IBNU MISKAWAIH

IBNU MISKAWAIH

Ibnu Miskawaih memiliki nama lengkap Abu Ali Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Maskawaih. Beliau adalah seorang tokoh pemikir muslim yang lahir di Rayy (sekarang Teheran, ibukota Negara Iran) pada tahun 320 H (932 M). Ibnu Maskawaih hidup pada masa pemerintahan dinasti Buwaihi di Baghdad (320-450 H/ 932-1062 M) yang sebagian besar pemukanya bermazhab Syi’ah. Ibnu Miskawaih lebih dikenal sebagai filsuf akhlak daripada sebagai cendekiawan muslim yang ahli dalam bidang kedokteran, ketuhanan, maupun agama. Dia adalah orang yang paling berjasa dalam mengkaji akhlak secara ilmiah.

Ibnu Miskawaih mempelajari sejarah dari Abu Bakar Ahmad Ibn Kamil al-Qadhi, mempelajari filasafat dari Ibn al-Akhmar, dan mempelajari kimia dari Abu TayyibDalam bidang pekerjaan Ibnu Miskawaih adalah bendaharawan, sekretaris, pustakawan, dan pendidik anak para pemuka dinasti Buwahi. Selain akrab dengan para penguasa, beliau juga banyak bergaul dengan ilmuan seperti Abu Hayyan at-Tauhidi, Yahya Ibn ‘Adi dan Ibnu Sina. Selain itu Ibnu Miskawaih juga dikenal sebagai sejarawan besar yang kemasyhurannya melebihi para pendahulunya, at-Thabari (310 H/ 923 M). Beliau juga sebagai dokter, penyair dan ahli bahasa. Keahlian Ibnu Miskawaih dalam berbagai bidang ilmu tersebut antara lain dibuktikan dengan karya tulisnya berupa buku dan artikel.

Ibnu Miskawaih seorang yang tekun dalam melakukan percobaan-percoabaan unuk mendapatkan ilmu-ilmu baru. Selain itu beliau dipercaya oleh penguasa untuk mengajari dan mendidik anak-anak penjabat pemerintah, hal ini tentu menunjukkan bahwa Ibnu Maskawaih dikenal keilmuannya oleh masyarakat luas ketika itu. Ibnu Miskawaih juga digelari Guru ketiga (al-Mualimin al-Tsalits) setelah al-Farabi yang digelari guru kedua (al-Mualimin al-Tsani) sedangkan yang dianggap guru pertama (al-Mualimin al-Awwal) adalah Aristoteles. Sebagai Bapak Etika Islam, beliau telah merumuskan dasar-dasar etika dalam kitabnya Tahdzib al-Akhlak wa Tathir al-A’raq (pendidikan budi dan pembersihan akhlak). Sementara itu sumber filsafat etika Ibnu Miskawaih berasal dari filasafat Yunani, peradaban Persia, ajaran Syariat Islam, dan pengalaman pribadi. Ibnu Maskawaih adalah seorang teoritis dalam hal-hal akhlaq artinya ia telah mengupas filsafat akhlaqiyah secara analisa pengetahuan. Ini tidaklah berarti bahwa Ibnu Maskawaih tidak berakhlaq, hanya saja persoalannya ditinjau dari segi pengetahuan semata-mata.

Ibnu Miskawaih selain dikenal sebagai pemikir (filsuf), beliau juga sebagai penulis yang produktif. Dalam buku The History of the Muslim Philosophy seperti yang dikutip oleh Sirajuddin Zar disebutkan beberapa tulisannya sebagai berikut:

  1. Al Fauz al Akbar
  2. Al Fauz al Asghar
  3. Tajarib al Umam (sebuah sejarah tentang banjir besar yang ia tulis pada tahun   369 H/979 M)
  4. Uns al Farid (Koleksi anekdot, syair, pribahasa, dan kata-kata hikmah)
  5. Tartib al Sa`adat (tentang akhlak dan politik)
  6. Al Mustaufa (tentang syair-syair pilihan)
  7. Jawidan Khirad (koleksi ungkapan bijak)
  8. Al Jami`
  9. Al Siyab
  10. Kitab al Ashribah
  11. Tahzib al Aklaq
  12. Risalat fi al Lazzat wa al Alam fi Jauhar al Nafs
  13. Ajwibat wa As`ilat fi al Nafs wa al `Alaq
  14. Thaharat al Nafsdan lain-lain.

Beliau wafat pada usia lanjut di Isfahan pada tanggal 9 Shafar 421 H (16 Februari 1030 M).

Tinggalkan Balasan

Close Menu