KELAHIRAN

KELAHIRAN

Setelah 9 bulan atau sekitar 38 minggu telah berlalu, tibalah waktunya bagi janin untuk keluar dan mengakhiri fase-fase perkembangannya di dalam rahim.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِن مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْ ۚ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ۖ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِن بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا ۚ وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ۝

Wahai manusia, jika kamu meragukan (Hari) Kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan (tetumbuhan) yang indah. (Alquran, Surah al-Ḥajj/22: 5)

Adalah sepenuhnya hak Allah untuk menentukan kapan seorang janin harus Iahir. Allah berfirman:

أَلَمْ نَخْلُقكُّم مِّن مَّاءٍ مَّهِينٍ۝  فَجَعَلْنَاهُ فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ۝  إِلَىٰ قَدَرٍ مَّعْلُومٍ۝  فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ الْقَادِرُونَ۝

Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina (mani), kemudian Kami letakkan ia dalam tempat yang kokoh (rahim), sampai waktu yang ditentukan, lalu Kami tentukan (bentuknya), maka (Kamilah) sebaik-baik yang menentukan. (Alquran, Surah alMursalāt/77: 20-23)

Secara global, proses persalinan terjadi melalui empat fase:

Fase pelumuran saluran persalinan dengan bahan pelicin dan terjadinya kontraksi otot rahim. Fase ini berlangsung antara 7-12 jam. Produksi pelicin dan kontraksi otot terjadi sebagai akibat dari hal-hal yang bersifat mekanik maupun aktivitas hormonal. Beberapa hormon dikeluarkan untuk membantu proses persalinan, antara lain prostaglandin, corticotropin releasing hormone, adreno cortico tropin, corticol, oxytocin, dan estrogin.

Fase keluarnya janin. Fase ini memakan waktu antara 30-50 menit, setelah bahan pelicinnya cukup. Dengan kontraksi rahim yang simultan ditambah dengan licinnya saluran persalinan, keluarlah bagian kepala sang bayi terlebih dahulu. Adalah menakjubkan bagaimana kepala bayi yang umumnya berukuran tiga kali diameter vagina dapat keluar dengan selamat. Allah berfirman:  “Dari setetes mani, Dia menciptakan lalu menentukannya. Kemudian jalannya Dia mudahkan. (Alquran, Surah ‘Abasa/80: 19-20).

Fase keluarnya plasenta dan gumpalan darah setelah bayi keluar dengan sempurna. Fase ini berlangsung kurang lebih 15 menit.

Fase kontraksi rahim. Fase ini umumnya terjadi secara simultan hingga 2 jam. Proses ini diperlukan untuk mencegah pendarahan pascapersalinan.

Alquran memberikan beberapa tuntunan yang perlu diperhatikan setiap orang pada masa pramelahirkan. Salah satunya ditujukan kepada Maryam ketika hendak melahirkan Isa alaihis salām. Dalam petunjuknya itu, Allah memerintahkan Maryam untuk mengkonsumsi kurma. Allah berfirman:

 

فَحَمَلَتْهُ فَانتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا۝  فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَىٰ جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَٰذَا وَكُنتُ نَسْيًا مَّنسِيًّا۝  فَنَادَاهَا مِن تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا۝  وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا۝

Maka dia (Maryam) mengandung, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata, “Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan”. Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. (Alquran, Surah Maryam/19: 22-25)

 

Perintah makan kurma menjelang masa persalinan bukannya tanpa alasan. Penelitian membuktikan bahwa mengkonsumsi kurma sangat membantu memperlancar proses persalinan. Dari penelitian itu ditemukan bahwa:

Buah kurma mengandung banyak serat yang membantu memperlancar proses kelahiran. 70% bagian buah kurma adalah glukosa, suatu unsur yang sangat mudah dicerna dan diserap tubuh. Dengan demikian, buah kurma sangat membantu dalam menyediakan energi bagi wanita hamil ketika dan pascapersalinan.

Buah kurma kaya mineral, utamanya magnesium yang diperlukan pada fisiologi sel, kalium yang diperlukan otot, dan besi yang berguna untuk mencegah gejala kurang darah atau anemia. Buah kurma mengandung unsur yang membantu menyiapkan otot rahim untuk berkontraksi saat persalinan. Unsur ini mirip dengan hormon oxytocin yang dikeluarkan oleh kelejar pituary.

Beberapa saat pascapersalinan, tepatnya ketika ari-ari bayi dipotong, bayi akan memulai babak baru dalam hidupnya. Ketergantungannya terhadap pasokan nutrisi secara langsung dari ibu segera digantikan oleh cara lain. Cara baru ini melibatkan keaktifan bayi untuk memperoleh kebutuhannya, baik dalam bentuk makanan maupun perhatian orang tua; suatu pendekatan yang sama sekali berbeda.

Dikutip dari Tafsir ‘Ilmi

Leave a Reply

Close Menu