu hal yang jelas: anak-anak akan terus dibombardir oleh berbagai peluang untuk menambah asupan lemak dan gula mereka secara murah dan mudah sambil terus mengurangi kegiatan. Ini tidak bisa dibiarkan. Kita harus menemukan cara untuk bekerja sama dengan para individu baik di dalam maupun di luar sekolah untuk membantu anak-anak memperoleh pemahaman dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk secara cakap melayari dunia mereka agar membuat pilihan yang lebih baik dan lebih sehat.

Leave a Reply

Close Menu