HAIR RELAXER: KIMIA DALAM PENGALAMAN SEHARI-HARI

HAIR RELAXER: KIMIA DALAM PENGALAMAN SEHARI-HARI

Sains ada di mana-mana. Setiap hari ada jutaan reaksi kimia yang berlangsung di dalam sel-sel tubuh Anda. Bukti reaksi ini berasal dari hal-hal yang bisa Anda amati seperti panas kulit Anda, materi yang Anda buang, dan makanan yang harus Anda makan untuk terus berkegiatan. Seperti halnya kita semua, Anda terlibat secara aktif di dalam kimia. Tapi sejauh mana Anda menyadari kimia di balik kegiatan Anda? Padahal, banyak yang Anda gunakan untuk menjadikan hidup ini lebih mudah atau lebih menarik yang terjadi lantaran reaksi kimia. Meskipun mungkin bukan benda pertama yang terbayang oleh Anda, pelemas rambut (hair relaxer) kimiawi adalah salah satu contohnya. Meskipun sejarah di balik asal-usul pelemas kimiawi tidak begitu dikenal, banyak perempuan Amerika-Afrika yang sangat mensyukuri penemuan tersebut. Orang-orang Amerika-Afrika memiliki karunia yang berharga berupa rambut yang sangat keriting namun dengan adanya kesempatan untuk menjadikannya agar lurus. 90 persen perempuan Amerika-Afrika pernah meuruskan rambut mereka pada suatu ketika dalam kehidupan mereka. Pada beberapa keluarga, pelurusan rambut merupakan semacam “rite of passage” (upacara peralihan menuju masa dewasa), karena hal itu menimbulkan pada diri remaja atau praremaja rasa kebebasan dan orang dewasa. Namun, terlepas dari beragam alasan orang-orang yang memutuskan untuk mengubah struktur rambut mereka, hanya segelintir yang pernah memikirkan transformasi kimia yang terjadi ketika rambut yang sangat keriting diubah menjadi rambut lurus (kejur) melalui proses yang disebut dengan pelemasan (relaxing). Pelemasan atau pelurusan rambut yang memungkinkan perempuan keturunan Amerika-Afrika (misalnya) untuk menggunakan berbagai gaya rambut yang berbeda, memerlukan penggunaan bahan kimia yang disebut pelemas rambut. Para perempuan pergi ke salon kecantikan dan membiarkan orang asing menyentuh, merasakan, dan menerapkan pelemas ke rambut mereka, tapi berapa banyak dari mereka yang memahami sains di balik proses itu? Untuk memahami cara kerja pelemas rambut, Anda perlu mengetahui sedikit tentang komposisi kimia rambut, struktur rambut dan bahan kimia yang terlibat dalam proses ini.

 

KOMPOSISI KIMIA RAMBUT

Rambut manusia terdiri atas akar dan batang. Batang rambut, yang merupakan bagian rambut yang Anda lihat di atas kulit, terdiri atas sejenis protein keras yang disebut keratin. Keratin adalah protein struktural dan mempunyai struktur yang berbeda dari protein bulat seperti enzim yang mungkin lebih Anda kenal. Namun, seperti semua protein, unsur pembangunnya terdiri atas lima unsur kimia: karbon, oksigen, nitrogen, hidrogen, dan sulfur. Rambut yang berwarna berbeda memiliki kombinasi elemen yang berbeda pula. Rambut hitam biasanya berisi persentase tertinggi karbon dan persentase terendah sulfur, dan rambut terang kurang memiliki karbon dan hidrogen dan lebih banyak oksigen dan belerang.

Menakjubkan bila kita memikirkan bahwa kombinasi elemen ini, yang menentukan warna rambut, didasarkan atas kombinasi gen yang diwarisi dari orang tua kita.

 

IKATAN KIMIA DI DALAM RAMBUT

Unsur pembangun yang membentuk keratin adalah sejumlah molekul kecil yang disebut asam amino. Tiga asam amino yang secara kimiawi terhubung disebut dengan peptida. Peptida tersusun dalam rantai panjang yang disebut dengan rantai polipeptida. Untuk membentuk rantai ini, asam amino terikat bersama oleh ikatan peptida, dan jumlah asam amino yang tepat ditempatkan dalam urutan yang benar akan membentuk protein spesifik, misalnya keratin. Ikatan peptida merupakan ikatan kovalen kuat yang terbentuk antara atom nitrogen pada satu asam amino dan atom karbon pada yang lainnya. Ikatan peptida adalah ikatan yang membantu membentuk “kerangka” protein. Helai protein berbentuk panjang dan tipis, dan mereka tersusun berdampingan membentuk serat. Kekuatan serat berasal dari wujud mereka yang terpilin menyatu seperti tali.

