KACANG ‘ADAS

KACANG ‘ADAS

Adas, dalam bentuk kacang adas atau Lens culinaris dari suku Fabaceae, disebutkan satu kali dalam Alquran, yaitu dalam Surah al-Baqarah/2: 61. Pada ayat ini kacang adas disebutkan bersama-sama dengan sayur-mayur, mentimun, bawang merah, dan bawang putih.

وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَىٰ لَن نَّصْبِرَ عَلَىٰ طَعَامٍ وَاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنبِتُ الْأَرْضُ مِن بَقْلِهَا وَقِثَّائِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا ۖ قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَىٰ بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ ۚ اهْبِطُوا مِصْرًا فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلْتُمْ ۗ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ وَالْمَسْكَنَةُ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِّنَ اللَّهِ ۗ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۗ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُوا يَعْتَدُونَ۝

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, “Wahai Musa! Kami tidak tahan hanya (makan) dengan satu macam makanan saja, maka mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kamil agar Dia memberi kami apa yang ditumbuhkan bumi, seperti: sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merah.” Dia (Musa) menjawab, “Apakah kamu meminta sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik? Pergilah ke suatu kota, pasti kamu akan memperoleh apa yang kamu minta.” Kemudian mereka ditimpa kenistaan dan kemiskinan, dan mereka (kembali) mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang yang dimaksud adalah manna dan demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas. (Alquran, Surah al-Baqarah/2: 61)

 

Kacang adas adalah salah satu makanan yang sangat dibenci kaum Yahudi saat berada di pembuangan di Mesir. Adas pada saat itu digunakan sebagai bahan dasar roti khusus untuk orang miskin. Selain adas, kaum Yahudi juga tidak menyukai bawang bombai (baal), bawang putih (fūm), mentimun (qiṡṡā’), dan sayuran (baql). Ayat di atas menceritakan peristiwa ketika kaum Yahudi berada di padang pasir bersama Musa. Mereka mengadu tidak dapat makan hanya satu macam makanan saja (mungkin salwā). Pada saat itu, Nabi Musa memberitahu bahwa makanan tersebut jauh lebih baik, paling tidak pada kondisi padang pasir Sinai saat itu, daripada makanan yang mereka minta: sayur, bawang, mentimun, dan adas.

Kata berbahasa Inggris lentil, padanan kata adas, juga muncul beberapa kali di dalam Perjanjian Lama. Dalam tradisi Yahudi lentil menjadi salah satu campuran makanan yang dihidangkan untuk mereka yang berduka. Dalam tradisi Yahudi pula bentuk biji yang bulat menyimbolkan adanya putaran dalam kehidupan, dari bayi hingga mati. Beberapa pustaka mencatat Adas sebagai tanaman yang diberkati oleh tujuh puluh nabi, termasuk Isa dan Muḥammad‎.

Dalam bahasa Indonesia kita temukan kata yang berhubungan dengan adas, yaitu “minyak adas” atau “adas pedas.” Minyak adas adalah salah satu campuran untuk membuat minyak telon, jenis minyak yang digunakan untuk menghangatkan bayi. Minyak adas berasal dari biji fennel (Bahasa Inggris), Foeniculum vulgare, dari suku Apiaceae. Bahan ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan adas dalam pembahasan kita sebelumnya.

Dalam terjemah Alquran berbahasa Inggris, kacang adas diterjemahkan sebagai lentils oleh sedikitnya enam penerjemah: Yūsuf‎ Ali, Zohurul Houqe, TJ. Irving, TU. Hilali-M. Khan, M. Pickthall, dan MH. Shakir. Berikut ini adalah terjemah Yūsuf‎ Ali terhadap ayat di atas.

 

“And remember ye said: “O Moses! We cannot endure one kind of food (always); so beseech thy Lord for us to produce for us of what the earth groweth, -its pot-herbs, and cucumbers, Its garlic, lentils, and onions.” He said: “Will ye exchange the better for the worse? Go ye down to any town, and ye shall find what ye want!” They were covered with humiliation and misery; they drew on themselves the wrath of God. This because they went on rejecting the Signs of God and slaying His Messengers without just cause. This because they rebelled and went on transgressing. ” (Alquran, Surah al-Baqarah/2: 61)

 

Kacang Adas termasuk kelompok kacang-kacangan (legume) yang hidup satu musim saja. Tanaman ini dibudidayakan khusus untuk diambil bijinya. Tinggi tumbuhan ini sekitar 40 cm, dan bijinya tersimpan dalam polong. Setiap polong umumnya menyimpan dua biji. Tanaman ini berasal dari anak benua India dan telah menjadi bagian makanan manusia sejak masa Neolitik. la merupakan salah satu tanaman yang pertama kali dibudidayakan di kawasan Timur Dekat. Tanaman kacang-kacangan seperti lentil umumnya menjadi penyedia protein lapis kedua setelah kedelai.

Kacang adas tidak disarankan untuk dikonsumsi mentah karena memiliki kandungan antinutrien, seperti asam fitik (phytic acid) dan tanin. Di dalamnya juga ditemukan kandungan pencegah kerja trypsin (trypsin inhibitors), dan kandungan phytate yang tinggi. Trypsin adalah enzim yang terlibat dalam proses pencernaan, sedangkan phytate berdampak mengurangi jumlah mineral diet secara biologis. Karenanya, sebelum diproses lebih lanjut, beberapa varietas lentil harus direndam semalam penuh untuk mengurangi kandungan phytate di dalamnya.

Proses memasak kacang adas memerlukan waktu 10-30 menit, tergantung varietasnya. Dalam proses memasaknya, adas seringkali dicampur dengan beras dalam kuliner Timur Tengah bernama mujjadara atau mejadra, dicampur dengan kichdi di India, atau dengan kushari di Mesir. Para ahli nutrisi menilai menu yang terdiri dari perpaduan lentil dan biji-bijian lain sebagai menu berprotein lengkap (complete protein dish). Lentil juga biasa dimasak menjadi sup berbujet murah di Eropa maupun Amerika Utara dan Selatan.

Lentil memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, termasuk isoleucine dan lysine, kelompok asam amino esensial. la merupakan sumber protein murah dan banyak dimanfaatkan penganut vegetarian. Memang, lentil hanya memiliki sedikit kandungan methionine dan cystine, asam amino esesial lainnya yang diperlukan tubuh. Akan tetapi, hal itu bisa disiasati dengan menjadikan lentil sebagai kecambah. Di samping protein, lentil juga memiliki kandungan serat diet, vitamin B1, dan mineral yang cukup. Kandungan seratnya berbeda-beda tergantung varietasnya (antara 11-31%). Lentil juga mengandung cukup banyak zat besi yang sangat diperlukan dalam jumlah besar oleh orang dewasa dan ibu hamil.

 

Dikutip dari Tafsir ‘Ilmi

Leave a Reply

Close Menu