IBN ABD AL-SALAM

IBN ABD AL-SALAM

Izz Al-Din ibn Abd Al-Salam atau lebih dikenal dengan Ibn Abd Al-Salam lahir di Damaskus pada 577 H (abad ke 13 M). Beliau mendapatkan pendidikannya di Damaskus oleh para ilmuwan besar seperti Ibn Asakir dan Jamal al-Din al-Harastani dalam bidang hukum sakral, Sayfuddin al-Amidi dalam bidang ilmu Fiqh dan teologi, sedangkan untuk ilmu Tasawwuf dengan Suhrawardi dan Abul Hasan al-Shadhili.

Di Damaskus, Ibn Abd Al-Salam menjadi khatib di masjid Umayyah Beliau secara terbuka menentang apa yang dia anggap sebagai kebiasaan yang tidak disetujui dan kemudian diikuti oleh khotbah lain seperti menolak untuk mengenakan pakaian hitam, menolak untuk mengatakan khotbahnya dalam sajak dan menolak untuk memuji para pangeran. Ketika penguasa As-Salih Ismail memperluas wilayahnya ke Theobald selama Perang Salib, Ibn Abd Al-Salam mengutuknya dari mimbar dan tidak menyebutkannya dalam doa setelah khotbah. Oleh karena itu Beliau dipenjara dan setelah bebas kemudian pindah ke Mesir.

Setelah meninggalkan Damaskus, Ibn Abd Al-Salam kemudian menetap di Kairo, Mesir. Di sana sebagai hakim utama dan imam sholat Jum’at. Setelah mendapatkan simpati dari publik, beliau kemudian mengajarkan bahwa dengan kekuatan hukum, beliau dapat memerintahkan untuk berbuat benar dan melarang perbuatan yang salah.

Ibn Abd Al-Salam kemudian mengundurkan diri dari pengadilan dan melakukan karir sebagai guru hukum Syafi’i di Salihiyya, sebuah perguruan tinggi yang didirikan di pusat kota Kairo oleh Al-Malik Al-Salih. Perguruan tinggi ini merupakan tempat pertama yang mengajarkan empat upacara. Seorang penulis biografi menunjukkan bahwa Ibn Abd Al-Salam adalah orang pertama yang mengajarkan tafsir Al Quran di Mesir. Beliau menghasilkan sejumlah karya cemerlang dalam ilmu hukum Syafi’i, tafsir hukum dari Al-Quran, dasar-dasar metodologis dalam hukum sakral, pendapat mengenai hukum formal, pemerintahan dan tasawuf meskipun kontribusi utama dan abadinya adalah karyanya pada prinsip-prinsip hukum Islam Qawa’id al- ahkam fi masalih al-anam. Atas keberaniannya, Ibn Abd Al-Salam mendapatkan julukan Sultan dari Kaum Terpelajar atau Sultan of the Scholars. Beliau meninggal di Kairo pada tahun 660 H.

Leave a Reply

Close Menu