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa rambut tidak luntur ketika Anda mencucinya? Kulit Anda juga untuk sebagian besar terbentuk dari serat keratin silang-menyilang yang membantu menjadikan kulit Anda tahan-air dan barisan pertama pertahanan melawan infeksi. Atau pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa rambut Anda menjadi lebih panjang ketika basah daripada ketika kering? Jawaban atas segenap pertanyaan ini terletak pada struktur keratin dan cara rantai polipeptida keratin berinteraksi secara kimiawi satu sama lain.

Ikatan hidrogen berperan pada kelenturan dan keluwesan rambut. Ketika rambut Anda basah, air menyediakan sumber siap pakai atom oksigen yang diperlukan untuk ikatan hidrogen, tetapi ketika rambut mengering dan air menguap, ikatan hidrogen antara kelompok O-H pada reformasi rantai polipeptida yang berbeda, membantu mengembalikan pilinan di rambut Anda dan membuat helai rambut memendek. Anda memiliki lebih banyak ikatan hidrogen di rambut Anda ketika ia kering dibandingkan ketika basah. Sebagian orang, mungkin mereka yang tidak berambut keriting, memanfaatkan ikatan hidrogen ketika mereka memasukkan rambut basah mereka kedalam alat pengeriting atau penggulung. Ketika rambut mengering, ikatan hidrogen di dalam rambut terbentuk dan membantu mempertahankan ikal rambut. Menurut John Gray (2003), bahkan orang-orang Mesir kuno memanfaatkan pengeriting dan kemampuan rambut untuk membentuk ikatan hidrogen. Pada zaman Fir’aun, mereka menggunakan lumpur dan penggulung kayu pada rambut. Setelah rambut kering, lumpur diguncang-guncang agar berguguran. Orang saat itu hanya bisa menebak-nebak gaya yang dihasilkan darinya. Namun, entah Anda seorang Mesir kuno atau penduduk kota modern, ketika rambut basah atau jika udara lembab, rambut akan kehilangan ikalnya lantaran protein membentuk ikatan hidrogen dengan air di lingkungan.

Ikatan peptida dan disulfida merupakan ikatan kovalen. Ikatan kovalen dibentuk dengan berbagi sepasang elektron antara dua atom sebuah molekul, membentuk ikatan kimia yang paling kuat. Ikatan kovalen cenderung setidaknya sepuluh kali lebih kuat daripada ikatan hidrogen. Seperti namanya, ikatan hidrogen bergantung kepada perbedaan elektrolitik antara atom hidrogen dan atom lainnya, biasanya oksigen. Ikatan ini terbentuk di antara molekul. Di dalam protein, ikatan hidrogen protein-protein lebih lemah dibandingkan ikatan hidrogen protein-air, yang menjelaskan mengapa terjadi ketertarikan keratin yang lebih besar terhadap air pada saat rambut Anda basah. Ikatan ion juga bersifat elektrolitik dan memerlukan transfer elektron dari satu atom ke yang lain, mengakibatkan pembentukan ion-ion bermuatan positif dan negatif di dalam struktur yang kompleks. Dengan adanya air, ikatan ion cenderung jauh lebih lemah daripada ikatan kovalen.

 

