DELIMA (PUNICA GRANATUM)‎

DELIMA (PUNICA GRANATUM)‎

Serial Quran dan Sains

Ar-Rummān alias buah delima (Punica granatum), disebut sebanyak tiga kali dalam Alquran, yakni pada ayat-ayat berikut.

وَهُوَ الَّذِي أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُّخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُّتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِن طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِّنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۗ انظُرُوا إِلَىٰ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكُمْ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ ۝

Dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma, mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun  anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah, dan menjadi masak. Sungguh, pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. (Alquran, Surah al-An‘ām/6: 99)

وَهُوَ الَّذِي أَنشَأَ جَنَّاتٍ مَّعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۚ كُلُوا مِن ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ ۖ وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ ۝

Dan Dialah yang menjadikan tanaman-tanaman  yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan. (Alquran, Surah al-An‘ām/6: 141)

فِيهِمَا فَاكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ ۝

Di dalam kedua surga itu ada buah-buahan, kurma dan delima. (Alquran, Surah ar-Ramān/55: 68)

Bersama-sama dengan zaitun, anggur, dan kurma, delima disebutkan dalam ayat Alquran di atas. Penyebutan itu terkait dengan tiga hal sekaligus, yakni indikasi adanya varietas atau kultivar buah, sedekah yang harus ditunaikan setiap kali panen, dan penjelasan tentang keburukan sifat boros.

Buah delima ditemukan tumbuh menyebar di dunia, dari China hingga California, AS. Tidak hanya itu, sesungguhnya Alquran menyebut buah ini sebagai salah satu buah yang akan ditemukan di surga. Buah delima berwarna kemerahan. Bagian dalamnya terdiri atas banyak daging buah yang berupa kantong-kantong yang membungkus biji. Daging buahnya mempunyai rasa manis keasaman dan menyegarkan.

Asal Delima dan Catatan Kuno tentangnya

Dalam perspektif ilmu pengetahuan, delima berasal dari kawasan yang sekarang menjadi Negara Iran. Pada masa Nabi Musa tumbuhan ini dipercaya sudah mulai dibudidayakan. Pohon delima menyebar dengan cepat, bahkan dianggap sebagai tumbuhan asli di sekitar Himalaya dan India Utara. Peran buahnya dalam menu makanan terekam dalam catatan-catatan kuno yang ditemukan di kawasan ini. Dari Iran pohon ini menyebar ke dataran di sekitar Laut Tengah hingga kawasan semigurun dan subtropis. Delima dapat dengan mudah hidup dan beradaptasi di kawasan dengan musim panas maupun musim dingin yang ekstrem.

Pustaka kuno mengenai buah ini banyak ditemukan di China, Mesir, dan Yunani. Masyarakat China biasa menghidangkan buah delima pada upacara pernikahan. Buah ini digunakan oleh banyak masyarakat kuno sebagai simbol yang melambangkan banyak anak, fertilitas, keabadian, dan kemakmuran. Masyarakat Mesir Kuno menyertakan buah delima dalam prosesi penguburan jenazah. Pada mitologi Yunani buah ini dikaitkan dengan hilangnya Persephone, putri Demeter, Dewa Tanah. Konon, Persephone diculik oleh dewa di bawah tanah, Hades, karena telah memakan sebutir biji buah delima.

Delima dilaporkan pula sebagai salah satu tumbuhan yang ditanam di Taman Gantung Babilonia pada masa Mesir kuno. Pada masa Nabi Musa tumbuhan ini banyak ditanam di Palestina, Suriah, dan Libanon. Kota kuno Rimmon yang terletak di sekitar Hebron dikenal sebagai daerah penghasil utama buah delima. Nama Rimmon disinyalir diambil dari nama buah ini, ar-rummān. Dalam perkamen peninggalan Aesop, seorang raja Mesir, tertulis cerita tentang persaingan delima dan apel untuk memperebutkan gelar pohon tercantik.

 

Pohon Delima

Pohon delima biasanya berbentuk  semak ataupun pohon. Umumnya  tinggi pohon delima mencapai 6-9 meter. Di beberapa belahan dunia pohon ini menggugurkan daunnya saat musim gugur,  namun di belahan dunia lainnya  daunnya tetap hijau walaupun pada musim dingin. Produksi buah mulai menurun saat pohon berusia 15 tahun. Meski demikian delima termasuk tumbuhan yang berumur panjang; beberapa di antaranya dapat mencapai umur 200 tahun.

