KEISTIMEWAAN KONDISI ASTRONOMIS

KEISTIMEWAAN KONDISI ASTRONOMIS

Baru-baru ini, mulai muncul klaim-klaim serius yang menyatakan bahwa penalaan halus tidak hanya dijumpai pada unsur-unsur dasar alam semesta, tetapi juga pada aspek-aspek kosmis, astronomis, geologis dan aspek-aspek lain dari kehadiran manusia di bumi. Gonzales dan Richards pada 2004 mengemukakan sebuah tesis berani dalam buku mereka, The Privileged Planet: How Our Place in the Cosmos Is Designed for Discovery. Kedua penulis tersebut memperluas obervasi-observasi penalaan halus, mulai dari kosmos secara umum hingga galaksi (tempat yang layak dan cocok kita diami), matahari (bintang yang sangat stabil dan sangat moderat), dan bumi (ukurannya yang sempurna, bulan yang sempurna, jarak yang sempurna ke matahari, poras yang stabil dan kemiringan yang sempurna, dan seterusnya). Berikut adalah beberapa di antara tesis keduanya:

  1. Bumi kita istimewa (“begitu pas” untuk perkembangan kehidupan) karena alasan-alasan berikut:
  • ukuran bumi pastilah benar-benar pas untuk mempertahankan kondisi atmosfer, mempertahankan lempeng tektonik-tektonik, dan menjaga beberapa daratan tetap berada di atas lautan.
  • Planet yang kurang besar akan cepat kehilangan atmosfernya, bagian dalamnya akan terlalu dingin, dan tidak akan bisa menghasilkan medan magnet yang kuat. Planet-planet yang lebih kecil juga cenderung memiliki orbit-orbit yang lebih tak menentu.
  • Planet-planet yang lebih besar ukurannya akan memiliki atmosfer yang lebih banyak, gravitasi permukaan yang lebih kuat, dan bentang permukaan yang lebih sedikit, dengan pegunungan yang lebih kecil dan lautan lebih dangkal. Planet-planet yang lebih besar juga akan menjadi target yang lebih besar dengan ancaman tubrukan yang lebih besar.
  • Orbit bumi yang mengelilingi matahari pasti berada dalam jangkauan ‘zona layak huni di sekeliling bintang’ (circumstellar habitable zone) dengan temperatur yang cukup untuk membuat air tetap dalam wujud cair, setidak-tidaknya dalam waktu-waktu tertentu (dan karena itu pula, molekul-molekul bisa berkumpul dan kehidupan bisa berkembang di samudra dan kolam).
  • Bumi pastilah memiliki sebuah poras miring agar memungkinkan terjadinya berbagai musim sehingga kehidupan bisa makmur melalui siklus-siklus musim.
  1. Bulan kita penting karena beberapa hal berikut:
  • Bulan kita menjaga kemiringan poras bumi agar arahnya tidak berubah-ubah. Bulan-bulan kecil seperti pada planet Mars menyebabkan kemiringan Mars bervariasi dalam orde lebih dari 30° (bukannya 3°) selama periode waktu yang lama, sehingga tidak memungkinkan terdatanya kondisi-kondisi evolusi.
  • Bulan kita juga menyokong kehidupan dengan menyebabkan air laut pasang sehingga nutrien-nutrien bumi bercampur dengan lautan.
  1. Matahari kita begitu pas karena beberapa hal berikut:
  • Sebuah bintang yang lebih besar (melebihi 1,5 massa matahari) akan cepat dan mudah terbakar.
  • Sebuah bintang yang lebih kecil mengharuskan planet mendekat, sehingga pasang surut, flare, dan efek-efek lain yang begitu kuat akan menyulitkan kehidupan.
  • Matahari adalah bintang yang sangat stabil; cahayanya berubah-ubah hanya 0,1 persen selama satu siklus penuh sehingga mencegah terjadinya perubahan-perubahan iklim secara liar di muka bumi.
  1. Galaksi kita (tempat kita di dalamnya) juga begitu pas karena beberapa faktor berikut:

 

  • Mayoritas galaksi (sekitar 98 persen) memiliki luminositas yang lebih kecil daripada Galaksi Bimasakti (Milky Way) dan kandungan logam yang lebih sedikit, sehingga sebagian besar dari mereka tidak memiliki planet seperti bumi.
  • Mirip dengan ‘zona layak huni di sekeliling bintang’, ‘zona layak huni di sekitar galaksi (galactic habitable zone)’ memiliki beberapa kendala berikut: (1) Planet-planet batuan (terrestrial planets) tidak bisa terbentuk di daerah-daerah yang kandungan logamnya rendah, sehingga planet-planet tersebut haruslah cukup dekat dengan tonjolan galaksi pusat (central galactic bulge); (2) Kehidupan tidak bisa terlalu dekat dengan tonjolan tersebut karena radiasi sinar-X dan sinar gammanya yang sangat tinggi.

