IBN RUSYD

IBN RUSYD

Serial Ilmuwan Muslim

Ibnu Rushd atau lengkapnya Abu Walid Muhammad bin Rusyd lahir di Kordoba (Spanyol) pada tahun 520 H (1128 M). Ayah dan kakek Ibnu Rusyd adalah hakim-hakim terkenal pada masanya. Ibnu Rusyd kecil sendiri adalah seorang anak yang mempunyai banyak minat dan talenta. Beliau mendalami banyak ilmu, seperti kedokteran, hukum, matematika, dan filsafat. Ibnu Rusyd mendalami filsafat dari Abu Ja’far Harun dan Ibnu Bajjah. Sebagai seorang yang berasal dari keturunan terhormat, dan keluarga ilmuan terutama fiqih, maka ketika dewasa beliau menjabat sebagai hakim pada tahun 565 H (1169 M) di Sevila. Kemudian kembali ke Kordoba dan menetap selama sepuluh tahun. Di sana Ibnu Rushd kembali diangkat menjadi hakim, selanjutnya beliau juga menjadi dokter Istana Kordoba. Sebagai seorang filosof dan ahli dalam hokum, Ibnu Rushd mempunyai pengaruh besar di kalangan Istana, terutama di zaman Sultan Abu Yusuf Ya’qub al-Mansur (1184-99 M).

Dunia barat mengenal Ibnu Rusyd sebagai Averroes dan komentator terbesar atas filsafat Aristoteles yang memengaruhi filsafat Kristen pada abad pertengahan, termasuk pemikir semacam St. Thomas Aquinas. Banyak orang mendatangi Ibnu Rusyd untuk mengkonsultasikan masalah kedokteran dan masalah hukum. Karya terbesarnya dalam bidang kedokteran yaitu Al Kuliyat Fil-Tibb atau (Hal-Hal yang Umum tentang Ilmu Pengobatan) telah menjadi rujukan utama dalam bidang kedokteran. Ibnu Rusyd adalah seorang dokter tokoh perintis ilmu jaringan tubuh (histology) dan berjasa besar dalam bidang penelitian pembuluh darah dan penyakit cacar.

Karya-karya Ibnu Rusyd meliputi bidang filsafat, kedokteran dan fikih dalam bentuk karangan, ulasan, essai dan ringkasan. Hampir semua karya-karya Ibnu Rusyd diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan Ibrani (Yahudi) sehingga kemungkinan besar karya-karya aslinya sudah tidak ada. Di antara karya-karyanya yang terkenal antara lain:

  1. Tahafut al-Tahafut. Buku mengenai ilmu filsafat dan ilmu kalam. Buku ini merupakan pembelaan Ibnu Rusyd terhadap kritikan al-Ghazali kepada para filosof dan masalah-masalah filsafat dalam bukunya yang berjudul Tahafut al-falasifah.
  2. Al-Kasyf ‘an Manahij al-‘Adillah fi ‘Aqaid ahl al-Millah. Buku yang menguraikan metode-metode demonstratif yang berhubungan dengan keyakinan pemeluk agama.
  3. Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah al-Muqtashid. Buku fiqh Islam yang berisi perbandingan mazhab (aliran-aliran dalam fiqh dengan menyebutkan alasan masing-masing).
  1. Fashl al-Maqal Fi Ma Baina al-Himah Wa asy-Syirah Min al-Ittishal. Buku yang menjelaskan adanya persesuaian antara filsafat dan syari’at.
  2. Al-Mukhtashar al-Mustashfa fi Ushul al-Ghazali. Ringkasan atas kitab al-Mustashfa al-Ghazali.
  3. Risalah al-Kharaj. Buku tentang perpajakan.
  4. Kitab al-Kulliyah fi al-Thibb. Ensiklopedia kedokteran.
  5. Dhaminah li Mas’alah al-‘Ilm al-Qadim. Buku apendiks mengenai ilmu qadimnya Tuhan yang terdapat dalam buku Fashl al-Maqal.
  6. Al-Da’awi. Buku tentang hukum acara di pengadilan.
  7. Makasih al-Mulk wa al-Murbin al-Muharramah. Buku yang berisi tentang perusahaan-perusahaan negara dan sistem-sistem ekonomi yang terlarang.
  8. Durusun fi al-Fiqh. Buku yang membahas beberapa masalah fiqh.

Buku-buku yang tersebut merupakan karya asli dari pemikiran Ibnu Rusyd. Selain itu, Ibnu Rusyd juga menghasilkan karya ulasan atau komentar terhadap karya filosof-filosof sebelumnya seperti Ibnu Sina, Plato, Aristoteles, Galen dan Porphiry, seperti: Urjazah fi al-Thibb, Kitab al- Hayawan, Syarh al-Sama’ wa al-A’lam, Syarah Kitab Burhan, Talkhis Kitab al-Akhlaq li Aristhuthalis, Jawami’ Siyasah Aflathun, dan sebagainya.

Sebagai seorang filsuf, pengaruhnya di kalangan Istana ternyata tidak disenangi oleh kaum ulama dan kaum fuqaha. Akhirnya pada waktu peperangan antara Sultan Abu Yusuf dan kaum Kristen, sultan berhajat pada kata-kata kaum ulama dan kaum fuqaha dan keadaan pun menjadi berubah. Ibnu Rusyd disingkirkan oleh kaum ulama dan kaum fuqaha. Beliau dituduh membawa aliran filsafat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, akhirnya Ibnu Rusyd ditangkap dan diasingkan ke suatu tempat yang bernama Lucena di daerah Kordoba. Setelah itu, kaum filosof tidak disenangi lagi dan timbullah pengaruh kaum ulama dan kaum fuqaha. Ibnu Rusyd kemudian dipindahkan ke Maroko dan meninggal di sana dalam usia 72 tahun pada tahun 1198 M.

 

Leave a Reply

Close Menu