LAPISAN RAMBUT

Seperti disebutkan di atas, rambut terdiri atas akar dan batang. Batang merupakan fokus penting dalam kimia pelemas rambut. Apa yang Anda sebut dengan rambut sebagian besamya berwujud keratin. Manakala tiga rantai polipeptida keratin terpintal, mereka membentuk sebuah struktur yang disebut protofibril. Protofibril ini terkemas dalam sebuah untaian berhelai-sebelas yang disebut mikrofibril, dan ratusan mikrofibril termuat dalam sebuah gepokan yang disebut makrofibril. Jadi seperti yang Anda lihat ada banyak polipeptida di dalam sebuah makrofibril. Makrofibril tergabung bersama membentuk lapisan rambut yang disebut korteks. Rambut terdiri atas tiga lapisan konsentris-kutikula, korteks dan medula. Korteks, lapisan tengah, juga mengandung melanin, bahan: kimia yang menghasilkan warna rambut. Medula, lapisan terdalam, sebenarnya adalah sebuah tabung. Kutikula, lapisan terluar rambut, terdiri atas sel-sel mati atau kelopak yang tertimbun dan mengelilingi korteks. Sel-sel di dalam korteks lebih peka terhadap efek basa dan bahan kimia lainnya dibandingkan sel-sel kutikula. Namun, kutikula sering menjadi tanda yang paling jelas tentang kesehatan rambut karena kilau yang terdapat pada rambut sehat disebabkan oleh rapatnya kelopak, dan jika kelopak itu mulai berguguran rambut pun mulai kehilangan kilaunya. Di dalam korteks maupun kutikula, keratin merupakan molekul struktural yang terpenting. Karena pecahnya ikatan hidrogen tidak menghasilkan efek permanen pada rambut Anda, jika Anda ingin mengubah secara tetap bentuk rambut keriting atau lurus Anda, Anda perlu menggunakan reaksi kimia yang akan “memecah” ikatan disulfida. Bagi para perempuan Amerika-Afrika, menerapkan bahan kimia beralkali kuat, seperti guanina hidroksida atau sodium hidroksida, ke rambut menyediakan elemen penting yang akan menyebabkan “pemecahan” ikatan disulfida, yang memampukan mereka untuk meluruskan rambut mereka. Adalah pemecahan ikatan ini yang sangat penting bagi bahan kimia pelemas rambut.

 

BAHAN KIMIA APA YANG DIGUNAKAN DALAM PELEMASAN RAMBUT?

Menurut Karen Shelton (2003), produk dasar yang digunakan dalam pelemasan rambut kimiawi adalah (1) pelemas rambut kimiawi, (2) penetralisir (3) pelembab kaya-protein untuk menstabilkan rambut, dan (4) krim minyak, yang digunakan sebagai pelindung dasar untuk melindungi kulit kepala klien selama proses pelemasan kimiawi. Rambut memiliki pH 4,5-5,5, yang menunjukkan bahwa ia bersifat asam. Di sisi lain, semua Pelemas bersifat alkali (basa). Hidroksida guanidin, pelemas tanpa lye (lye adalah nama awam untuk natrium hidroksida dan pada masa lalu disarikan dari abu pembakaran kayu); memiliki pH 9-9,5 dan sodium hidroksida memiliki pH 12-14. Semua penggunaan pelemas rambut menjadikan rambut dalam keadaan basa dengan pH lebih besar dari 7. Untuk menyeimbangkan rambut ke tingkat pH asam alaminya, sampo asam “penormal” atau “penetralisir” dengan pH 4,5-5 biasanya digunakan setelah krim pelemas dibilas dari rambut.

 

JADI, APA ITU PELEMASAN RAMBUT KIMIAWI?

Pelurusan (pelemasan) rambut kimiawi adalah proses untuk secara permanen menata-ulang struktur dasar rambut yang terlalu keriting menjadi lurus. Jika dilakukan secara profesional, ia akan membuat rambut menjadi lurus dan dalam keadaan yang memuaskan untuk ditata hampir dengan semua gaya. Pelemasan rambut kimawi melibatkan tiga langkah dasar: pemrosesan, penetralisiran, dan pengkondisian.

 

Pemrosesan

Selama tahap pemrosesan, pelemas kimiawi diterapkan dan rambut mulai melembut sehingga bahan kimia bisa meresap untuk mengendurkan dan meluruskan keriting alami. Jadi apa yang terjadi secara kimiawi terhadap rambut Anda? Olesan alkali menyebabkan kelopak kutikula membuka sedikit, yang memungkinkan alkali untuk mengalir kedalam korteks. Ketika cairan merembes ke dalam lapisan kortikal, OH-dari sodium hidroksida melepas sebuah atom hidrogen dari karbon yang terdekat kedua ke sulfur di dalam ikatan disulfida dan memicu serangkaian reaksi kimia. Reaksi kimia ini melibatkan pemecahan ikatan disulfida dan pembentukan sistein yang tidak memiliki ikatan ini. Rantai polipeptida kemudian bisa bergerak menjauh dan bergeser satu terhadap yang lain, yang bisa diamati manakala rambut tampak melembek dan “tergerai”.

 

Penetralisiran dan Pengkondisian

Segera setelah rambut telah cukup terluruskan, pelemas kimiawi dibilas secara menyeluruh dengan air hangat, diikuti dengan baik itu sampo penetral bawaan atau sampo dan penetral yang diresepkan. Penetralisir biasanya mengandung pengoksidasi seperti hidrogen peroksida, membantu pembentukan ulang ikatan disulfida dan sebagai konsekuensinya pengerasan rambut dalam bentuk lurus. Ketika penetral membentuk ulang ikatan-silang sistein ke posisi baru mereka dan mengeraskan kembali rambut, rambut menampilkan struktur lurus. Setelah langkah penetralan, rambut harus dikondisikan. Tergantung pada kebutuhan seseorang, kondisioner bisa menjadi bagian dari rangkaian perawatan rambut, atau ia bisa diterapkan pada rambut sesudah perawatan pelemasan.