Bunga pohon ini umumnya berwarna ungu kemerahan, putih, atau campuran antara keduanya. Bunganya banyak dimanfaatkan masyarakat di Asia Tengah sebagai pewarna alami. Bunga berwarna ungu dapat diekstrak menjadi warna merah yang indah. Dalam Bahasa Inggris buah ini dinamai pomegranate, yang diadopsi dari Bahasa Prancis. Kata pomme yang berarti apel, digabungkan dengan kata granete, yang berarti biji. Gabungan kedua kata ini kemudian berarti apel yang berbiji.

Daun delima mengkilat, tebal, keras, dengan tekstur liat seperti kulit, berbentuk memanjang dan langsing. Warna buah dan bunga delima dengan sentuhan kemerahan yang menakjubkan menjadi salah satu cara Allah menyatakan kebesaran-Nya, sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya,

وَمَا ذَرَأَ لَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَذَّكَّرُونَ ۝

Dan (Dia juga mengendalikan) apa yang Dia ciptakan untukmu di bumi ini dengan berbagai jenis dan macam warnanya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran. (Alquran, Surah an-Naḥl/16: 13)

Pemanfaatan Buah Delima

Sebagaimana kurma dan zaitun, delima banyak digunakan sebagai makanan sehat karena kandungan protein dan lemaknya sangat kecil. Sebaliknya delima kaya akan sodium, riboflavin, thiamin, niasin, vitamin C, kalsium, dan fosfor. Jus buah ini, yang mengandung cukup banyak antioksidan, banyak disukai di Timur Tengah. Antioksidan adalah pertahanan tubuh terhadap radikal bebas dan molekul-molekul yang merugikan, yang dipercaya memberi kontribusi terhadap penyakit jantung, penuaan dini, dan kanker. Delima juga dipercaya dapat memperlambat penuaan. Di India Utara, biji delima yang terletak dalam kantong-kantong daging buah bahkan digunakan sebagai bumbu penambah rasa. Biji delima kering juga digunakan sebagai pengganti kismis dalam pembuatan kue dan permen di Eropa.

Buah delima memiliki nilai kalori nutrisi yang tergolong cukup tinggi, 65; kandungan lemak yang rendah; dan kandungan beberapa vitamin (riboflavin, thiamine, niacin, dan vitamin C) serta mineral (calcium dan fosfor) yang tinggi. Di samping dikonsumsi sebagai jus, buah delima juga dibuat jelly dan sirup. Temuan belakangan ini yang mengungkap kandungan antioksidan yang tinggi di dalam buah delima menjadi salah satu pertimbangan mengapa buah ini disukai banyak orang.

 

 

Masyarakat India Utara biasa memanfaatkan biji delima yang dikeringkan sebagai bumbu masak. Biji ini mereka peroleh dari varietas delima yang memiliki rasa sangat  asam dan jarang dikonsumsi. Di samping sebagai makanan, delima juga diketahui mempunyai khasiat sebagai obat. Buah ini tertulis di dalam Unani Tibb, suatu sistem pengobatan berdasarkan data ilmiah dan prinsip holistik dari pengobatan Yunani, Mesir, Arab, dan India, yang dinamai homeopathyHomeopathy adalah sistem pengobatan yang didasarkan pada hukum alam yang telah diterapkan sekitar 200 tahun lalu. Buah delima digunakan sebagai obat diare, sakit telinga, mata kabur, demam, sakit gusi dan gigi, serta sakit pencernaan. Sementara itu pengobatan tradisional Sri Lanka memanfaatkan kuncup daun yang  direbus dan diseduh layaknya teh untuk menyembuhkan diare dan penyakit saluran pernapasan, sedangkan bunganya mereka gunakan untuk mengobati sakit mata.

Dari uraian di atas tampak bahwa buah delima menyimpan begitu banyak manfaat, dari hal-hal yang bersifat sosial-budaya hingga kegunaannya sebagai obat. Dengan begitu tidaklah salah bila Allah menggunakannya menjadi bagian dari sumpah-Nya.

 

Dikutip dari Tafsir ‘Ilmi

Tinggalkan Balasan

Close Menu