IBN AL-NADIM

IBN AL-NADIM

Abu’l-Faraj Muhammad bin Ishaq al-Nadim atau lebih dikenal dengan Ibn Al-Nadim adalah seorang bibliografer Muslim nomor satu yang berasal dari Baghdad, Irak. Ayahnya Al-Warraq juga seorang pelajar dan ahli bibliografi. Ibnu al-Nadim dikenal sebagai penjual buku, pembuat kaligrafi yang menyalin manuskrip untuk dijual kepada orang lain seperti ayahnya. Beliau tinggal di Baghdad, namun ada juga yang menyebutkan kalau tinggal di Moshul.
Ibn Al-Nadim hidup di lingkungan Bani al-Jarrah yang mendapatkan banyak pengetahuan tentang berbagai macam ilmu pengetahuan seperti ilmu logika dan ilmu pengetahuan umum baik yang berasal dari Yunani, Persia, juga India. Ibn al-Nadim juga dikenal sebagai orang yang sangat tertarik terhadap berbagai macam ilmu pengetahuan. Selain mendalami bibliografi, Ibn Al-Nadim juga mendalami ilmu sejarah yang menjadikannyua sebagai sejarawan yang terkenal pada masanya.

Karya besarnya berjudul Kitab Al-Fihrist, memberi banyak kesaksian tentang pengetahuan tentang Islam pra-Islam, Syria, Yunani, Sanskerta, Latin dan Persia dalam peradaban Islam klasik. Sayangnya, dari buku-buku Persia yang disusun oleh Ibn al-Nadim, hanya satu sampel saja yang masih ada. Menurut pengantar singkat Al-Fihrist, buku ini dimaksudkan untuk menjadi indeks semua buku yang ditulis dalam bahasa Arab, baik oleh orang Arab maupun orang lain. Sudah ada buku (tabaqat) yang membahas biografi penyair. Al-Fihrist diterbitkan pada tahun 987 M; terdiri dari naskah tradisi, atau “edisi”: edisi yang lebih lengkap berisi sepuluh “wacana” (maqalat). Enam buku pertama adalah bibliografi terperinci mengenai buku pelajaran agama Islam, yaitu:

  1. Kitab Suci Muslim, Yahudi, dan Kristen, dengan penekanan pada Alquran dan hadist.
  2. Ilmu tata bahasa dan filologi serta para ahli di bidangnya masing-masing.
  3. Sejarah, biografi, dan silsilah.
  4. Puisi dan penyair pada masa sebelum lahirnya agama Islam, pada masa bani Umayah dan pada masa Bani Abbasiyah.
  5. Filsafat dan para cendekiawan skolastik.
  6. Hukum, ahli fikih dan ahli hadist.

Empat wacana terakhir berhubungan dengan subjek keduniawian:

  1. Filsafat dan ilmu pengetahuan kuno.
  2. Legenda, dongeng, sihir, dan sulap.
  3. Doktrin (maqalat) agama lain (Manichaeans, Hindu, Budha dan Cina).
  4. Ahli kimia.

Kitab Al-Fihrist telah memberikan sumbangan yang besar bagi dunia untuk memahami Islam melalui kajian terhadap karya-karya yang dicapai umat Islam di era keemasan. Melalui karya tersebut, Ibn Al-Nadim tidak saja telah mengenalkan karya-karya pencapaian umat Islam pada suatu masa tertentu, akan tetapi juga telah menunjukkan cara lain dalam memahami Islam. Kitab Al-Fihrist merupakan suatu pendekatan di dalam studi Islam yang dituangkan melalui pendekatan bibliografis, yaitu menunjukkan karya-karya hasil umat Islam mengenai suatu subjek materi ajaran Islam. Dengan karya tersebut, Ibnu al-Nadim bahkan telah membuat pemetaan terhadap berbagai kajian Islam yang dilakukan oleh umat Islam.

Meskipun Kitab Al-Fihrist telah bisa dibaca  jutaan orang di seluruh penjuru dunia, namun kitab tersebut sudah tidak selengkap karya aslinya. Pasalnya pada 1258 tentara Mongol melakukan serangan besar-besaran ke Baghdad bahkan banyak perpustakaan yang menyimpan berbagai macam buku pengetahuan termasuk Kitab Al-Fihrist dimusnahkan.

Leave a Reply

Close Menu