HEWAN MENYUSUI

HEWAN MENYUSUI

Serial Quran dan Sains

Hewan menyusui atau mamalia termasuk hewan bertulang belakang dan bernafas dengan paru-paru. Kelompok mamalia dibedakan dari kelompok hewan bertulang belakang lainnya dengan adanya kelenjar keringat, dan kelenjar air susu pada hewan betinanya. Mamalia juga dapat dibedakan dari hewan lainnya dengan adanya rambut dan/atau bulu di seluruh tubuhnya, baik pada hewan betina maupun jantannya.

Pada saat ini diperkirakan ada sekitar 5.400 jenis hewan menyusui, dengan ukuran tubuh bervariasi, dari 30-an milimeter sampai dengan 33 meter. Mamalia terkecil yang diketahui adalah bumblebee-bat (Craseonycteris thonglongyai), satu jenis kelelawar yang hidup di gua-gua di beberapa bagian Thailand. Ukuran tubuhnya sekitar 29-33 milimeter, dengan berat hanya 1,7-2 gram. Mamalia terbesar adalah paus biru (Balaenotera musculus). Hewan ini memiliki panjang tubuh lebih dari 33 meter, dengan berat badan mencapai 181 metrik ton atau lebih. Adapun kelompok dengan jumlah individu terbanyak dari hewan menyusui diwakili oleh Rodentia, sejenis hewan pengerat (tikus, landak, dan sejenisnya), disusul kemudian oleh kelompok Chiroptera (kelelawar) dan kelompok Soricormorpha (celurut).   Jenis mamalia muncul pada masa Triassic (sekitar 200 juta tahun lalu). Mula-mula banyak jenis yang mirip mamalia, namun sebenarnya bukan. Ini hanya merupakan percabangan-percabangan dari kelompok yang disebut synasids, yang di antaranya akan menurunkan mamalia. Kelompok-kelompok mamalia modern muncul pada masa Palaecene dan Eocene.

Jenis pertama yang menyerupai mamalia muncul pada masa Triassic. Fosil Hadrocordium yang ditemukan pada masa Jurassic (sekitar 195 juta tahun lalu) memperlihatkan perupaan mamalia modern. Banyak ahli memperkirakan bahwa munculnya kelenjar penghasil air susu dimulai dari keperluan untuk selalu membasahi telur yang disimpan dalam kantung di tubuhnya.

Sebagian besar mamalia melahirkan anaknya, suatu sistem reproduksi yang biasa disebut vivipar; hanya beberapa jenis yang bertelur. Meski demikian, ada dua jenis mamalia, yakni platypus Ornithorhynchus anatinus dan echidna (Echidna hystrix) yang memiliki cara reproduksi berbeda dari kedua cara di atas. Kedua jenis ini bereproduksi dengan bertelur, namun di saat yang sama keduanya menghasilkan air susu sebagai sumber nutrisi bagi anak-anaknya. Keduanya ditemukan hidup secara alami di Australia dan Papua Nugini.

Kebanyakan mamalia mempunyai tulang leher. Hanya beberapa jenis mamalia yang tak bertulang leher, di antaranya jenis-jenis ikan duyung. Paru-paru mamalia memiliki bentuk seperti spons. Spons ini seolah-olah berlubang-Iubang oleh banyaknya saluran yang disebut epithelium. Proses bernafas sebagian besar disebabkan gerakan dari diafragma yang berotot. Diafragma adalah sekat yang memisahkan rongga dada dan rongga perut, serta menonjol ke arah rongga dada. Kontraksi otot akan menyebabkan diafragma mendatar sehingga rongga dada mempunyai ruang yang luas. Saat itu udara masuk ke dalam paru-paru. Kontraksi selanjutnya akan membuat rongga perut membesar dan rongga dada menyempit. Saat itu udara ditekan keluar dari paru-paru. Cara kerjanya sangat mirip dengan alat peniup api yang digunakan oleh pandai besi.

Mamalia masuk dalam kelompok hewan berdarah panas. Hampir semua jenis mamalia memiliki rambut di bagian luar tubuhnya untuk menjaga agar badannya tetap hangat. Seperti halnya burung, mamalia masih dapat berburu pada musim yang sangat dingin, ketika kelompok ular dan serangga tidak dapat melakukannya. Sebagai hewan berdarah panas, mamalia memerlukan banyak makanan sebagai sumber energinya. Mamalia kecil pemakan serangga, misalnya, harus makan seberat bobot tubuhnya dalam sehari.

Mamalia dengan tingkat intelegensi tinggi, seperti kera, memiliki bagian otak bernama cerebrum dengan ukuran lebih besar daripada bagian otak lainnya. Intelegensi sendiri tidak mudah didefinisikan dengan pasti, namun untuk memudahkan, bisalah kita mengatakan bahwa intelegensi adalah suatu kemampuan untuk belajar, yang sesuai dengan perilaku. Tikus, misalnya, dianggap sebagai mamalia dengan tingkat intelegensi   tinggi alias cerdas.

Mamalia berevolusi dari nenek moyang yang memiliki empat kaki. Mereka menggunakannya untuk memanjat, berenang, berjalan, dan terbang. Beberapa jenis mamalia darat memiliki jari yang dilengkapi kuku untuk memanjat dan tumit untuk berlari. Mamalia laut, seperti ikan paus dan dolphin, memiliki sirip yang berevolusi dari kaki.

Seperti dinyatakan sebelumnya, untuk mempertahankan agar suhu tubuh dan darahnya tetap hangat, mamalia memerlukan asupan makanan yang cukup. Ketika mamalia untuk pertama kali hadir di bumi, mereka diduga berperan hanya sebagai pemangsa. Dalam perkembangannya, secara perlahan beberapa jenis memperkaya dietnya dengan tumbuhan. Dengan demikian, beberapa jenis khusus memangsa hewan lain, baik mamalia, burung, dan juga serangga. Mereka ini disebut karnivora. Sebagian yang lain memakan tumbuhan, dan disebut herbivora. Sebagian lainnya lagi memakan hewan dan tumbuhan, dan disebut omnivora.

Hewan menyusui atau mamalia disebut dalam banyak ayat maupun hadis. Penyebutannya terkadang dalam bentuk sangat umum, seperti ternak, hewan melata, atau hewan liar; terkadang dalam bentuk sangat spesifik dengan menyebut jenis hewannya dengan jelas, misalnya kambing, domba, sapi, unta, keledai, bagal, kuda, dan lainnya. Hewan-hewan ini terkadang dijadikan oleh Alquran maupun hadis sebagai tamsil, peringatan, tanda kekuasaan Allah, hingga sebagai sesuatu yang sifatnya fisik.

 

Dikutip dari Tafsir ‘Ilmi

Leave a Reply

Close Menu