Selain beberapa hal tersebut di atas, saya harus menambahkan tesis penting lain dari Gonzales dan Richards, yaitu (seperti tampak dalam subjudul buku dan argumen dalam keseluruhan bagiannya) bahwa berbagai kondisi yang istimewa seperti yang sekilas disinggung di atas (yang dijelaskan secara lebih terperinci dalam buku mereka) bukan hanya berlaku untuk keberadaan kita manusia, tetapi juga untuk kemampuan kita dalam menguraikan dan menyingkap alam semesta. Tanpa semua ciri khas tersebut, menurut keduanya, akan ada banyak aspek alam yang bakal sulit kita ungkap. Meski demikian, buku berani yang sangat menarik dari berbagai sisi tersebut tetap saja memicu perdebatan. Pertama, sejumlah ilmuwan menuduh berbagai analisis dan kesimpulan Gonzales dan Richards terlalu optimistis dan terkesan sembrono. Nikos Prantzos, misalnya, memperlihatkan bahwa bila semua faktor dipertimbangkan, akan terbukti misalnya bahwa zona layak huni galaksi, saat ini, tidaklah sempit; ia bisa saja meliputi keseluruhan galaksi, sehingga kita tidak bisa mengklaim berada di sebuah tempat istimewa dalam Galaksi Bimasakti. Namun, agar adil dan seimbang, harus dikatakan bahwa kedua penulis tersebut mengakui sisi spekulatif pendapat-pendapat mereka, terutama soal zona layak huni di sekeliling bintang dan zona layak huni di galaksi. Kedua, banyak orang mengabaikan -yang saya kira sangat tidak adil- karya tersebut karena afiliasi Richard dengan Discovery Institute yang menjadi basis intelektual gerakan Rancangan Cerdas (ID). Sementara itu, meski tidak berafiliasi dengan lembaga tersebut, Gonzales mengungkapkan simpatinya pada tesis-tesis ID.

Terakhir, saya harus menekankan pernyataan penting ini: sebagian besar observasi penalaan halus yang telah saya ulas di atas merupakan fakta-fakta tak terbantahkan terkecuali sejumlah gagasan baru yang dikemukakan Gonzales dan Richards, yang mereka akui sebagai gagasan yang spekulatif dan tak pasti . Pada bagian selanjutnya, saya akan memaparkan tafsiran-tafsiran filosofis -dan kadang metafisik- yang diungkapkan berdasarkan observasi-observasi terdahulu. Akan tetapi, sangat penting di sini untuk membedakan antara fakta-fakta kosmis, spekulasi semi-ilmiah, dan tafsiran filosofis bebas. Penalaan halus di alam semesta adalah sehimpunan fakta, sementara penalaan halus pada kasus bumi, sistem tata surya, dan Galaksi Bimasakti adalah sekumpulan wacana yang beraneka-ragam-dari fakta-fakta yang diterima hingga berbagai pernyataan dan spekulasi yang masih diperdebatkan. Prinsip-prinsip antropik, yang sebentar lagi akan saya ulas, adalah sehimpunan dalil filosofis dan metafisik

 

*Penjelasan istilah

  • Argumen dari rancangan (argument from design): Orang bisa menarik kesimpulan adanya Tuhan dari keteraturan dan kesempurnaan seluruh makhluk (alam). Beragam aspek argumen ini telah dibahas dalam bab sebelumnya.
  • Penalaan halus (fine-tuning): Dalam unsur-unsurnya yang paling mendasar, alam semesta memiliki seperangkat parameter fisika yang terbatas sehingga memberi kesempatan bagi munculnya kompleksitas biologis dan kehidupan. Masih diperdebatkan apakab efek ini “nyata” atau semata-mata karena efek seleksi (alam semesta kita, atau bagian yang menjadi milik kita, menampilkan ciri-ciri khas tersebut, sehingga keberadaan kita manusia dianggap hanya kebetulan)
  • Prinsip antropik (anthropic principle): Sebuah prinsip metafisika yang didengungkan untuk menjelaskan penalaan halus. Berbagai versinya, mulai dari “yang lemah” hingga “sangat kuat”, bisa dirumuskan, dan tiap-tiap versinya kurang lebih ilmiah, teleologis, filosofis atau teologis.
  • Rancangan cerdas (intelligent design): Sebuah hipotesis yang umumnya diwariskan para penganut kreasionis. Menurut hipotesis ini, makhluk hidup juga “dirancang dengan sangat baik”, artinya memiliki ciri-ciri kompleks yang tidak bisa dijelaskan menurut standar teori evolusi, sehingga satu satunya cara untuk menjelaskannya adalah dari intervensi langsung Sang Perancang (yakni Tuhan).

 

Leave a Reply

Close Menu