Anda mungkin juga memperhatikan kesamaan antara penggunaan pelemas rambut untuk rambut yang terlalu keriting dan menggunakan “perm” (pengeriting) untuk rambut lurus. Ikal permanen juga dicapai dengan menggunakan bahan kimia yang serupa untuk memecah dan mereformasi ikatan disulfida. Pertama, rambut dicuci dan digulungkan ke alat pembentuk sehingga setelah penerapan alkali dan penetral, rambut akan mengeras menjadi keriting.

Walaupun beberapa orang memilih untuk meluruskan sendiri rambut mereka di rumah, untuk mencegah kerusakan dan terbakarnya kulit dan kulit kepala, sangat disarankan agar profesional dengan pengalamian pelemasan sebelumnya yang melakukan proses ini. Setelah rambut diluruskan secara kimiawi, ia membutuhkan perawatan ekstra khusus untuk mengatasi efek pengeringan bahan kimia. Rambut yang sudah dikejurkan akan memerlukan perawatan pengkondisian mendalam setidaknya satu atau dua kali seminggu. Kendati pelurusan atau pelemasan menawarkan beragam gaya rambut baru bagi banyak perempuan, hal itu tidak boleh dianggap enteng karena bisa merusak rambut dan menuntut setiap perempuan yang memutuskan untuk meluruskan rambut agar berkomitmen secara berkelanjutan untuk melakukan pengkondisian pasca-pelurusan dan perawatan rambut khusus, keputusan yang tidak bisa dianggap remeh. Saran ini juga berlaku bagi mereka yang hendak “mengeriting” rambut mereka.

 

KESIMPULAN

Memahami kimia pelurus rambut menuntut pemahaman tentang hubungan antara dunia sub-mikroskopik struktur protein, ikatan yang mempertahankan struktur, dan pelurus kimiawi. Lapisan korteks dalam rambut terdiri atas kelopak-kelopak panjang yang mengandung molekul protein struktural besar, keratin. Di dalam keratin, atom di dalam asam amino dihubungkan bersama oleh beragam ikatan, yang terpenting darinya untuk pelurusan rambut adalah ikatan disulfida dan hidrogen.

Ikatan disulfida terletak di antara dua asam amino sistein pada rantai polipeptida yang terpisah di dalam protein keratin. Secara kimiawi, ikatan disulfida jauh lebih kuat dibandingkan ikatan hidrogen. Akibatnya, ikatan disulfida hanya bisa dirusak oleh reaksi kimia yang melibatkan molekul rambut asam dan pelurus alkali kuat seperti sodium (natrium) hidroksida, bukan oleh panas atau air, yang itu semata diperlukan untuk memecah ikatan hidrogen. Jika digunakan dengan benar, pelurus rambut kimiawi tidak mengubah struktur pokok protein karena mereka tidak memecah ikatan peptida yang menyatukan asam amino pada rantai polipeptida tunggal keratin. Ketika sebuah pelurus kimiawi diterapkan pada rambut, ikatan disulfida dipecah oleh alkali kuat dan kemudian dibentuk ulang dengan penerapan penetralisir. Namun, ikatan disulfida baru tidak terbentuk ulang secara tepat ketika mereka terbentuk sebelum pelurus diterapkan. Oleh karena itu, pelurusan kimiawi menata ulang secara permanen struktur rambut. Perubahannya bisa diamati karena sekarang rambut lurus sementara sebelum perlakuan ia keriting.

Pemahaman tentang ikatan kimia bisa memberikan wawasan yang lebih kaya tentang apa yang terjadi pada rambut Anda pada tingkat molekuler ketika Anda mencucinya, mengeringkannya, meletakkannya di alat penggulung, meluruskannya, atau mengeritingnya. Memahami peran ikatan kimia dalam perilaku rambut Anda juga bisa menuntun Anda untuk memahami mengapa lebih mudah mengambil remah-remah makanan dari piring dengan jari basah dibandingkan dengan yang kering dan mengapa Anda lebih cenderung untuk meninggalkan bekas sidik jari ketika tangan Anda lembab dibandingkan ketika kering.

-Marsha Smith dan Catherine Milne-

Leave a Reply

Close Menu